
Tak lama Helwa datang dengan membawa susu di tangannya.
"Yeayy... Susu Maila udah datang..." Sorak gembira Maira bertepuk tangan
"Ini sayang" Helwa menyodorkan gelas susu itu pada Maira yang langsung di terimanya.
"Matasi Ummmaaa"
"Sama-sama sayang..."
"Baca bismillah dulu" ucap Akhtar sebelum Maira meminum susunya.
Maira mengangguk lalu membaca basmalah sesuai perintah Om danteng :)
Perhatian semua orang beralih pada Maira yang sedang meneguk susunya.
Hingga akhirnya Helwa menatap Akhtar dansuaminya bergantian.
" Emm...Maaf adik ipar, tadi dini hari..kamu masak sesuatu ya?" Tanya Helwa hati-hati
"Hm? Kakak tau dari mana?iya memang benar saya masak gado-gado jam 2 tadi" jawab Akhtar
"Sebenarnya.. saya terbangun saat mendengar suara tadi malam. Jadi saya keluar dan..melihat Dik Zahwa sedang duduk menonton tv sambil minum air es lalu saya ke dapur untuk mengambil minum. Ternyata kamu sedang memasak sesuatu" jelas Helwa
Akhtar tersenyum kecil, lalu menjawab
"Iya Kak, itu benar. Saya juga heran mengapa tiba-tiba ia terbangun tengah malam dan meminta makan. Dan makananya itu tidak ada yang jadi, dan ia mau saya yang memasaknya langsung" ucap Akhtar membuat Helwa dan Azzam saling pandang
"Oh..begitu ya. Oh iya sekarang dimana dia? Tumben sekali jam segini dia masih berkurung" tanya Helwa lagi
"Subuh tadi kepalanya sangat pusing, jadi ia meminta izin untuk tidur lagi sebentar. Mungkin terlalu nyenyak jadi sampai sekarang belum bangun" ucap Akhtar memberi tau , lagi-lagi membuat Azzam dan Helwa saling tatap penuh arti
"Zahwa tidak akan bisa tidur lewat dari jam 9 Tar, jam 8 saja ia sudah bangun karena tubuhnya kaku terlalu lama tidur. Coba sekarang lihat dia, mana tau Wawa sudah bangun" ujar Azzam ikut menimpali
Akhtar setuju, lalu ia pamit ke atas mengecek istrinya smbil membawa teh nya.
***
Tangan Akhtar membuka pintu kamar, langsung menampakkan seorang wanita yang sedang tertidur pulas seperti seorang ratu.
Akhtar duduk di sofa, menatap langsung se arah Zahwa sambil sesekali menyeruput teh nya.
15 menit kemudian, Zahwa menggeliat dan mereganggkan otot-ototnya yang kaku.
Akhtar melirik jam, lalu menyunggingkan senyimnya saat membenarkan perkataan Azzam, Zahwa akan bangun tidak lewat dari jam 9.
Ia berjalan mendekati Zahwa ke ranjang. Ia ikut naik ke atas lalu menumpu satu tanggannya di kepalanya.
Sedangkan tangan yang satu lagi, ia gunakan untuk mengelus pipi dan rambut Zahwa.
"Eengggh.." Zahwa menggesek-gesekkan kakinya lalu menatap Akhtar.
"Pagi sayang.." sapa Akhtar tersenyum manis.
Zahwa membalas senyum itu dengan senyum juga.
"Pagi juga Sa- Empppt...hoek..emptt.." ucapan Zahwa terpotong saat perutnya terasa berputar dan naik hingga membuat ia mual dan ingin muntah.
__ADS_1
"Hoekk.." dengan segera ia bangun dari ranjang. Dan berlari secepat kilat ke kamar mandi.
"Sayang...kamu kenapa" teriak Akhtar ikut berlari mengikuti istrinya dari belakang.
"Hoek...hooeekk...hig..uhuk..uhuk..emmmp..hoekk..." Zahwa memuntahkan isi perutnya di westafel.
Dahinya menyerngit ketika melihat muntahan nya utu cairan berwarna kuning. Seketika tubuhnya lemas, tenaganya habis hanya untuk memuntahkan cairan itu saja, cairan yang entah apa ia tidak tau sendiri apa itu.
"Sayang...kamu kenapa hm?" Kamu baik-baik saja?" Tanya Akhtar menopang tubuh Zahwa yang akan tumbang
"Emmpptt...hoekk..per..hoek..gi..hoek..hoek.." lagi-lagi Zahwa merasa mual terlebih saat ia di pelukan Akhtar dan mencium aroma yang membuat perutnya tertekan dan ingin muntah lagi
"Habibie...pergi..jangan dekat-dekat..emptt.." usir Zahwa dengan sisa tenaganya ia mendorong Akhtar agar menjauh darinya.
"Iya..tapi katakan dulu ada apa ?" Tanya Akhtar frustasi
"Pergi!! Jauh sepuluh langkah" titah Zahwa
"Hah? Sayang.. kamu kenapa??"
"Aku mohon..nurut dulu Bib..hoek..."
Akhtar merasa kasihan dengan Zahwa akhirnya menurut dan mundur sepuluh langkah menjauh dari Zahwa.
"Baiklah..baiklah.. sudah"
"Hem..huufft...huh..hah...huhfftt" Zahwa mengatur nafasnya setelah itu jalan ke tempat tidur dengan kaki yang lemas.
"Sayang..apa yangvkamu rasakan? Ayo coba katakan" tanya Akhtar frustasi dan akan melangkah
"Stoop!!! Jangan mendekat Bib" larang Zahwa
Ia hanya bisa menatap istrinya yang sedang merebahkan diri dengan keadaan lemas dan wajah yang sangat pucat. Dan lihat lah, untuk mengelap keringat di keningnya saja ia tidak bisa.
Ayolah.. sungguh ia merasa tidak berdaya saat ini. Ia mengacak rambutnya gusar. Apa yang harus ia lakukan saat ini. Hiks..ia meringis dalam hati.
Tok..tok..tok..
Suara ketukan pintu berhasil menganggkat kepala Akhtar.
" Nak..nak..ada apa..?? Ini Bunda.."
Hem.. ternyata Bunda datang. Zahwa sih, suaranya seperti ingin mengajak perang saja. Sampai-sampai semua orang mendengarnya dan membuat Bunda harus capek-capek naik ke atas.
Akhtar bergerak membuka pintu dengan badan lesu.
"Bunda.."
"Nak..ada apa?" Mengapa Bunda mendengar keributan?"
"Bu- "
"Bunda..." Belum sempat Akhtar menjawab suara lirih Zahwa terlebih dahulu terdengar memanggil Bunda Fatimah
"Masuk saja Bunda" Akhtar memberikan jalan pada Bunda Fatimah. Dan mengikutinya dari belakang.
"Sayang...Ya Allah..nak..kamu kenapa?" Tanya Bunda panik melihat Zahwa terkulai lemas dengan wajah pucat pasi.
__ADS_1
"Nak, cepat ambil air hangat" titah Bunda Fatimah pada Akhtar yang langsung mengangguk patuh dan berlari ke bawah.
Tindakannya itu tidak luput dari perhatian semua orang.
"Kak Akhtar kenapa?" Tanya Zahra pada semua orang yang di balas gelengan
Tak lama Akhtar kembali muncul dan berjalan terburu-buru dengan membawa segelas besar air hangat.
"Nak..ada apa?" Tanya Ayah Ali
"Wawa muntah Yah, ia sangat pucat saat ini" balas Akhtar cepat kembali lari ke atas.
"Wawa! Kak Wawa! Dik Zahwa! " Pekik mereka semua.
Dengan langkah berbondong mereka naik ke atas untuk melihat kondisi Zahwa.
"Kamu kenapa nak?"
"Bunda..." Dengan sisa tenaga yang tinggal sedikiit lagi. Ia menceritakan apa yang ia rasakan dan ia alami. Terlebih saat Akhtar mendekatinya.
Bunda Fatimah mengulum senyumnya, tersirat pengharapan besar di dalam hatinya, ia berdoa saat itu juga semoga dugaannya benar dan menjadi kenyataan.
Bunda Fatimag beranjak untuk mengambil sesuatu.
"Di sebelah sana Bunda" lirih Zahwa mengarahkan
Setelah Bunda Fatimah mendapat apa yang ia inginkan, ia kembali duduk di samping Zahwa.
Tak lama Akhtar masuk dengan tergesa-gesa, memberi minum itu pada Bunda Fatimah.
"Tidakk!!! Jangan mendekat!! Emmppttt" Teriak Zahwa sudah siap menutup mulutnya.
"Eh..eh.. iya iya.." Akhtar mundur jauh-jauh sebelum ia kena semprot.
Bunda memberikan minum itu pada Zahwa yang diminumnya langsung. Setelah itu Bunda Fatimah memberikan sepasang pakaian ganti untuk Akhtar.
"Nak..kamu pakai parfum?"
"Iya Bunda, ini yang biasa saya pakai"
"Cepat ganti pakaianmu dengan ini" ucap Bunda menyodorkan pakaian itu.
"Baik Bunda"
Akhtar pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaiannya, dengan yang tidak berparfum.
Setelah selesai, ia keluar dengan pakaian baru.
"Sayang.. ini pakaian yang tadi di taruh dimana? Ini masih bersih" tanya Akhtar mendekat sambil membawa baju itu
"Emmptt..hoekk..."
"Nak..bawa baju mu itu keluar dari sini. Istri mu tidak tahan dengan baunya" ucap Bunda tepuk jidat.
"Ha? Oh iya. Baik Bunda "
***
__ADS_1
review nya lama, huhuhu...
jangan lupa jejaknya yaaa✨