Salah Khitbah

Salah Khitbah
71. SK 2 : SEPERTIGA MALAM


__ADS_3

***


Kedua insan pengantin baru itu meringkuk di bawah selimut. Udara yang dingin walaupun AC tidak menyala membuat Akhtar mengeratkan pelukannya pada guling hidup nya.


1 jam kemudian.


Akhtar terbangun tepat di sepertiga malam. Ia melihat Zahwa yang bobo manis di dekapannya membuat ia gemash sendiri. Ia melihat jam di dinding.


"Sudah masuk sepertiga malam" batinnya.


Perlahan ia melepaskan pelukannya dan menggantikan posisinya dengan bantal guling. Ia duduk dan membaca doa bangun tidur.


Ia melihat Zahwa yang kedinginan setelah melepas pelukannya, menarik selimut hingga leher Zahwa. Ia mencium pucuk kepalanya mengelusnya lalu pergi ke kamar mandi membersihkan diri.


Setelah nya ia melaksanakan sholat Tahajjud.


Sholat sendiri.


Ada sedikit kekecewaan di hatinya ketika Tahajjud pertama nya setelah menikah tidak bersama dengan istrinya.


Ia memanjatkan do'a kepada sang pemilik hidup. Salah satu doanya adalah memohon kebaikan untuknya dan istrinya.


اللَّهُمَّ اجْعَلْ مِنَ الْمَوَدَّةِ وَالرَّحْمَةِ بَيْنِيْ وَبَيْنَ زَوْجَتِيْ أَفْضَلَهَا، وَمِنَ الْحِلْمِ وَالصَّبْرِ أَكْمَلَهُ، وَأَسْعِدْهَا مَعِيْ وَأَسْعِدْنِيْ مَعَهَا، وَلَا تَحْرِمْنِيْ وُجُوْدَهَا فِي الدُّنْيَا وَفِيْ جَنَّةِ الْخُلْدِ، وَاهْدِنَا لِكُلِ مَا تُحِبُّ وَتَرْضَى يَا كَرِيْمٌ.


Ya Allah, jadikanlah mawaddah dan rahmah antara aku dan istriku yang terbaik. Jadikanlah kelembutan dan kesabaran (antara aku dan istriku) yang paling sempurna. Ya Allah, bahagiakan ia bersamaku dan bahagiakan aku bersamanya, janganlah Kau haramkan aku dari keberadaanya di dunia dan di surga abadi. Dan tunjukkan kami untuk menepati setiap yang Engkau cintai dan ridhai, ya Allah Yang Maha Mulia.


اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أُمُوْرِيْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ زَوْجَتِيْ، وَأَظْهِرْ مَحَاسِنِيْ لِزَوْجَتِيْ، وَأَظْهِرْ مَحَاسِنَهَا لِيْ، وَاسْتُرْ عُيُوْبِيْ عَنْهَا، وَاسْتُرْ عُيُوْبَهَا عَنِّيْ.


...“Ya Allah, perbaiki segala urusan antara aku dengan istriku, tampakkan kebaikanku padanya dan tampakkan kebaikannya padaku, tutupilah segala aibku darinya dan tutuplah segala aibnya dariku”....


اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ زَوْجَتِيْ مُطِيْعَةً لِيْ وَأَنْ تَجْعَلَهَا مُتَمَسِّكَةً بِعِشْرَتِيْ، وَأَنْ تَجْعَلَهَا عَوْناً لِيْ عَلَى طَاعَتِكَ، وَأَنْ تَجْعَلَنِيْ عَوْناً لَهَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَاجْعَلْهَا لِي زَوْجَةً صَالِحَةً.


Ya Allah, aku memohon kepadamu, jadikanlah istriku taat kepadaku, jadikan ia komitmen pada hubungan rumah tanggaku ini, jadikanlah ia penolongku dalam taat kepada-Mu, dan jadikan aku penolongnya dalam taat kepada-Mu”, dan jadikan ia istri shalihah bagiku.


اللَّهُمَّ جَنِّبْهَا الْمَعَاصِيَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَأَلْبِسْهَا ثَوْبَ الْعَافِيَةِ وَالْعَفَافِ.


...Ya Allah, jauhkanlah maksiat dari kehidupan istriku, yang tampak dan yang tak tampak. Kenakanlah padanya pakaian kesehatan, keselamatan dan kehormatan....


"Aamiin ya rabbal 'alamiin..."


Setelah itu ia lanjutkan dengan dzikir panjangnya.


Di temani angin malam ia berdzikir dengan khusyu sampai refleks matanya terpejam.


_

__ADS_1


_


Sedangkan Zahwa, yang juga terbiasa bangun di sepertiga malam akhirnya terjaga juga dari tidurnya.


Ia merasakan ada sesuatu yang hilang yang membuatnya tidak nyaman. Ia duduk dan mengucek matanya.


Ia menoleh tak mendapati suaminya di sana. Ia melihat sekeliling kamarnya hingga ia menemukan sosok yang ia cari tengah bersila di atas sajadah yang beralaskan karpet bulu. Ia menatap punggung itu nanar.


"Andai saja tamu ku tidak datang sekarang, pasti saat ini aku sudah berada di belakang nya" gumam Zahwa.


Ia merapihkan rambutnya dan tanpa sadar menarik selimut nya turut beranjak bersama nya dari ranjang.


Dengan santainya dia meletakkan kepalanya di pangkuan sang suami yang tengah berdzikir dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Aah...secepat itu kah aku jatuh cinta padanya, hingga tidur tanpanya pun aku tidak bisa. Serasa ada yang kurang" batin Zahwa lalu kembali terlelap


Akhtar yang awalnya terpejam membuka matanya dan melihat istrinya tengah melanjutkan tidur nya di pangkuannya. Ia tersenyum tipis dan mencium sekilas kening istrinya.


Lalu melanjutkan dzikir dan shalawat nya sambil satu tangannya membelai kepala sang istri.


Aduhaiii....


فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ


(Zahwa sungguh beruntung diri muu...aaa bapel🙈)


***


Ia memandangi wajah tenang istrinya yang masih betah terlelap. Ia memutuskan untuk memindahkan Zahwa kembali ke ranjang.


Dengan hati-hati ia meletakkan Zahwa di sana. Setelah itu ia meletakkan bantal di kedua sisi Zahwa dan kembali menyelimutinya. Ia memperlakukannya persis seperti bayi. Ah..iya dia punya bayi besar Sholehah yang menggemaskan sekarang.


Ia mengecup kedua pipi Zahwa lalu turun ke bawah.


***


Sesampainya di bawah, ia melihat semua orang tengah berkumpul di sana. Hanya Humaira dan Zahra yang tidak ada.


Ayah Ali, Bunda Fatimah, Helwa, Azzam, Buya Firman, dan Umi Alya. Mereka sudah siap-siap di bawah. Para istri sudah siap mengantarkan suami mereka ke pintu untuk pergi ke Masjid sholat subuh berjamaah.


Mereka menatap Akhtar dengan tatapan yang sulit di artikan. Mengapa ia datang sendiri?


"Loh? Zi..nak Mary mana?" Tanya Umi Alya


"Ada Umi. Di kamar lagi tidur mungkin kecapean karena semalam" jelas Akhtar

__ADS_1


Semua orang melotot mendengar penuturan Akhtar. Setelah itu mereka mengulum senyum mengerti.


"Seganas itukah dia? Atau jangan-jangan Wawa sampai pingsan di buat nya. Atau..sakit? Ya kareem aku tak percaya ini" batin Azzam menggeleng-gelengkan kepala nya


Akhtar yang melihat senyum aneh mereka mengerti bahwa mereka sudah salah paham.


"Aduh..mereka pasti salah paham" gumam Akhtar dalam hati


"M-maksudnya... Semalam- "


"Kami mengerti" ucap kaum hawa kompak memotong ucapan Akhtar


"Ahahahahaha...." Azzam menertawakan Akhtar yang terlihat bingung hingga wajahnya yang putih kelihatan memerah


"Sudah..sudah..ayo pergi nanti kita terlambat" lerai Ayah Ali


Ia mengerti perasaan menantunya pasti sangat malu saat ini.


Setelah itu mereka pergi ke Masjid sedangkan para ibu-ibu beserta beserta Zahra, Linda dan Dini sholat di rumah dengan Umi Alya sebagai imamnya.


Ya Linda dan Dini masih tinggal, karena semalam sudah larut jadi mereka memutuskan untuk tinggal saja besok baru kembali.


***


Azzam mendekat pada Akhtar dan berbisik


"Bagaimana semalam? Anta tidak menyakiti adik ku kan? Oh iya baju nya berguna tidak??" Ucap Azzam dengan senyum menggoda


Blush!


Akhtar memerah seketika


_


_


_


Lanjut ga?


Jejak nya jangan tinggal dongg...


Oh iya jangan bikin ana hairan yah. Tiap hari yang fav tuh nambah tapi koq like nya tetep segitu aja, bab-bab sebelumnya juga masa' ga nambah like nya, jalan di tempat padahal penghuninya tiap hari nambah banyak hiks :")


Yuk biar ana semangat up nya jangan lupa like sama ramein komennya yaaa....

__ADS_1


Tabarakallah 💙


__ADS_2