Salah Khitbah

Salah Khitbah
60. SK : ISLAM MEMULIAKAN WANITA


__ADS_3

***


1 bulan berlalu...


Sejak pembicaraan di taman rumah sakit itu. Tidak ada lagi pembicaraan tentang perjodohan. Semua berjalan dengan semestinya.


Zahwa kembali ke kegiatannya. Azzam ke perusahaannya. Zahra pada pendidikannya. Dan Fatih kembali ke Kairo. Ia memilih meninggalkan Indonesia untuk menyembuhkan hatinya.


****


Tampak seorang akhwat hally sedang mengajar di Ma'had biasa ia mengajar. Kini pelakaran telah usai dan saat nya pulang.


"Fahimtum?"


"Fahimnaa...Ustadzah"


"Alhamdulillah..."


"Ketua kelas, Tafadhdhol (silahkan) di siap kan kelas nya"


"Na'am Ustadzah "


Sang ketua kelas pun maju ke depan. Seluruh santri diam dan duduk dengan tertib.


"Ista'in Qum (mohon berdiri)" seru sang ketua kelas.


Seluruh santri berdiri tegak. Saat semua sudah siap si ketua kelas melanjutkan


"Sallim (salam)"


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"seru seluruh anak-anak dengan semangat.


Setelah itu mereka berjalan bergantian menyalim sang Ustadzah lalu keluar kelas dan pulang ke rumah masing-masing.


Krek krek krek..


Suara pintu di kunci.


Sang Ustdzah mengunci pintu kelas lalu berjalan santi menuju sebuah Masjid.


"Alhamdulillah...sampai" ucap nya tersenyum menatap Masjid di hadapannya.


Masjid dengan sejuta kenangan. Kepalanya mengadah menatap langit.


Mencoba menghentikan air mata yang kembali mendesak. Kala teringat segala kejadian dan flashback nya dulu.


Hingga sebuah tepukan di punggungnya menyadarkannya.


"Allah Kareem" ucap nya kaget.


"Eh...Ustadzah Rifa.."


"Ada pa Na? Kenapa belum masuk? Umi sudah nungguin dari tadi loh" tegur Ustadzah Rifa padanya


Benar, kedatangannya sudah di tunggu oleh Umi Alya. Yang selama ini bisa di bilang seperti asisten Umi Alya karena selalu mengikutinya kemana pun Umi Alya pergi mengisi kajian.

__ADS_1


" Afwan Ustadzah. Beik, ana ke dalam dulu yah"


"Tafadhdholiy Na"


Setelah itu ia buru-buru masuk ke dalam Masjid.


"Assalamu'alaikum"


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"


"Aseef jiddan, Umi. Ana terlambat datang dan sudah membuat Umi menunggu" ucap nya sopan setelah menyalin tangan Umi Alya.


" La ba'sa(tidak apa-apa) Nak. Kajiannya juga baru akan di mulai " jawab Umi Alya tersenyum


Benar saja tak berapa lama. Masjid sudah mulai penuh dengan jama'ah.


Ia duduk di dekat Umi Alya untuk mendampinginya.


***


๐ŸŒน ISLAM MEMULIAKAN WANITA ๐ŸŒน


Wanita adalah salah satu makhluk ciptaan Allah SWT. Ia mempunyai kedudukan yang sangat agung dalam Islam. Banyak sekali hadist bahkan ayat di dalam Al Quran yang menjelaskan tentang istimewanya seorang wanita. Bahkan terdapat surat khusus dalam Alqurโ€™an yang didalamnya mengangkat tema hak-hak wanita, yakni An-nisa, Surat ke empat dalam Alqurโ€™an.


Sebagai wanita kita hendaknya bersyukur, Begitu mulianya seorang wanita dalam islam. Allah SWT menciptakan wanita beserta keindahannya dari ujung kepala hingga kaki. Keindahan itu bukan hanya dinilai dari fisik saja, melainkan juga keindahan hati dan pikiran.


Begitu mulianya wanita, Hingga Rosul SAW menempatkan wanita sebagai sebaik-baiknya perhiasan di duni


Sebuah hadist menyebutkan,


ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽุชูŽุงุนูŒ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุชูŽุงุนูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญูŽุฉู


Bahkan Para bidadari surga akan kalah dari keistimewaan yang dimiliki oleh wanita salihah yang ada di dunia. Segala bentuk amal baik yang dikerjakan oleh wanita di dunia yang membuat wanita lebih mulia dari para bidadari surga.


Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:


ุฅู† ุงู„ุขุฏู…ูŠุงุช ู…ู† ู†ุณุงุก ุฃู‡ู„ ุงู„ุฏู†ูŠุง ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ุญูˆุฑ ุงู„ุนูŠู† ุณุจุนูŠู† ุฃู„ู ุถุนู


"Sesungguhnya Perempuan berjenis manusia asal dunia lebih utama daripada para bidadari surga 70.000 kali lipat."


Betapa Allah SWT memberikan kasih sayang yang sangat tidak terhingga untuk kaum wanita yaitu dapat masuk surga dari pintu mana pun.


Sebagaimana sebuah hadist menyebutkan:


ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ุชู’ ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฎูŽู…ู’ุณูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุตูŽุงู…ูŽุชู’ ุดูŽู‡ู’ุฑูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุญูŽููุธูŽุชู’ ููŽุฑู’ุฌูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุทูŽุงุนูŽุชู’ ุฒูŽูˆู’ุฌูŽู‡ูŽุงุŒ ู‚ููŠู„ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ุงุฏู’ุฎูู„ููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠูู‘ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุดูุฆู’ุชู


"Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga *********** dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: โ€œMasuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau.โ€ (HR. Ahmad)


๐Ÿง•๐Ÿป 3 PERAN HEBAT WANITA ๐Ÿง•๐Ÿป


Tiga peranan hebat yang allah anugrahkan kepada muslimah:


๐Ÿ“Œ 1. Wanita sebagai anak sholihah


Wanita sebagai anak memiliki kewajiban untuk selalu berusaha birrul walidain, birrul walidain bukan hanya sekedar anjuran, namun merupakan perintah Allah yang wajib kita laksanakan. Walaupun sudah menikah, kewajiban anak perempuan haruslah tetap taat dan berbakti kepada orang tunya. Orang tua tentu saja menginginkan yang terbaik dan menasehati yang terbaik untuk anaknya. Untuk itu, terhadap orang tua anak perempuan tidaklah berubah dan tetap harus menghormati.

__ADS_1


๐Ÿ“Œ 2. Wanita sebagai istri


Salah satu sumber kebahagian seorang pria, ada pada seorang isteri dan merupakan pusat kebahagiaan laksana sebuah surga dunia terutama saat sang suami pulang kerja dalam keadaan letih sang isteri pun menyambutnya dengan senyuman yang ceria menyejukkan hati.


Istri yang solehah akan selalu berbakti kepada suaminya. Karena istri sadar bahwa untuk mendapatkan ridho Tuhan, mereka harus membuat suami mereka ridho kepadanya.


Nabi shallallahu 'alaihi bersabda :


" ุฃูŽู„ุงูŽ ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ....ุจูู†ูุณูŽุงุฆููƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูุŸ ุงู„ู’ูˆูŽุฏููˆู’ุฏู ุงู„ู’ูˆูŽู„ููˆู’ุฏู ุงู„ู’ุนูŽุคููˆู’ุฏู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฅูุฐูŽุง ุบูŽุถูุจูŽ ุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุถูŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽู‡ูŽุง ูููŠ ูŠูŽุฏู ุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุชูŽู‚ููˆู’ู„ู : ู„ุงูŽ ุฃูŽุฐููˆู’ู‚ู ุบูู…ู’ุถู‹ุง ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุชูŽุฑู’ุถูŽู‰"


โ€œMaukah aku kabarkan kepada kalian tentang wanita-wanita kalian penduduk surga? Yaitu wanita yang penyayang (kepada suaminya), yang subur, yang selalu memberikan manfaat kepada suaminya, yang jika suaminya marah maka iapun mendatangi suaminya lantas meletakkan tangannya di tangan suaminya seraya berkata, "Aku tidak bisa tenteram tidur hingga engkau ridho kepadaku"


Wanita mana yang tidak ingin menjadi wanita penduduk surga... wahai para muslimah, rosul telah menjanjikan kita akan menjadi ahli surga dengan kita terus berusaha menjadi wanita yang penyayang, selalu menghargai orang lain, yang selalu merendahkan hati dan berusaha menjauhi rasa sombong, yang selalu mencari ridho suami.


Akhlaq terhadap suami akan kita asah apabila kita selalu menghadiri majlis ilmu, kita harus belajar terus menerus agar menjadi istri sholihah.


Semoga kita istiqomah menjadi wanita sholihah penuntut ilmu, aamiin


"aamiin" seru seluruh jama'ah


๐Ÿ“Œ 3. Wanita Sebagai Ibu


Ibu adalah rumah bagi anak sebelum anak itu dilahirkan. Sembilan bulan ibu mengandung, kemudian melahirkan, mengasuh serta merawat anaknya. Perjuangan seorang ibu untuk anaknya memang bukanlah hal yang mudah, bahkan nyawapun menjadi taruhannya. Dari ibulah seorang anak banyak belajar hal-hal baru dalam hidupnya. Belajar berbicara, belajar memakai pakaian sendiri, belajar cara makan, melatih motorik kasar dan halus. Hal- hal tersebut dimulai dari guru yang hebat bernama ibu.


โ˜˜๏ธ Seorang anak senantiasa mendambakan ibu yang baik dan juga sholehah.


Ibu yang ideal secara Islam adalah seorang ibu yang memiliki budi pekerti luhur, taโ€™at dalam beribadah menjalankan syariโ€™at agama Islam dan juga ibu yang memberikan manfaat bagi anaknya.


Seorang ibu yang ideal menurut pandangan Islam juga, ibu yang mengerti, bagaimana mengajarkan nilai-nilai ketauhidan kepada anaknya ketika masih didalam kandungan, sampai anak itu lahir seorang ibu harus mengerti bagaimana mendidik anak dengan nilai-nilai ke-Islaman, mengajarkan hal-hal mengenai permasalahan agama.


Dengan cara mengajarkan dan membiasakan anak sedari kecil sholat, membaca Al-Qurโ€™an, mengenalkan anak dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah, sejarah-sejarah Nabi dan Rasul, meneladani kepribadian Rasulullah SAW dan memberikan contoh akhlak dan adab Islam yang baik pada anakโ˜˜๏ธ


Membentuk kepribadian anak adalah tanggung jawab ibu. Tak hanya mendidik anak ketika masih kecil saja, peran ibu juga sangat dibutuhkan ketika anak memasuki masa remaja.


Sudah selayaknya sebagai ibu yang baik, ibu senantiasa memberikan pendampingan dan pengarahan kepada anak ketika memasuki masa remaja. Tidak diragukan lagi betapa pentingnya peran ibu dalam mendidik anaknya.


Terbukti sejak masih gadis ibu telah mempersiapkannya membekali diri dengan nilai-nilai kebaikan, supaya menjadi ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak. Mengenai hal ini ada seorang penyair ternama Hafiz Ibrahim mengungkapkan sebagai berikut:


ุงู„ุงูู…ู‘ ู…ุฏุฑุณุฉ ุงู„ุฃููˆู„ู‰ ุงุฐุง ุงุนุฏุฏุชู‡ุง ุงุนุฏุฏุช ุดุนุจุง ุทูŠู‘ุจุง


"ibu adalah madrasah (Sekolah) pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau mempersiapkan generasi bangsa yang baik"


****


" Apakah aku bisa menjadi Ibu yang baik untuk anak-anak ku kelak? Allah Allah...


Zuad saja belum, udah mikirin anak kamu Wa..Wa...


Ya Allah jika memang itu yang terbaik untukku datang kan lah jodoh ku." batin Zahwa


.


.


.

__ADS_1


Semoga bermanfaat :")


jejak jangan tinggal yaaa๐Ÿ’“


__ADS_2