Salah Khitbah

Salah Khitbah
66. SK : ISTRI KEDUA???


__ADS_3

***


"Sudah siap sayang?" Tanya Bunda Fatimah


"Sudah Bunda. Wawa mau menyambut guru Wawa kan makanya Ayah menyuruh bersiap" ucap Zahwa antusias.


"Hm?" Bunda Fatimah hanya mengedikkan bahunya.


Bunda Fatimah menggandeng Zahwa ke ruang tamu. Awalnya ia ingin menolak dan berjalan sendiri namun Bunda Fatimah langsung mencegahnya. Akhirnya ia mengalah saja.


Ia hanya menunduk tanda takzim nya pada gurunya.


"Kak..." Bisik Bunda Fatimah.


Zahwa mengangkat kepalanya dan matanya membola seketika. Kala melihat banyak seserahan di atas meja.


Ia tak dapat menutupi ekspresi keterkejutannya. Satu tangannya yang tidak di gandeng Bunda Fatimah ia tempelnya menutup mulutnya.


Pikirannya langsung melayang, teringat akan kata-kata Ayah Ali yang mengatakan kalau calon mertuanya akan datang mengkhitbahnya tepat dua minggu setelah perpisahannya dari Pesantren Al-Anshor.


"Bu-bunda.." ucap Zahwa pelan, ia sangat gugup bahkan tangannya sudah sangat dingin.


"Rileks sayang...kau kenapa?" Ucap Bunda Fatimah


"Bunda..." Rengek Zahwa pelan bersembunyi di belakang Bunda Fatimah.


Semua orang terkekeh melihat itu.


"Kak...kak..udah mau jadi ibu-ibu juga " seloroh Zahra sekenanya. Ia terkejut melihat Zahra juga sudah rapi padahal tadi ia melihat Zahra masih memakai pakaian rumahan.


DEG!


Tubuhnya menegang seketika.

__ADS_1


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


FLASHBACK ON


Setelah selesai makan seperti biasa Zahwa akane cuci piring membantu mbok di sana. Si mbok sudah melarang tapi yang namanya Zahwa ya tetap Zahwa.


Saat ia sedang asik mencuci piring. Ayah Ali, Bunda Fatimah juga Zahra duduk di ruang tamu. Yang agak jauh dari dapur belakang tempat Zahwa berada.


Ayah Ali mendapat telpon bahwa Buya Firman akam segera datang. Mendengar itu Bunda Fatimah dan Zahra langsung masuk ke kamar dan bersiap-siap.


Sedangkan Ayah Ali tetap di sana karena agar tidak menimbulkan kecurigaan pada Zahwa jika nanti tiba-tiba semua orang menghilang.


Tak lama datang lah Zahwa menghampiri Ayah Ali. Baru saja Zahwa beberapa menit mendudukkan dirinya suara deru kendaraan terdengar. Penasaran siapa yang bertamu ia melihat dari jendela. Dan nampak lah Buya Firman dan Umi Alya.


FLASHBACK OFF


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


"Benarkah? Apakah ini artinya-" batin Zahwa saat otaknya mulai berputar kembali


Perlahan ia berjalan di ikuti Bunda di belakangnya.


" I-iya Yah" ucap Zahwa menunduk.


Ayah Ali menggenggam tangan Zahwa.


"Kakak tidak lupa kan?"


Zahwa mengangkat kepalanya menatap Ayah Ali sebentar lalu menatap ke arah Buya Firman dan Umi Alya. Tak kuat lama-lama setelah itu ia kembali menunduk.


"Ayah...maksud Ayah....i-ini..."


Ayah Ali tersenyum lalu beralih kepada Buya Firman.

__ADS_1


"Baik, jadi apa maksud kedatangan Mu dengan membawa seserahan seperti ini" ucap Ayah Ali


"Khemm, Bismillahirrahmanirrahiim.


Maksud ke datangan ku dan istriku kesini adalah untuk mengkhitbah putri mu " ucap Buya Firman dengan tegas


Jleb! Rasanya dunianya seolah berhenti.


"Whatt!! Kak Wawa mau jadi istri kedua?" Pekik Zahra keceplosan memecah keheningan.


Semua orang menatap kaget pada nya. Dan Zahwa yang juga sudah memasang wajah yang tidak bersahabat.


"Astaghfirullah...Zahra" ucap Bunda Fatimah mencubit lengan Zahra


"Ya Allah...Bunda..sakkiiitt" ringis nya.


"Ah maaf. Kami mengkhitbah Zahwa untuk putra kami" ralat Buya Firman.


Mendengar itu Zahwa menghela nafas lega.


"Dasar Zahra" desis Zahwa tanpa suara


Zahwa seketika menatap Umi Alya yang tersenyum lembut padanya.


Dari sorot matanya Zahwa dapat melihat harapan di sana.


.


.


.


Jangan bilang pendek yaak. Sengaja memang hihihi

__ADS_1


jejak nya jangan tinggal ya


__ADS_2