Salah Khitbah

Salah Khitbah
31. SK : KEBENARAN YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

بِسۡـــــــــمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡـمَـٰنِ ٱلرَّحِـــــــيم


Beginilah hidup..


Harus terus berjalan


Meski tanya tak terjawab


Dalam benak sejuta rasa


Dalam mimpi setinggi angan.


Siapa yg lelah melangkah


Akan tertinggal bersama sepi


Meratapi senja diujung hari..


الَلَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَ سَيِّدِنَا مُحَمَّد


وَعَلَي اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ (ﷺ)


...________________________________...


...... H A P P Y R E A D I N G ......


.... . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . ....


SEPI....


Tidak ada seorang pun di taman itu, membuat kelegaan di hati Zahwa. Ia memilih duduk di bawah pohon yang rindang di temani udara sejuk. Sangat nyaman berada di sini, karena semalam hujan jadi udara hari ini masih terbawa hawa dingin tadi malam


Dengan beralaskan Daun pisang, Zahwa mendudukkan dirinya dan bersandar pada batang pohon itu. Perlahan ia membuka surat itu, dan menguatkan hatinya. Entah mengapa perasaannya gelisah tak menentu padahal jika di pikir-pikir itu hanyalah sebuah surat.


Owh...ternyata ada 2 surat di dalam nya ia membuka surat yang pertama.


"Bismillahirrahmaanirrahiim" setelah mengucap basmalah Zahwa mulai membacanya.


1.📜


Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Aseef jiddan jika anti sudah mendapatkan surat yang tidak jelas beberapa hari belakangan ini. Ana sengaja memberikan surat kosong itu karena ingin anti yang mengisinya dan memberikannya kembali kepada ana.

__ADS_1


Tetapi ternyata yang ana tunggu nihil, tidak ada balasan dari anti. La ba'sa ana memahami kebingungan anti karena ana.


Jujur, ana sudah menaruh kagum pada seorang gadis kecil berumur sepuluh tahun di taman sebuah perusahaan teman Abi ana kurang lebih lima tahun lalu. Dulu gadis kecil itu sedang menangkap seekor kupu-kupu hingga tanpa sadar ana yang sedang terburu-buru tak sengaja bertabrakan dengan gadis itu.


Entah lah ana tidak tau apakah seseorang mengingat kejadian itu, tapi hati ini meyakini kalau itu adalah anti...afwan ana tidak mengetahui nama anti.


Jika orang itu mengingatnya, ia juga pasti tidak akan mengetahui nama anak laki-laki yang ia tabrak tersebut. Ana tidak bisa memaksa anti untuk meyakini bahwa itu adalah ana. Tetapi pada saat ana melihat anti datang ke pesantren ini ana melihat abang anti yang juga abang dari gadis yang sama yang berada di taman lima tahun lalu.


Dan itu cukup meyakinkan ana bahwa itu adalah anti.


Di surat pertama yang ana berikan, ada secarik kertas kecil yang tulis terpisah, di sana ana sudah menuliskan jika anti berkenan menggoreskan tinta di kertas kosong tersebut, ternyata anti tidak membalasnya.


Setelah itu ana kembali mengirimkan surat kosong juga, dan ujung sudut bawah kertas itu, ana menuliskan inisial nama ana dengan pensil. Karena ana berfikir mungkin anti tidak ingin membalas surat itu karena tidak tau jelas siapa pengirimnya. Itulah sebabnya ana mengirimkan kembali surat kosong dengan goresan inisial kecil di sudutnya.


Dan mungkin sekarang anti sudah tau siapa yang sudah mengirimkan surat ini pada anti.


^^^Ketika anti membaca surat ini jangan anggap ana sebagai siapa pun tetapi anggap sebagai anak laki-laki taman lima tahun lalu.^^^


^^^~MFAH~^^^


^^^📜^^^


Zahwa menutup mulutnya dengan telapak tangannya. Ternyata matanya tidak salah, MFAH lah inisial yang terdapat dalam surat yang tadi ia cari-cari.


itu artinya.....Kang..Fatih..Kang..Fatih..." Zahwa menggeleng kuat


Kang Fatih adalah anak laki-laki tampan yang ia temui di taman kantor Ayah Ali dan ia adalah orang yang mengirimnya surat beberapa hari terakhir ini.


"Ternyata dugaan ku benar??" lirih Zahwa


"Ya Allah..apa maksudnya memberikan surat pada ku..." gumam Zahwa


Dadanya sesak entah bahagia atau senang ahh...ia tidak tau apa yang rasakan saat ini, ia sangat tidak percaya ini. Itu sudah sangat lama, bahkan mereka juga sudah sering tanpa sengaja terlibat insiden kecil. Mengingat itu Zahwa merasa malu kepada Kang Fatih... mereka di pertemukan dengan insiden, melalui hari-hari seperti biasa tetapi di suguhi insiden kembali entah itu bertabrakan kembali atau...tak sengaja ujung sapu lidinya mencolok mata Kang Fatih.


"ihihi....ihihih...hi" Zahwa cekikikan sendiri mengingat semua itu. Tersenyum malu pada tingkah konyolnya sendiri.


Karena suratnya ada dua, Zahwa kembali melipat surat yang baru ia baca dan membuka surat yang kedua. Mata nya terpejam lalu membaca basmalah.


"Bismillaahirrahmaanirrahiim" ia membuka matanya pelan


2.📜


Ternyata ana terlalu jauh melangkah, ana tidak bisa merangkai kata-kata. Afwan, jika tulisan ini berbelit belit karena ini langsung ana tulis dari hati. Qodarullah kita di pertemukan kembali setelah beberapa tahun di Pesantren ini.

__ADS_1


Sebenarnya ana ingin menunggu balasan surat dari anti terlebih dahulu. Tetapi karena lima hari lagi ana akan berangkat ke Kairo, jadi ana akan pulang ke rumah malam ini dan karena itu ana tidak akan sempat untuk menunggu balasan surat dari anti.


Ana ingin menyampaikan, ana tau rasa ini salah karena telah menaruh rasa ini pada yang bukan mahrom ana. Ana tidak ingin kepikiran yang menjadikan pikiran ana terbayang-bayang anti terus, ana tidak mau itu terjadi. Entah anti menyadarinya atau tidak ana tidak tahu.


Yang jelas, ana pernah bilang pada Ummah. Jika suatu saat ana bertemu dengan gadis kecil yang menabrak ana di taman dulu, ana ingin Abi dan Ummah mengkhitbah nya untuk ana. Jika ana sudah siap dan mapan ana ingin menjadikannya sebagai pendamping hidup ana, ingin menua bersama nya.


Dan kini ana sudah menemukannya, ana sudah hidup berdampingan dengannya selama tiga tahun belakangan ini, ana sudah beberapa kali bertatap muka dengannya, ana selalu melihatnya menjaga pandangannya dari yang bukan mahrom nya. Persis seperti yang ia katakan dulu di taman lima tahun lalu.


Tiga tahun ana di Kairo untuk memantapkan ilmu ana. Selama tiga tahun itu ana ingin memantaskan diri ana untuknya. Dan selama itu ana tidak ingin anti menaruh harapan pada ana karena semua kembali lagi taqdir sudah di garis oleh Allah. Ana hanya berharap jika gadis kecil itu bersedia menunggu ana dan datang mengkhitbahnya. Jika anti memang di taqdirkan untuk ana maka kita akan di pertemukan dalam ikatan suci pernikahan.


Ana tau ini cukup mengejutkan tetapi ana sudah memikirkannya. Ana harap anti sudah mengetahui kemana arah maksud tujuan ana. Dan ana harap anti bersedia membuka hati menerima ana.


^^^In Syaa Allah...jika Allah berkehendak, Ana benar-benar ingin mewujudkan ini. Ana harap anti mengerti, ana serahkan semua pada Allah.^^^


^^^Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh^^^


^^^~MFAH^^^


^^^📜^^^


Zahwa tercengang, sungguh ia tak pernah menduga ini sebelumnya. Surat itu merosot dengan sendirinya dari pegangan Zahwa. Ini sangat mengejutkan baginya. Matanya terpejam mencoba menerima semua kenyataan ini.


Badannya bergetar, jantungnya berdegup kencang mana kala ia di minta menunggu hingga tiba waktunya kembali dari Kairo. Ia tak bisa mengontrol perasaannya saat ini, ia jadi semakin bingung bagaimana bersikap. Memang ia menaruh rasa pada Kang Fatih, ternyata rasanya berbalas dan malah ingin mengajaknya ke jenjang yang lebih serius


Haloooo tolooonngggg bagaimana ini??? sungguh ia sangat bahagia, sedih, gelisah campur aduk. Ia tak bisa mengungkapkan nya dengan kata-kata. Saat ini yang harus ia lakukan adalah belajar lebih baik agar di berikan yang baik dan bersabar.


S E L A M A T B E R J U A N G K A W A N


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.....


LIKE JANGAN LEWATTSS YAWW

__ADS_1


UMMUUAACHHH BANYAK BANYAKK😚


__ADS_2