Salah Khitbah

Salah Khitbah
30. SK : DEG, SURAT LAGI?


__ADS_3

Assalamu'alaikum Hai Hai Hai....


i'm comeback membawa...cerita lah apa lagi


Oh iya


Terimakasih buat yang nunggu ceritanya. Terimakasih yang sudah baca dan tidak lupa ai selalu mengingatkan agar like nya jangan di tinggal ya....🙏🏻🙏🏻🙏🏻


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


...H A P P Y R E A D I N G...


...🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷...


Ustadzah Rifa kembali dengan membawa beberapa undangan di tangannya. Lalu ia meletakkannya di atas meja.


"Nah..ini dia undangannya, dan ini isi format yang akan anti isi" ucap Ustadzah Rifa sembari mengeluarkan sebuah kertas dari sakunya. Dan benar saja itu adalah informasi yang akan di tuliskan dalam undangan. Zahwa melihat nya dan segera menerimanya.


" anti selesaikan ini dulu ya, kalau sudah selesai panggil ana, ana duduk di situ membantu menyiapkan dekor" ucap Ustadzah Rifa lalu meninggalkan Zahwa setelah mendapat anggukan darinya.


Zahwa mulai mengisi setiap format yang kosong pada tiap-tiap undangan.


Hingga 30 menit kemudian....


" Alhamdulillah..sudah selesai.." ucap Zahwa menggerak-gerakkan jari jemarinya.


Zahwa kembali memeriksa setiap undangan yang ia tulis. Merasa ada yang janggal ternyata ia belum mengisi nama lengkap Fatih pada lembar pertama.


Ia bergerak menuju Ustadzah Rifa dan membisikkan sesuatu padanya.


"Ustadzahh.." bisik nya dari belakang


"eh..Na sudah selesai??" tanya Ustadzah Rida


"emm..."


Ustadzah Rifa menangkap Zahwa ingin mengatakan sesuatu tetapi sepertinya ia ragu untuk menyampaikannya


"ada apa Na ? Apa ada sesuatu ? " Tanya Ustadzah Rifa


"emm..anu...ana tidak tau apa yang di isi disini" ucap Zahwa sembari menunjukan kolom kosong yang ia maksud.


"oohh...sebentar" Ustadzah Rifa menyerahkan tugasnya pada Ustadzah Ghina yang berada di sampingnya lalu beralih pada Zahwa dan melihat kolom yang di tunjukan Zahwa


"loh...??? anti tidak tau nama lengkap Gus Fatih?"


"La, Ustadzah " Zahwa menggeleng


"humm...namanya saja aku tak tau, apakah dia tau nama ku? astagfirullah...ana siapa nya? untuk apa ia mengetahui nama kalau kenal juga mungkin tidak, heh" batin Zahwa


" hemm beik, sebentar ya"


Lalu Ustadzah Rifa pergi mengambil sesuatu di meja utama, tak lama ia kembali dan memberikannya pada Zahwa .


"Ini.." ia menyodorkan sebuah kertas berwarna pada Zahwa.

__ADS_1


Zahwa kembali ke tempat duduknya dan mengambil kertas berwarna itu dan melihat nama lengkap Gus Fatih di sana.


"Much. Fatih Aliyyu Humam"


"ohh...jadi ini nama nya" Zahwa memperhatikan nama itu dengan seksama.


Setelah sepersekian detik


tik


tik


tik


DEG!!!


"Muchammad Fatih Aliyyu Humam"


"M F A H "


deg..deg..deg..deg...deg..deg...


"tunggu..tunggu..." Ia merogoh saku nya dan mengambil surat yang ia terima tadi pagi. Tidak ada.


Ia melihat di saku yang satu nya lagi, Nihil. Tidak Ada juga.


"Ya Allah...koq suratnya tidak ada??" batin Zahwa


Ia diam beberapa saat dan kembali melanjutkan pekerjaannya dengan perasaan tak karuan. Inisial itu kembali mengganggu pikirannya.


*****


Zahwa buru-buru kembali ke Asrama, setelah sampai ia tak melihat Linda dan Dini di sana.


Ia bergerak menuju lemarinya berharap surat itu ada dalam buku yang ia titipkan pada Linda tadi siang.


"ahh...dapat" ia menyambar buku itu dan membuka setiap lembarannya.


NIHIL


"hah?? kemana suratnya?? koq tidak ada?" ia kembali membalik-balik buku itu tak sadar sampai terlihat kusut. Tidak ada??


Dirinya merosot ke lantai. Inisial itu sangat menganggu dirinya.


apakah benar itu inisial Kang Fatih? orang yang sangat di kagumi nya, orang yang telah berhasil mencubit hatinya, orang yang pertama kali telah melelehkan hatinya pada saat awal ia menginjakkan kaki di Pesantren Al-Anshor untuk menuntut ilmu dengan suara merdu nya melantunkan Kalam Rabb nya.


Tak terasa air mata nya jatuh, sesak ia rasakan saat mengingat jika pemilik suara yang dicintainya itu akan pergi.


"Astagfirullah'adziim..." ia beristighfar


Sadar bahwa ia bukan siapa-siapa, memilih berdzikir kepada Allah untuk menenangkan hatinya.


"Assalamu'alaikum..." Linda dan Dini datang. Ia segera menghapus air matanya agar tidak menjadi kecurigaan oleh kedua temannya terlebih Dini si peka.


"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Zahwa lalu melanjutkan dzikir nya.

__ADS_1


"yuk...siap-siap buat ke Masjid"ajak Dini


Zahwa dan Linda mengangguk, sebentar lagi waktu Ashar jadi mereka akan melaksanakan sholat berjama'ah.


Seperti biasa, mereka akan gercep mengambil shaf paling depan, bukan karena apa tetapi karena merek ingin mendapat pahala juga karena nyaman dan tidak bising.


Setelah selesai sholat berjamaah, semua santri keluar dari Masjid dan melakukan kegiatan selanjutnya atau beristirahat di asrama.


Linda dan Dini sudah keluar terlebih dahulu sedangkan Zahwa? ia masih ingin di Masjid. ia menghabiskan waktunya untuk berdzikir dan membaca Al-Qur'an. Tanpa ia sadari sejak tadi ada seseorang yang memperhatikannya dan mendengarkan suaranya saat mengaji. Darah nya berdesir mendengarkan suara indah itu. Tak tahan lagi, ia memanggil seseorang dan memberikan sesuatu padanya, dan membisikkan sesuatu pada orang itu. Setelah selesai orang itu mengangguk paham.


Di rasa sudah tenang, Zahwa berniat ingin kembali ke Asrama dan merebahkan tubuhnya di kasurnya Itulah yang ada dalam pikirannya saat ini.


Ia menyimpan kembali Al-Qur'an pada tempatnya , lalu beranjak keluar tanpa melepas mukena nya


Saat ia sudah berjalan sampai pohon yang berada tak jauh dari Masjid, ada yang memanggilnya.


"Sebentar" ia menoleh lalu menundukkan pandangannya.


"ehh... ini kan Kang yang memberi surat, ada apa? apa dia akan memberi surat kosong lagi?" batin Zahwa


Benar saja, Kang Santri tersebut memberikannya surat lagi.


"Ya Allah..apa kesabaran ku di uji lagi? kosong lagi kah ini??"


"ini Ukhty" Kang Santri tersebut menyodorkan surat itu


Dengan malas Zahwa menerima nya ada rasa takut kecewa lagi.


Kang Santri tersebut melihat itu dari Zahwa.


"Tenang, yang ini berbeda koq" ucap Kang Santri tersebut berhasil membuat Zahwa malu


Zahwa mengangguk kecil dan berbalik untuk lanjutkan langkahnya, agaknya ia sedang malas berbicara saat ini.


Ia membuka surat itu sambil berjalan. Entah mengapa otaknya mengatakan kalau ini kosong lagi, padahal ia sudah mendengar kalau Kang Santri itu bilang ini berbeda. Lain hal nya dengan hatinya. Jantungnya berdetak cepat melihat surat itu. Entah la menerima surat bukan hanya sekali dua kali ia menerimanya, tetapi surat yang akhir-akhir ini ia terima mampu membuat jantung nya berdetak cepat apalagi setelah menduga-duga pemilik inisial itu.


Kang santri tersebut melihat kalau Zahwa akan membuka surat itu disini. Segera ia mencegahnya, karena teringat pesan seseorang yang menyuruhnya tadi.


" jangan sampai dia membukanya di tempat umum, lebih baik jika ia membacanya menyendiri agar tidak ada yang mengetahuinya"


"Ukhty afwan....sebaiknya jangan membukanya disini" ucap Kang Santri tersebut mengejar Zahwa dari belakang.


Zahwa berhenti lalu kembali mengangguk.


Lalu ia memutuskan untuk membaca surat itu di taman belakang.


...----------------...


Zahwa tercengang akan isi surat tersebut, tangannya tak kuasa memegang kertas yang beratnya tak seberapa itu. Tangan dan kaki nya bergetar, ia tak percaya, ia tak menyangka, sungguh ini sangat mengejutkan baginya.


...----------------...


Apa sih isi surat nya sampai Zahwa begitu?


yuk di like dulu sebelum lanjut

__ADS_1


__ADS_2