Salah Khitbah

Salah Khitbah
76. SK 2 : KU TUNGGU JANDA MU


__ADS_3

***


"Sayang...bangun..hey.." ucap Akhtar tepat di telinga Zahwa. Mengelus tangan Zahwa sesekali menarik hidung nya dan menarik pipinya dari belakang.


"Hemmgg" Zahwa menggeliat. Ia merinding mendengar suara Akhtar.


"Bangun..Queen.."


"Hmmm" Zahwa berbalik dan seketika itu ia membuka matanya.


Ting!


Hidung mereka tak sengaja bersentuhan. Wajah Zahwa memerah seketika. Ia memejamkan matanya melihat wajah Akhtar semakin dekat.


Dan...


Cup!


Sebuah kecupan mendarat di pipi kirinya kerena ia memalingkan wajahnya.


Akhtar terkekeh kecil melihat Zahwa yang malu-malu. Setelah itu ia menegakkan badannya.


Zahwa melihat jam di dinding.


"Loh?sudah mau Ashar rupanya" gumam Zahwa


Ia menoleh dan melihat Humaira masih tidur tenang di sana.


"Bang Azzam belum pulang?" Tanya Zahwa sambil bangkit dari baringnya dan mengumpulnya nyawanya yang masih belum terkumpul sepenuhnya.


"Mungkin malam nanti" ucap Akhtar. Ia berbicara seperti itu karena Azzam sudah menghubunginya tadi.


"Oh..baiklah"


Setelah itu Zahwa pergi ke dapur untuk membuat teh manis dingin. Entah mengapa ia sangat ingin membasahi tenggorokannya dengan yang dingin-dingin dan segar.


Sedangkan Akhtar duduk di balkon sambil mengecek Handphone nya.


Ia menaikkan alisnya ketika melihat pesan dari Buya Firman.


📩 " Assalamu'alaikum Zi, Abi akan berangkat keluar kota, dan Abi tidak mengizinkan Umi ikut karena takut Umi kelelahan. Bukam bermaksud apa-apa untuk mengganggu kalian. Tapi kapan rencana kalian akan ke rumah, agar Umi ada temannya"


📤 " Wa'alaikumussalam. Baiklah Bi, nanti Zi akan coba bicara pada menantu Abi" Ketik Akhtar di ponselnya.


"Lagi ngapain Bib?" Tiba-tiba Zahwa datang dari belakang. Sambil membawa es teh segelas besar.


Akhtar menoleh dan mengikuti gerakan Zahwa hingga duduk di hadapannya.


"Kenapa di situ, sini!" Titah Akhtar menepuk sampingnya. Zahwa menurut dan pindah ke samping Akhtar


"Ma Syaa Allah..banyak sekali. Memangnya kamu habis segitu?" Tanya Akhtar menarik pelan ujung hidung Zahwa.


"Hu'um, Habib mau? Masih ada koq, biar a- eh "


Belum selesai ia bicara, Akhtar sudah meminum es teh miliknya tepat di tempat bekas bibirnya.


Zahwa merona melihat itu. Ia menatap Akhtar dengan tatapan sedikit kesal.


"Nanti kamu sakit kebanyakan minum es" ujar Akhtar


"Terserah lah" ucap Zahwa mengalah, terlihat bibirnya sedikit mengerucut. Membuat Akhtar mengacak halus puncak kepalanya.


"Oh iya..tadi Abi mengirimkan pesan kalau Umi sendirian di rumah karena Abi akan pergi ke luar kota. Kamu nyamannya masih ingin di sini atau..."


"Kemana pun Habib pergi, aku akan ikut" ucap Zahwa cepat. Membuat Akhtar tersenyum.


"Hmm..saya mau tanya sesuatu sama kamu" ucap Akhtar setelah diam beberapa saat.


"Tentang?"


"Fatih"


DEG! Mendengar nama Fatih dari mulut suaminya membuat Zahwa menelan berat saliva nya.


"A-ada apa de-dengan nya?" Tanya Zahwa gugup menatap mata Akhtar yang juga menatapnya serius.


.


.

__ADS_1


.


Sedangkan di tempat lain.


Zahra sedang berada di sebuah Cafe di tengah kota dengan teman-temannya. Mereka sedang menghadiri syukuran ulang tahun salah satu temannya di sana.


"Aahh...terimakasih banyak Fisya...semoga berkah ya" ucap Zahra memeluk Fisya


"Iya sama-sama, aamiin. Makasih juga loh udah mau dateng dan kasih hadiah lagi, padahal kan ini cuma acara makan-makan doang"


"Ehehe gapapa lah. Kapan lagi ya 'kan kamu dapet hadiah dari aku. Apalagi setelah ini kamu akan ke pindah ke luar kota. Aa...bakal rindu" ucap Zahra memasang wajah sok imut nya.


"Iyuhh...biasa aja kali,Ra"


"Hemm...kalian berisik" tukas Zahra


" Yasudah kalau gitu kita pulang dulu Sya...makasih loh sekali lagi"


"Iya.. Papay Fisya...Zahra pergi ya.. Assalamu'alaikum" ucap Zahra melambaikan tangannya


"Iya..see u. Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh" jawab Fisya sembari menatap kepergian teman-temannya hingga tak nampak terhalang pintu.


Di luar


"Ra yakin pulang sendiri?" Tanya Tasya


"Iya, gapapa nanti ada sopir yang dateng koq"


"Beneran? Kita tinggal nih"


"Iya..ga usah khawatir. Kalian duluan aja"


"Oke deh. Hati-hati ya.."


"Kebalik neng"


"Assalamu'alaikum",


"Wa'alaikumussalam warahmatullah " ucap Zahra


Setelah kepergian teman-temannya ia melihat sekitaran parkiran namun ia tidak menemukan mobil keluarga Syeena di sana.


"Aaaaa..." Pekik Zahra saat tangannya di tarik paksa seseorang.


"Sini pulang sama gue" ucap orang itu


"Heh lepasin!" Ucap Zahra memberontak.


"Ayo gue anter pulang, gausah banyak bacot deh! Tinggal ngikut doang hiss.."


"Lepasin, aku ga mau. Lepas! Lepas! Lepas! Lepasin!" Ucap Zahra hingga ia menghempaskan genggaman di pergelangan tangannya itu terlepas.


Ia mengusap-usap pergelangan tangannya yang sakit, lalu menatap tajam orang itu.


"Ohh..ngebantah loe? Ikutin perintah gue. Masuk mobil gue sekarang!"


"Enggak! Siapa kamu nyuruh-nyuruh aku, bentak-bentak aku. Kurang kerjaan banget ya ngejar-ngejar aku. Aku udah bilang engga suka sama kamu kenapa maksa!" Bentak Zahra


"Itu tau, Lo kenapa nolak gue?, Sekarang rasakan akibat nya, Ayo cepat masuk!" Orang itu kembali ingin menarik Zahra. Namun sebelum itu terjadi, tiba-tiba...


"Stop! Jangan ganggu dia"


Keduanya menoleh ke arah sumber suara.


"U-ustadz Fakhri?" Gumam Zahra melihat orang yang baru berseru itu


"Helleh..siapa loe larang-larang gue" kembali ia menarik Zahra dengan kasar


"Hey..lepas!!" Jerit Zahra


"Jangan kasar sama perempuan, lepasin!"


"Loe siapa nya,ha? Sok ngelindungin. Cih.."


"Saya calon suaminya"


Seketika Zahra melotot mendengar itu.


Orang itu terdiam beberapa saat, lalu ia tertawa dan kembali bersuara.

__ADS_1


"Masih calon, heh jangan ikut campur" ujar orang itu tak percaya dan ingin menarik tangan Zahra.


Namun ia menggeram saat tiba-tiba tangan itu terhuyung dan jadi nya menggenggam angin.


"Aaakhh..." Jerit Zahra saat khimarnya di tarik oleh Ustadz Fakhri dan berlari.


"Hey..Ustadz. Jangan di tarik...aaakhhh"


"Husstt diam! Ayo lari" ucap Ustadz Fakhri tidak memperdulikan ocehan Zahra. Ia terus berlari sambil menarik khimar Zahra hingga ia mendapati mobilnya.


"Masuk!" Titah Ustadz Fakhri membuka pintu mobilnya.


"Hah? Mau ngapain? Antum jangan macam-macam" ucap Zahra menyilangkan kedua tangannya di badannya


Ustadz Fakhri tepuk jidat, lalu mendorong Zahra agar masuk ke dalam


"Aakh...sakiittt"


Setelah itu Ustdaz Fakhri masuk dari pintu kemudi.


"Huh..ha..huh..haahh.." nafasnya tersenggal-senggal capek karna berlari.


Ia melihat orang itu di hadapan mobil mereka. Ia terkejut dan menuntun cepat kepala Zahra agar menunduk.


"Menunduk!" Seru Ustadz Fakhri


"Awss..kepala ku" ucap Zahra.


"Ahh..si*l " ucap orang itu menjambak rambutnya frustasi tak berhasil menemukan Zahra. Setelah itu ia pergi dari sana.


Setelah memastikan sudah aman, Ustadz Fakhri mengangkat sedikit kepalanya, ia melihat orang itu sudah tidak ada di sana. Lalu ia menegakkan badannya


"Huuffft..."


"Uhhh.. kepala ku" desis Zahra mengusap kepaanya. Setelah itu ia menatap tajam pada Ustadz Fakhri. Siap-siap mengeluarkan omelannya. Ia menarii nafas dalam-dalam... Dan..


"Ustadz bisa tidak lebih berhati-hati sedikit. Kau menyakiti ku, kepalaku sangat pusing. Badan ku juga sakit kau hempas tadi. Dasar tidak berperasaan, pandai nya hanya bisa bicara jangan kasar pada wanita, huh!"


"Hmm" ucap Ustadz Fakhri


"Heh? Itu doang? dasar. Mana ngaku-ngaku jadi calon suami ku lagi, hihh" cibir Zahra


"Hmm"


"Dih ni orang ya! Oh ya asal Ustadz tau ya aku itu udah punya calon sindiri tau, huh!" ucap Zahra dengan nada sedikit ketus dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


"Padahal mah tidak. Ahahaha" batinnya tertawa dalam hati.


"Ohh ya?"


"Iya, dan sebentar lagi kita akan menikah. Heh" balas Zahwa


" Benarkah begitu? Heh" ucap Ustadz Fakhri tak kalah ketus.


"Ohh..ya jelas..kita akan segera menikah dongg" ucap Zahra meremeh kan sambil tersenyum bangga


" Ku tunggu janda mu"


SKAK!


Zahra tergelak hingga badannya terjungkit sedikit ke belakang.


"heh Ustadz apaan ini. Bener-bener" gumam Zahra dalam hati


.


.


.


Author kambek nih...yuhuu


Jujur tidak bisa lama-lama meninggalkan kalian dengan sejuta luka eh salah sejuta detik penantian deng. Hihihihi


Kira-kira apa ya yang akan di tanyakan Bebep Akhtar?


Tuh..tuh Zahra sama Ustadz Fakhri kesambet apa tuh??


Jangan lupa jejaknya yaaa

__ADS_1


Tabarakallah 💙


__ADS_2