Salah Khitbah

Salah Khitbah
148. SK 2 : RUMAH SAKIT


__ADS_3

Kembali kepada bumil yang menggemaskan satu ini. Ia sedang melihat-lihat sebuah aplikasi berbelanja yang sedang viral di pakai semua orang untuk membeli barang apapun yang di inginkan.


Ia semakin semangat ketika melihat baju-baju bayi yang di poting si salah satu toko online shop yang di kunjungi nya. Kadang ia gemas sendiri melihat pakaian kecil yang lucu lucu itu.


Hari ia tidak ada jadwal atau kegiatan apapun, ia memilih beristirahat menghabiskan waktu di rumah. Merasa bosan tidak melakukan apapun itu lah wala mula hingga kini Zahwa tengah asyik membuka-buka dan mengintip-intup barang-barang yang akan ia beli untuk anak mereka nanti.


Sebenarnya ia sudah tidak sabar membeli semua barang-barang lucu itu, tapi mengingat usia kandungan yang berjarak beberapa bulan lagi dengan bulan persalinan, membuat Zahwa menunda membeli seluruh barang itu.


Untuk meminimalisir adanya barang yang terlewatkan. Zahwa mencatat satu per satu barang yang ingin ia beli beserta nama tokonya hingga berbentuk sebuah list.


"Hmm... Nanti aku akan berikan ini pada Habibie.. hihihi" tertawa sendiri dengan riang, Zahwa menikmati momen kesendiriannya dengan melakukan hal yang menyenangkan bagi seorang calon ibu sepertinya.


Saat semua barang sudah masuk dalam daftar list Zahwa, ia naik ke atas kembali ke kamarnya dan menyimpan list tersebut si laci nakasnya.


Setelah itu ia menyalakan tv menonton drama u tuk mengurangi kejenuhan nya.


Sebagai ibu hamil yang memiliki hormon naik turun juga mood yang swing mood, Zahwa dengan gampang ikut menangis penghayatan atas adegan yang di tonton nya.


Rasanya ikut terhanyut dalam drama tersebut hingga ia seperti ikut merasakan apa saja yang d rasakan oleh pemain tokoh.


Menonton di atas ranjang membuat Zahwa mudah tertidur dengan tv balik menontonnya. Ia membuka matanya ketika satu jam lagi suaminya pulang dari Ma'had. Zahwa segera bersiap menyambut sang suami dan ke dapur menyiapkan makanan untuk sang suami nanti.


Benar saja, setelah Zahwa rapih kembali bunyi deru mobil terdengar memasuki garasi. Zahwa dengan cepat berdiri di depan pintu menyambut suami tercinta. Seperti biasa Akhtar akan memberikan kecupan hangat dan menggandengnya ke kamar


Malam hari,


Akhtar dan Zahwa tengah bersandar di dipan ranjang, dengan Akhtar yang setia mengelus perut Zahwa.


"Yank.."


"Hmm"


"Aku mau nanya, boleh ga?"


" Kenapa harus izin? Silahkan saja" balas Akhtar lalu mengecup pipi Zahwa

__ADS_1


"Aku cuma mau bertanya loh ya. Begini,Naudzubillah jika aku sakit. Kamu bakalan rawat aku ga?"


"Menurut kamu?" Tanya Akhtar balik. "Iya" jawab Zahwa dengan entengnya.


"Kalau sudah tau jawabannya mengapa bertanya lagi ?"


"Em..pengen tau ajah" Akhtar menghembuskan nafasnya pelan


"Yank.. aku mau nanya lagi. Naudzubillah Misal kalau aku punya sakit paraahh..... Banget kamu bakal ninggalin aku tak?"


Akhtar menghentikan aktivitasnya, lalu menatap mata Zahwa serius. "Kamu istri say, tanggung jawab saya. Bagaimanapun keadaan kamu atau kondisi kamu, saya yang bertanggung jawab atas itu semua. Saya rasa kamu mengerti sekali hal itu. Mengapa bertanya ?" Jawab Akhtar tegas


"Kok kamusnya 'Mengapa bertanya' mulu? Ga ada yang lain yank?" Akhtar kembali menghela nafasnya


"Yank.. serius ini pertanyaan terakhir"


"Jika nanti saat melahirkan anak kita aku tidak bisa selamat, apakah kamu ikhlas?" Tanya Zahwa kembali serius


"Hmm" balas Akhtar singkat. Zahwa berpikir mungkin suaminya itu sudah capek mendengar ocehannya. "Ihh yank.. aku serius lohh"


" Nanti misalkan itu terjadi, kamu harus janji untuk menjaga anak kita dengan baik, besar kan ia dengan kasih sayang yang penuh walau tanpa ada aku bersama kalian. Sayang.. jadikan dia sebagai anak yang berbakti, taat agama, dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Aku pasti akan merindukan kalian ohh.."


"Hmm....mmm"


"Ihh.. yank.. kamu dengerin aku ga sih.. hiks.... Aku itu lagi cosplay kaya perempuan di drama yang aku tonton tadi.." rengek Zahwa menggoyangkan badan Akhtar


"Khuuukk...khuukkkk...." Dengkuran halus terdengar dari rongga hidung sang suami


"Ishh.. kamu mah Yank.." bibir Zahwa maju lima senti ke depan. Dengan perasaan kesal ia mematikan lampu dan mengambil posisi yang nyaman menyusul sang suami ke alam mimpi.


Sebelum benar-benar tidur, Zahwa sempat cekikikan sendiri dengan mata tertutup mengingat apa yang baru saja ia lakukan.


"Astagaa... Bagaimana bisa aku berbicara ngawur seperti tasi. Untung saja paksu tak mendengar. Hihihi dasar aku" batin Zahwa malu sendiri


***

__ADS_1


Keesokan harinya


Zahwa dan Akhtar sedang bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit, hari ini adalah jadwal cek up nya ke dokter kandungan.


Dengan perasaan bahagia keduanya berjalan memasuki rumah sakit sambil perpegangan tangan.


Mereka langsung menuju ruangan dokter yang sudah membuat janji dengan mereka.


Tok..tok..tok... Zahwa mengetuk pintu ruangan dokter tersebut


"Assalamu'alaikum.."


"Wa'alaikumussalam.. masuk.." setelah di persilahkan masuk, keduanya masuk bersamaan. Mereka langsung di persilahkan duduk.


Akhtar dan dokter tersebut berbicara menggunakan bahasa Tukri yang Zahqa tidak tau apa artinya.


Setelah itu Zahwa dipersilahkan berbaring di atas ranjang pasien untuk di periksa keadaan seluruh tubuhnya.


Tiba saat nya cek USG, Akhtar membantu Zahwa menyingkap sedikit bajunya untuk menampakkan perut buncitnya. Zahwa merasa geli ketika gel yang ia rasa dingin di oleskan di perutnya seperti sebelum-sebelumnya.


Dokter pun mulai menjalankan pekerjaannya, menggeser- geser alatnya di atas permukaan perut Zahwa. Sambil menjelaskan perkembangan si bayi lewat monitor.


Tiba-tiba sang Dokter menatap kedua pasangan suami istri ini secara bergantian dengan tatapan serius.


"Huufft... Ada sesuatu yang mengejutkan disini" ucap Dokter berhasil membuat jantung keduanya berdetak lebih cepat.


"Kau harus menjaga istrimu lebih extra hati-hati. Karena akan sangat berbahaya jika terjadi sesuatu apa apa padanya" tukas Dokter tersebut lalu menjelaskan kondisi Zahwa


Sesampainya di rumah Akhtar benar-benar lebih posesif menjaga Zahwa. Apa yang di ungkapkan Dokter tadi siang, membuat Akhtar dan Zahwa lebih antusias menjaga kandungannya.


"Kamu harus banyak istirahat, mulai besok tidak perlu ikut ke Ma'had juga ke panti asuhan lagi. Kita harus waspada terhadap calon anak kita" Zahwa hanya mengangguk setuju


_


Detik detik menuju end

__ADS_1


hari ini up 1 dulu ya...


__ADS_2