
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Kata orang...
Jatuh cinta itu lumrah..
Sudah fitrah manusia....
Tapi menyibukkan hati dengan berdzikir...
Selalu ingat si dia..
Dalam banyak aktivitas...
Padahal kata ulama..
Mengingat manusia itu penyakit....
Sedangkan mengingat Allah itu penawar kegundahan hati...
**Sholawatnya udah berapa hari ini???
Dzikirnya ga tinggal kan???
Alhamdulillah**...
......................
Yuk next
...H A P P Y R E A D I N G ...
Zahwa kembali menutup surat itu dengan masih dalam keadaan syok. Ia segera menyelipkannya di saku gamis lebar nya dan kembali ke asrama.
Sesampainya di kamar mereka, ternyata Dini juga Linda sudah menunggunya sejak tadi. Begitu sampai ia langsung mendapat omelan dari Dini.
"Allah..Allah.. Zah anti itu kemana aja sih? pergi ga bilang-bilang? ana dan Linda sudah cari ke Masjid tetapi sudah tidak ada orang di sana. Ana cari ke dapur juga tidak ada, ana lihat ke hammam juga tidak ada. Anti kemana sih? anti tidak tau kalau nahnu itu khawatir takut anti tiba-tiba di culik gendoruo, atau kuyang atau apalah. Hiihh... bikin risau aja HUH.." cerocos dini tanpa henti seperti seorang rapper .
Linda yang tiba-tiba kalem hanya geleng-gelemg kepala saja.
"aduuh.. Diin... biarin Zahwa nya masuk terus beri salam dulu. Setelah kita jawab baru di tanyain bla bla bla.. Lihat tuh muka nya Zahwa udah kaya anak yang telat pulang trus di repetin ibu nya, ada ada saja deh" ucap Linda yang membuat Dini melongo
"Lin..." panggil Di i dengan nada tak biasa
"apa? jangan diliatin gitu " ucap Linda merasa aneh melihat tatapan Dini
"anti sedang tidak sakit 'kan ?" Dini menempelkan punggung tangan kanannya di kening Linda.
"hemm tidak panas" gumamnya.
"Allah kareem... ana tidak sakit , ana sehat wal 'afiyat okeh anti kenapa sih??"
__ADS_1
"koq aneh, kenapa anti tiba-tiba jadi kalem begitu" polos Dini, berhasil membuat Linda melototkan matanya.
"heii...anti me~..
"ASSALAMU'ALAIKUM" Ucap Zahwa kesal lalu masuk ke dalam kamar dengan penuh penekanan di setiap hurufnya.
Membuat Linda dan Dini cengengesan. Bagaimana Zahwa tidak kesal dari tadi ia hanya mematung di depan pintu menyaksikan aksi debat unfaedah kedua temannya itu, seakan mereka lupa kalau saat ini ia sedang mengunggu mereka diam dan mengucap salam lalu masuk ke dalam.
Zahwa langsung melepas mukana nya dan melipatnya lalu meletakkannya di tempat biasa. Setelah itu ia telungkup di kasur dengan meletakkan bantal di atas kepalanya.
Linda dan Dini saling pandang seolah saling melempar pertanyaan "ada apa???" . Lalu keduanya menggeleng.
30 menit kemudian....
"Zah...Zah..." Linda menggoyang-goyang lengan Zahwa
"hmmm"
"anti tidak lapar? kita ke dapur yuk " ajak Linda
Zahwa membuka matanya dan berfikir sejenak. Lalu mengangguk.
"hmm anti duluan saja ana akan menyusul"
"beik, ana duluan yah" ucap Linda lalu keluar dari kamar
"ASSALAMU'ALAIKUM..." ucap Zahwa menyindir Linda. Tak lama Linda kembali ke kamar menyengir kuda
"ehehehehe...afwan.. Zah..uh..jangan judes judes nanti ga dapet jodoh loh...Assalamu'alaikum ana duluan yaah babay..." setelah itu Linda berlari entah kemana.
Ia bangkit dari baringnya lalu duduk di sisi kasurnya, ia memijit pangkal hidung mancung nya. Sebenarnya ia tidak lah sedang tidur, tetapi sedang menenangkan pikirannya. ia memejamkan matanya dan mengulang hafalannya agar hatinya lebih tenang. Jujur, kebenaran itu masih mengusik pikirannya.
Setelah beristighfar berkali-kali, tangannya bergerak untuk mengganti khimar nya. Ternyata memikirkan perasaan Kang Fatih padanya membuatnya lapar juga.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Setelah selesai sholat isya, Zahwa memilih untuk mengulang hafalannya di taman belakang di temani bintang kerlap kerlip di langit. Sungguh ini adalah tempat favoritnya. Setelah selesai muraja'ah satu juz, ia memeluk Al-Qur'annya.
Kepalanya mendongak ke atas, matanya mengabsen satu persatu bintang yang ada di sana. Pikirannya melayang, mengingat bahwa besok adalah hari dimana anak laki-laki taman lima tahun lalu akan terbang wouusyyhh... ke negri Fir'aun. Selama beberapa hari ini ia selalu diam-diam membaca kembali surat kedua itu. Entah mengapa hatinya terasa risau, ia tak pernah berinteraksi dengan lawan jenis kecuali Ayah Ali dan Abang sayang nya Azzam.
Ini sangat canggung baginya, ia tidak terbiasa dengan lawan jenis. Tali ini, sekalinya ia mengenal lawan jenis langsung di suguhkan dengan sebuah pernyataan akan mengkhitbahnya. Tiga tahun, Tiga tahun bukanlah waktu yang lama. Jika kita tidak memikirkannya itu akan terasa singkat tak terduga, jantungnya berdegup kencang manakala mengingat bahwa Ini semua adalah nyata.
Besok ia merupakan salah satu panitia pelaksana acara pengajian ini. Tentu saja ia akan dekat dengan keluarga ndalem karena ia di tempatkan untuk membantu Umi Alya di ndalem itu sebabnya jika perannya sangat di butuhkan untuk mengurus beberapa hal di sana.
"Siapkan hati, siapkan badan, siapkan fikiran. Jangan sampai ana tidak fokus dan membuat kekacauan di sana besok"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh All.
Afwan yak, up nya telat-telat. Gimana yak, di desc ai juga buat slow update sih tapi kan yaa..gitu ga enak kalau ga up hehehe dasar akuh suka gaje.
Terimakasih supportnya , terimakasih panantiannya, terimakasih semuaanyaa banyak-banyak. Kalau ai sempet up berarti ada senggang sedikit 👃 sedikit loh ya. *Because lagi banyak seminar-seminar mendesak, apa lagi ini sibuk-sibuknya mendekati pertengahan semester jadi lebih banyak waktu terbuang ke sono vid pembelajaran. Buat vidio pembelajaran itu suseh gimane kalau muridnya juga kaga ngarti kan capek huhuhu.. dengan susah payah belajar ini itu ikuti zoom meeting bla bla bla tapi vidio pembelajaran yang di buat juga ga masuk ke otak murid-murid nya.
Memanglah gegara si coronces semua susah🤦, oh iya btw and baswey , HAPPY BIRTHDAY CORONCES🎉 . Udah satu tahun kau di negara kami 2 maret 2020 - 02 maret 2021 bye bye lah sana pulang ya. Kami semua mau hidup normal kaya dulu hiks... yuk kita doakan kita usir sama sama moga cepet pulang dia setelah umurnya udah 1 tahun ini. Aamiin.
Okee cukup sekian curhatannya moga sabar menanti, seperti Zahwa yang menangi Kang Fatih, eh iya ga si ?
Zahwa....Sabar menanti kan?? tiga tahun doang..sabar lah ya... ( iya mak sabar ) baguss.. pinter .
__ADS_1
Terima kasih sudah mau baca omelan gaje ini, papay sampai ketemu di next bab . yuhuu
Wassalam*.