
Deg..deg..deg..deg...
Suara detakan jantungnya.
"Kenapa ada suara ikhwan? Duh.. Umi.. Leya gemeteran" batinnya dengan mata terpejam
Perlahan ia berbalik dan membuka matanya. Menetralkan ekspresinya dan lalu menunduk. Sedikit-sedikit ia melirik siapa yang berada lima meter di depannya.
"Anti tamu luar?" Tanyanya lagi. Aleeya yang dangat gugup hanya menganggukkan kepala saja
Melihat jawaban Aleeya membuat pria itu juga mengangguk paham.
"Kenapa anti bada di hammam(kamar mandi/toilet) ikhwan(laki-laki)?" Tanya nya kembali membuat Aleeya tersentak lalu spontan mengangkat wajahnya.
Tik! Pandangan mereka bertemu
1 detik
2 detik
3 detik
"Astaghfirullah.." pekik mereka bersamaan berbalik.
Dan kini posisi mereka saling membelakangi, kedua sama-sama menahan malu dan menyembunyikan kegugupannya.
"Ya Allah.. ternyata aku salah. Harusnya tadi belok kiri bukan kanan. Haduhh.. hiks" batinnya
"Ya Kareem.. bisa-bisanya Engkau mempertemukan saya dengannya di situasi seperti ini" batin pria itu
"Ehh.. tunggu. Bu-bukannya itu...Ahhh .. itu Ustadz yang ceramah kemarin.. Ya Allah.. syukron qadarullah bisa bertemu dan melihatnya secara langsung.. aku sungguh tidak menyangka huhu" batin senang.
Tangannya terkepal menahan senyum malu-malu nya yang ingin mengembang.
"Se-sepertinya anti salah jalan. Silahkan tinggalkan tempat ini dan pergi ke jalan yang satunya lagi" suara orang itu kembali terdengar.
"T-tayyib Ustadz, afwan. Assalamu'alaikum"
__ADS_1
Dengan langkah terburu-buru Aleeya segera pergi meninggalkan tempat itu, dan menuju jalan yang benar untuk ke kamar mandi.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab pria itu menatap kepergian langkah kaki Aleeya
"Huffttt... " Ia memperhatikan sekitarnya , dan melihat tidak ada orang disana
Kembali lagi pada Aleeya yang sudah menemukan hammam akhwat. Tanpa babibu lagi ia segera masuk untuk menuntas kan hajatnya.
.
Sepulang dari acara nikahan tersebut, tak di sangka 1 bulan kemudian.
Datang seorang pria gentelment yang meminta izin pada Buya Firman untuk mengajak putri beliau untuk berta'aruf, sebelum mengajaknya menuju jenjang pernikahan.
Ya Aleeya adalah orangnya. Ia di ajak ta'aruf oleh seorang Ustadz yang ia kagumi. Kaget? Pasti. Karena itu semua sangat tiba-tiba menurut nya. Terlebih saat kajian pun mereka tidak pernah bertatap langsung atau berbicara langsung, kecuali saat beliau naik di atas mimbar.
Jangankan untuk berbicara, berpapasan saja tidak pernah karena jalur ikhwan dan Akwat berbeda alias di pisah.
Kan kini pria tersebut datang seorang diri kepada Abinya untuk meminta izin mengajaknya ta'aruf. Setelah 3 bulan berkenalan, misyawarah dengan Allah alis istikharah, juga musyawarah dengan keluarga, mereka saling cocok, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang penikahan.
Di 5 bulan usia kandungannya, ia dan sang suami berangkat ke Mesir untuk menggantikan mertuanya memantau usaha kuliner mereka.
Setelah 2 bulan disana, mereka terbang lagi ke Turki untuk menetap di sana. Karena sebelum menikah dengannya, suaminya mendirikan sebuah panti asuhan, rumah singgah, dan rumah Qur'an di Turki.
.
Kini usia kandungannya sudah menginjak bulan kesembilan. Perkiraan 2 minggu lagi merupakan HPL-nya.
Dan hari ini adalah jadwal cek up mereka ke dokter. Dokter mengatakan bahwa semuanya sehat, baik-baik saja, dan tidak da yang perlu di khawatirkan. Dokter juga memberikan saran dan wejangan kepadanya, sebagai ibu yang mendekati lahiran. Agar nantinya tidak ada hambatan dan masalah.
Sang suami merangkul pinggangnya posesif dengan sumringah keluar dari Rumah Sakit.
Keduanya terlihat sangat bahagia menantikan putri pertama mereka.
Mereka pulang dengan kecepatan di angka 20km/jam, karena tidak ada yang ingin di kejar atau mengejar. Namun mereka tidak tau jika maut sudah menanti mereka di persimpangan jalan sana.
Cukup heran, karena tumben jalanan sepi. Dengan mengucap basmalah, sang suami mulai menaikkan kecepatan mobilnya.
__ADS_1
Tepat di persimpangan. Tiba-tiba datang sebuah mobil yang mepet di samping mobil mereka, terus berusaha untuk menyentuh badan mobil.
"Ya Allah.. Biy.. hati-hati sayang" ucap Aleya panik. Karen tiba-tiba sebuah mobil lagi melakukan hal yang sama di sisi yang satu nya.
Suaminya menaikkan kecepatan mobilnya,
"Pegangan Sayang, jangan buka mata mu ya " perintahnya kepada Leya sang istri.
Mobil mereka melaju dengan kencang, ia membawanya kesebuah jalanan kosong yang jarang di lalui dan sempit, mencoba untuk bersembunyi, mensiasati kedua mobil penguntit tersebut.
Namun tanpa di duga, sebuah truk datang dari arah depan, membuat sang suami lansung menginjak pedal rem.
"Astaghfirullah... Rem nya blong!" Pekiknya tanpa sadar membuat Aleeya membuka matanya dan memeluk Sang suami.
"Biy... " Ucapnya bergetar ketakutan
"Jangan buka mata mu sayang. Atau sembunyikan saja wajah mu"
"Aaa..." Jerit Aleeya saat melihat truk tersebut semakin dekat dan akan menabrak mereka.
Sialnya itu merupakan jalanan lurus yang memiliki belokan di ujung jalannya. Membuat mereka tidak bisa menghindar.
Qadqrullah
"La hawla wala quwwata illa billahil a'liyyil A'dziim"
Sang suami melepaskan pelukannya dan segera membanting stir sembarang.
"La ilaa ha illallah.."
BRAAAKKKK!!!!
_
MAAF AUTHOR MULAI JARANG UP, KARENA WAKTU TERBATAS AKAN MULAI SIBUK LAGI :) 🙏🏻
MAAF SEBESAR-BESARNYA🙏🏻 UNTUK ITU TETAP DUKUNG AUTHOR DENGAN MENINGGALKAN JEJAK YA..🙏🏻
__ADS_1