Salah Khitbah

Salah Khitbah
119. SK 2 : TIDUR SIANG


__ADS_3

"jadi jangan heran jika nanti mood Aleeya akan berubah-ubah"


"Dan biasanya setelah i- "


"Sayang...hei.. kenapa melamun? Hem?" Tanya Akhtar lembut mengguncang bahu Zahwa pelan.


"Ah, tidak ada. Bib.. kasihan sekali Leya. Jika aku berada di posisinya apakah aku bisa bertahan sepertinya?" Ucap Zahwa serius menatap mata Akhtar


"Hustt.. kamu jangan bicara macam-macam"


"Bib.. Aleeya adalah wanita yang kuat. Mulai dari ia lahir hingga saat ini, ia selalu di timpa ujian hidup bertubi-tubi. Hati dan mentalnya sepertinya sudah tidak cabe lagi, ia seperti sudah merasa biasa saja menghadapi setiap ujian hidupnya. Sungguh malang nasib Aleeya" ucap Zahwa lagi


"Begitulah jalan taqdirnya, kita hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk Aleeya dan selalu memberinya semangat"


"Bib.. sudah berapa lama Aleeya sendiri? Apa tidak ada yang mendekatinya dengan niat baik?" Tanya Zahwa serius


"Lain kali jangan terlalu penasaran dengan privasi orang lain lebih dalam ya sayang, tapi karena Leya adalah adikmu juga maka saya tidak masalah. Leya sudah menyendiri selama tiga tahun. Dan selama itu, tidak sedikit lelaki yang mencoba untuk mendekatinya. Namun, karena ia orangnya tertutup akan masalah yang menjurus ke pernikahan, ia lebih banyak diam. Dan tidak menanggapi mereka semua"


"Jika kamu berfikir mantan mertuanya meninggalkannya begitu saja? Tidak, mereka memberikan penjagaan ketat untuk Leya . Selama ia kembali menata hatinya. Mereka menjauhkan bahkan menjauhkan Leya dari lamaran tidak serius, atau hanya ingin bermain-main saja. Mertua nya sngt menyayanginya seprrti putri mereka sendiri. Dan mereka sudah berjanji bahwa mereka sendiri yang akan menikahkan Leya kembali jika ia berkeinginan untuk membina rumah tangga lagi"


"Ma syaa Allah.. beruntung Aleeya mendapatkan keluarga suami seperti mereka. Banyak kejadian justru jika anak mereka sudah bercerai atautidak bersama dengan menantunya lagi, mereka akan menjauh dan mencap sebagai 'Mantan Menantu'. Tetapi Aleeya.. tidak ada kata masa lalu untuknya."


"Di balik semua kepahitan jalan hidupnya. Ia masih di beri keluarga dan di kelilingi orang-orang yang menyayanginya"


" Bagaimana sayang? Sudah puas?"


"Emm... Maaf. Seharusnya tadi aku tidak langsung percaya pada drama Aleeya, Maaf A-aku sudah marah pada Habibie tadi, bahkan memunggungi juga. Aku salah" ucap Zahwa menunduk penuh penyesalan.


"A-aku janji tidak akan mengulanginya lagi. A-aku akan lebih tenang saat menghadapi masalah lain kali. Tapi, tadi entah kenapa aku sangat sensitif. Mungkin Baby-nya tidak ingin Umma nya di sakiti sama Abba nya. Maaf Bib, aku salah, aku menyesal...hiks"


"Ehh.. sayang.. apa yang kamu lakukan hah? Jangan lakukan ini, saya tidak suka" ucap Akhtar kesal dan membantu Zahwa bangkit, saat istrinya itu ingin menyentuh kaki nya untuk meminta maaf.


"Hiks.."


"Sudah.. sudah.. jangan lakukan seperti tadi lagi ya? Saya tidak masalah, saya mengerti. Malah saya yang seharusnya kembali meminta maaf"

__ADS_1


Zahwa mengangguk


"Baiklah, sekarang kita istirahat dulu ya. Masih ada waktu sebelum Ashar. Waktu yang di anjurkan untuk tidur siang, sebagaimana sabda Nabi SAW


قيلوا فإن الشياطين لا تقيل


 “Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.” (HR Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb 1: 12; Akhbar Ashbahan, 1: 195, 353; 2: 69)  


Para ahli fiqih berbeda pendapat dalam menentukan waktu siang yang dimaksudkan untuk tidur siang, ada yang mengatakan sebelum waktu Zhuhur dan ada yang berpendapat setelah masuk waktu Zhuhur"


"Sayang, apa kamu tahu, bahwa sabda Rasulullah tadi merujuk kepada firman Allah SWT dalam (Q.S ar-Ruum: 23) tentang keberkahan melakukan tidur di tengah hari, yang bunyinya...silahkan baca"


Zahwa mengangguk lalu membaca ayat seperti perintah suaminya.


"وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ "


"Ma syaa Allah...ya Zaujati.." ucap Akhtar tersenyum lebar sambl mencubit kecil hidung Zahwa


"Artinya adalah 'Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan'


Ma syaa Allah.. semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang Allah ridhoi. Aamiin


Oleh karena itu, semakin  cukup seseorang tidur, semakin besar pula kemampuan tubuh untuk bisa aktif bekerja setelahnya, sehingga bisa menjaga daya tahan tubuh dan kesehatannya.


Sayang, lumayankan mengumpulkan tenaga di siang hari untuk ibadah tempur kita nanti malam." Goda Akhtar menaik turunkan alisnya


"Iihh... Sayang.." Zahwa memerah menahan malu. Akhirnya tangannya mendarat di perut ABS suaminya.


"Ahahahahah...kenapa masih malu? Hem?"


Cup, bibir mengerucut Zahwa menjadi sasarannya


Zahwa menggeleng


"Baiklah, tidak udah jawab. Allah menutupi wanita dengan rasa malu. Tidak apa-apa. Haha"

__ADS_1


"Engghhh" rengek Zahwa menyandarka kepalanya di dada bidang Akhtar.


"Baiklah sayang, mari kita istirahat dulu" Akhtar memangku Zahwa dan membawanya ke ranjang. Tanpa melakukan apapun, mereka tidur siang dengan posisi Zahwa berada di dekapan Akhtar.


***


Sedangkan di tempat berbeda, 9.057 km dari tempat kedua pasutri tersebut, jika di lihat menggunakan google map. Seorang pria tengah menyandarkan punggungnya di sandaran kursi mejanya.


Sudah beberapa hari ini, ia selalu merasa ada yang memperhatikannya dari jauh. Dan beberapa hari ini juga badannya sudah sangat capek dan lemas.


Matanya terpejam, tangannya terangkat untuk memijat pangkal hidungnya. Cukup lama tangannya berada di sana, hingga membuat warna kemerahan.


Tiba-tiba saja kepalanya terasa pusing, entah apa penyebabnya. Bahkan kesehatannya saja sudah ia lupakan.


.


Seseorang yang baru saja datang, dari jauh dapat melihat pria itu sangat lesu, lemas dan pucat, ia merasa kasihan.


Akhirnya memanggil seorang anak, lalu memberikan kotak makannya pada anak itu. Ia mengambil sebuah kertas kecil dan pulpen. Lalu menuliskan sesuatu di sana.


Setelah selesai, ia menyelipkannya, di jepitan kota makannya. Ia meninggalkan pesan pada anak itu untuk mengantarkannya ke pria yang ia lihat tadi.


Sebagai adik kelas yang patuh, anak itu pergi menjalankan amanah yang di berikan padanya, sesampainya di samping meja pria yang di maksud.


Ia meletakkan kotak makan itu begitu saja di atas meja, menepuk paha pria itu, lalu pergi berlari keluar begitu saja.


Pria tersebut tersadar saat paha di tepuk, ia membuka matanya, dan melihat sudah ada sebuah kotak nasi dan secuil kertas di sana.


Ia mengambil kertas itu dan membaca isinya. Lagi-lagi otaknya kembali di buat pusing, siapa yang memberikan kotak makan ini? dan isi suratnya menggunakan bahasa asing. Dan hanya ia yang tau artinya.


Ia memakan makanan itu setelah menuliskan ucapan terimakasih di surat yang sama. Dan niatnya akan ia kembalikan nanti. Tapi dimana? ah mungkin ia meletakkannya di depan ruangannya saja.


Setelah perutnya terisi, barulah kepalanya terasa mendingan dari sebelumnya. Hahaha, ia sampai lupa, jika ia belum makan dari tadi malam.


Setelah perutnya kenyang, masih dengan posisi duduk, ia memejamkan matanya, dan memutuskan untuk tidur siang sebentar sembari menunggu azan Zuhur tiba.

__ADS_1


***


Siapakah dia??


__ADS_2