
Duhai engkau jodohku ..
Jika detik ini namamu hadir, lalu hatiku terjatuh kedalam dekapanmu. Cukup bagiku memandangmu dalam mimpi, memperjuangkan cinta ini di sepertiga malam, dalam diam, juga menyayangimu dalam doa.
Aku percaya..
Bulan purnama akan datang pada waktunya. Dan aku juga percaya, sebuah nama akan datang juga pada waktunya.
Cepat atau lambat..
Hanya bisa menunggu tanggal mainnya.
***
"Bunda....Ayah..."
"Adeekk...."
"Abang....."
"Hikss....hikss.....halooo apa ada orang disini??hikss...hikss.."
"Toooloongg....." Jerit Zahwa sekuat-kuatnya. Ia berada di hamparan rumput hijau. Yang luasnya sejauh mata memandang.
Dan juga terdapat bunga-bunga yang indah di sana. Seperti taman bunga.
"Ya Allah..... Dimana ini??" Lirih nya bingung memonitor sekelilingnya.
"Haloooo....Tolooonggg....apa ada orang di siniiiii...." Teriak nya lagi berharap ada seseorang yang mendatanginya.
Namun nihil..
"Hikss...hiks....hikkss...."
"Apakah ini syurga? Aku sudah meninggal? Tapi bagaimana mungkin??" Gumamnya bertanya-tanya
"Hikss..hikss....siapa puuunnnn.... Tolongggg akuuuu.....aku sendiriiiaaannn.....hikkss....ayolah...yang mendengar kuu... Tolongg akuuu....hikkss...." Ia terisak ketakutan. Ia berlari kesana kemari mencoba menemukan seseorang atau sebuah ruang atau apalah agar ia bisa keluar dan pergi dari tempat indah namun mengerikan itu.
Ia menatap ke atas langit cerah terang benderang, ia melihat sekelilingnya. Hijau dan bunga warna-warni mengelilinginya. Sayang nya ia seorang diri. Tidak ada siapa-siapa di sana.
"Hikkss....mengapa aku selalu tersisihkann..huhuhu...hikss..mengapa aku selalu sendirian...hiks..tidak ada yang mengerti akuu hikss..." Ucapnya di sela-sela isakannya.
"Bunda..Ayah..Abang..Zahra..kemana mereka....Akuuu tidak mau sendiriiann....hikss...huhhuhuhu...." Suara sudah mulai serak. Lututnya ambruk saat kakinya sudah leleh berlari tidak tentu arah. Jika kita melihatnya langsung sudah seperti orang gila yang berlari kesana kemari beda nya ini menangis bukan tertawa cekikikan.
"ZAHWAAA..."
"ZAHWAA...."
"ZAHWAA...."
Tiba-tiba terdengar suara menggema memanggil namanya. Seolah memenuhi tempat itu, suara itu terdengar sangat jelas.
Zahwa mendongakkan kepalanya dan mencoba mencari sumber suara yang menggema tersebut
Ada secuil harapan dalam benaknya karena akhirnya ada suara selainnya saat itu.
"ZAHWAA...."
Kembali terdengar, ia berlari tertatih ke depan saat suara itu semakin dekat semakin jelas.
"ZAHWAA...."
Semakin jelas...
"ZAHWAA...."
Semakin jelas...
Ia terus berlari tidak mempedulikan kakinya yang sudah berdarah luka-luka
"ZAHWAA...."
Ia berhenti saat suara itu seperti ada di depannya.
Aneh nya i tidak menemukan apa-apa disana. Semua tetap sama, tidak ada yang berbeda.
"ZAHWAA...."
Ia maju satu langkah. Hening!
Setelah itu tidak ada suara apapun.
Air matanya kembali meluncur, alam mempermainkannya. Semua merumitkan kisahnya. Ia menutup wajahnya sambil menangis di sana.
Ia mundur perlahan
"Hiksd..hiks..."
"Sayang...." Suara lembut dan merdu di telinganya seolah nyata. Ia tidak membuka tangannya. Ia pura-pura tidak mendemgar dan terus mundur.
"Zaujatii..." Suara merdu itu kembali terdengar. Ia berhenti berniat membuka wajahnya. Namun sisi lain dari dirinya mengatakan bahwa itu hanya ilusi nya saja. Dan batinnya membenarkan.
__ADS_1
"Pasti php lagi"
Ia menutup rapat wajahnya memejamkan matanya kuat sekuat kuatnya.
"Hikss..hikss.." kemudian ia berbalik.
"Istrii ku...Queen ku...kemari lah" suara merdu itu kembali terdengar. Kali ini dengan volume yang sedikit lebih keras dari tadi.
"Ya Allah...semoga ini memang benar-benar sebenar-benarnya pertolongan-Mu. Wahai alam semesta aku harap tidak php kali ini" batinnya meyakinkan. Perlahan ia berbalik kembali.
Matanya berbinar mendapati sesosok berjubah putih yang berjarak 1000 meter dari nya. Namun ia tidak bisa melihatnya karena wajahnya di tutupi cahaya ilahi yang sangat terang.
Tangan sosok itu melambai memberi isyarat agar Zahwa mendekat padanya. Zahwa merasa senang ia segera berlari kembali dengan kaki yang berlumuran darah menuju sosok itu.
Semakin dekat semakin dekat semakin dekat...semakin sosok itu tampak jelas...
Saat jarak mereka hanya menyisakan 3 meter saja. Zahwa tiba-tiba berhenti.
Sosok yang melambai padanya adalah seorang pemuda tampan rupawan, perawakan tinggi, putih, dengan sebuah sorban bergantung di pundaknya.
Zahwa mematung. Melihat senyum manis yang di berikan oleh pemuda itu. Jantungnya berdetak kencang. Seketika ia sadar dan menundukkan pandangannya.
Ia meremas kedua sisi gamis putih yang melekat pada tubuhnya.
"Siapa dia? Ya Allah..aku tidak mengenalinya" batin Zahwa takut.
Ia mencuri lirikan pada sosok tersebut. Masih sama berdiri tegap dengan senyum menawah di bibirnya.
Tundukan Zahwa semakin dalam kala sosok itu semakin dekat dengannya. Ia mundur perlahan saat sosok itu semakin mepet dengan tubuhnya.
Matanya yang terpejam kuat tiba-tiba terbuka cepat saat tangan pemuda itu meraih dagunya dan mendongakkan kepalanya.
Tatapan mereka bertemu.
Jantung nya berdetak cepat. Nafasnya ngosh-ngoshan. Ia mencoba menjauh dan pergi meninggalkan pemuda asing yang tidak di kenalinya itu.
Siapa sangka sosok itu justru meraih pinggangnya. Dan spontan Zahwa menempelkan kedua tangannya di dada pemuda itu untuk memberika jarak di antara mereka.
Zahwa memejamkan matanya saat pemuda itu mendekatkan wajahnya dan mencoba mendorong dada pemuda itu agar menjauhinya. Nihil, tidak berpengaruh sama sekali. Suaranya juga tiba-tiba hilang entah kemana. Hanya debaran jantung yang terdengar saling bersahutan. Ia menggelengkan kepalanya.
Seketika tubuhnya mematung saat keningnya di kecup oleh pemuda itu. Sadar itu bukan seharusnya, Zahwa dengan seluruh tenaga yang tersisa mendonrong pemuda itu dan menghapus bekas kecupan itu di dahi nya. Sebelum itu terjadi tangannya sudah terlebih dahulu di cekal oleh pemuda itu seraya menggeleng.
Seakan terhipnotis ia manut saja saat tangannya di seret dan duduk di sebuah bangku yang entah kapan berada tak jauh dari mereka.
Zahwa kembali menangis, tadi ia ketakutan dan berharap ada seseorang yang menolongnya. Tapi kini justru pemuda asing tak di kenal yang berada di hadapannya.
"Jangan menangis hally(cantik)" sebuah kalimat yang terucap dari pemuda itu. Ia menggerakkan tangannya menghapus air mata dari pipi mulus bening merona itu.
"Hikss..hikss..."
Zahwa bergeming. Ia terus menunduk.
Sangat tidak biasa ia berduaan dengan pria yang bukan mahrom nya.
"Maaf, to-tolong jangan dekat-dekat dengan ku. A-anda bukan mahrom ku" akhirnya gumaman pelan itu terucap juga.
Sepertinya suara nya telah kembali, keajaiban sebuah kecupan π€£.
"Ehehe" pemuda itu terkekeh kecil. Zahwa terpana untuk sesat, setelah itu ia kembali menunduk.
"Mengapa ia terkekeh? Apakah ada yang lucu?" Batin Zahwa jengkel.
Zahwa kembali tersadar dari lamunannya saat pemuda iru meraih kakinya dan meletakkannya di atas pahanya.
Posisinya Zahwa sedang duduk di bangku, sedang si pemuda berjongkok bertumpu satu kaki dan meletakkan kaki Zahwa di atas pangkuannya. Begitulaahh...
(Napa juga ana jabarin yak, kalian pasti dah bisa ngebayangin lah kan π gapapa lah)
Darahnya berdesir saat kulit mereka bersentuhan. Ia ingin menarik kembali kakinya namun di tahan di pemuda. Ia terkejut bukan main, saat sorban yang ada di bahunya ia lilitkan ke kaki Zahwa yang terluka. Setelah selesai ia tersenyum manis pada Zahwa yang kembali salah tingkah di buatnya.
Dan kembali duduk di posisinya semula.
"Te-terima kasih" ucap Zahwa pelan. Sungguh pipinya merona.
"Sama-sama istrikuu..." Ucap pemuda itu dengan lembut.
Zahwa mendongakkan kepalanya. Menatap aneh pada pemuda misterius di depannya ini.
Apa? Istriku?
Jantungnya seakan mau lompat dari tempatnya
"A-a-apa maksud u-u-ucapan anda" tanya Zahwa.
Bukannya menjawab pemuda itu justru kembali tersenyum manis. Dan menarik Zahwa.
(Aduhh...mas..senyum mulu dah. Bisa diabet inihh...π)
Mereka berhenti Zahwa mengalihkan pandangannya ke sebuah pusaran putih di hadapan mereka.
"Pergilah ke sana. Kamu akan menemukan jawabannya sendiri" ucap pria itu mengusap kepala Zahwa. Membuat Zahwa kembali bingung plus terkejut.
__ADS_1
Ia masih mematung menatap pemuda di sampingnya itu.
"Pergilah...Habibati.."
Zahwa menyembunyikan wajahnya yang merona malu. Ia menatap ragu pada pusaran itu. Ia menoleh ke samping.
Eh?
Pemuda itu sudah hilang entah kemana. Ia memutar badannya mencari pemuda itu namun kembali lagi seperti di awal, ia hanya sendiri.
Ia kembali melihat pusaran itu, yang setiap detik semakin mengecil. Bimbang antara pergi atau tidak .
Tapi entah dorongan dari mana, saat pusaran itu semakin keciill..ia memasukkan tangannya dan tertarik ikut masuk ke dalam. Pandangan putih..kabur seketika gelap mencekam.
Deg!!!
"Astaghfitullahal'adziim" Zahwa terduduk. Bangun dari tidurnya .
Keringat membanjiri seluruh tubuhnya. Ia gemetaran. AC di kamarnya tidak dapat membantunya.
Ia membungkus diri dalam balutan bed cover. Dan beristighfar berkali-kali. Ia meminum air di nakasnya sampai kandas.
Setelah tenang, ia kembali mengingat pa yang ia alami.
Perlahan tangannya meraba keningnya dan melihat kakinya.
Semua masih sama, tidak ada yang berubah. Tapi itu semua seperti nyata.
Istriku?
Kenapa dia menyebutku istrinya? Siapa dia?
Mengapa dia dengan berani menyentuh ku?
"Huhuhuhu....hikss..Ya Allah...apa yang terjadi pada ku...siapa dia"
Tak lama ia teringat bahwa tadi ia melakukan shalat istikharah.
Jleb!
Hatinya melecos...
"Dia siapa?? Aku tidak mengenalnya
Bu-bukan Fatih yang hadir. Be-be-berarti...i..itu artinya...Ya Allah..."
Akhirnya ia memutuskan untuk melaksanakan Sholat malam, setelah mengetahui jawabannya. Ia berbanyak dzikir dan mohon ketabahan pada sang pemilik hati.
***
Sama halnya dengan Zahwa.
Seseorang di lain tempat juga sama. Ia terkejut atas apa yang baru ia lihat.
Ia terbangun dengan wajah di penuhi pelun dan raut muka yang sangat tidak menyangka. Dengan nafas memburu.
"Kenapa dia???"
"Ya Allah....benarkah di-dia..."
Ia termenung mendapati seorang gadis tengah merebahkan kepala di pangkuannya seraya tersenyum manis. Ia membelai pipi gadis yang berbaring di pangkuannya itu
Yang membuat dia terkejut adalah saat ia sadar bahwa gadis itu bukanlah Zahwa melainkan....
Haura..! Santri yang ia selamatkan dulu dan yang menyebabkan dirinya mengundur kepulangannya selama enam bulan.
"Astaghfirullah'adziim.."
****
ZAHWA X FATIH
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Jodoh itu benar-benar misteri. Aku kira dia orang yang paling tepat, tapi, nyatanya Allah ganti dengan yang lebih baik.
Aku pikir dia adalah orang yang pernah dekat, nyatanya jodohku tak kukenal sama sekali.
Namun, yang pasti aku tahu, jodoh itu cerminan diri
.
.
.
.
Maaf semalem telat up, ga mood soalnya hehehehe
Tapi dah di panjangin kok bab nya eheπ
__ADS_1
NB : Ini adalah halu nya ana saja yah. Aslinya ana tidak tau bagaimana. Yang jelas bukan seperti ini. Kalau mimpi istikharah yang beneran itu mungkin seperti ada sesuatu yang bermakna dan teka-teki dalam mimpinya yang mempunyai arti tersendiri. Makanya ada Tafsir-an mimpi. Intinya begitu lah ya. Ehem...Ana belum pernah istikharah-in anak orang jadi tidak tauu aww ππ
Jangan lupa tinggalin jejaknya yaaaπ