
***
Di tempat lain...Zahra sedang baring di atas ranjangnya, terlentang sambil menatap langit-langit kamarnya.
Kedua ibu jarinya saling beradu dan terkadang saling bergesekan. Entah apa yang sedang ia pikirkan saat ini.
"Duh...koq kepikiran sama dia ya?" Ucap Zahra gelisah.
Ia menggigit bibir bawahnya, bayangan wajah Ustadz Fakhri menari-nari di pelupuk matanya.
"Aaaa.,pergi, pergi, pergi..." Pekik Zahra saat ia tak sengaja membayangkan dirinya dan Ustadz Fakhri bersanding di pelaminan.
"Mikir apa sih Ra! Aduhh...koq jadi begini sih" ia mengacak-acak rambutnya.
"Iihhh..jijay deh. Tapi koq aku baru sadar ya kalau dia itu sebenarnya....sangaaat..Tampan!"
Pikirannya melayang pada kejadian dimana ia bertemu dengan Ustadz Fakhri untuk yang kedua kalinya setelah insiden ia yang cidera waktu itu.
_
FLASHBACK ON
Siang itu, Zahra berencana pergi ke toko buku bareng teman-temannya. Mereka sepakat untuk bertemu di perpustakaan kota saja.
Saat Zahra baru keluar dari mobil keluarga Syeena, ia melihat seorang anak kecil yang mengemis-ngemis kepada para pengendara dengan pakaian yang compang camping.
Ada niat di hatinya untuk memberikan uang kepada bocil itu, namun langkahnya terhenti saat pikirannya memutar sebuah film yang pernah ia tonton. Dimana ada sebuah keluarga yang puar-pura menjadi miskin dan mengemis pada orang-orang. Mereka mengumpulkan harta mereka dari hasil meminta-minta pada orang lain.
Mereka sengaja merobek dan mengotori kaos mereka dengan oli dan sudah di acak-acak terlebih dahulu dengan sampah agar bau dan akting mereka terlihat nyata.
Muka di comengin pakai oli rambut mereka di acar-acak pakai oli dan jika di lihat benar-benar seperti pengemis sungguhan.
Hal itu membuat Zahra mengurungkan niatnya untuk membantu pengemis itu.
Ia terlonjak kaget saat ada yang menepuk pundaknya.
"Ya Allah kirain siapa, kamu Sya?"
"Iya aku. Kenapa diam di sini? Ayo masuk"
"I-iya" jawab Zahra lalu ia melihat bocil itu sudah tidak ada di sana.
Kemudian mereka masuk ke perpustakaan terlebih dahulu.
'kalau buku nya ada di perpustakaan kita bisa pinjam tidak payah membeli. Kalau tidak ada baru kita beli di toko buku' begitu kata Zahra pada Tasya
Mereka melewati setiap rak yang ada, sesekali melihat papan nama yang ada di atas rak. Mereka berputar-putar mencari bagian rak buku yang mereka cari tapi tidak ada. Setelah mereka berkeliling mereka bertemu di satu titik dengan tangan kosong.
__ADS_1
.
"Dapat?"
"Tidak", jawab Tasya
Ia diam sejenak hingga akhirnya ia berteriak
"Aduh..bodoh!! Kan kita bisa lihat denah dulu, di bagian mana tema yang kita butuh kan . Aduuh.."
"Huussttt" semua orang yang ada disana melototi Zahra yang berisik.
"Husstt, iya iya ayo kita lihat dulu" Tasya menarik Zahra
2 jam di perpustakaan, mereka akhirnya memutuskan pulang setelah mendapat buku yang mereka inginkan.
"Ra, aku pulang duluan ya. Mama udah nungguin nih" ujar Tasya
"Hemm baiklah. Bye..hati-hati yaa"
"Sipp. Assalamu'alaikum"
"Daa...wa'alaikumussalam"
Zahra ingin pulang tetapi ia merasa sangat haus, ia melihat ada penjual minuman di sebrang. Ia pergi ke sana. Ada 5 orang pembeli yang lebih dulu dari Zahra, mengharuskan ia mengantri tetlebih dahulu.
"Toloong...tolong.." sayup-sayup ia mendengar suara minta tolong. Ia melihat ke belakang tapi tidak ada siapa pun.
"Pak..sebentar yaa"
"Iya neng"
Setelah itu ia mendekat, berjalan mengendap-ngendap masuk ke gang kecil itu.
Ia mencari-cari asal suara itu. Ia berjalan dari satu pilar ke pilar yang lain. Hingga matanya membelalak kaget, saat ia melihat bocil pengemis tadi sedang di palak oleh preman.
"Jangan bang..itu buat makan adik-adikku.. hiks.."
Zahra merasa iba dan langsung beristighfar karena sudah su'udzhan pada bocil itu. Ia merasa bersalah pada bocil itu. Padahal ia sudah tau hukum berburuk sangka itu seperti apa. Tiba-tiba ingatannya berputar pada waktu dimana guru nya sedang menjelaskan.
***
Hukum Berburuk Sangka Dan Mencari-cari Kesalahan
*حَدِيْثُ أَبِي هُرَيْرَةَ ر.ض : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص.م قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنِّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ. وَلاَ تَحَسَّسُوْا، وَلاَ تَجَسَّسُوْا، وَلاَ تَنَاجَشُوْا، وَلاَ تَحَاسَدُوْا، وَلاَ تَبَاغَضُوْا، وَلاَ تَدَابَرُوْا، وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا.*
*أخرجه البخارى في: 78. كتاب الأدب*
__ADS_1
Artinya: “Hadits Abu Hurairah Radiyallahu anhu.: Sesungguhnya Rasulullah Sallallahu alaihi wassalam. bersabda: Berhati-hatilah kalian dari buruk sangka, sesungguhnya buruk sangka adalah sedusta-dustanya cerita/berita. Janganlah menyelidiki, janganlah memata-matai hal orang lain, janganlah tawar-menawar untuk menjerumuskan orang lain, jangan saling menghasut, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, dan jadilah kalian sebagai hamba Allah yang bersaudara.” (Diriwayatkan Imam Bukhori, 78. Kitab Adab)
Pelajaran yang terdapat di dalam Hadist:
1️⃣ Berburuk sangka adalah salah satu akhlak yang tercela dan sangat dibenci oleh Islam.
2️⃣ Janganlah kita berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudara kita yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya kita selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik.
3️⃣ Hati-hatilah kita terhadap perkataan yang sekalipun benar kita tidak diberi pahala, namun apabila kita salah kalian berdosa. Perkataan tersebut adalah berprasangka buruk terhadap saudaramu sesama muslim.
4️⃣ Apabila ada berita tentang tindakan saudara kita yang tidak kita sukai, maka berusaha keraslah mancarikan alasan untuknya. Apabila kamu tidak mendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada diri kita sendiri, “Saya kira saudaraku itu mempunyai alasan yang tepat sehingga melakukan perbuatan tersebut".
5️⃣ Rasulullah SAW senantiasa memberi peringatan kepada umatnya dari perkara-perkara yang mendatangkan kemudharatan atau menimbulkan keretakan ukhuwah islamiyah antara kaum muslimin. Dalam hadits tersebut Nabi SAW mewaspadai umatnya dari sifat buruk sangka terhadap saudaranya karena hal ini akan membawa kerusakan bagi mereka.
6️⃣ Larangan berprasangka buruk tanpa ada faktor penguat atau qorinah tertentu.
7️⃣ Prasangka buruk merupakan sedusta-dustanya perkataan.
8️⃣ Semoga kita selalu bisa berprasangka baik kepada saudara kita sesama muslim karena berprasangka buruk adalah perbuatan dosa.
***
Zahra menggelengkan kepalanya dan kembali menhintip melihat bocil itu.
Ia ingin menolongnya tapi ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ia melihat ada banyak batu kerikil tajam di bawahnya. Ia memungut nya dan dalam hitungan ketiga dia melempat kerikil itu pada preman itu.
"Woyy..dari mana tiba-tiba ada hujan batu" teriak salah satu preman itu
TUKK
Tak sengaja sebuah batu mengenai kepala si preman yang menarik tangan bocil itu.
"Awss..akhhh si*l"
_
_
_
_
Aaa maap Author belum siap🙈😂
Kita belajar aja dulu yaa, nge-cas iman dulu😝
Akan ada saat nya yes! Kalau Author kasih di waktu jam puasa, Author tak nak kelak di minta pertanggung jawaban di akhirat. So biarin Author alihin dulu ya, Author siapin diri dulu, azeekk 🤣🤣(ett dah , orang bukan Zahwa😂napa sini yang siapin diri🤭)
__ADS_1
Ga lah, Author cari aman aja. Tenang yakk🙈
Minta jejak nya dongg😘💙