
"Umi punya anak laki-laki?" Gumam Zahwa
"Iya Kak. Selama ini anak nya Firman ahh salah maksudnya calon suami mu itu tinggal di turki tapi sering bolak balik Mesir untuk dakwah" ucap Ayah Ali.
Membuat Zahwa menunduk malu menyembunyikan pipi nya yang sudah memerah se merah tomat yang sudah matang.
"Jadi bagaimana?" Ucap Buya Firman
"Aku serahkan pada putri ku. Bagaimana Kak?"
Ia menatap lekat mata Ayah Ali dan Bunda Fatimah bergantian. Lalu menunduk memejamkan matanya kuat dan menarik nafasnya perlahan.
"Bismillaahirrahmarirrahiim. Wawa terima" ucap Zahwa
Senyum mengembang di seluruh ruangan.
"Alhamdulillah.." semua orang berseru mengucap syukur.
Setelah itu Umi Alya mendekat dan menyematkan sebuah cincin di jari manis Zahwa.
"Terimakasih sayang...kamu menepati ucapan mu bersedia menjadi anak Umi" ucap Umi Alya terharu sambil memeluk Zahwa
"Iya Umi" lirih Zahwa
Setelah itu pembicaraan berlanjut hingga penentuan tanggal pernikahan. Dan merek sepakat pernikahan akan di adakan 2 minggu lagi.
Buya Firman dan Umi Alya pulang setelah makan bersama di sana. Dan calon pria nya??? Ohh tidak. Dia di sembunyikan, dan akan menjadi kejutan untuk mereka nanti. Mereka akan bertemu saat hari H pernikahan.
"Biar rasanya deg deg gimana...gitu" kata Zahra.
Malam harinya, Zahwa sholat malam Quality time bersama sang Pencipta. Ia memantapkan hatinya untuk menikah dengan pilihan orang tua nya.
Begitu juga di Indonesia sedang berbahagia.
Seseorang di Kairo juga bahagia. Saat mendengar kabar bahwa sepupunya akan menikah, tapi ia tidak tau siapa calon nya. Jangan kan dia si calon pengantin saja tidak tau merek akan menikah dengan siapa.
Ini adalah kabar yang sangat mengejutkan baginya. Pasalnya sepupunya itu sangat tertutup soal wanita. Ia hanya menyibukkan dirinya untuk belajar, mengajar, bekerja dan berdakwah. Hanya itu, soal wanita? Jangan harap ada respon dari nya jika kalian menyinggungnya.
Dan kabar nya ia akan datang pada acara pernikahan sepupunya jadi ia tidak bisa ikut andil dalam mempersiapkan pernikahan nya.
.
.
.
***
2 minggu berlalu dengan cepat. Pagi ini Zahwa sudah siap dengan gaun biru nya yang sangat cantik. Dengan layer di kedua sisinya, payet di seluruh tubuhnya dan make up tipis. Sangat elegan dan memukau.
Sebenarnya, ia menolak untuk di rias, karena ia adalah tipe orang yang paling tidak suka banyak embel-embel di wajahnya. Ia lebih suka polos karena merasa lebih nyaman dan ringan.
Acara pengajian sebelum akad berjalan dengan lancar. Setelah itu adalah acara dimana ia meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk memulai hidup baru. Tangis haru, sedih, bahagia, bercampur jadi satu.
Bahagia Zahwa akan menempuh hidup baru dan menemukan sandaran abadinya. Sedih harus melepas Zahwa dan haru suasana yang penuh dengan cinta.
Aaaaa..๐
Kini Zahwa kembali ke kamar yang sudah di siap kan khusus untuk merias dirinya. 1 jam kemudian Zahwa sudah siap dengan kebaya putihnya. Mahkota indah menempel di kepalanya.
Ia menatap dirinya di cermin. Ia tercengang tidak percaya apakah itu dirinya atau bukan. Sungguh penampilannya sangat berbeda dari Zahwa si polos. Kini berubah bak bidadari yang turun dari kayangan.
"Ma syaa Allah... Mbak nya hally sekalii"
"Iya.. tidak usah di rias juga sudah cantik koq tadi..Ma Syaa Allah..." Terdengar ucap kagum dari MUA yang menanganinya.
Zahwa mendengar itu hanya tersenyum lembut kepada mereka membuat mereka kembali berdecak kagum.
"Kakak....Kakak...Kak Wawa...udah siap be-lum" tiba-tiba Zahra datang teriak teriak. Dan mematung seketika melihat bidadari di hadapannya.
"Wah....Ma Syaa Allah...benarkah ini Kakak ku??? Mbak-mbak... Ini Kak Wawa kan? Ha? Iya kan?" Tanya Zahra dengan bodohnya.
Zahwa terkekeh kecil menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya itu.
"Hiks...Kakak..." Tiba-tiba Zahra melow membuat orang-orang terheran
"Ada apa?"
"Kakak udah mau pergi. Berarti nanti Kakak bakal di bawa ke Turki dong. Hiks...kita kan jarang ada waktu berdua kakak..." Tangis Zahra pecah
Membuat para MUA panik
"Aduh...mbak...jangan nangis dong... Itu make up nya nanti rusak" keluh para MUA gusar. Karena saat merias Zahra tadi sungguh membutuhkan kesabaran ekstra. Karena Zahra yang tidak mau diam saat di rias
"Hey..jangan nangis...kita masih tetap bersama kok" bujuk Zahwa mengerti keresahan para MUA
"Oh iya, tadi Zahra ngapain ke sini?"
"Kan hampir saja lupa. Ayo Kak kita ke ruang khusus. Akad nya akan di mulai" jelas Zahra membuat Zahwa mematung seketika.
Jantungnya berdegup kencang. Tangannya gemetaran.
"Ya Allah, sebentar lagi aku akan berpindah status " batin Zahwa
"Kak...ayo..jangan melamun. Kita pergi sekarang keburu Akad nya mulai kak..." Ucap Zahra
"Hah? I-iya Ayo" ucap Zahwa
Lalu mereka berjalan ke sebuah ruang khusus yang dapat mendengar langsung acara Akad.
Zahra menggandeng Zahwa dan salah satu kerabat membantu Zahwa mengangkat bagian belakang baju Zahwa yang menjuntai agar tidak menyeret.
Zahwa di sambut oleh Linda dan Dini yang juga sangat cantik dengan kebaya dan riasan mereka.
Mereka bertugas sebagai Bridesmaids.
"Wah.. Ma Syaa Allah... Sini Wa... Anti Hally bangeett aww" histeris Linda dan Dini bersamaan.
Zahwa menggeleng dan memeluk kedua sahabat nya itu.
***
"Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq"
Suara lantang menggema. Mengucap ikrar suci, dan para saksi bekata
"Sah!"
Air mata Zahwa luruh begitu saja. Jantungnya lagi-lagi berdegup kencang. Namun ini lebih parah dan berbeda. Entah mengapa suara itu membuat darahnya berdesir.
__ADS_1
Semua orang berdoa dan mengaamiin kan doa yang di bacakan.
"Zahwa kini kau sudah menjadi seorang istri"
***
Kini di depan pintu ruangan itu. Zahwa sudah berdiri di sampingnya ada Zahra dan Helwa.
Dan di belakangnya ada Linda dan Dini. Kerabat dan yang lainnya.
Kini mereka menuntun Zahwa menuju sebuah tempat yang telah di tentukan. Sholawat menggema mengiringi langkah Zahwa.
Mereka berhenti kala Zahwa sudah berdiri di tengah-tengah ruangan dengan tiang bunga indah di kedua sisinya.
Tak lama terdengar sebuah suara musik mengalunkan setiap lirik lagu yang sangat familiar
song: Bidadari surgaku
"Kepada mempelai pria silahkan di jemput istrinya" ucap MC mempersilahkan
๐ถ
Setiap manusia punya rasa cinta
Yang mesti dijaga kesuciannya
Namun ada kala insan tak berdaya
Saat dusta mampir bertahta
Mempelai pria sudah berjalan mendekat kepada Zahwa. Pertama kalinya ia melihat istrinya itu. Walau dari kejauhan tubuh nya sudah panas dingin. Ayolah ia tak pernah bergaul dengan wanita.
๐ถ
Kuinginkan dia yang punya setia
Dan mampu menjaga kemurniannya
Semakin dekat, semakin dekat, semakin dekat
Membuat Zahwa semakin menunduk. Ia meremas kedua sisi gaunnya.
๐ถ
Saat ku tak ada ku jauh darinya
Kini pria yang berstatus menjadi suami nya. Sudah berada di hadapannya.
๐ถ
Amanah pun jadi penjaganya
"Kepada mempelai wanita silahkan mencium tangan mempelai prianya yang kini sudah menjadi suami " ucap MC
Zahwa menatap ragu. Perlahan ia mengangkat tangannya yang gemetaran.
๐ถ
Hatimu tempat berlindungku
Saat hampir mengangkat tangannya dengan sempurna ia tarik kembali. Sedangkan samg mempelai pria sudah mengadahkan tangan kanannya gugup setiap menunggu sang istri yang masih gugu ragu-ragu untuk bersentuhan pertama kali dengannya.
Zahwa mencoba kembali namun entah kenapa tangannya kembali dia tarik. Adegan malu-malu itu diabadikan para jomblo sebagai kenangan atas di injak-injaknya harga diri kejombloan mereka. Aaa semua baper melihat pemandangan indah itu.
๐ถ
"Bismillah, ayo wa bisa! Pasti bisa!" Batin Zahwa menyemangati dirinya.
Dengan pipi merona malu, nafas menderu. Tangan lembut itu kembali mencoba menyambut uluran tangan sang suami
๐ถ
Tuhanku merestui itu
Akhirnya ia berhasil mendarat kan tangan nya di atas tangan sang suami. Hal itu di sambut senyuman oleh sang pemilik tangan.
Semua orang berteriak histeris, tepuk tangan meriah.
"Aaa senyum nyaa" puji beberapa dari mereka.
๐ถ
Dijadikan kau pasanganku
Ia mencium punggung tangan sang suami dengan penuh debaran dan perasaan. Ia kecup agak lama setelah itu mereka bersitatap.
Dan pada akhirnya kecupan di kening nya mendarat tepat pada lirik
๐ถ
Engkaulah bidadari surgaku.....
Berdebar-debar, jiwa kejombloan meronta.
Sungguh inilah yang di nantikan semua wanita, yang mereka impikan.
Setelah itu nampak sang memoelai pria memegamg ubun-ubun mempelai wanita dan membacakan do'a di sana.
Riuh tepuk tangan meriahkan suasana. Membuat kedua pasangan pengantin baru itu merona.
Linda dan Dini tidak pernah menyangka bahwa Umi Alya memiliki anak setampan ini. Mereka cukup terkejut melihat sosok pangeran yang menjadi pendamping hidup Zahwa.
Keduanya kini beralih ke meja akad untuk mengurus segala yang berhubungan dengan surat menyurat.
***
Air mata Zahwa tumpah saat sungkeman pada kedua orang tuanya. Ia menerima semua wejangan yang di berikan oleh Ayah Ali dan Bunda Fatimah.
"Selamat ya. adek abang sudah punya suami. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Berbaktilah padanya, karena surgamu ada ada pada nya. Semua tanggung jawab Abang, Abang serahkan pada mu. Tolong jaga ia, sayangi ia. Sungguh aku tidak tega melihat adik lu bersedih atau menitikkan setetes air mata. Aku tidak akan membebaskam orang yang menyakitinya. Tidak! Aku sangat menyayanginya tolong cintai ia sepenuh hati mu" ucap Azzam yang tanpa sadar meneteskan air mata.
Zahwa langsung memeluk Azzam dengan erat. Air matanya tumpah memeluk Abang kesayangannya yang selalu menjaga, melindungi, menjadi sandaran nya ketika sedih dan yang samgat menyayanginya.
Hingga sang suami mengusap pundaknya untuk memenangkannya baru lah ia melepas pelukannya dan mengontrol emosinya.
"Aku berjanji akan menjaganya dan mencintainya sepenuh hati ku" ucap suaminya kepada Azzam
"Ku pegang kata-kata mu" ucap Azzam menepuk pelan pundaknya.
Sang Adik ipar pun mengangguk yakin.
__ADS_1
Setelah selesai mereka kembali ke pelaminan dan menerima segala ucapan selamat dari para tamu undangan. Sebenarnya saat acara Akad ini, tidak terlalu banyak yang hadir. Rencana akan mengundang banyak saat resepsi nanti.
"Selamat atas pernikahan kalian. Semoga sakinah, mawaddah dan warohmah. Serta di karuniai keturunan yang shalih nan shalihah" ucap seseorang yang baru saja naik ke pelaminan.
Awalnya Zahwa terkejut namun ia kembali normal dan menyambut ucapan itu.
"Ahh...Fatih akhirnya kau datang juga. Aku kira kau akan menetap di sana selamanya dan tak sudi datang di hari ku"
Fatih terkekeh kecil menanggapi ucapan sepupunya itu.
"Tidak mungkin aku tidak datang. Ini adalah hari bahagia mu, maka aku juga harus turur di dalamnya" ucap Fatih merangkul sepupunya lalu mereka tertawa bersama.
Saat tamu yang naik ke pelaminan sudah mulai surut. Zahwa mengentak-hentakkan kaki nya pelan. Tumit kakinya sangat pegal berdiri lama.
Tiba-tiba ia tercengang melihat suaminya pergi meninggalkan nya sendiri di pelaminan. Membuat semua mata menatap aneh pada mereka.
Zahwa yang tidak tau harus berbuat apa hanya bisa duduk dan merapihkan gaunnya yang sedikit berantakan.
Saat sedang asik menunduk melepaskan kaitan benang dengan sepatunya. Tiba-tiba ada suara yang terdengar merdu di telinga Zahwa memanggilnya.
"Queen..."
DEG!!!
De javu. Otaknya memutar kilasan mimpi nya dulu. Pemuda dalam mimpi yang memanggilnya Queen-ku. Sangat cepat otak nya konek kala mendengar panggilan itu.
"Ya Allah..dia adalah jodoh ku. Dia lah isyarat pada mimpi ku" batin Zahwa
Ia mendongakkan kepala nya ke atas dan benar itu adalah suaminya. Ia berdiri dan menatap suaminya yang sepertinya mengerti arti tatapannya.
Perlahan ia meraih tangan suaminya dengan jantung berdegup kencang. Dan mencium tangan itu agak lama. Setelah itu ia berkata.
"Engkau lah takdir ku" ucap Zahwa lembut sambil tersenyum manis.
"Kau milik ku. Zaujati, Habibati, Queen ku" ucap sang suami sambil mengelus pipi Zahwa yang merona
Membuat Zahwa kembali terpana. Dan mengangguk pelan.
Lalu sang suami pun mencium keningnya lama.
Sang fotografer tak melewatkan adegan alami itu. Ia sangat puas dengan hasil tak di rencanakan ini. Padahal tadi saat mereka sesi foto keduanya tampak canggung, kaku dan masih malu-malu. Tapi kini, ia sangat puas dengan hasil jepretannya.
Tatapan aneh itu seketika berubah menjadi tatapan haru dan bahagia. Suasana menjadi riuh saat hujan bunga mawar turun mengisi panggung pelaminan.
****
"Aa..."
"Hah?" Zahwa menatap sendok yang menggantung di depannya.
"Ayo buka mulut mu, Queen ku pasti lelah kan" ucap Sang suami sambil menyendokkan nasi yang ia ambil tadi. Bukan berniat meninggalkam Zahwa sendiri di pelaminan tapi ia tau istrinya itu pasti lelah dan belum makan juga. Itulah sebabnya ia mengambil nasi dan juga minumnya.
Zahwa tersenyum lalu membuka mulutnya dan menerima suapan dari suaminya.
"Terimakasih" ucap Zahwa lalu mengambil sendok nya dari tangan sang suami dan bergantian ia yang menyuapi sang suami. Jadilah mereka makan dalam satu piring, satu sendok dan saling suap-suapan.
Aahhh, jomblo di larang buka mata. Ntar pulang dari kondangan Zahwa pada kebelet nikah merengek sama mak di rumah ๐คฃ
Seseorang di ujung sana menatap mereka dengan pandangan yang tidak bisa di artikan. Ada rasa bahagia saat mengetahui sepupunya akan menikah. Tapi ada nyesek juga kala yang melihat istri dari sepupunya sendiri adalah wanita yamg pernah mengisi relung hatinya.
"Semoga kalian selalu bahagia. Aamiin"
***
Sungguh bahagia saat kita sudah menemukan pelabuhan terakhir kita. Sudah cukup berkelana dengan perahu yang lalu-lalu.
Pengorbanan yang di lakukan Zahwa tidak sebanding dengan kebahagiaan yang ia dapatkan saat ini.
Kecewa? Boleh asal jangan berlarut. Karena Allah sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih baik untuk kita di ujung sana.
Dan ini lah buah kesabaran Zahwa yang berujung manis. Tidak ada lagi ungkapan yang bisa mengungkapkan apa yang ia rasakan saat ini.
Hidup nya akan berubah setelah ini. Status baru, keluarga baru, juga semua serba baru.
"Inikah buah dari kesabaran ku? Pengorbanan ku dahulu? Terima kasih ya Allah, Engkau mengganti kesakitan ku yang dahulu dengan sesuatu yang manis bahkan tidak pernah aku bayang kan sebelumnya. Semoga bahagia selalu menyertai kami.
Dan teruntuk suami ku. Entah sejak kapan aku berdebar saat bersama mu. Aku tidak mengenal mu bahkan tidak pernah sekalipun aku bertemu dengan mu. Tapi takdir mempertemulan kita dan mengikat kita dalam ikatan suci pernikahan, hubungan yang halal.
Satu yang harus kamu ketahui. Aku mencintaimu setelah kau berjabat tangan dengan Ayah ku dan menebus ku kepada Allah dengan ikrar suci mu"
~Zahwa Mary Equeena
*****
๐BARAKALLAH๐
ZAHWA MARY EQUEENA
...& ...
^^^AKHTAR QABEEL ALFAREZI^^^
Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah. Aamiin
..._ _ _ _ _ _ END _ _ _ _ _ _ ...
...Inilah akhir dari kisah seorang Zahwa Mary Equeena....
.
.
Terimakasih kepada seluruh pembaca novel ini, terima kasih banyaak..๐
Masih banyak kurang dari cerita ini dan masih jauh dari kata bagus. Ana sadar akan hal itu.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Ana belain begadang demi kalian, padahal besok ada masuk pagi. Hiks
Tapi tidak apa lah demi hari bahagia Zahwa. Dan akhir dari cerita pengorbanan dan kisah cinta Zahwa.
Wahh bab sebelumnya tuh dikit banget cuma lima ratusan. Dan emang niat banget tuh buat nya begitu. Maaf yak๐ Persiapan mental aja sebelum baper-baperan di bab ini, ehe ๐คฃ
Bab terpanjang nih, awww 2k333 kata. wauuww
Jangan lupa tinggalin jejak nya yaaa๐
Tunggu cuap-cuap ana setelah ini yaaa
__ADS_1
Babayy....
Tabarakallah๐