
***
"Akhwati fillah yang dimuliakan Allah.. masya Allah ya begitu besar peran kita menjadi seorang wanita baik bagi diri sendiri, keluarga, umat juga negara. Karena wanita lah yang melahirkan generasi penerus bangsa yang in Syaa Allah shalih dan shalihah..aamiin. Itulah mengapa Islam sangat memuliakan kita, Wanita"
"Lalu bagaimana dengan diri kita ini? Apakah kita sudah berusaha untuk menyambut kemuliaan itu? Sudah kah kita menjadi wanita muslimah yang Shalihah? Menjalankan perintah Allah, menjalankan keseharian tidak keluar dari syari'at? Belum?
Maka dari itu mulai dari sekarang sering-sering lah kita muhasabah diri"
" Akhwati fillah sholiha.. demikianlah pemaparan materi yang saya sampaikan. Semoga kita termasuk para muslimah yang bersegera melaksanakan syariat Allah.. dengan ikhlas ingin meraih ridho Allah semata. Dan semoga kita bisa menjadi wanita Shalihah yang dapat melahirkan anak-anak yang Shalih dan Shalihah juga. Aamiin"
"Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar datangnya dari Allah SWT Yang Maha Benar, dan yang salah, khilaf, atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa yang tidak pernah luput dari salah, khilaf dan dosa"
"Akhirul kalam,
Subhaanaka Allaahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illaa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik.
Wallahul muwaffiq ila aqwamithaaryq
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh"
Umi Alya telah menyelesaikam tausyiahnya. Tampak seluruh jama'ah puas mendengarkan dengan seksama kata per kata yang di sampaikan oleh Umi Alya.
***
Setelah kajiam selesai, Zahwa berniat ingin langsung pulang ke asrama. Ya, ia memilih untuk tetap di asrama itu. Karena ini juga masih dalam masa mengabdi nya jadi ia tidak berniat ingin pindah kamar.
"Zaaahhhh...." Teriakan cempreng si Linda menggema di halaman asrama.
Semua orang menutup telinga mereka rapat-rapat. Walaupun sudah terbiasa dengan teriakannya tapi tetap saja jika terdengar akan memekakan telinga.
"Assalamu'alaikum..." Ucap Zahwa yang sudah berdiri di hadapan Linda
"Zah..ana tungguin nih lama banget deh" cerocos nya tanpa menjawab salam Zahwa
"ASSALAMU'ALAIKUM"
"Aaww....wa'alaikumussalam"
"Aaaa telinga kuu...sakit.." ringis nya saat telinganya terasa seakan pecah karena teriak Zahwa yang pas di telinganya.
"Huuuu....setiap hari kami begitu juga kale" ucap mbak santriwati yang duduk di bangku panjang.
"Hiiih" cebik Linda kesal
"Ada apa tadi?"
"Kita ke koperasi yuk nyamperin, Dini"
"Ngapain?"
"Ayok aja"
"Bentar"
Zahwa memasukkan tasnya ke kamar lalu keluar dan mengikuti Linda ke koperasi.
Hanya sepuluh menit mereka sudah sampai di koperasi. Tampak Dini sedang melayani pembeli.
"Assalamu'alaikum..." Ucap mereka bersamaan
"Wa'alaikumussalm warahmatullahi wabarakatuh" jawab Dini bersama tiga petugas lainnya.
"Sibuk banget ya Din?" Tanya Zahwa
"Engga ah, itu juga sebentar lagi siap"
__ADS_1
"Din.. masih lama ngga?"
Beberapa saat kemudian
"Sudah selesai kok. Ada apa nih?" Tanya Dini ikut duduk dengan Linda dan Zahwa
" Ana pengen makan mpek-mpek yang di dekat supermarket itu" ucap Linda dengan wajah berbinar
"Eh..satu jam lagi gerbang di tutup loh, Lin" ucap Dini
"Iya ya" sahut Zahwa
"Ikhh...gapapa..kan makannya ga sampe satu jam" ucap Linda cemberut
Dini dan Zahwa bersitatap.
"Baiklah ayo" ucap Dini Akhirnya
"Eh..ini koperasinya engga papa di tinggal?" Tanya Zahwa
"Tidak apa-apa Mbak. Kami masih di sini kok" sahut petugas yang lain
"Tuh..." Ujar Linda
"Baiklah. Ayo"
"Mbak..ana titip ya.." Ucap Dini kepada santriwai yang bertugas
"Iya Mbak"
Setelah itu mereka pergi membuat keterangan ke ruang pengawas lalu berjalan ke gerbang.
Canda tawa menghiasi langkah mereka, membuat Zahwa melupakan apa yang baru di alami nya.
Saat baru satu langkah keluar dari gerbang ada yang memanggil Zahwa.
.
FLASHBACK ON
"Ini Umi teh nya"salah satu petugas ndalem tampak menyodorkan secangkir teh kepada Umi Alya yang sedang duduk di taman.
Setelah pulang dari mengisi kajidan tadi. Umi Alya sangat lelah jadi ia memutuskan untuk menenangkan diri di taman memandangi bunga-bunga dan rumput hijau yang membentang luas.
Terpaan angin yang sejuk menambah suasana tenang menjadi komplit. Cukup membuat hatinya sedikit tenang dan pikirannya kosong namun hatinya?
"Terimakasih ya nak" ucap Umi Alya tersenyum
"Iya Umi. Ana lanjut dulu ya" setelah itu ia pergi ke dapur melanjutkan pekerjaannya
Belum sempat santriwati tersebut sampai di daput ia mendengar suara gelas pecah.
"Astaghfirullah..Umi.."
Tak sengaja ia menyentuh kulit Umi Alya yang terasa hangat.
"Umi biar ana yang beresin ya. Sekarang ana antar Umi ke dalam ya Mi"
Umi Alya hanya mengangguk pasrah saja. Santriwari tersebut membantu Umi Alya masuk ke dalam ia membaringkannya ke sebuah bale-bale yang ada di ruangan keluarga.
Saat ia akan kembali ke dapur ia menahan tangan santriwati tersebut.
"Nak..bisa tolong bawa nak Mary ke sini" ucap Umi dengan suara lemah nya
"Na-na'am Umi. Sebentar ya Umi. Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"
Setelah santriwati itu pergi. Air mata Umi Alya tidak bisa ia tahan lagi. Ia meraba dadanya yang sesak.
Santriwati tersebut pergi ke asrama segera untuk memanggil Zahwa namun ada yang bilang ia ke koperasi bersama Linda.
Ia kembali pergi ke koperasi dan ternyata Zahwa tidak ada di sana. Ia bertanya ke pada petugas di sana.
"Apakah ada di antara antunna ada yang melihat Ukhty Zahwa? Orang asrama bilang kalau ia kesini bersama dengan Ukhty Linda" Tanya
"Tayyib (benar). Mbak Zahwa bersama dua teman lainnya tadi ada di sini. Namun mereka baru saja pergi dan mereka mengatakan kalau mereka ingin makan mpek-mpek yang ada di samping supermarket" jawab salah satu dari mereka
"Allah kareem... " Gumam nya pelan
"Syukron ya. Ana pergi dulu. Assalamu'alaikum" setelah itu ia kembali mencari Zahwa
Ia langsung ke gerbang dan benar, tampak Zahwa baru saja keluar dari gerbang. Dengan nafas nghos-nghosan tak sanggup berlari lagi. Terpaksa ia berteriak.
FLASHBACK OFF
.
Zahwa menoleh.
"Beik, Ana!" Ucap Zahwa
Santriwati itu mendekat kepada Zahwa.
"Anti tidak apa-apa?" Tanya Zahwa khawatir melihat wajah di depannya sangat pucat dan bibir kerinh.
"Hasanan. Bi khayr"
"Anti..anti..di cari sama Umi"
"Ana?" Tanya Zahwa menunjuk diri nya sendiri.
"Na'am. Umi sakit"
"Subhanallah...Umi Sakit?"
.
.
SPOILER NEXT BAB
"Tolooonggg....tolooonng....." ucap Zahwa yang saling tarik-tarikan dengan seorang perampok.
Ia mencoba menginjak-injak kaki si perampok itu namun tidak mempan. Karena rok nya ia tidak bisa bergerak bebas untuk melawan si perampok itu.
Tiba-tiba...
"BUUGHH...BUGH..BUGHGGHH...."
"AAKHH...."
"PLAAKK..BRUKK.."
Ia menatap orang yang menolongnya. Terdapat reaksi keterkejutan dari keduanya.
Siapa kah dia???
.
.
__ADS_1
Jejaknya bundaa....