
Makkah, secara resmi bernama Makkah al-Mukarramah, adalah salah satu kota suci Islam dan ibukota Provinsi Makkah, Arab Saudi. Kota ini terletak 70 km ke daratan dari Jeddah di Laut Merah, di sebuah lembah kecil 277 m di atas permukaan laut. Populasi terakhir yang tercatat berjumlah 1.578.722 jiwa pada tahun 2015.
Kota suci umat Islam dan tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur'an, kota ini disebut juga dengan nama yang berlainan.
💎 Makkah, Sebagaimana tersurat dalam firman Allah SWT surah Al Fath: 24
💎 Bakkah, nama kuno untuk Makkah artinya kota paling suci dalam Islam. Sebagaimana tersurat dalam firman Allah SWT surah Ali Imran: 96
💎 Ummul Qura, berasal dari bahasa Arab, yakni Umm yang berarti ibu atau induk, sedangkan Qura adalah jamak dari Qaryah yang berarti kampung, desa, kota, atau negeri tertua. Sebagaimana tersurat dalam firman Allah SWT surah Al-Anaam: 9
💎 Al balad, Sebagaimana tersurat dalam firman Allah SWT surah Al-Balad: 1-2
💎 Al baldah, Sebagaimana tersurat dalam firman Allah SWT surah Al Naml: 91
💎 Al balad al amin, Sebagaimana terdapat dalam firman Allah SWT surah At Tin: 3 dan Al Baqarah: 126
💎 Al Haram al Amin, Tercantum dalam Qur'an Surah Al Ankabut: 67
💎 Al Qaryah, Terdapat pada Qur'an Surah Muhammad: 13
💎 Mukhraja Shidqi, Tersurat dalam Qur'an Surah Al Isra: 80
Kota pusatnya seluruh umat Islam di dunia berkumpul, yang di satukan pada waktu Haji, maupun ketika Umrah.
Disinilah mereka berada, di Kota yang penuh karomah. Pukul empat sore mereka berangkat dari kota Madinah ke kota Mekkah. Pukul setengah enam tadi mereka sudah chek-in hotel.
__ADS_1
"Ehh?" Zahwa terjengkang kaget, saat merasakan tangan kekar melingkar di perutnya yang sudah membuncit.
Tangan itu bergerak lembut mengelus perutnya. Kenyamanan semakin ia dapatkan saat ia sandarkan kepalanya ke dada pria yang lebih tinggi di belakangnya, yang tak lain adalah suaminya.
Sejak tadi matanya berbinar bahkan kini berkaca-kaca. Menyaksikan orang-orang tengah tawaf mengelilingi Ka'bah, dari jendela transparan kamar hotelnya.
Semua tampak dekat dan rasanya hatinya semakin bergetar saat ia sadar benar-benar berada dekat dengan Ka'bah.
Salah satu impiannya, yaitu bisa pergi beribadah mengunjungi Ka'bah. Sungguh tidak dapat berkata-kata rasanya sangat bahagia impiannya terwujud. Di wujudkan oleh pria yang menjadi pelabuhan cinta nya.
Zahwa menegakkan badannya dan berbalik. Membuat keduanya kini saling berhadapan.
Tanpa kata aba-aba ia langsung memeluk tubuh tegap di hadapannya dan menangis mencurahkan kebahagiannya di sana.
"Hussstt... Jangan berterimakasih pada ku Queen.. Tapi berterima kasihlah kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki, nikmat dan kesempatan sehingga kita bisa berada disini. Saya tidak melakukan apa-apa. Semua terjadi atas izin Allah.. semoga kamu selalu bahagia berada di sisiku. Kamu adalah wanita yang Allah kirim kan untukku dan sudah jelas kamu adalah tanggung jawab ku untuk membahagiakan mu sayang.."
"Huwa...hiks..hiks.." Zahwa semakin terisak mendengar kata demi kata yang di lontarkan suaminya
Tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan Allah jika Allah sudah berkendak. Allahu Akbar!
Setelah ini mereka bersiap dan keluar dari kamar dan menuju rombongan untuk melakukan thawaf. Umi Alya, Buya Firman, Ayah Ali juga Bunda Fatimah sudah berada di sana sejak tadi. Dan setelah semua anggota sudah lengkap mereka berjalan memasuki Masjidil Haram dengan kaki kanan sembari membaca:
"Allahumma antassalaam, waminkassalaam fahayyinaa rabbanaa bissalaam wa adkhilnal jannata daarassalaam tabaarakta wata'aalaita yaa dzaljalaali wal ikraam. Allahummaftah lii abwaaba rahmatika wamaghfiratika wa adkhilnii fiihaa. Bismillahi walhamdulillahi wasshalaatu wassalaamu 'alaa rasuulillaah"
Artinya : " Ya Allah Engkau sumber keselamatan, dan daripadaMu lah datangnya keselamatan itu semua. Maka sambutlah kami wahai tuhan dengan selamat sejahtera dan masukan lah kami ke dalam surga negeriMu yang bahagia, Maha Pemberi berkat dan Maha Tinggilah Engkau wahai Tuhan yang punya keagungan dan kehormatan. Ya Allah bukakanlah untukku pintu rahmat dan ampunan, masukan lah aku ke dalam Ampunan Mu. Dengan nama Allah dan segala puji bagi Allah salawat dan salam untuk Rasulullah."
__ADS_1
Selanjutnya mereka menuju tempat thawaf atau mataf. Jamaah mulai thawaf dari garis lurus dekat Hajar Aswad, antara pintu Kabah dan tanda lampu hijau di lantai atas Masjidil Haram.
Setelah selesai Thawaf, dilanjutkan dengan Sholat dua rakaat di depan Maqom Ibrahim. Pada kesempatan inilah Zahwa kembali mencurahkan seluruh rasa syukurnya kepada sang Rabb. Sujud terakhir yang menjadi perantara untuk menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT.
Selepasnya mereka memohon di sana, kini mereka merasa sangat lega dan sangat dekat dengan Allah. Disini tidak memikirkan hal lain kecuali hanya mengingat beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Rangkai demi rangkaian pun di lewati, kini saat nya beristirahat sejenak dan minum air zam-zam.
Mereka kembali berjalan keluar dari garis shaf menuju keran air Zam-Zam.
"Awwh... Aduh.." ringis Zahwa kesakitan
Lutut dan tangannya terasa sangat sakit karena terbentur lantai. Ada beberapa orang jamaah yang sepertinya ia duga melihat dari postur tubuh dan wajah mereka dari Afrika mendorongnya, karena semua orang berdesakan.
Dengan sisa tenaganya ia mencoba berdiri dan menghindar dari pijakan dan langkah kaki orang-orang dari berbagai negara itu.
Entah apa yang terjadi, Zahwa kembali jatuh untuk yang kedua kali saat gamisnya kembali terinjak dan terseret.
"Astaghfirullahal 'adziim.. ya Allah.."
Rasanya Zahwa ingin menangis. Ia sudah tidak melihat rombongan mereka lagi, dan entah kapan ia tak sadar genggamannya dari tangan Akhtar terlepas.
"Ya Allah..Wawa harus kemana" batinnya memohon karena tidak melihat apapun kecuali badan orang yang tinggi besar mengelilinginya.
"Astaghfirullahal 'adziim.. Astaghfirullahal 'adziim..Astaghfirullahal 'adziim..Astaghfirullahal 'adziim.."
__ADS_1