Salah Khitbah

Salah Khitbah
65. SK : SEBENTAR LAGI


__ADS_3

***


"Dia adalah seorang pemuda yang In Syaa Allah sholeh dan bertanggung jawab. Ayah juga sudah yakin dengannya tapi balik lagi keputusan ada di tangan Kakak. Kakak tau kan bagaimana hukum nya jika seorang pria sholeh datang melamar?" Lanjut Ayah Ali


"Iya Yah" ucap Zahwa mengangguk


Bimbang


Hatinya kini bimbang. Entah apa yang harus ia lakukan. Pasalnya ia tidak pernah memikirkan tentang pernikahan setelah peristiwa SALAH KHITBAH kemarin. Hatinya masih gamang untuk memulai hubungan serius.


"Bagaimana nak? Kamu menerima nya?"


Pertanyaan itu membuat Zahwa menatap intens Ayah Ali yang juga menatapnya. Ia diam cukup lama. Hingga Akhirnya


"A-Ayah... Apakah Wawa boleh memikirkannya dulu?" Tanya Zahwa


Ayah Ali menghela nafas pelan lalu mengangguk.


"Baiklah. Tapi Ayah minta pikirkan baik-baik"


"Iya Yah"


Setelah itu mereka kembali melanjutkan menontonnya. Hingga saat hari sudah larut mereka kembali ke kamar masing-masing.


Zahwa menatap rembulan yang bersinar terang. Wajahnya di terpa sinar indah malam itu.


Ia menatap langit dengan menopang dagu nya dengan tangan kanannya. Sedangkan tangan kirinya mengetuk-ngetuk pinggiran jendela dengan kuku nya.


_-_-_-_-_-_-_-_-_


πŸ’Ÿ TAUSYIAH CINTA πŸ’Ÿ


'Mereka berdua saling mendoakan satu sama lain, sedikit yang mereka tahu bahwa Allah sudah menentukan taqdir mereka satu sama lain bahkan sebelum mereka di lahirkan'


Membaca artikel di hp nya itu membuat Zahwa kembali mengingat kenangan lama. Ia hanya tersenyum getir lalu melanjutkan membaca artikel tersebut.


'Ada yang diam-diam menaruh masih harap, dia rajin memintamu dalam do'a nya. Walaupun ia tau keterkabulnya do'a nya sepertinya jauh dari kata MUNGKIN'


"Benarkah? Masih kah dia menaruh harap sama seperti ku?" Batin Zahwa dengan pikiran yang mulai oleng.


Tiba-tiba sekelebat bayangan tentang pemuda yang di mimpi nya itu juga pria yang menolongnya di pasar kala itu, kini mengisi pikirannya.


"Astaghfirullah...Apa yang terjadi dengan ku? Mengapa aku merasa seperti ada ikatan yang sangat membayang-bayangi ku terhadap kedua pemuda itu? Siapa mereka?" Zahwa memijit pangkal hidungnya. Kepalanya pusing saat mencoba mengingat wajah pria yang ada di mimpinya itu.


🌻🌻🌻


Jangan khawatir, bila sudah waktunya,

__ADS_1


Allah sendiri yang akan mempertemukan.


Bila taqdir nya memang bersama,


Allah sendiri yang akan mendekatkan


🌻🌻🌻


***


"Ayah mengapa Buya dan Umi datang ke sini?" Tanya Zahwa kepada Ayah Ali


Ayah Ali merangkul Zahwa dari samping lalu mencium pucuk kepalanya seraya tersenyum.


"Nanti Kakak akan tau. Sekarang masuk dulu ya, bersiap dengan rapi jangan turun sebelum Bunda yang datang ke kamar ya" ucap Ayah Ali


Zahwa mengangguk dan pergi ke kamar menuruti perkataan Ayah Ali.


"Mungkin hanya pembicaraan orang tua saja. Ayah bilang Buya Firman kan adiknya Om Sam" batin Zahwa tak menaruh curiga. Ia menganggap mungkin hanya silaturrahmi saja.


Β 


FLASHBACK ON


Selepas membaca artikel yang membuat hatinya kembali merana. Ia memutuskan untuk sholat dua rakaat. Setelah itu ia tidur dalam kantuknya setelah sholat.


Saat di meja makan


Semua orang makan dalam diam. Hingga akhirnya mereka berkumpul di ruang keluarga karena hari ini adalah hari libur, Ayah Ali memutuskan untuk tidak ke kantor.


"Bagaimana nak? Apa sudah ada jawaban?" Tanya Ayah Ali


Zahwa mengangguk


Seketika senyum mengembang di bibir Ayah Ali


"Alhamdulillah..." Batin Ayah Ali berucap syukur.


3 hari setelahnya Ayah Ali menjelaskan kepada nya seperti apa calonnya itu. Yang membuat Zahwa heran, Ayah Ali tidak mberi tau nama, asal,juga keluarganya. Ayah Ali hanya mengatakan.


"Dia dari keluarga in syaa Allah baik, Kakak juga akan sependapat jika sudah menikah dengannya nanti"


Namun Zahwa tidak terlalu memikirkan itu, karena dirinya di jodohkan. Jadi, ia yakin akan pilihan Ayah Ali.


"Tidak mungkin Ayah menikahkan ku dengan pria sembarangan" itu yang ada di benak Zahwa.


1 bulan telah berlalu. Hari perpisahan Zahwa sudah berlalu. 2 tahun mengabdi di Al-Anshor sudah selesai. Memang berat namun pada akhirnya merek harus sama-sama saling menerima dan bejanji akan selalu memberi kabar dan meet jika ada waktu yang pas.

__ADS_1


Sempat beberapa hari mereka menginap di rumah masing-masing secara bergantian.


3 hari di rumah Zahwa, 3 hari di rumah Linda dan 3 hari di rumah Dini. Jadi pas, adil. Dan mereka juga mengajak teman-teman yang dekat dengan mereka dan memiliki waktu yang luang.


Dan setelah itu ia menganggur di rumah. Jadi ia putuskan untuk mengajar mengaji di mesjid seperti yang ia lakukan dulu di Pesantren.


FLASHBACK OFF


Β 


Sepertinya Zahwa lupa bahwa 2 minggu setelah perpisahannya di pesantren, calon mertuanya akan datang untuk silaturrahmi sekaligus membicarakan hal-hal penting.


Zahwa berdiam diri di depan lemari menatap jejeran Abaya nya.


"Ya Allah..koq aku masih penasaran ya. Apa hal yamg membuat Buya dan Umi datang kemari. Dan lagi, alu di suruh bersiap-siap haiissh.." ucap Zahwa mondar-mandir


"Oh..apa mungkin Ayah menyuruh ku bersiap karena ingin menyambut guru ku dengan baik ya? Ah iya mungkin benar" ucap nya sambil tersenyum yakin.


Ia memilih Abaya yang akan ia pakai. Pilihannya jatuh pada Abaya yang baru saja ia beli bersama Bunda Fatimah beberapa hari yang lalu.


Setelah itu ia mengambil pashmina jumbo nya dan melilitkannya di kepalanya. Lalu mendekatkan diri ke meja rias. Dan memoles wajahnya dengan bedak bayi dan lipbalm color agar tidak pucat.


Setelah itu ia menatap pantulannya di cermin. Ia berputar-putar di sana. Ayolah ia masih seperti anak kecil apabila sedang memakai baju kembang ia akan berputar akan baju nya mengembang indah. (Hayoo ngaku siapa yang sekarang masih begitu???🀣 Jujur ana juga masih gitu πŸ™ˆπŸ€£)


Tak lama


Ceklek..pintu terbuka


Nampaklah Bunda Fatimah sedang menatapnya dengan senyum penuh arti. Zahwa yang terciduk karena berputar seperti anak-anak tersenyum kikuk lalu menyengir


"Ehehehe"


"Sudah siap sayang?" Tanya Bunda Fatimah


"Sudah Bunda. Wawa mau menyambut guru Wawa kan makanya Ayah menyuruh bersiap" ucap Zahwa antusias.


.


.


Siap-siap yaa... Tidak lama lagiπŸ™‚πŸ˜’


Menuju END?


Yuk jejak nya jangan tinggal yaaa


ummuuaachhh sayang kalian semuaa😘😘

__ADS_1


__ADS_2