Salah Khitbah

Salah Khitbah
150. SK 2 : JANGAN KEMANA MANA


__ADS_3

Nyiit...nyiit...nyiit...


Bunyi decitan ayunan yang di duduki oleh pasutri yang tengah berbahagia. Siapa lagi kalau bukan Zahwa dan Akhtar.


Mereka sedang menatap bintang dari teras lantai atas rumah mereka. Zahwa menyandarkan kepalanya ke bahu Akhtar sambil memeluknya.


Sedangkan Akhtar terus menikmati gerakan di perut Zahwa seraya terus melantunkan shalawat.


Akhir akhir ini Zahwa sudah melakukan aktivitas-aktivitas yang di anjurkan dokter bagi ibu hamil di trimester akhir sampai menjelang lahiran.


Zahwa juga mengisi waktunya dengan membaca buku-buku yang bisa menambah pengetahuannya tentang ilmu parenting juga seputar dunia anak.


Di bulan terakhirnya ini, Zahwa tampak terlihat lebih santai dari bulan bulan sebelumnya, walau hatinya masih berdebar-debar. Antara tidak sabar ingin bertemu anaknya juga mengingat jika ia akan segera lahiran.


Rasa sakit melahirkan yang di ceritakan banyak orang juga yang ia baca dan dengar, cukup membuatnya nerveous. Tapi karena selalu ada Alhtar di samping nya, membuat hari-harinya lebih tenang.


"Yank..!!" Pekik Zahwa saat merasakan kram di sisi perutnya


"Ada apa???" Tanya Akhtar sedikit panik. Tidak adanya keluarga atau pengalaman yang ia miliki cukup membuat Akhtar menjadi suami yang siap siaga dan peka setiap detiknya.


"A-a-aduh.. a-anaknya nendang kekencengan" lirih Zahwa lalu mengatur pernafasannya


"Sayang... Anak Abba... Tidak sabar bertemu Umma Abba ya nak ya?? Sabar ya nak... InsyaaAllah nanti kita akan segera bertemu ya nak... Baik baik di dalam ya sayang... Nendangnya pelan-pelan aja ya nak... umma nya sakit.... Umma sama Abba di sini kok.. kita dekat, kami bisa dengar... Baik baik ya nak..." Akhtar mengelus perut Zahwa mengikuti arah gerak tendangan si baby.


Benar saja, setelah itu tendangan di perut Zahwa tidak lagi seperti sebelumnya hingga membuqt Zahwa meringis.


" Huff...huf... Udah Yank... Sini" ucap Zahwa lalu memeluk kepala Akhtar. Entah kenapa ia sangat suka jika kepala Akhtar menempel di dadanya lalu ia memeluknya sambil memainkan rambutnya.


Tak lama, ia melepaskannya. "Sudah yuk,, kita masuk sayang" ucap Akhtar mencium kening Zahwa kemudia membantunya berjalan ke dalam rumah langsung menuju kamar tidur .


"Yank... Kalau nanti anak kita udah lahir, aku bakal tetap sayang aku ga ya?" Tanya Zahwa tiba-tiba saat mereka sudah terbaring di atas ranjang

__ADS_1


"Hm? Maksudnya apa sih Queen.. ya tetap lah kasih sayang aku ke kamu sama anak kita itu beda, kalian memiliki porsi dan tempat tersendiri. Tidak bisa di satu atau di bagi salah satunya"


"Tapi.. Yank.. kalau nanti aku udah ga ada kamu bakal tetap cinta tidak ya??" Tanya Zahwa kembali


"Tidak baik mengatakan hal buruk yang belum terjadi, ingat ucapan itu doa" jawab Akhtar berubah dingin. Wajahnya datar sama seperti saat pertama kali melihatnya, tidak berekspresi sama sekali


"Yank.. kamu marah? Aku kan cuma nanya Yank.." ucap Zahwa pelan


"Pertanyaan kamu itu kurang bagus atau bahkan tidak perlu di tanyakan" Akhtar berbalik dan tidur membelakangi Zahwa


"Bib... Habibie.... Maaf a-aku cuma kepikiran saja" bujuk Zahwa menggoyangkan badan Akhtar dari belakang


"Tiba-tiba saja aku seperti dapat bayangan atau terpengaruh drama drama kalau nanti aku, ketika melahirkan anak kita, tidak akan sela- emmpt "


"Emmppp.." Akhtar melepas kul uman nya


"Saya tidak ingin mendengar apa pun lagi, jangan bicara sambarangan, jangan berbicara omong kosong, jangan bicara ngawur, atas izin Allah, Allah akan selalu melindungi kita. Kamu dan calon anak kita akan selamat, dan kita akan merawat juga membesarkannya bersama-sama. Sekarang diam, baca do'a, pejamkan mata, dan tidur" ucap Akhtar panjang lebar


Klik. Lampu di ruangan tersebut padam hitungan detik.


.


Keesokan paginya..


Zahwa dan Akhtar sedang berjalan-jalan di taman sesudah subuh tadi. Seperti biasa mereka akan jalan-jalan pagi sampai pukul sembilan lalu lanjut jalan-jalan sore dari pukul empat sampai pukul lima.


Zahwa melangkah dengan hati-hati, senyum di bibirnya selalu mengembang setiap menghirup udara segar di pagi hari. Karena saat itu adalah saat dimana kita masih di beri nikmat hidup setelah tidur semalaman. Yang paling di takutkan adalah ketika kita mengistirahatkan badan sejenak hingga berapa lama tidak bangun lagi, setelah sadar sudah berada di dunia yang berbeda. Apalagi sebelum kita beristirahat itu kita melakukan perbuatan maksiat yang di larang oleh Allah SWT. ihhh...


Baru dua jam berjalan-jalan, kali ini Zahwa meminta istirahat untuk yang keempat kalinya. Matanya menatap sekeliling hingga menemukan kedai eskrim yang sudah buka sejak pagi.


"Yank... Beliin es krim yank... " Rengek Zahwa

__ADS_1


"Sudah ya.. tadi kamu juga udah beli salad buah kan. Nanti gigi kamu ngilu makan es krim di hari gini"


"Yank.. ayolah.. ini yang terakhir.. janji deh.. iya.. ya ya ya.. iyalah Yank..." Rengek Zahwa semakin menjadi


Deg!


Entah mengapa semenjak Zahwa mengatakan hal hal aneh membuat Akhtar sedikit lebih sensitif terhadap setiap perkataan Zahwa.


Mendengar kata 'terakhir' yang keluar dari bibir Zahwa membuat ia menatap dalam Zahwa. Berharap istrinya itu paham bahwa ia sedang trauma dengan kata-katanya


"Yank.. ih.. kok malah melamun.. ayolah yank.." tegur Zahwa lalu cemberut


"Astaghfirullahal'adziim" lirih Akhtar berkali-kali "baiklah tunggu di sini ya.. jangan kemana-mana. Ingat! Jangan kemana-mana"


"Yeaayy.. oke.. siap sayang.." ucap Zahwa riang sambil bertepuk tangan kecil


Akhtar dengan berat hati meninggalkan Zahwa. Ia berlari menuju kedai es krim dan harus mengantri lagi untuk dapat membeli nya karena banyak sekali oranv yang memiliki keinginan yang sama dengan istrinya.


Sedangkan Zahwa bermain dengan kucing beberapa pengunjung yang berkeliaran di taman.


"Ckt...ckt..ckt..." Zahwa mendecak memanggil beberapa kucing tersebut. Siapa sangka kucing itu lari hingga ke jalan raya.


Tidak fokus melihat jalanan, Zahwa tetap berjalan cepat ingin menyelamatkan kucing tersebut agar tidak bermain ke jalan raya.


"Ckt..ckt..ckt..."


"Astaghfirullah.. bagaimana kalau nanti kucing nya di tabrak.. aduh.. kucing...


Ckt...Ckt..ckt..."


Kucing tersebut berhenti tepat di tengah jalan. Melihat tidak ada kendaraan, Zahwa berjalan cepat ingin mengambil kucing itu dan membawanya ke pinggir ke kawasannya mula mula.

__ADS_1


Zahwa di kagetkan dengan bunyi klakson yang muncul dari arah kanan. Matanya membola melibat begaimana mobil itu berjalan ugal-ugalan.


"Aaaa"


__ADS_2