
2 setengah tahun berlalu
Kini semuanya sudah berubah , Zahwa memasuki pendidikan Aliyah nya, ia tumbuh menjadi gadis yang lebih dewasa dari sebelumnya, pesona dan aura kecantikannya juga akhlaq nya yang baik kian memancar, membuat siapa saja akan semakin mengaguminya.
Zahra? Masuk kelas delapan tingkat Tsanawiyah nya, Dan Azzam? Abang kesayangan kita itu sudah mengajar di Pesantren Al-Hikmah membantu pengajar di sana sesuai permintaan dari Pamannya Gus Afnan , juga keinginannya sendiri.
Selama dua tahun belakangan ini dia pergi mencari ilmu nya dengan terbang ke negri Fir'aun. Setelah dua tahun di Kairo,Mesir Azzam di minta kembali ke tanah kelahirannya karena pinta sang Bunda, jadi ia melanjutkannya di Indonesia. Tak lama setelah itu ia mulai mengisi kelas di pesantren Al-Hikmah.
Pagi ini , Zahwa tengah mendapat giliran piket menyapu halaman perbatasan, dimana di sana adalah tempat Kang santri yang bertugas mengantar air minum ke setiap Asrama Santriwati.
Srek..srek..srek..
Bunyi sampah dedaunan yang di seret ujung sapu lidi tersebut memenuhi pendengarannya. Bibirnya terus komat kamit mengirimkan sholawat kepada idolanya Baginda Nabi besar Muhammad SAW. Ia berharap semoga kelak ia mendapat syafaat dari beliau di akhirat kelak, dimana tidak ada yang bisa memberinya pertolongan bahkan nabi Allah sekalipun, karena mereka merasa bahwa belum tentu mereka dapat menyelamatkan diri mereka sendiri bagaimana ingin menyelamatkan umatnya?
Tapi tidak dengan Nabi Muhammad SAW, hanya Nabi Muhammad lah yang di harapkan.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." (HR. Muslim) [No. 408 Syarh Shahih Muslim] Shahih.
"اللهم صل على سيدنا محمد"
"اللهم صل على سيدنا محمد"
"اللهم صل على سيدنا محمد"
Mari kita bersholawat 10 atau 100 atau lebih baik 1000 kali sehari , karena Nabi SAW mengenal umatnya dari banyaknya kita bersholawat padanya.
****
"Assalamu'alaikum mbak.." ucap seseorang dari belakang Zahwa
Mendengar itu ia menghentikan aktivitasnya dan membalikkan badannya lalu menunduk.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh , iya Kang ada apa?" balas Zahwa
"ohh ini mbak , mau anter air. Bisa tolong bukain pembatasnya mbak"
Zahwa sedikit melirik , benar Kang santri tersebut sedang membawa tong air untuk asrama mereka.
"ohh beik Kang" Zahwa segera membuka engsel pagar pembatas agar Kang Santri tersebut dapat memasukkan tong air yang dibawanya ke dalam.
"Syukron ya Kang" ucap Zahwa
"Afwan Mbak" setelah itu Kang Santri tersebut pergi , sapuan Zahwa juga sudah selesai, segera ia mengunci kembali pagar pembatas tersebut, lalu kembali ke asrama.
Sesampainya di kamarnya bersama Linda dan Dini, ia melihat kamar itu kosong dan tidak ada keberadaan mereka disana. Pandangan Zahwa beralih pada keranjang pakaian kotornya
"huufftt...sepertinya nanti sore aku harus mencuci pakaian kalau begini" gumam Zahwa.
Ia duduk di sisi ranjangnya , tiba-tiba..
kruukk..kruukk..
__ADS_1
perutnya berbunyi , wajahnya memerah menahan malu pada dirinya sendiri. Sepertinya cacing-cacing perutnya sudah meronta.
Ia keluar dari asrama, dan berjalan menuju Dapur.
Selama di perjalanan telinganya aktif mendengar desas-desus dari santriwati yang di lewatinya.
"ana sedih bangeettt , huwaa..." terdengar suara keluhan dari seorang santriwati yang sedang duduk di halaman asrama.
"iyaaa ana juga..bakalan kangen dah..hmmm" Zahwa menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan lebay mereka.
"mungkin salah satu diantara mereka akan ada yang pergi" batin Zahwa, ia meneruskan langkahnya.
" huaaa....Kang Fatih akan pergi...huuhuuhuu"
"deg" mendengar nama Kang Fatih, berhasil mendebarkan hatinya sontak menghentikan langkahnya, ia memasang tajam pendengarannya.
"Ya Allah..Wawa sebenarnya ga mau nguping tapi penasaran , hehehe. Astaghfirullah.." batin Zahwa. Ia segera mengambil posisi yang aman untuk mendengar curahan isi hati teman seasramanya itu.
"huaaa...iya..huhuhu..ga relaa ana " ucap yang berkhimar coklat
"ana jugaa, kenapa ga disini aja ya , ga usah pergi huhuhuu" ucap yang berkhimar biru langit
"pergi?siapa yang ingin pergi?mau kemana?" gumam Zahwa
"pokoknya ana ga rela kalau Kang Fatih pergii, apalagi perginya jauh..lama jugaa huhuhuu" ucap yang satunya lagi.
"Hah? Kang Fatih? pergi?lama juga? ada apa sih? Ya Allah Wawa ga ngerti apa yang mereka katakan" batin Zahwa berperang dengan pikirannya.
"HOYYY"
"heg..astagfirullah..." ucap Zahwa kaget, kedua bahunya di tepuk. Kini semua pasang mata tertuju padanya.
"Ya Allah...Dini..Linda..ngapain ngagetin ana sih..kan jadi pusat perhatian tuh..." bisik Zahwa menunduk.
"issh...mereka suka sekali mengagetkan ku" gerutu Zahwa dalam hati
Empat Santriwati yang ia dengarkan pembicaraannya menoleh ke belakang, Zahwa jadi salah tingkah.
"loh..ukhfill (ukhty Fillah) Zahwa " ucap mereka bersamaan
"ehh..emm..iya.." ucap Zahwa gelagapan
"anti sedang apa di situ ?"
"emm..ya?..ana..tidak sengaja lewat, ingin ke dapur ..emm..eheheh" ucap Zahwa tersenyum kikuk.
"oouuhmm.." mereka mengangguk-anggukan kepala mereka dan kembali ke posisi awal.
"hemmpt..." Linda dan Dini menahan tawa melihat Zahwa seperti orang yang sedang tertangkap basah.
Zahwa melirik kesal pada Linda dan juga Dini, ia menghentakkan kakinya dan berlalu meninggalkan mereka.
__ADS_1
"apa sih maksud perkataan mereka tadi? kenapa pake nyebut nama Kang Fatih juga? ada apa?" batin Zahwa
Linda dan Dini saling menatap heran, melempar pandangan seolah mengisyaratkan ada apa?.
Tak ingin di landa penasaran, mereka mengikuti langkah kaki Zahwa dari belakang. Benar saja , Zahwa berhenti di dapur. Sudah banyak yang membantu memasak di sana.
"eehh...neng Zahwa, dari mana aja? tumben telat ke dapur?" tanya Bi Sum selaku kepala dapur umum di Al-Anshor. Ya Zahwa dan Bi Sum bisa di bilang dekat ,karena Bi Sum sangat menyukai karakter Zahwa, juga karena Zahwa sangat pandai dan lihai urusan dapur , tak jarang juga Bi Sum mengajarkan beberapa resep masakan rumah sederhana dari daerahnya pada Zahwa.
"emm..iya Bi Sum, tadi Zah kebagian tugas piket" jawab Zahwa
"oh..piket toh.."
"iya Bi" jawab Zahwa
"ikhh...Bibi..masa cuma Zah doang sih yang di sapa. Ana Linda yang cantik jelita ini tak di sapa juga? sayang loh Bi dianggurin" ucap Linda dengan pedenya
"huuweekk..." ucap semua orang yang berada di sana.
"hmm si neng Linda minta di sapa juga, kalau Bibi ga mau gimana? lagian cantik dari konon" ucap Bi Sum yang berhasil mengundang gelak tawa semua orang dalam dapur umum tersebut.
"ahahahahh"
"iikhh...si Bibi mah.." Linda mengerucutkan bibirnya
"ngapain bibirnya monyong neng?ohh minta disosor ikan mas , ini " ucap Bi Sum lagi.
"ahaahahha" perut keram berjama'ah terjadi pagi ini karena guyonan Bi Sum
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Like dan komennya jangan tinggal dung :) 👉🏻👈🏻
__ADS_1