Salah Khitbah

Salah Khitbah
40. SK : SALAH PAHAM


__ADS_3

***


BRAAKK....


Pintu terbuka di dobrak dengan keras dari luar.


"Astaghfirullahal'adziim" Azzam langsung memperbaiki posisinya dan menjauh dari gadis itu.


"Apa-apaan ini? Antum berdua mau berbuat zina disini?" Ucap salah satu Santri kenapa Azzam dan gadis itu


"Tio, cepat panggil Ustadz ke sini. Mereka ( menunjuk Azzam dan gadis itu) harus di hukum" ucapnya kembali menyuruh satu temannya untuk memanggil Ustadz. Agaknya ia tidak lagi memikirkan adab dan sopan santunnya pada siapa ia berteriak dan menunjuk saat ini.


"Astaghfirullahal'adziim. La (tidak), sungguh ini bukanlah seperti yang antum pikirkan" sanggah Azzam. Sedangkan gadis itu sudah menangis sesenggukan. Jantung keduanya berdebar keras saat ini. Ini lah yang mereka takutkan dari tadi. Dan naas menjadi kenyataan.


"Bohong, apa itu tadi nahnu (kami) mendengar desahan dari dia" ucapnya menunjuk pada gadis malang itu.


"Bukan seperti itu" ucap Azzam panik


"Lalu apa itu? Posisi seperti tadi sudah cukup menjelaskan semuanya" ucap nya menolak keras pembelaan diri dari Azzam.


"TIDAAAKKK!!!!" jerit gadis itu sekuat-kuatnya dengan sisa tenaganya yang tinggal sedikit. Ia menggeleng kuat, tenggorokannya tercekat tidak mampu mengeluarkan kata-kata lagi.


' ' ' ' ' (Sebelumnya)


Saat Azzam menelusuri gudang itu ada seorang santri yang lewat dan melihat pintu gudang terbuka serta kunci yang tergantung. Ia segera mengunci pintu gudang itu dan meninggalkannya tanpa mengetahui Azzam dan gadis itu ada di sana.


Tak lama ada segerombolan santri yang bosan di acara tersebut dan memilih pergi. Saat mereka melewati gudang mereka tak sengaja mendengar sebuah suara.


"Aawsshh..." Mereka berhenti sejenak dan memasang pendengaran tajam-tajam


Tak ada suara lagi, mereka memutuskan untuk pergi. Baru satu langkah mereka kembali berhenti.


"Tidak..akh..jangan mendekat..awwss.." mendengar itu mereka semakin menduga-duga. Pikiran mereka sudah melayang jauh.


Mereka pergi mencari orang yang kemungkinan memegang kunci gudang saat ini. Namun tidak tau kunci itu ada di tangan siapa. Mereka kembali ke gudang.


"Akh...asshh.." suara desahan itu kembali terdengar saat mereka baru saja tiba di gudang itu.


Karena penasaran. Mereka mengambil tangga di pagar belakang dan meletakkannya di bawah sebuah jendela yang letaknya berada di posisi lebih tinggi. Mereka mengintip dari sana.


Mata mereka membulat saat melihat seorang laki-laki mendekat kepada seorang perempuan. Mereka tidak dapat melihat jelas siapa kedua manusia itu. Karena punggung lelaki itu menutupi wajah si wanita hampir badannya tidak terlihat.

__ADS_1


"Ana tidak akan berbuat kasar, anti tenang lah, ini akan sakit tapi tahan lah, setelah itu akan baik-baik saja" mendengar itu otak mereka semakin traveling


Tak menunggu waktu lama, tangga mereka kembalikan ke posisinya semula. Lalu mendobrak pintu itu bersama-sama. Sekali dobrakan pintu itu terbuka. Dan nampaklah dua orang manusia yang sedang dalam posisi intim.


Sesaat mereka terkejut melihat siapa orang dalam gudang tersebut. Karena hati sudah panas ia langsung menuduh yang tidak-tidak kepada mereka. Dan tidak memberikan kesempatan pada Azzam untuk bicara menjelaskan.


Dan tak di duga ia memanggil seluruh Ustadz ke sana.


' ' ' ' '


Tak lama seluruh Ustadz dan Ustadzah datang kesana. Mendengar nama pelakunya mereka nampak terkejut tak percaya. Walau itu benar adanya tapi hati kecil mereka menolak keras tuduhan itu.


Mendengar hal memalukan itu Gus Afnan dan Ning Fatya datang ke gudang.


"Tidak mungkin..tidak mungkin anakku seperti itu. Pasti ini ada salah paham, Ya Allah tolong lah hamba mu ini" batin Bibi Fatya


Kelompok santri tersebut semakin ribut dengan tuduhan-tuduhan mereka. Azzam menyanggah itu semua namun sia-sia tak ada yang percaya. Ia beralih pada Gus Afnan dan Ning Fatya mereka hanya diam.


Hingga akhirnya mereka di bawa ke ruang khusus untuk menyelesaikan masalah ini.


Ning Fatya mendekati gadis malang itu dan memeluknya erat. Gadis itu menangis tersedu-sedu di pelukan Ning Fatya.


Gus Afnan menelpon Ayah Ali. Mendengar kabar tersebut Ayah Ali dan Bunda Fatimah terkejut bukan main. Marahnya Ayah Ali sudah sampai di ubun-ubun. Bunda Fatimah mengelus lengannya untuk menenangkan Ayah Ali.


Tak menunggu terlalu lama, mereka sudah sampai. Ayah Ali yang melihat Azzam langsung menampar pipinya.


"Ayah..." lirih Azzam. Kini ia beralih kepada Bunda Fatimah. Ia bersujud di kaki Bunda Fatimah.


"Bunda..Bunda percaya sama Abang 'kan? Abang tidak seperti itu Bunda...Bunda dengarkan Azzam ya Bunda..Bunda..." Azzam menangis mencium kedua telapak kaki Bunda Fatimah berkali-kali karena ia tak mendapat jawaban apapun.


" Ayah tidak pernah mengajarimu seperti itu Zam" ucap Ayah Ali dengan penuh kilat amarah.


"Sudah lah Kak, tenang dulu. Kita bicarakan baik-baik, Azzam berdiri!" Ucap Gus Afnan.


Setelah Azzam berdiri Bunda Fatimah menghampiri Ning Fatya yang sedang memeluk gadis itu. Bunda Fatimah prihatin melihat kondisi gadis itu saat ini, pakaian kotor lengan robek dan banyak cap darah dimana-mana, bahkan sorban Azzam sudah berubah warna. Bunda Fatimah langsung membawanya ke pelukannya. Awalnya gadis itu memberontak pelan, namun karena tenaganya sudah habis ia akhirnya pasrah.


"Maafin anak Bunda ya.." bisik Bunda Fatimah pada gadis itu yang langsung menggeleng kuat.


"Huuuh...Ustdaz tapi berbuat mesum"


"Di gelap-gelap lagi"

__ADS_1


"Huuu....."


"Dasar contoh yang tidak baik"


"Nikah kan!"


"Nikah kan!"


"Nikah kan, kalau tidak akan mencemari nama baik pesantren"


"Nikah kan!"


Teriakan para santri semakin menjadi pada Azzam. Mereka hanya mencaci tapi tidak mencari tau kebenarannya.


"TENANG!!" Seru Gus Afnan. Kini seisi ruangan sunyi.


Semua sudah pada tempatnya masing-masing


"Jelaskan!"


Azzam mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Kelompok santri itu menyanggah ucapan Azzam dan mengatakan apa yang mereka lihat. Dengan cepat Azzam menjawab tuduhan mereka dengan yang sebenarnya terjadi.


Semua sudah jelas, hanya kesalahpahaman. Setelah pernyataan dari para saksi juga sudah membuktikan kalau itu ketidaksengajaan dan sebuah kecelakaan. Para santri itu menunduk malu setelah menuduh Azzam yang tidak-tidak. Mereka meminta maaf pada Azzam dan dengan cepat ia maafkan.


Sekarang tidak ada masalah lagi. Semua sudah clear. Eit...


"Alhamdulillah..sekarang sudah jelas. Tidak ada tuduh-tuduhan lagi, tidak ada sorak-sorakan lagi" ucap Ustadz Rafa.


"Dan pastinya tidak akan ada pernikahan, ahahahah" lanjut nya yang membuat semua orang tertawa.


"Tidak, Azzam akan tetap menikahinya" ucap Azzam tiba-tiba membuat suasana menjadi kelam seketika.


PANTENGIN TERUS YAA, TERIMAKASIH SUDAH MENUNGGU💓..... LANJUT BESOK DOUBLE UP YA..💓


...LIKE...


...KOMEN...


...KEMBANG...


...KOPI...

__ADS_1


...BAGI-BAGI DUNGS.......


...JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YAA...


__ADS_2