Salah Khitbah

Salah Khitbah
49. SK : SALAH KHITBAH


__ADS_3

S E L A M A T M E M B A C A


***


Keesokan harinya ia kembali mengecek berita tentang penerbangannya, berharap ada perubahan yang menguntungkannya. Tapi sayang, semua masih sama.


Hari yang harus nya menjadi hari terbahagia nya kini menjadi hari terburuk baginya. Harusnya ia sudah sampai di Indonesia saat ini, tepi nyatanya ia masih berdiam diri di kamar yang ia tempati selama dua tahun lebih belakangan ini.


Ia memejamkan matanya kuat dan merebahkan tubuhnya terlentang di kasur nya. Ia mengambil dzikir untuk mengisi waktunya. Hampir saja ia terlelap namun tak jadi karena sebuah suara menyadarkannya.


Handphone nya berbunyi tertera nama 'Ummah ku Sayang💓" di sana. Dengan sigap ia meraih handphone nya itu.


📞


"Assalamu'alaikum anak sholeh Ummah" terdengar suara lembut di sebrang sana


"Wa'alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh, Ummah"


"Kapan anak sholeh Ummah kembali, Hah?" Tanya Ummah antusias


"Lusa adalah jadwal pemberangkatan nya Ummah"


"Loh? Kok?"


"Penerbangannya di undur lagi Ummah, ada masalah cuaca" jawab Fatih lesuh


"Astaghfirullah al 'adziim"


"Cepatlah pulang, Kami sudah mengkhitbah gadis itu untuk mu sayang.."


Mendengar itu, Fatih yang awalnya berbaring kini berdiri tegak. Matanya jreng seketika, jantungnya berdegup kencang.


"Alhamdulillah..Abi dan Ummah memang mengerti aku" batin Fatih dengan perasaan senang tak terjabarkan. Ia tak menyangka orang tua nya sudah lebih dulu mengkhitbah si gadis kecil untuk nya.


"Benarkah? Sudah?" Jawan Fatih dengan berbinar. Ayolah, tidak ada jaim antara Fatih dan Ummah. Semua akan dia jabarkan blak-blakan tidak merasa malu. Lagi Ummah juga senang Fatih yang begitu, karena akan semakin mendekatkan ia untuk lebih mudah berbucara pada hati Fatih.


"Iya sayang... Kami sudah mengkhitbah Zahra untuk mu"


NYEESSS!!!!!


"A-Apa!!"


"Kenapa? Apa ada sesuatu?"


"Coba Ummah ulang perkataan Ummah" pinta Fatih memastikan


"Ehehe, kamu tidak percaya hm? Abi dan Ummah sudah mengkhitbah Zahra untuk mu tadi siang" jelas Ummah


"Bukan Zahra Ummah tapi ZAHWA" Ucap Fatih menekankan di setiap huruf nama Zahwa


"Ahahahaha, masa sih nama calon sendiri ga tau. Tidak sayang....nama nya ZAHRA. Bukan ZAHWA. Lupa ya? Hm?" Ucap Ummah terkekeh merasa tak berdosa


"Ummah pasti salah denger, kemaren Fatih katakan Zahwa bukan Zahra. Ummah..."


"Fatih, kamu ini bagaimana? Tadi saat di rumah nya kami memperjelas nama nya sayang. Namanya ZAHRA ASY-SYIFA. Bener kan?"


DEG!!!


Ia merosot ke lantai. Badannya lemas. Panadangannya kini mulai kabur.

__ADS_1


"Bu-bu-bukan Ummah...namanya ZAHWA MARY EQUEENA" ucap Fatih dengan bibir bergetar. Jantungnya seakan di cabut paksa dari tempatnya. Nafasnya tertahan untuk beberapa saat. Sesak ia rasakan.


"Ya Allah...mengapa jadi seperti ini. Pantas saja sejak semalam hati ku gelisah tak nyaman. Ternyata memang ada yang akan terjadi. Dan sekarang...aaarrrggghh" batin Fatih lirih. Tangan lemasnnya ia memukul ke sebuah meja rak di sampingnya dengan tinjunya.


"Astaghfirullah..kamu sadar apa yang kamu katakan, Fatih?" Ucap Ummah juga terdengar bergetar.


"Iya..Ummah. Namanya Zahwa bukan Zahra" lirih Fatih dengan suara serak.


Ingataannya kembali pada saat dulu Ummah menelpon untuk menanyakan nama gadis tersebut.


"Ummah, namanya Zah-"


"Siapa nak?"


"Zah-gwuehqkab" perkataannya tidak terdengar jelas oleh Ummah. Jaringan yang buruk juga handphone Fatih yang tiba-tiba mati.


Perasaannya ia sudah jelas menyebutkan nama Zahwa. Namun, angannya tak meluncur mulus seperti perosotan anak- anak.


"Ya Allah...bagaimana ini...hiks.." Isak tangis terdengar jelas di telinga Fatih.


"Ummah..tidak..jangan menangis"


"Fatih cepatlah kembali, akan kita bicarakan setelah kau sudah di Indonesia nanti" kini suara Abi Sam yang terdengar tegas di telinganya.


"I-iya, Bi. Fatih izin tutup telponnya. Assalamu'alaikum"


****


5 jam yang lalu.


Sesuai perjanjian Abi Sam dan Ummah akan bersilaturrahmi ke rumah Ayah Ali. Persis seperti yang di katakannya lewat telpon dua hari yang lalu.


"Assalamu'alaikum.."


Abi Sam dan Ummah sudah berada di depan rumah Keluarga Syeena.


Tak lama pintu terbuka


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab sebuah suara bariton membuka pintu.


"Kalian sudah datang. Mari...silahkan masuk" ucap Ayah Ali mempersilahkan tamu nya masuk.


Tak lama datang Bunda Fatimah membawakan minuman dan beberapa cemilan ringan.


"Ah..tidak usah repot-repot mbak.." ucap Ummah halus.


"Tidak repot kok. Hanya sajian biasa saja" ucap Bunda Fatimah tersenyum dan mendudukan diri di samping suami nya.


Mereka berbincang-bincang terlebih dahulu. Hingga pada akhirnya Ayah Ali tidak dapat menahan rasa penasarannya lagi.


"Oh..iya. Sebenarnya ada apa? Apa kah ada tujuan tertentu Sam? "


Abi Sam tersenyum kecil.


"Bisa tolong panggil kan putri mu" pinta Abi Sam


"Bund.." ucap Ayah Ali menatap Bunda Fatimah yang langsung mengangguk mengerti.


Tak lama ia datang membawa seorang gadia cantik dan mendudukkannya di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


"Ma syaa Allah..." Decak kagum terdengar dari bibir pasangan itu.


"Jadi..maksud kedatangan kami kesini adalah ingin mengkhitbah putri mu untuk putra kami Fatih" jelas Abi Sam menunjuk gadis yang ada di antara Ayah Ali dan Bunda Fatimah.


Ayah Ali terdiam, terpaku.


"Dia ingin mengkhitbah Zahra untuk Fatih? Aku kira dia ingin mengkhitbah Zahwa" batin Ayah Ali sendu


Bunda Fatimah menatap Zahra yang duduk di sebelahnya.


"Secepat itu Zahra akan ku lepas? Dan Zahwa, dia akan di langkahi oleh adiknya" batin Bunda Fatimah


Sedangkan dalam hati Zahra bersorak ria


"Haaa..,bukan kah ini orang tua Kakak tampan itu?? Iya benar namanya Fatih. Aaa, aku akan menikah dengannya. Yes..yes..yes.."


"Apa kau tidak keliru Sam?" Ucap Ayah Ali memastikan


"Tidak Kak..ini benet kan nak..Zah-"


"Zahra tante" sambung Zahra dengan malu malu


"Apa benar Zahra? Mungkin ia, Fatih bicara tidak jelas dan namanya tidak di sebut sempurna. Ya, mungkin ini benar. Lagi, tidak ada gadis lain disini" batin Ummah


Ya tentu saja, mereka yakin. Zahwa sedang berada di rumah Azzam saat itu. Hingga mereka tak mengetahui kalau sebenarnya ada seorang gadis lagi yang merupakan Kakak Zahra yang sedang tidak berada di sini.


Karena Zahwa tidak ada di sana, jadi mereka melanjutkan acaranya.


"Nah, iya Zahra" ucap Ummah


"Bagaimana apakah lamarannya di terima? " tanya Abi Sam


"Zahra. Ayah--" lirih Ayah Ali. Ada yang ingin ia sampaikannya. Namun langsung di potong oleh Zahra


"Iya, Om. Zahra terima" ucapnya bersemu merah


DUARRRR!!!!!


HANCURLAH SUDAH, BANYAK PIHAK YANG TERLUKA. JAWABAN ZAHRA SEOLAH MENANCAPKAN SERIBU BELATI PADA ORANG YANG DI SAYANGINYA.


TAQDIR, TIDAK ADA YANG TAU. SE-APIK APA PUN RENCANA MU TIDAK AKAN BISA MELANGKAHI SKENARIO ALLAH. YANG BISA DI LAKUKAN SAAT INI HANYA SABAR DAN MENERIMA DENGAN IKHLAS.


INILAH, KISAH MEREKA.


PETAKA YANG MENYAMAR MENJADI PERISTIWA SALAH KHITBAH.


SEMOGA MEREKA BISA MENGHADAPINYA DAN TABAH MENERIMA. YAKIN LAH JODOH TERBAIK SUDAH ALLAH SIAPKAN. KITA TIDAK TAU APAKAH ITU ORANG SEKITAR, ATAU BAHKAN YANG BELUM PERNAH KITA LIHAT SEKALI PUN.


YANG BAIK MENURUT MU BELUM TENTU BAIK MENURUT ALLAH, DAN YANG BURUK MENURUT MU BELUM TENTU BURUK JUGA DI HADAPAN ALLAH ATAU JUSTRU MALAH YANG TERBAIK UNTUK MU YANG DI BERIKAN OLEH ALLAH.


SELAMAT MENATAP MASA DEPAN. LAPANGKAN HATI, BERSIHKAN PIKIRAN. YAKIN LAH, YANG MEMANG UNTUK MU AKAN TETAP


UNTUK MU.


SEKIAN~


...----------***----------SALAH KHITBAH----------***----------...


...~TAMAT~...

__ADS_1


TAMAT?


TINGGALIN JEJAK NYA YA😌


__ADS_2