Salah Khitbah

Salah Khitbah
121. SK 2 : TIDAK MENARIK


__ADS_3

"yank..Sayang... Bangun.. Queen... Banguun.."


Pipinya di tepuk pelan, tidak ada respon apapun.


Cup


Cup


Cup


Cup


Bahkan wajahnya sudah di ciumi , belum juga bangun.


"Mungkin ia sangat lelah sekali, maaf sayang.. saya membuat mu terlalu capek" lirih Akhtar pelan.


Ia melirik jam di dinding, masih banyak waktu, lebih baik membiarkannya tidur sebentar lagi. Ia memandangi wajah ayu itu tanpa ada rasa bosan sedikit pun.


Di dalam sana tangannya mengelus perut yang sedikit membuncit itu. Memberikan sentuhan kasih sayang kepada anak nya yang baru ia kunjungi beberapa jam yang lalu.


Setengah jam kemudian


Waktu semakin sempit, mau tidak mau ia harus membangunkan istrinya lagi.


"Sayang.. bangun..." Bisiknya tepat di telinga Zahwa


Zahwa yang merasa geli dengan hembusan nafas Akhtar akhirnya terusik dan menggeliat pelan.


"Sayang..heii"


"Ih..emmmhh.." Zahwa bergerak sedikit meraba bantal guling dan memeluknya erat


"Hufftt.. kalau begini tidak akan jadi bangun"


Akhtar memikirkan kembali cara agar istrinya ini bangun untuk sholat malam bersama.


Dengan sengaja ia menyibakkan selimutnya, berniat membuat Zahwa merasa dingin dan bangun untuk mengambil selimutnya kembali.


Tapi.., tetap saja. Zahwa bergeming. Sangat nyenyak sekali tidurnya.


Akhtar tak kehabisan akal, ia meliumat bibir Zahwa.


"Emmh.. jangan Bib.. aku masih ngantuk sayang.."


"Iya tapi sholat dulu"


"He'em, lima menit lagi"


"Sudah setengah jam sayang.. sudah ayo bangun" Akhtar menarik


"Hmm"


" Queen" bisik Akhtar lagi


"Sshhtt..aku masih mau tidur" Zahwa yang mengira kepala Akhtar adalah guling, memeluknya tepat di dadanya.


Akhtar menelan ludahnya kasar, saat wajahnya di benamkan tepat di tempat favoritnya.


Sesuatu di bawah sana kembali siap gerak, saat Zahwa semakin mengeratkan pelukannya, membuat wajah Akhtar di jepit dua jelly itu. Jangan lupakan kakinya mengunci tubuh Akhtar, sehingga kepemilikan mereka saling berhadapan.


Raut wajah Zahwa mengerut saat ia merasa tidak nyaman. Perlahan ia melepaskan Akhtar dan akan segera berbalik.


Tak tinggal diam, Akhtar langsung membalikan kembali tubuh Zahwa, lalu menyingkap baju nya ke atas.


Tanpa aba-aba ia mengemut jelly yang tidak berwadah itu. Mata Zahwa melotot seketika, ingin menjauhkan kepala Akhtar, tapi tidak bisa karena kedua tangannya di tahan oleh Akhtar.


"Sayangghh" akhirnya suara desyahan itu pun keluar, membuat yang di bawah hormat grak.

__ADS_1


Akhirnya mereka melakukannya lagi di pagi itu, dan berhenti di saat akan memasuki subuh.


***


Ngengg.....


Ngeng.....


Ngenggg....


Riuh suara hairdryer memenuhi ruangan tersebut.


Ya saat ini, Zahwa sedang duduk diam di kursi toilet, sedangkan Akhtar membantunya untuk mengeringkan rambutnya.


Sedari tadi wajah Zahwa selalu cemberut, dan Akhtar hanya terkekeh geli melihatnya


Tik, rambut Zahwa sudah kering


"Ada apa hem?" Tanya Akhtar mensejajarkan wajahnya


Zahwa menggembungkan pipinya dan meletakkan tangannya di pinggang


"Lihat ini, kenapa aku merasa semakin gemuk saja? Pipi ku semakin mbem, dan badan ku juga serasa lebih gemukan. Ah sepertinya aku tidak menarik lagi ya?" Keluh Zahwa


Akhtar menahan tawanya


"Tidak tau saja dia" batin Akhtar


"Kata siapa, kamu tidak menarik?"


"Kata aku"


" Itukan kata kamu, kalau kata saya?"


Zahwa terdiam sambil mengerucutkan bibirnya, lalu menggeleng. Akhtar mengalungkan tangannya di badan Zahwa.


"Emm nanti setelah lahiran, apakah tubuhku akan kembali seperti dulu lagi?"


"Ya.. tidak tau, saya kan tidak pernah melahirkan"


"Isshh... tapi aku boleh diet kan Bib setelah lahiran" dengan mata memohon Zahwa berkata denyan santainya


" Ya Kareem, kandungan mu baru 8 minggu. Bagaimana bisa kamu memikirkan ingin diet setelah melahirkan "


"Ya kan, aku takut dan tidak mau kalau nanti tubuh ku seperti ibu-ibu lainnya, yang badannya melar setelah lahiran"


"Itu kan ibu-ibu bukan kamu"


" Kan banyak yang begitu, emang tidak boleh aku sedikit percaya? Kan aku calon ibu, Yank"


" Ya tapi kamu sedang mengandung, itu wajar saja"


"Tapi aku khawatir"


"Khawatir kenapa, Queen?"


" hmm.. nanti bentuk tubuh ku tidak seperti dulu lagi" ucap Zahwa menggigit bibir bawahnya.


" Huhhhff , ya saya tidak masalah mau kamu bagaimana pun. Queen, saya menerima kamu apa adanya, bukan karena bentuk tubuhmu atau yang lainnya. Lagian kan bentuk tubuh mu bagus sayang... " Ucap Akhtar dengan sabar


" Iya... Tapi kan nanti %!';?#!"!:!: " Zahwa mengerutu tidak jelas


"Sebenarnya yang kamu takuti apa sih sayang"


" Yang aku takuti itu , kalau aku aku semakin hari semakin gendut, tubuh ku tidak menarik lagi, dan bisa saja kan Sayang tidak menginginkan aku lagi, dan ditambah lagi jika nanti setelah lahiran tubuh ku tidak seperti dulu, mungkin sayang akan mencari yang lai- "


Cup

__ADS_1


"Jangan bicara omong kosong"


"Ya habisnya aku takut, kalau sayang akan menikahi wanita lain yang lebih perfect bentuk tubuhnya dari pada aku" ucap Zahwa yang secara tidak langsung menuduh suaminya tidak setia


Dalam hati Akhtar beristighfar, mencoba untuk tidak terpancing dengan kata-kata Zahwa yang keterlaluan.


"Sabar.. Thar.. istrimu sedang hamil, sensitif..iya dia lagi sensitif..sabar..sabar.."


"Sayang... Kamu jangan aneh-aneh deh. Tau tidak, kamu itu bukan gendut, tubuh kamu itu ideal . Coba perhatikan. Ini tidak gendut sayang... Dan kamu harus tau kalau saya itu menyukai tubuh mu yang dulu, sekarang atau nanti. Bentuk tubuh mu itu yang paling perfect buat saya, bukan wanita lain"


"Benarkah?" Tanya Zahwa sumringah


"Tentu saja, apalagi kamu yang sekarang, semakin kamu berisi, tubuh mu itu semakin montok sayang.. semakin lucu, imut, dan yang paling penting, semakin sexy" ucap Akhtar dengan bisikan di akhir kalimatnya.


Muka Zahwa memerah


"Beneran kan? Tidak buruk kan?"


"Ciptaan Allah itu sempurna, tidak ada yang buruk. Kamu itu semakin imut sayang, sepertinya setelah kamu lahiran, saya akan menghamili mu lagi. Saya suka kamu begini. Apalagi ini, semakin besar dan berisi"


"Aww"


Jerit Zahwa saat Akhtar menekan PD nya


"Ihhh... Masa iya baru lahiran langsung hamil lagi. Tidak mau, aku mau buat jarak untuk baby sama ade nya nanti"


" tergantung "


"Tergantung apa?"


"Kalau Allah kasih cepat gimana?"


"Ya..kalau di kasih cepat ya...harus di terima. Tapi sayang bisa kan beri jarak"


"Gimana ya?? Saya tidak bisa janji, karena tubuh mu ini sangat menggoda. Gimana kalau kita buat nya sekarang aja" ucap Akhtar manaik turunkan alisnya


Mata Zahwa melotot . Apaan baru aja mandi masa mau mandi lagi.


"Ihh... kan sudah ada baby nya, sayang mau buat apa lagi?"


"Ya sudah, kalau begitu, kita main sama baby aja yuk. Saya mau ajak baby main bola di dalem."


"Ihh..sayangg... Baru juga mandi, masa mau mandi lagi sih... Nanti malem aja ya"


Akhtar terkekeh, niat hanya menggoda istrinya tapi malah di tanggapi serius, yuk gas lagi nanti malem. Hahaha


"Beneran nih? Sayang cuma becanda loh"


"Iya beneran.. ih" jawab Zahwa bersemu merah lagi


Hayoo disini siapa yang di untungkan? Akhtar lah 🤣


"Kamu semakin agresif ya, Sayang"


Greb! Akhtar membawa Zahwa ke pangkuannya


"Bu-bukan aku, baby nya yang mau ketemu Abba nya" alibi Zahwa mengalungkan tangannya ke leher Akhtar


" Masa sih? Engga dua-duanya?" Goda Akhtar sambil terus berjalan ke sofa di bawah jendela.


"Ishh.. udah ah, iya dua-duanya. Ups!"


Zahwa menyembunyikan wajahnya di dada bidang Akhtar.


"Ahahahaha"


***

__ADS_1


Jejak nya jangan tinggal dong🙂😢


__ADS_2