
***
"Apakah dia sudah tidak waras? Bisa-bisanya dia bilang begitu. Kalau aku jujur kalau tadi itu bohong, apakah ia juga akan melakukan hal yang sama? Ahh...Zahra apa yang kau pikirkan" batin Zahra lalu menggelengkan kepalanya kuat.
"Kau kenapa?" Tanya Ustadz Fakhri ketus
"Heh kamu Ustadz gadungan bukan? Bisa-bisanya nunggu janda anak gadis orang. Cielah ga laku ya nyari yang single. Ahahahaha" Zahra tertawa puas
"Kau!!", Geram Ustadz Fakhri
" Gak laku, gak laku, gak laku, gak laku" ejek Zahra
"Oh ya? Lihat saja nanti" ucap Ustadz Fakhri menyeringai
"Apa?" Tantang Zahra
"Pergi sana keluar, kamu sudah aman. Ngapain masih berlama-lama di sini"
"Dihh...siapa juga yang mau lama-lama sama kamu kodok"
"Kodok tampan?" Goda Ustadz Fakhri
"Hiihh" Zahra bergidik ngeri lalu keluar dari mobil dan membanting pintu dengan keras
Blam!
Duk! "Astagfirullah... " Ustadz Fakhti memegang dadanya karena kaget.
"Dasar gadis bar-bar. Sangat beda dengan kakak nya. Ck ck ck ck ..." Ucap Ustadz Fakhri menggelengkan kepalanya.
"Eh koq aku jadi seperti ini, biasanya pada wanita itu sangat lembut. Oh..mungkin karena wanita nya agak bar-bar jadi keikut ya, ahh..." Gumam Ustadz Fakhri lalu melajukam mobil nya.
.
Sedangkan Zahra, ia pergi ke halte dan menunggu disana. Sesekali ia melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
" Duh....di mana sih? Koq tidak ada yang datang" gumam Zahra mulai resah
Ia mondar-mandir hingga ia capek sendiri dan mendudukkan dirinya.
"Kalau di pikir-pikir... Kenapa saat aku sedang ada dalam masalah si Ustadz tengil itu selalu hadir ya? Atau jangan-jangan dia itu pengagum rahasia ku ya? Dia buntuti aku kemana-mana? Ihiihihih dasar kodok jomblo gak laku-laku. Eh koq jadi mikirin dia sih" ucap Zahra terkekeh dengan pemikirannya sendiri.
***
Sudah 1 jam ia menunggu di sana. Namun tidak ada yang datang menjempunya. Ia mulai panik karena tidak ada yang datang menjempunya.
Sedangkan di dalam sebuah mobil.
"Loh? Itukan..koq dia masih ada di sini. Atau jangan-jangan dari tadi dia tidak pulang ya?" Ucap orang itu sambil melirik jam di tangannya.
Zahra tergelak saat sebuah mobil berhenti di depannya dan melihat siapa orang di balik kemudi mobil itu.
"Ayo masuk!"
"Tidak"
"Cepatlah"
"Tidak "
__ADS_1
"Ohh begitu, baiklah aku akan pergi. Jangan harap aku kembali, sebentar lagi para preman pasar itu akan datang ke sini" enteng Ustadz Fakhri.
"Tidakkk!!!" Dengan langkah cepat Zahra masuk ke dalam mobil Ustadz Fakhri dan memeluk tas selempangnya.
Ustadz Fakhri membalikkan wajahnya mengahadap jendela menyembunyikan wajahnya yang menahan tawa geli.
"Aduhh aku tidak tahan lagi. Tapi kalau nanti aku kelepasan bisa-bisa dia akan ngamuk tau aku kerjain" batin Ustadz Fakhri
"Udah ayoo jalan"
"Hm?"
"Jalan..buruan..nanti premannya datang"
Ustadz Fakhri terkekeh membuat Zahra semakin geram.
"Jalan tidak!" Titah Zahra
"Baik, baik, baik...tapi jangan lupa itu kaca nya di buka biar tidak timbul fitnah" ucap Ustadz Fakhri lalu menyalakan mobilnya.
"Iya" Zahra mengangguk patuh.
Selama perjalanan keheningan melanda dalam mobil berwarna hitam itu. Tidak ada yang bersuara, bahkan untuk menyalakan sholawat saja rasanya sangat canggung untuk bergerak.
Zahra menatap ke samping, sedangkan Ustadz Fakhri fokus mengendara.
Hingga tiba-tiba Zahra menunduk dan tangannya saling meremas di atas pahanya, ia menggigit bibir bawahnya menghilangkan kegugupannya.
(Gugup atau gengsi, neng? 😂)
"Aduh..mau nhomong dari mana ya?" Gumam Zahra dalam hati.
"Emm..Stadz.."
"Hm"
"Makasih"
"Hm"
"Itu doang?"
"Hm"
"Lah? Emamg tau makasih buat apa?"
"Hm"...."eh?" Ustadz Fakhri tergelak. Jujur saja ia tidak tau.
"Helleh tuh kan", gumam Zahra pelan
"Memangnya untuk apa?"
" Karna sudah menyelamatkan ku dari dia"
"Dia siapa?"
"Itu tadi yang menarik paksa aku di parkiran Cafe"
"Oh..memangnya siapa dia?" Tanya Ustadz Fakhri penasaran.
__ADS_1
"Temen eh..bukan eh iya..eh?apa ya pokoknya manusia lah "
"Ngomong yang jelas"
"Kenapa sih? Penasaran ya?? Ciee..perhatian"
"Apaan sih. Saya tidak suka melihat orang yang kasar pada wanita" alibi Ustadz Fakhri
"Hemm iya sih. Baiklah alasan di terima"
"Jadi dia siapa? Apa hubungannya sama kamu? Kamu bikin ulah ya sampe di tarik-tarik bergitu"
"Huuffttt....dia itu..
***
Flasback on
Saat baru beberapa bulan Zahra masuk sekolah baru tingkau MA. Tiba-tiba ada seorang siswa baru yang sangat suka membuat ulah. Ia adalah anak dari kepala sekolah mereka, yang terkenal sangat bandel dan suka berbuat ulah
Awalnya ia sangat tidak suka mihat Zahra dan selalu menatap nya sinis. Tapi entah karena apa pernah suatu hari ia menyatakan perasaannya pada Zahra. Dan saat itu juga ia mulai berubah sedikit-sedikit.
Tentu saja Zahra menolak. Fia tidak ingin menerima pria arogant itu. Hingga sampai sekarang pria itu terus mengejar-ngejar Zahra.
Flasback off
***
"Ohh..begitu"
"Ya"
"Tapi kamu tidak suka dengannya 'kan?"
"Tentu tidak, mana mungkin aku mau dengan pria arogant seperti itu. Lagian Bunda dan Ayah juga melarang ku agar tidak sembarang jatuh hati pada orang lain, nanti aku jadi sakit sendiri" tukas Zahra dengan nada lirih di ujung kalimatnya.
"Ada apa?" Tanya Ustadz Fakhri yang tidak tau apa apa.
"Tidak, tidak, sudahlah celat laju kan saja mobilnya sudah hijau tuh lampunya" ucap Zahra menunjuk lampu lalu lintas yang tadinya berwarna merah kini sudah berubah berwarna hijau.
"Hah? Iya" ucap Usaydz Fakhri mengikuti arah tunjukan Zahra lalu menjalankan kembali mobilnya. Ya mereka berbincang saat lampu merah menyala.
.
.
.
.
.
.
.
Jejak nya Bunda, jangan lompat ya jejaknya
Tabarakallah💙
__ADS_1