Salah Khitbah

Salah Khitbah
137. SK 2 : KEMBALI


__ADS_3

Kakinya seperti sudah tidak bertenaga, perutnya juga kembali terasa kram. Sepertinya baby di dalam sana mengerti ketakutan sang Mommy dan mencoba menenangkannya, Zahwa merasakan seolah ada yang mengatakan "jangan takut Umma, Ada ana disini. Umma tidak sendirian"


Kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinganya. Matanya menangkap bagian atas Ka'bah. Ia segera menerobos kerumunan mencari tempat yang agak sepi. Berdiri menghadap ke kiblat (ka'bah) ia melaksanakan sholat taubat. Memohon ampun pada Allah, dan meminta petunjuk agar di satukan lagi dengan keluarganya.


Saat sedang sujud, ia merasakan ada beberapa orang yang mendatanginya dan duduk di dekatnya dan mengelilinginya.


Tanpa menghiraukan apapun ia tetap khusyu' dalam sholatnya. Dalam sholatnya kali ini ia mendapat ketenangan yang amat damai, mendapat kelapangan hati yang amat melegakan dadanya.


"Aamiin" mengusap wajahnya dengan kedua tangan selepas ia selesai berdoa. Ia lanjut kembali dengan sujud syukur. Tak lama Zahwa bangkit kembali dan duduk bersila, untuk meregangkan otot pinggangnya. Tangannya terus bergerak mengelus perut nya seraya beristighfar dan bersholawat.


Ia sadar ia sendirian saat ini, hanya di temani bayi dalam kandungannya. Tapi ia sudah tidak se-linglung tadi. Ia diam membisu duduk tenang dan merasakan manis nya iman. Ketika tidak ada siapa-siapa hanya Allah yang kita punya. Itu lah yang Zahwa Mary Equeena rasakan saat ini.


Sudah berapa lama ia sendirian di sana, tapi ia merasa sedikit anegh karena orang yang di sampingnya tidak juga pergi. Ia tidak mau berfikir macam-macam akhirnya hanya bisa duduk menunggu pertolongan.


Sedangkan di sisi lain


"Kemana kita akan mencari Wawa?" Tanya Bunda Fatimah sangat khawatir.


Akhtar diam menenangkan diri dan mengingat saat dimana genggaman tangan mereka terlepas.


Umi Alya dan Bunda Fatimah berpelukan. Sedangkan Ayah Ali dan Buya Firman meminta bantuan pemimpin rombongan untuk mencari Zahwa dan menanyakan keberadaan orang hilang kepada petugas asal Indonesia yang juga kenalan mereka.


Semua dibuat panik akan hilangnya Zahwa. Karena waktunya untuk melanjutkan Sai antara Safa dan Marwah 7 kali bolak balik, mereka hanya bisa berharap laporan Zahwa sudah di temukan segera mereka terima.


Kembali lagi pada bumil tersesat ini.


"Sepertinya sudah cukup lama aku berada disini. Aku harus segera bergegas karena semakin lama, rombongan ku akan semakin jauh" batinnya tersadar


"Bu.. maaf, Indonesia?" Tanya seorang wanita paruh baya yang jalan dengan terseok padanya


"Em.. iya benar, saya dari Indonesia" jawab Zahwa pelan


"Alhamdulillah.. akhirnya ada yang dari Indonesia. Ibu sendirian? Kemana teman-teman ibu?" tanya wanita itu sopan.


"Em.. saya tersesat bu, saya terpisah dari rombongan saya"


"Subhanallah ! Kita sama nak" ucap wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Tiba-tiba ibu tersebut merasakan kakinya sudah tidak mampu menopang tubuhnya. Sebelum si ibu tumbang Zahwa segera menahan tubuhnya dan membantu si ibu berdiri tegap.


"Ibu.. gapapa?"


"Kaki ibu lemas.. sejak tadi ibu mencari bendera indonesia. Dan akhirnya ibu mendapatinya dari kain yang melingkar di lengan mu ini" ujar ibu tersebut mengalihkam perhatian Zahwa pada kain kecil berwanaerah putih yang di ikatkan di lengannya sebagai tanda pengenal.


"Nak.. kamu sudah lama duduk disini?"


"Iya bu, sedari tadi saya menenangkan diri di sini"


"Nak.. lebih baik kita lanjutkan ibadah kita, semoga nanti kita bertemu rombongan kita di jalan"


Zahwa mengangguk setuju, karena memang itulah yang ingin lakukan dari tadi. Mereka pun berjalan menuju keran air zam zam untuk melegakan dahaga mereka. Setelah itu mereka berdua bersama-sama Sa'i dari shafa ke marwah.


Zahwa dengan sabar membantu dan menuntun ibu tersebut. Setelah seluruh rangkaian ibadah telah tuntas. Mereka memutuskan untuk keluar dari area Masjidil Haram.


Zahwa kembali bersedih sampai saat ini ia belum bertemu dengan suaminya. Mata Zahwa sudah berkaca-kaca. Tapi ia segera menghapus air matanya. Ketika si ibu berseru memanggil anaknya.


" Ibu!"


"Anakku!"


"Hiks..anakku.. ibu mengira tidak akan pernah bertemu dengan mu lagi hiks.." isak ibu tersebut memeluk erat tubuh putranya.


Setelah beberapa saat mereka melerai pelukannya. "Bu, ini siapa?" Tanya pria di depannya kepada sang ibu


"Ini adalah wanita yang membantu ibu nak, kita sama-sama terpisah dari rombongan. Dia juga saudara kita dari Indonesia"


"Terimakasih karena sudah menolong ibu saya" ucap pria itu menunduk sopan


Zahwa membalasnya dengan mengangguk lalu ia berbalik menelusuri sekitar dengan ekor matanya. Berharap bertemu dengan keluarganya disini.


"Mm..mbak jangan kemana-mana ya. Saya mengantar ibu saya duduk di sana dulu. Setelah itu saya akan membantu mbak bertemu rombongan mba lagi"


Zahwa kembali menunduk pertanda ia setuju


Saat dirinya sedang menunggu, tiba-tiba ia melihat beberapa orang yang tadi mengelilinginya saat sholat mendekatinya.

__ADS_1


Tapi.. ini lain, mereka tampak ramah seperti menyambut Zahwa. Salah satu dari mereka mendekat


"Assalamu'alaikum ya ukhty"


"Wa'aaikumussalam" ucap Zahwa


"Dari tadi saya melihat ibu sendirian, saya melihat kain ini kebetulan saya mengenal hotel langganan travel ini, jika berkenan mari saya bantu ke hotel"


"Benarkah anda mengenal dimana rombongan Al-Hijr Travel Haji&Umroh??" Taya Zahwa memastikan


" In Syaa lah saya sangat mengenalnya karena saya sudah di hubungi bahwa ada salah seorang anggota jamaah Umroh dari Al-Hijr yang terlepas dari rombongan"


"Ini kartu nama dan tanda pengenal saya"


Zahwa menatap kartu nama orang yang ingin menyankinkannya ini.


"Bismillah.. ya Allah aku bersetah diri kepadamu, tunjukilah aku jalan yang lurus dan dekatkan lh kepadaku orang-orang yang Engkau Ridhoi" doa Zahwa dalam hati sebelum ia menganggukan kepala tanda ia menyetujui pertolongan orang di depannya ini.


Setelah mendapat persetujuan itu, orang tersebut kembali meminta izim kepada lelaki anak dari ibu yang bernasib sama dengannya tadi.


Setelah bertukar nomor telfon, ia kembali mendekati Zahwa lalu menuntunnya menuju hotel rombongan Al-Hijr Travel Haji dan Umroh.


Tak butuh waktu lama, hanya dengan berjalan selama sepuluh menit. Mata Xahwa menggenang saat melihat Suaminya berdiri di depan hotel dengan khawatir.


" Habibie! "


"Queen" lirih Akhtar saat melihat Zahwa berdiri di depannya dengan keadaan baik-baik saja.


"Hiks..hiks..." Zahwa menangis memeluk Akhtar


Tak henti-hentinya mereka bersyukur di peraatukan kembali oleh Sang Maha Kuasa.


Akhtar berbicara sebentar dengan orang yang membawa Zahwa, juga pimpinan travel yang berterimakasih kepada mereka.


"Bunda..Ayah.." lirih Zahwa berhambur kepelukan mereka


Ayah Ali mengusapkan tangannya lembut ke kepala sang putri. Bengitu juga dengan Bunda Fatimah yang mengelus pipi Zahwa.

__ADS_1


Setelah semua nya sudah selesai dan aman mereka masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


__ADS_2