
"Kak.. maaf yaa. Maafin aku.. ini semua salah ku, ini ide dan rencana murni dari ku. Jangan marah pada Kak Akhtar ya.." ucap Aleeya loyo sambil memeluk Zahwa.
"Kalau mau marah, silahkan omeli saja aku. Kalau perlu pukul juga tidak apa-apa . Tapi jangan diemin Kak Akhtar ya, ya, ya.."
Zahwa tersenyum canggung lalu membalas kaku pelukan Aleeya.
"Em.. baiklah"
"Tapi kakak janji ya.. jangan marah pada Kak Akhtar. Sebenarnya, pertama Kak Akhtar marah mendengar rencana ku ini, bahkan ia akan memulangkan ku kembali ke Turki jika aku menjalankan rencana ini. Tapi aku sangat ingin sekali melihat wajah sedihnya, jadi aku pilih rencana ini. Dan rencana ini tidak dia ketahui sebetulnya, aku hanya mengatakan bahwa aku ingin membuat drama perkenalan dengan istrinya"
Zahwa tersenyum " tidak apa-apa "
"Kak.. beneran ini?"
"Iya Aleeya.. Kakak serius.. " jawab Zahwa serius
"Uhh.. Makasihh Kak..." Ucap Aleeya memeluk Zahwa
***
FLASHBACK ON
*EPS 94 : KETAHUAN!
' Akhyar baru saja selesai mengerjakan sholat Dzuhur berjamaah bersama yang lainnya.
Ketika akan masuk ke mobil, ia merasakan sakunya bergetar. Akhtar mengambil ponsel nya dan melihat notifikasi pesan masuk.
Akhtar mengerjap-ngerjapkan matanya melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
From : Aleeya 🥀
✉️ Assalamu'alaikum Kak.. Aku sudah mendapat izin. Aku rindu Umi, aku akan pulang 3 bulan lagi. Aku sayang kalian ❤️
"Dia kembali?" Gumam Akhtar
Saat akan membalas pesan dari Aleeya, Akhtar di panggil untuk segera masuk ke mobil karena akan melanjutkan perjalanan. Selam di perjalanan Alhtar selalu saja di ajak bicara oleh teman-teman yang lainnya. Membuat ia lupa akan pesan dari Aleeya.
Sekali ia ingat, tapi sayang signal sudah hilang seiring semakin jauh perjalanan mereka.
.
2 bulan kemudian
__ADS_1
Aleeya kembali menghubungi Akhtar
"Kak..aku bisa pulang lebih cepat, Abi sama Umi di rumah kan?" Ucap Aleeya dari sambungan telfon
"Leya.. Kakak sedang tidak ada di rumah. Kakak berada di Ma'had ikhwan Kiyai Kholid. Beliau baru saja meninggal beberapa hari yang lalu. Dan sekarang tidak ada yang mengurus Ma'had ini. Di tambah masalah penggusuran Ma'had ini belum selesai sepenuhnya. Pihak yang tidak bertanggung jawab itu semakin gencar ingin merebut tanah ini setelah mendengar Almarhum meninggal"
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiun"
"Dan Abi, beliau juga sedang dakwah ke luar kota, 5 kota berturut-turut"
"Yah...lalu Umi?"
" Umi di rumah bersama kakak ipar mu"
"Jadi aku tidak bisa pulang nih?"
"Terserah jika ingin pulang sekarang"
"Kak, aku pulang samaan sama Kakak saja deh. Abi pasti juga sudah pulang kan. Kabari aku jika Kakak akan pulang yah"
" Hem, baiklah"
Setelah percakapan itu Aleeya kembali mengundur kepulangannya. 2 minggu kemudian...
Aleeya yang mendapat kabar itu pun merasa sangat bahagia. Segera ia mempersiapkan keberangkatannya dan memesan tiket pulangnya malam itu juga.
Keesokan harinya, tepatnya pukul 20:00
Aleeya sudah berada di Ponpes Al-Hikmah, sedangkan siangnya Akhtar sudah berada di kediaman keluarga Syeena.
.
Tadi siang sepulang dari Rumah sakit. Akhtar menepikan mobilnya untuk mengangkat telepon dari Aleeya.
"Halo.. Assalamu'alaikum Kakkk"
"Wa'alaikumussalam warahmatullaah, kenapa mengangkat telponnya tidak boleh di dekat orang lain sih?" Tanya Akhtar dingin
Ternyata sebelum Aleeya menelpon Akhtar, jauh-jauh hari ia sudah memperingatkan Akhtar untuk jangan mengangkat telpon darinya di dekat orang lain.
"Ehehe, ya maaf Kak. Aku tau pasti Kakak tidak akan bisa jauh-jauh dari Kakak ipar, dan aku ingin membuat drama sedikit saat bertemu dengannya nanti. Jika Kakak ipar mendengar tidak seru dong.."
"Leya.. kamu jangan macam macam sama istri saya" ucap Akhtar tegas
__ADS_1
"Ih.. Kak ngomongnya biasa aja.. tidak aneh-aneh kok. Makanya... Cepat pulang.. Umi nanyain mulu tuh"
"Hm"
"Kak pulang sekarang yah, aku ga sabar ketemu Kakak ipar"
"Leya.. tolong jangan kelewatan. Kakak mu sedang hamil. Awas saja jika terjadi sesuatu padanya. Kalau tidak.. kamu akan tau akibatnya"
"Iya..iya.. iya Kak.. hufftt.. pulang sekarang ya..titik. eh tunggu?! Apa? Hamil? Alhamdulillah... Selamat Kak.. aku akan jadi Aunty. Cepat pulang ya Kak. Assalamu'alaikum... Tunggu kejutan ku.. hihihi"
"Jangan macam-macam. Wa'alaikumussalam"
Tit..
Mendengar adiknya merencanakan sesuatu membuat Akhtar tidak tenang. Mood nya hancur tiba-tiba. Ia sangat khawatir pada Zahwa itu sebabnya ia berubah dingin.
.
FLASHBACK OFF
***
"Emm.. tapi Kak.. aku mau tanya sesuatu boleh? Tapi.. jangan marah ya" ucap Aleeya
"Boleh kok.." jawab Zahwa tersenyum. Ternyata Aleeya orang nya sangat asyik. Membuat Zahwa selalu tersenyum melihat cara bicaranya. Dengan sikapnya yang hangat mereka mudah akrab.
"Kakak tidak masalah di madu?"
"Hah? Pertanyaan seperti apa itu??" Jawab Zahwa terkekeh
" Ya.. kan cuma bertanya Kak.."
" Baiklah tidak masalah. Kalau untuk di madu, memang semua orang sangat sensitif dengan hal itu. Ikhlas di bibir tapi tidak di dalam hati. Tapi Kakak adalah keluarga poligami juga. Ada beberapa yang poligami paling banyak dari keluarga Ibu. Jadi, untuk mendengar kata itu Kakak tidak terlalu kaget. Tapi jika ada wanita yang ingin di bimbing Kakak siap untuk di madu. Tapi untuk masa sekarang tidak. "
"Ohh keluarga poligami juga ya kak. Maaf ya Kak lancang nanyain hal beginian. Lalu tadi waktu aku sebut aku adalah madu Kakak, Kakak lepas tangan aku" tanya nya lagi
" Ya jelas Kakak kaget, secara kalau di lihat kamu itu cantik, wajar saja kalau Kakak mu bakal memilih yang seperti mu jadi madu nya. Dan itu berhasil membuat Kakak sempat percaya. Dan seperti yang Kakak bilang tadi, untuk sekarang Kakak tidak siap" Ucap Zahwa malu
"Ahahahaha... Tidak lah Kak. Aku ini adiknya. Tepatnya Adik angkatnya"
Ucapan Aleeya kembali membuat Zahwa terperangah.
'apalagi yang tidak aku ketahui'
__ADS_1