
***
"Assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab mereka kompak
Mereka menoleh, ternyata Buya Firma yang baru saja datang entah dari mana. Mungkin baru dari Masjid.
"Loh? Kalian sudah datang rupanya, kenapa tidak memberi kabar?"
"Kejutan" singkat Akhtar.
"Kabiasaan" gumam Buya Firman
Lalu mereka mencium tangan Buya Firman bergantian. Tiba giliran Zahwa, Buya Firman membalasnya dengan mengelus kepala Zahwa.
"Nak sudah malam, istirahat lah " ucap Buya Firman kepada menantunya.
"Iya Bi" jawab Zahwa
"Nak kamu tau kan dimana kamar suami mu?" Ucap Umi
Zahwa menggeleng pelan.
"Umi, sudah dibersihkan belum?" Tanya Akhtar
"Tentu sudah, Abi sudah menyuruh Calon istri mu dulu untuk membersihkannya" ujar Buya Firman.
Zahwa menelan berat salivanya.
"Allah Kareem...calon istri yang mana lagi" gumam Zahwa dalam hati. Ia melirik kesal pada Akhtar
"Abi..." Ucap Umi tersenyum mengkode Buya Firman.
"Kemari nak" panggil Buya Firman. Zahwa mendekat ke samping Buya Firman.
"Kalau tidak salah, Abi pernah meminta mu untuk membersihkan kamar atas 'kan Nak?"
"Iya Bi"
"Nah..pergilah kesana. Kamu sudah membersihkannya maka tempati lah"
Mendengar itu Zahwa mengulum senyumnya malu. Pipinya merona.
"Zahwa..apa yang kamu pikirkan Nak? Umi tidak mungkin membiarkan sembarang orang memasuki kamar Suami mu" goda Umi melihat Zahwa malu dengan pemikirannya sendiri. Buya Firman terkekeh.
Akhtar tersenyum tipis. Benar, ia tidak membiarkan siapa pun bahkan keluarga nya yang laki-laki saja tidak dia perbolehkan masuk ke kamarnya. Karena kamar adalah hal yang sangat privasi baginya. Hanya Abi dan Umi lah yang biasa memasuki kamarnya. Jika dulu sesekali Fatih masuk waktu mereka masih kecil.
"Tidak marah kan Zi?"
"Tentu tidak, Umi"
"Baiklah ayo" ajak Akhtar
"Zi, setelah itu temui Abi" Akhtar mengangguk.
__ADS_1
Sesampainya di kamar.
Tik! Lampu menyala.
Akhtar meletakkan koper di ruang ganti disamping lemari. Setelah itu ia keluar dan melihat Zahwa sedang duduk menyenderkan kepalanya di headboard seraya memejamkan matanya.
Akhtar mendekat dan duduk di hadapan Zahwa. Ia menyentuh pipi Zahwa dan mengelusnya.
"Sayang..kalau mengantuk istirahatlah, kamu pasti lelah" ucap Akhtar lembut
"Emm...Iya Bib" gumam Zahwa.
Akhtar mencium kening Zahwa lalu keluar menemui Buya Firman.
"Saya menemui Abi dulu, ya"
Zahwa mengangguk.
Setelah Akhtar pergi, Zahwa beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia melihat 'sesuatu' yang sudah bersih. Sore tadi ia memang sudah menyucikan diri, namun takut masih ada yang tinggal ia tetap memakai pembalutnya.
Sesuai cara melihatnya di setiap waktu sholat, sudah dua waktu sholat yang ia lewati dan hasilnya bersih tidak ada keluar apa pun lagi.
Ia mengambil wudhunya lalu mengeluarkan Mukena nya dari koper dan melaksanakan kewajibannya juga meng- qodho sholat maghrib yang tadi ia lewatkan karena takut masih ada sisa darah haid yang keluar.
***
Sedangkan Akhtar turun ke bawah dan melihat Buya Firman telah menunggunya seorang diri di Ruang keluarga, mungkin Umi sudah beristirahat.
"Duduk Zi" titah Buya Firman setelah melihat Akhtar datang. Akhtar menurut dan duduk di sofa yang berhadapan dengan Buya Firman.
"Hem..tidak ada, hanya ingin berbincang ringan saja"
"Ohh..hmm" Akhtar mengangguk
"Bagaimana pekerjaan mu?"
"Alhamdulillah baik-baik saja. Dan karena sudah ada team yang membantu jadi bisa Akhtar tinggal untuk sementara waktu"
"Lalu Majelis mu?"
"Alhamdulillah...banyak Guru-Guru yang berkunjung dan belajar bersama disana"ujar Akhtar
*Maksud nya adalah biasanya orang-orang yang ber ilmu itu akan berkumpul untuk membahas tentang perkara ilmu, tidak ada yang lainnya. Mereka akan berdiskusi, dan saling berbagi. Tidak jarang juga Imam besar dari tempat Akhtar menimba ilmu dulu sebelum menjadi sekarang, datang untuk berbagi ilmu di Majelis yang di bangun oleh Akhtar. Kira-kira seperti itu.
Buya Firman mengangguk.
" Sampaikan salam Abi pada Habib-Habib disana, Abi belum bisa pergi berjumpa dengan para waliyullah tersebut"
"Tentu Bi"
"Jadwalmu 3 bulan kedepan masih senggang 'kan?"
"Untuk 3 bulan ke depan, Zi belum mengaturnya. Karena kemarin mendadak jadi Zi belum atur ulang. Dan mungkin rencananya Zi akan bawa istri Zi ke Tukri"
"Yakin kamu?"
__ADS_1
"Iya Bi, mau bagaimana lagi? Kalau bisa pekerjaannya di pindahkan ke Indonesia, mungkin sudah Zi lakukan dari dulu, Bi"
"Keputusan ada pada mu ,nak. Kamu sudah memiliki kehidupan yang naik satu tingkat sekarang. Abi harap kamu bisa menjalani nya dengan sabar dan ikhlas. Menantu Abi tanggung jawab mu sekarang. Jaga dia baik-baik, limpahkan kebahagiaan pada nya. Jangan sampai nanti ia sakit hati dan kembali pada orang tuanya. Na'udzubillah. "
"In Syaa Allah , Bi" ucap Akhtar mengerti.
"Oh iya, Abi hanya ingin bilang, kapan kamu akan menyisihkan waktu mu dengan istri mu?"
"Hm? Bulan madu maksud Abi?"
"Apalagi kalau bukan itu. Zi..Zi.."
"Em..Zi belum menanyakannya pada istri, Zi. Tapi Zi berencana membawanya ke Mesir. Tapi..balik lagi, tergantung dianya mau atau tidak"
" Hemm...terserah kalian ingin pergi kemana. Abi hanya pesan satu"
"Apa Bi?" Tanya Akhtar mendekatkan dirinya pada Buya Firman.
"Cepat berikan cucu untuk Abi dan Umi" bisik Buya Firman.
Akhtar yang menunduk langsung tertawa menutup mulutnya.
"Astaghfirullah..Ya Allah...Abi..
Minta do'a nya saja, Bi" ucap Akhtar tersenyum malu.
_
_
_
_
_
Kalau Zahwa dah bersih, Abi minta cucu...itu artinya....
Heppp🤫 Otaknya di bersihin yukk🤣🤣
Pada mikir apa Hayooo🙈🤣
Puasa loh..puasa 🤣🤣
Ana mah tau apa yang ada di pikiran kalian😂
Mau tau ga, setelah ini apa yang akan terjadi?
Kalau mau tau, jejak nya dulu donggg...
Like and ramein komennya yes 💙
Selamat berpuasa...🙏🏻
Kita lanjut ntar malem 😝😂
__ADS_1