
***
...ZAHWA MARY EQUEENA...
...&...
...AKHTAR QABEEL ALFAREZI...
***
"Bisa?"
Zahwa mengangguk lalu menerima uluran tangan Akhtar.
Kini mereka sudah berada di depan kamar Zahwa. Dari pintu nya saja sudah di hias dengan sangat cantik bagaimana dalam nya ya? Ah..entah lah
Perlahan Zahwa membuka pintu kamar itu
Ceklek...Nampak lah sebuah pemandangan indah. Kamar yang elegan itu sudah di sulap bak kamar putri dongeng.
"Ma Syaa Allah..." Gumam Zahwa
Keduanya terjebak dalam keheningan. Masih dengan perasaan canggung dan bingung, akhirnya mereka saling diam.
"Ee..." 'khem" mereka kompak bersuara
"Duluan saja" ucap Akhtar
"Eem.." Ia bingung ingin memanggil apa
"Emm...ka-kakak mau bersih-bersih dulu atau - "
"Duluan saja, saya bertemu Ayah dulu" potong Akhtar cepat
FLASHBACK ON
Setelah acara selesai dan saudara tamu undangan sudah ber pulangan. Kini hanya menyisakan keluarga inti saja.
Zahwa dibawa ke ruang rias untuk melepaskan atribut yang ada di kepalanya dan menyisakan gaun dan hijab nya saja.
Sedangkan Akhtar, ia di panggil Ayah Ali lalu me dekat.
"Nenti temui Ayah yah" ucap Ayah Ali menatap Akhtar penuh arti
Akhtar yang mengerti langsung mengiyakan.
Setelah itu menyusul Zahwa yang sudah terlebih dahulu pergi ke kamar
FLASHBACK OFF
Zahwa mengangguk, ia semakin menunduk kala Akhtar datang mendekat.
Cup!
Kecupan singkat di pipinya mendarat sempurna.
"Saya pergi. Tunggu saya kembali" bisik Akhtar ambigu. Lalu pergi keluar kamar.
Ia meraba jantungnya yang sedang semangat menggebu-gebu maraton sejuta kilometer.
Ia menatap dirinya di cermin. "Ah..pipi ku memerah" batinnya mengusap lembut bekas kecupan tadi.
"Apa maksud ucapannya itu?" Pikiran Zahwa sudah melayang kemana-mana. Akhirnya ia memutuskan untuk membersihkan riasan di wajah nya selanjutnya mandi untuk menyegarkan badannya.
Di kamar mandi..
"Ya Allah...pantas saja.." batin Zahwa meringis nyeri
__ADS_1
Ceklek...membuka pintu perlahan dan mengintip keluar.
"Aman" gumam nya. Lalu cicing mengambil sesuatu di rak rahasia. Setelah itu ia kembali ke kamar mandi dan menyelesaikan urusannya.
Sepuluh menit kemudian. Zahwa keluar dari kamar mandi dengan daster rumahan dan hijab instan.
Merasa masih sendiri di dalam kamar ia berjalan santai ke ruang ganti untuk meletakkan handuknya lalu ke meja rias. Ia tidak menyadari bahwa Akhtar sudah memperhatikannya sejak keluar dari kamar mandi hingga duduk di kursi toilet dari tadi.
Zahwa ingin melepas hijab nya, berniat menyisir rambutnya sebentar sebelum suaminya datang.
Namun gerakannya terhenti saat melihat suaminya sudah duduk di sofa bersedekap dada lewat pantulan cermin.
"Ayo, kenapa berhenti?" ucap Akhtar. Pertanyaan itu membuat Zahwa malu.
"Ti-tidak ada. Ti-tidak jadi eh " ucap Zahwa terbata-bata.
Akhtar tersenyum tipis.
"Baiklah, nanti saja kalau begitu" ucap Akhtar lalu berlalu ke kamar mandi
Suara air mengalir dari keran terdengar itu artinya Akhtar sedang mandi.
Zahwa melihat sekeliling kamar nya. Namun tak mendapati koper apa pun di sana.
"Dirinya mandi namun tidak ingat kah tiak memiliki baju ganti? Hemmpphh" batin Zahwa.
Ia keluar kamar dan kebetulan berpapasan dengan Azzam.
"Emm..Abang" ucap Zahwa
"Loh..ada apa dek?koq di sini" ucap Azzam dengan senyumnya yang tidak biasa
Zahwa menatap ngeri pada Azzam. Ia tidak habis pikir, mengapa Abangnya tiba-tiba seperti itu
"Ikhh..Abang"
"Ehehehe iya ada apa?" Akhirnya Azzam berhenti menggoda adiknya.
"Emm..itu.."
"Bo-boleh minta..minta.."
"Minta apa dek?"
"Itu..."
"Apa? Yang jelas lah"
"Boleh pinjem baju Abang ga?"
"Hm??? Ya Kareem hanya itu saja. Dasar Wawa.. hmm tunggu sebentar ya" ucap Azzam mengerti maksud Zahwa. Ia mengacak-acak kepala Zahwa lalu pergi ke kamar dan mengambil baju yang kira nya bisa di pakai oleh adik iparnya
"Ini, Wa"
"Syukron Bang" ucap Zahwa menerima beberapa kaus dan celana pilihan yang di berikan Azzam.
"Hmm. Untuk PakSu ya?? Hm??" Ucap Azzam lagi-lagi menggoda Zahwa
"Itu tau Bang" enteng Zahwa
" Tapi... Sebenernya ga di perlukan juga sih. Kan nanti juga ga di pake" ucap Azzam santai dengan tampang bodoh membuat Zahwa yang mendengar nya melotot seketika
"Abang!" Pekik Zahwa
Azzam terbahak-bahak melihat pipi adik kesayangannya itu memerah.
"Ikhh...koq Abang berubah sih" ucap Zahwa memukul lengan Azzam dengan baju yang di pegangnya .
"Ahahh berubah apa dek? Abang tetep begini koq. Tidak ada yang berubah. Eh ada! Makin tampan, iya. Ahahahah"
"Ikhh...Abang nyebelin" ucap Zahwa masih memukuli Abang nya yang otak nya sedang dalam mode gesrek.
__ADS_1
"Sudah..sudah..akh..pergi lah. Kasihan nanti suami mu kedinginan" ucap Azzam berhasil membuat Zahwa menghentikan gerakannya.
"Hmm baiklah" ucap Zahwa ketus lalu berbalik
"Selamat bersenang-senang adik ku sayang...." Ledek Azzam dari belakang
"Ya Allah.. Abang!!"
"Ahahahaa" segera Azzam berlari menjauh sebelum terkena pukulan maut adik nya lagi.
"Hihh...bisa-bisa nya Bang Azzam berpikir seperti itu. Tidak tau apa kalau- "
"Berpikir seperti apa?"
Tanpa terasa ia sudah masuk ke dalam kamar dengan bersungut-sungut sepanjang jalan. Dan kini suaminya mendengar ucapannya.
Ia mengangkat kepala nya dan seketika ia berlonjak kaget mendapati suaminya bertelanjang dada.
Walau tak melihat jelas namun ia tak sengaja melirik roti sobek sang suami. Ia berbalik dengan mata terpejam kuat. Membuat Akhtar terkekeh kecil melihat kelakuan istrinya.
"I-ini baju nya Kak" ucap Zahwa menyodorkan baju yang ia bawa kepada Akhtar tanpa membalikkan badannya.
"Begitu ya cara memberikan sesuatu kepa- "
Sebelum Akhtar melanjutkan ucapannya, Zahwa terlebih dahulu membalik badannya dengan mata yang masih terpejam dan memberikan baju itu pada Akhtar
Sungguh Akhtar sangat bahagia, baru beberapa jam mereka sah, tapi Zahwa sudah mencentang satu poin ciri-ciri istri shalihah.
Beberapa menit kemudian
"Khemm..sudah selesai" tegur Akhtar.
Membuat Zahwa menyipitkan matanya perlahan membukanya. Dan benar suaminya itu sudah selesai dan kini sedang berdiri di samping ranjang.
Ia tidak tau harus berbuat apa hingga akhirnya Akhtar memanggilnya dan hampir membuat jantungnya ingin melompat dari tempatnya.
_
_
_
_
_
Gantung dulu ah...hihihihi
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah... Semoga kita masih di beri kesehatan oleh Allah SWT untuk menjalankan ibadah di bulan suci penuh berkah ini.
Marhaban ya Ramadhan
Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga amal ibadah kita di terima oleh Allah. aamiin
Ana ingin meminta maaf kepada seluruh membaca kisah Zahwa. Apabila ada salah, kesalahan, ana minta maaf yang sebesar-besarnya.
Akhirnya dengan segala pertimbangan dan membangkitkan rasa malas, ana memutuskan untuk lanjut up novel ini walaupun nanti akan slow up.
Karena tidak rela juga kalau tamat secepat itu dan bakal bikin otak mumet kalau apa yang ada di kepala ni tidak di tuliskan ehehe
Mungkin ana tidak menjelaskan detil tentang prosesi pernikahannya ya. Langsung saja melompat ke kehidupannya. Sesuai permintaan :")
Sebelumnya terimakasih banyak buat yang masih setia. Terimaka kasih dukungan, krisan dan pesannya. Kehadiran kalian sungguh berarti buat ana.
Apa lagi ya? Aduh gini nih. Kalau sudah di tulis bakal lupa mau ngomong apa. Nanti deh kalau udah ingat di next bab.
Mau lanjut ga? Kita manis-manis dulu
Kalau mau lanjut, yuk kalian semua keluar di komen biar ana bisa memutuskan lanjut lagi apa tidak.Semua tergantung pada kalian.
__ADS_1
Jejak nya tangan tinggal yaa
Tabarakallah💙