
"Berarti anti adalah menantu Umi? Anti istrinya Ustadz Akhtar? Ma syaa Allah..benar-benar sulit di percaya tapi nyata. MasyaaAllah..maSyaaAllah..." Ucap Ustadzah Rifa masih dengan keterkejutannya.
" Iya Ustadzah. Itu benar" jawab Zahwa
" Eh, Barakallah...senang sekali mendengar Ustadzah akan segera Zuad. Menyusul ana hehe. Semoga lancar sampai hari H ya Ustadzah. Aamiin"
"Aamiin..syukron katsir Dik Mary. Tapi ana masih penasaran, bagaimana bisa?"
"Hehe, kita duduk di pondok saja ya Ustadzah. Sepertinya sepi tuh"
"Beik,beik, ayo kita ke sana sekarang."
Mereka berjalan menuju pondok dan berbincang disana. Saat Zahwa mendudukkan dirinya di sana. Ia kembali teringat masa-masa di pondok dulu. Ah..sungguh ia rindu.
"Dik Mary, mengapa menikah tidak bilang-bilang?"
"Duh..bagaimana ya Ustadzah. Bagi ana itu semua juga begitu cepat. Hehe"
"Jujur saja, ana sungguh kaget sekaligus senang mendengarnya. Ternyata santri ku mendahului ku"
"Ahahahaha" mereka tertawa bersama
"Ustadzah bisa saja. Tapi tidak lama, Ustadzah akan menyusul kan ini. Ma Syaa Allah.. ana pun sungguh senang. Akhirnya Ustadzah yang Ma Syaa Allah hally ini akan memiliki pawang sebentar lagi. Hahaha"
"Alhamdulillah..iya Dik. Awalnya Ana ingin menunggu adik Ana lulus kuliah dulu baru ana zuad. Eh..ternyata jodohnya duluan ngebet. Ahahah"
"Niat baik harus di segerakan Ustadzah. Apalagi umur Ustadzah juga kan lebih matang"
"Iya Dik. Tapi umur juga tidak menentukan kedewasaan seseorang. Ah ya sudah lah. Jadi, Bagaimana anti bisa menikah dengan putra pemilik Pesantren ini Dik Mary? Ayo berceritalah" seru Ustadzah Rifa antusias
Tanpa mereka sadari, sejak awal Ustadzah Rifa datang, ada tiga pasang mata yang memperhatikan mereka.
Kini, mata mereka membulat sempurna mendengar penuturan Ustadzah Rifa. Seolah tak percaya mereka saling tatap.
"Apa yang Zah Rifa katakan? Apakah itu benar?" Tanya Ustadzah |
"Heyy!! Benarkah itu adalah santriwati kita yang dulu mencetak rekor hafalan Qur'an hingga mutqin tercepat ?" Ucap yang satu lagi bertanya polos
__ADS_1
"Heh! Dulu saat ana baru saja masuk ke Pesantren ini, ana sering mendengar bisik-bisik bahwa anak dari Buya dan Umi itu sangat tampan. Lihatlah, ana saja belum pernah bertemu dengan beliau. Dan kini? Tiba ada kabar beliau sudah menikah dan itu..dengan santriwati ku sendiri. Yang sering ana dzolimi saat setor hafalan. Ya Allah..a-apa i-inih~"
Bugh! Ustadzah ||| pingsan.
"Astaghfirullah..Ustadzah...Ustadzah..bangun Ustadzah.." Ustadzah || menepuk-nepuk pipi Ustadzah |||
"Duh..kok pingsannya sekarang sih..huh! Merepotkan" gerutu Ustadzah | lalu pergi mencari bantuan dan tandu untuk mengangkat Ustadzah |||
Kembali lagi pada Zahwa dan Ustadzah Rifa
"Tidak bagaimana-bagaimana kok Ustadzah, hehe. Cukup kaget juga sih, tiba-tiba Umi dan Buya datang ke rumah langsung melamar. Bingung juga pada saat itu, ana memutuskan untuk istikharah. Alhamdulillah dapat petunjuk, jadi ya ana setuju untuk ta'aruf. Awalnya bertukar cv dan komunikasi lewat chat, hehe. MasyaaAllah tidak menyangka juga Ustadzah, jodohnya ada di sini. Haha" ucap Zahwa
"MasyaaAllah...afwan ya Dik, ana kira anti ada 'khem khem' sama Kang Fatih" lirih Ustadzah Rifa di ujung kalimatnya
Zahwa tersenyum kecut di balik niqabnya. Ia mengerti, Ustadzah Rifa cukup peka terhadap mereka dulu, karena ya...Ustadzah Rifa selalu tidak sengaja melihat sikap keduanya bila bertemu dan kejadian-kejadian lain dulu.
"Bukan jodohnya Ustadzah" jawab Zahwa terkekeh
"Ya..manusia hanya bisa berencana dan hasilnya hanya Allah yang berhak. Semoga pernikahan anti dengan Ustadz Akhtar sakinah mawaddah warahmah ya.."
"Maaf Dik, mungkin pertanyaan ana terlalu sensitif sama anti yang baru-baru. Ini udah berisi belum?" Tanya Ustadzah Rifa menyentuh perut Zahwa antusias
Zahwa meraba perutnya
"Tidak tau Zah, ana tidak pernah cek. Tapi sepertinya belum. Mohon do'a nya"
"Pasti Dik, ana do'akan semoga ana cepat dapet keponakan dari anti. Lagian juga masih baru kan, baru dua minggu jadi nikmati dulu masa-masa pacaran halal nya"
"Aamiin. Iya Ustadzah"
Obrolan keduanya pun terus berlanjut. Tanpa mengetahui apa yang terjadi di klinik.
Di Klinik, Ustadzah ||| sudah di tangani oleh petugas disana. Ustadzah | dan Ustadzah || keluar dari balik tirai, menjauh dari bangsal Ustadzah |||.
"Haaaaahhh...!!!! Mengapa diaaa..Kenapa dia yang menjadi menantu Umi. Argghh..." Ustadzah | berteriak kesal tanpa perduli pada santi yang berlalu-lalang dan melihat dirinya.
"Aku mengabdi di Pesantren ini karena ingin menunggu Ustadz Akhtar meminang ku. Tapi apa, usaha ku sia-sia selama ini. Aku mengajar dengan baik, mengambil hati Umi. Tapi kenapa mereka menikah kan anak mereka dengan orang lain..hiks" sahut Ustadzah ||
__ADS_1
"Aku bahkan sudah bersabar menunggunya pulang dari luar negri, berharap dia melirikku dan menikahi ku. Aku pikir dia tertarik pada ku. Ternyata aku salah. Dia lebih memilih Zahwa, santri ku sendiri yang menjadi pendamping nya." Tanpa sadar Ustadzah | telah mengumumkan pernikahan Zahwa dan Akhtar di sana.
Sontak saja, seluruh santri terkejut bukan main mendengarnya. Salah satu Santri terpopuler karena prestasi dan akhlaknya di nikahi oleh putra pemilik pesantren ini. Bahkan yang mereka saja tidak pernah melihat wajahnya.
Beberapa santri lambe turah pergi ke asrama dan membeberkan berita yang mereka dengar. Sampai ke kantin pun, ada dari mereka yang rela menyusul temannya kesana demi memberi tau berita mengejutkan ini.
Tanpa sengaja salah satu Ustadzah yang sudah lama mengajar di sana pun terkejut. Dadanya terasa nyeri mendengar hal itu. Karena ia pun sana seperti Ustadzah lainnya yang terlalu percaya diri akan di persunting Ustadz Akhtar.
Berita ini membeber sampai ke kantor. Mendengar nama Zahwa membuat semua orang lagi-lagi terkejut. Tidak sedikit juga yang senang akan berita ini, dan justru langsung mendoakan. Tapi banyak juga yang murung dan tidak bersemangat setelah mendengarnya.
Berita pernikahan ini pun tersebar di media sosial. Membuat beberapa pengagum rahasia Ustadz Akhtar merasakan lemas di persendiannya.
Benar-benar hari patah hati nasional.
Seluruh pesantren heboh karena hal ini. Jangan lupakan Ustadzah ||| yang baru sadar dari pingsannya langsung menangis sesenggukan .
Ayolah, apa yang terjadi pada kalian.hahaha.
Namun disisi lain, banyak yang bertanya-tanya mengapa pernikahan mereka tidak di umumkan di pesantren. Bukankah yang menikah adalah putra pemilik pesantren? Lalu? Mengapa tidak ada yang tau.
Beberapa pertanyaan lainnya mulai bermunculan. Dugaan-dugaan lain pun tak kalah banyak. Asumsi-asumi yang berbeda dari setiap orang membuat keadaan menjadi keruh.
Berita mengejutkan ini membawa banyak perasaan pada setiap yang mendengarnya.
• * * •
Maaf ya Author selalu lama up. Kesibukan di RL sangat padat. Apalagi ini waktu nya anak-anak akan ujian sekolah kan? Jadi double kesibukannya. Ujian, dan pekerjaan lain. Bukannya ingin mengecewakan tapi waktu yang tidak luang.
Satu hal lagi mengapa semangat Author menurun dan selalu lama up. Itu karena kalian. Tolong biasakan menghargai karya orang lain setidaknya dengan like setiap bab yang up. Karena tidak sedikit Author yang mundur karena dukungan dari pembacanya berkurang atau bahkan tidak adanya pembaca menghargai karyanya, padahal yang baca banyak tapi yang dukung like sedikit. Kan tidak seimbang.
Setiap Author yang up bab baru pasti akan menunggu like di bab nya. Karena apa? Jika tidak sebanding like dengan yang membacanya. Penulis akan bingung, pembaca suka atau tidak dengan bab nya dia up. Kalau like nya sedikit, pasti akan ada perasaan bahwa pembaca tidak menyukai bab yang dia terbitkan. Dan akhirnya bingung untuk up bab selanjutnya bagaimana, kalau di bab sebelumnya aja tidak banyak yang menyukainya padahal yang baca banyak.
Maaf, ini hanya pemikiran pribadi ya...mungkin ada yang sama atau banyak juga yang berbeda.
Jadi, untuk itu mohon dukungannya, dengan meninggalkan jejaknya setelah membaca. Supaya penulis lebih semangat up dan tidak bingung untuk up bab selanjutnya.
Tabarakallah💙
__ADS_1