Salah Khitbah

Salah Khitbah
43. SK : DO'A DALAM CINTA


__ADS_3

***


Dua tahun berlalu


Namun kabar tak kunjung datang. Gadis cantik itu sedang berkumpul dengan teman-temannya. Kini ia sudah di nobatkan sebagai Hafidzah Qur'an di hari penamatan nya kemaren.


Persis seperti rencananya yang ia katakan pada Umi Alya dulu. Ia akan mengabdi dulu untuk sementara di Pesantren Al-Anshor tentu sudah dengan izin kedua orang tuanya.


Tak lama lewat salah satu Ustadz idaman mereka, siapa lagi kalau bukan Ustadz Fakhri. Matanya sempat bersitatap dengan Zahwa tetapi tak berlangsung lama karena Zahwa langsung menunduk.


Ia melirik ternyata Ustadz Fakhri masih berada di tempatnya. Menimbulkan tanda tanya bagi teman-teman yang lain.


Terlihat Ustadz Fauzan menepuk bahunya lalu mereka melanjutkan perjalanan mereka. Lamunan Zahwa melayang pada kejadian seminggu yang lalu. Ketika Ustadz Fakhri datang untuk mengkhitbahnya. Tetapi ia menolaknya, bukan hanya karena alasan surat itu. Bahkan ia sudah istikharah tetapi tidak ada keyakinan pada hatinya. Itulah alasan yang ia sampaikan waktu itu. Mendengar jawaban Zahwa Ustadz Fakhri mencoba untuk ikhlas, berarti Zahwa bukanlah jodoh yang Allah siapkan untuknya.


Setelah kepergian Ustadz Fakhri bersama Ustadz Fauzan, Zahwa menghela nafas lega. Tapi tidak dengan yang lain. Setelah kepergian dua Ustadz tampan itu mereka malah berteriak histeris.


"aaaa... Ustadz kuu"


"lihat itu...wajah dinginnya...Aww.."


"meleleh ana Stadz.."


Kira-kira begitulah ocehan mereka. Sedangkan Linda dan Dini yang sudah mengetahuinya hanya terdiam, sesekali mengikuti kegiatan somplak teman-temannya itu agar tak menimbulkan kecurigaan bagi mereka.


"eh..eh..udah..ga baik" ucap Zahwa


"Na'am Ustadzah" ucap mereka bersama, patuh dan menunduk. Tak lama mereka tertawa bersama.


"ahahahahah...."


Melihat jam yang melingkar di tangannya. Zahwa pamit undur diri untuk mengajar di salah satu kelas tingkat MI (Madrasah Ibtidaiyah). Setelah selesai ia kembali bersiap-siap untuk mengajar bersama Umi Alya di Mushalla desa.


Begitulah hari-harinya, yang diisi dengan belajar dan mengajar. Oh iya..dia juga mengisi kajian di sekitaran untuk remaja-remaja muda juga berdakwah melalui media online.


Hubungannya dengan Umi Alya semakin dekat karena waktu keduanya sering bersama. Mereka sudah kelihatan akrab, walau Zahwa yang orangnya memang pemalu masih merasa canggung dan tidak enakan dengan Umi Alya. Padahal Buya Firman dan Umi Alya sudah menganggapnya sebagai putri mereka sendiri


***

__ADS_1


6 bulan setelah kelulusannya, tidak ada tanda-tanda seseorang yang ia tunggu datang. Kabar burung tak kunjung ia dapatkan. Hatinya semakin gusar tak menentu, bayangan khitbah gagal mengisi pikirannya.


Apalagi baru-baru ini ada kejadian di dekat rumahnya yang gagal menikah karena calonnya mengingkari janji dan kabur dari pernikahan. Ditambah ia sering membaca novel-novel bergenre romantis religi dengan konflik yang sama, gagal lamaran hingga gagal menikah.


Ketakutan mengisi pikirannya. Sepertinya ia sudah keliru menyatukan dunia halu dengan dunia nyatanya Hingga membuat ia menduga-duga sendiri apa yang akan terjadi pada dirinya di masa yang akan datang


Bahkan tak jarang ia membayangkan, taqdir hidupnya sama dengan taqdir tokoh dalam cerita fiksi yang ia baca. Sugesti-sugesti seperti itu tak jarang datang menghampiri kala dirinya mengingat sudah enam bulan berlalu dari waktu yang di tentukan itu.


Pukul 03:00 ia terbangun.


Kebiasannya di sepertiga malam akan Quality Time bersama Sang Khaliq.


Ia menumpahkan segala kegundahan hatinya di atas sajadah.


Percayalah Allah SWT sangat menyukai hambanya yang membutuhkannya dan mengangkat tangan untuk berdo'a bermunajat padanya.


________________________________


Cinta adalah sebuah Do'a,


Cinta tidak bisa dipisahkan dengan Do'a,


Karena itulah..


Sebab Cinta aku berDo'a


Dan dalam Do'aku ada Cinta.


Libatkan Allah dalam Cinta,


Maka Allah akan menjaga rasa Cinta.


الَلَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَي اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِمْ(ﷺ)


________________________________


Aku mengaguminya dalam diam Yang setiap malam layaknya, Sayyidina Ali kepada Sayyidah Fatimah yang setiap saat menitip rindu pada Allah. Jodoh tidak akan kemana. Bukankah Allah adalah mak comblang terbaik yang tak perlu di ragukan lagi dalam mempertemukan jodoh. Tapi jika ada yang menikung mu di sepertiga malam melalui Allah, mau bilang apa?

__ADS_1


Sekeras apa pun kau menggenggam, jika aku bukan milikmu, aku akan lepas juga.


Diary berwarna Lilac itu kini sudah berada di antara lipatan bajunya. Kini ia sudah pasrah apapun yang terjadi ia sudah siap menerima semuanya. Ia tak memikirkan perasaan lagi. Namun, ia mencoba berdamai dengan dirinya sendiri kalau ada apa-apa ia akan tegar menghadapinya.


2 Minggu lagi liburan akhir semester di mulai. Dan Ia sudah memiliki rencana untuk itu. Sepertinya ia sangat bersemangat karena ia akan berkunjung ke satu tempat.


Mumpung ia lagi free dan tidak ada kerjaan lagi dan kebetulan ia sedang haid. Ia ingin berkemas sekarang.


Ia memasukkan satu persatu bajunya kedalam koper dan membawa barang ia dirasa akan ia butuhkan.


Semua sudah selesai, saat ingin mengambil setumpuk pakaian rapi, sebuah benda jatuh dari tumpukan. Membuat ia rasanya ingin tersenyum atau tertawa.


surat itu? apa yang akan dengan lakukan terhadap surat iru??


Tiba-tiba Linda dan Dini datang menghampirinya nya dan mengagetkannya dari jarak yang dekat. membuat ia terlibat kaget Buru-buru ia menyembunyikan itu tanpa sadar ia masukkan ke dalam kopernya.


.


.


.


.


.


PANTENGIN TERUS YAA, TERIMAKASIH SUDAH MENUNGGU💓.....


...LIKE...


...KOMEN...


...KEMBANG...


...KOPI...


...BAGI-BAGI YA JANGAN LUPA...

__ADS_1


...JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YAH...


__ADS_2