Salah Khitbah

Salah Khitbah
70. SK 2 : PANGGILAN SAYANG


__ADS_3

***


"Kemarilah.."


DEG!


"Apa yang akan terjadi?" Batin Zahwa. Ia sangat gugup saat ini.


Melihat istrinya bergeming, ia kembali memanggilnya.


"Queen...kemarilah" ucap Akhtar lembut.


Darah Zahwa berdesir seketika. Bulu kuduk nya merinding. Itu sangat mengerikan di pendengarannya saat ini.


Perlahan ia melangkahkan kaki nya mendekat kepada pria yang kini sudah sah menjadi Suami nya.


Ia tergelak saat Akhtar menyentuh kedua bahunya. Lalu menuntunnya duduk di pinggir ranjang Queen size nya.


Perlahan dagu nya terangkat dan kini mereka saling menatap. Tangan Akhtar sudah siap membuka hijab Zahwa.


"Boleh?"


Zahwa menelan berat saliva nya. Lalu mengangguk pelan.


Hijab itu terbuka bersamaan dengan tergerai nya rambut hitam nan indah milik Zahwa yang panjang hingga sepinggang bawahnya.


"Ma syaa Allah...sungguh indah ciptaan mu Ya Rabb" ucap Akhtar membuat Zahwa menunduk malu.


Akhtar terpesona melihat kecantikan sang istri


Ia merapatkan dirinya kepada Zahwa. Lalu menarik kepala Zahwa dan memposisikan ubun-ubun Zahwa tepat di bawah bibirnya.


Bibirnya bergerak membacakan doa di ubun-ubun istrinya.


اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ أَنْ تَحَفَظَ زَوْجَتِيْ مِنَ الْفِتَنِ ظَاهِرِهَا وَبَاطِنِهَا، وَأَنْ تَرْزُقَهَا رِزْقاً حَلَالاً، وَأَنْ تَجْعَلَهَا لِيْ خَيْرَ الزَّوْجَاتِ، وَأَنْ تَجْعَلَنِيْ لَهَا خَيْرَ الْأَزْوَاجِ.


“Ya Allah, aku memohon pada-Mu, jagalah istriku dari fitnah lahir dan batin. Karuniai ia rizki halal. Jadikan ia sebaik-baik istri bagiku dan jadikan aku sebaik-baik suami baginya.”


Lalu ia tiup ubun-ubunnya dan mengecupnya. Dan beralih pada kening Zahwa. Ia mencium kening istrinya itu agak lama. Mencoba mengontrol perasaan dan debaran jantung keduanya yang berdetak tak karuan.


"Detak jantung nya terdengar sangat jelas dan kuat sekali, aku pikir hanya aku " batin Zahwa sambil meresapi setiap detak itu.


Karena Akhtar lebih tinggi darinya, jadi posisinya pas bisa mendengar detak jantungnya.


Akhtar membawa Zahwa ke tengah-tengah ranjang.


Zahwa sangat bingung apa yang akan terjadi setelah ini. Di sisi lain ia tidak mau durhaka tapi di sisi lain juga...akhh...ia tidak tau harus bagaimana.


"K-kak.." tahan Zahwa saat Akhtar ingin membaringkan Zahwa di bantal yang sudah ia susun.


Akhtar menatap Zahwa yang sepertinya ingin mengatakan sesuatu.


"Ya?"


"Ki-ki-kita ma-mau ngapain..eh ka-kakak mau apa em..a- "


"Memangnya kita mau apa? Hm?" Tanya Akhtar menggoda


Blush! Pipi Zahwa memerah seketika. Membuat Akhtar gemas.


Cup!


Satu kecupan mendarat di pipinya. Ia semakin menunduk jantung nya rasanya tidak kuat.


"Hey..jangan menunduk sayang..."


Zahwa mengangkat wajahnya sedikit..hanya se di kit


Cup!


Satu kecupan mendarat di pipi sebelahnya.


Ia mendongak, pandangan mereka beradu. Lagi-lagi Zahwa kalah, baru beberapa detik ia sudah memutus pandangannya. Mata elang suaminya sangat menghanyutkan ia tak sanggup.


Akhtar tersenyum tipis. Lalu membaringkan badannya. Tangannya asik membelai rambut Zahwa yang sangat halus dan lembut sesekali menciumi dan mengendus nya.


"Wangi!" Batinnya


"Queen..." Panggil Akhtar

__ADS_1


"I-iya kak"


"Panggilannya bisa di ganti tidak? Saya bukan Bang Azzam" ucap Akhtar membuat Zahwa berfikir keras


"Aku harus memanggilnya apa?" Gumam Zahwa dalam hatinya.


"Lalu?"


"Terserah. Hanya saat kita sedang berdua"


"Baiklah"


Akhtar membiarkan Zahwa berpikir tentang panggilannya.


Tiba-tiba ia menarik tangan Zahwa hingga terbaring menyamping berhadapan dengannya.


Tumpukan bantal yang di susun Akhtar menjadi sedikit tinggi, di tambah bantal nya yang empuk, sangat nyaman.


"Ahh...mengapa tadi aku menolak kalau tau nyamannya begini" batin Zahwa.


Akhtar menatapnya lalu menciumi seluruh wajah Zahwa. Pipi Zahwa yang berisi membuat Akhtar ketagihan menciumi dan menoel-noel nya.


"Ihh... Bib..sudah..." Ucap Zahwa kegelian.


Mendengar itu Akhtar tersenyum senang. Sedangkan Zahwa yang salah mengartikan senyum itu. Meringsek sedikit menjauh saat Akhtar menarik dirinya lebih dekat.


"Eh?..Bib..ma-maaf, aku tidak bisa..a-aku.." ucap Zahwa terbata-bata ada ketakutan di hatinya.


"Ada apa? Tenang lah.."


"Ta-tapi Bib..a-aku se-"


"Saya tidak akan melakukannya" ucap Akhtar lalu dengan cepat menarik Zahwa yang masih mematung dalam pelukannya.


***


FLASHBACK ON


Saat Akhtar selesai mandi, ia keluar dan tidak melihat istrinya berada di sana. Ia menjelajahi kamar Zahwa hingga ke ruang gantinya. Ia tidak menemukan sesuatu yang bisa ia pakai.


Hingga mata nya menatap sebuah bungkus benda keramat di tong sampah yang tidak tertutup.


"Sabar Zi...belum saat nya" gumamnya mengelus dadanya.


FLASHBACK OFF


***


Zahwa yang sudah sadar merasa nyaman dalam dekapan itu. Keduanya diam menikmati dan meresapi setiap rasa yang mengalir, bertasbih seirama dengan degup jantung yang berdetak.


"Terima kasih karena telah menerima saya" ucap Akhtar memecah keheningan.


Ia melonggarkan pelukannya dan menatap dalam mata Zahwa.


" Kenapa memilih ku?" Tanya Zahwa


"Li anna ana uhibbuki"


Deg!


"Bagaimana bisa?"


"Qodarullah" singkat Akhtar tersenyum manis


Membuat Zahwa terpana.


"Mengapa menerima saya" tanya Akhtar balik


"Taqdir" ucap Zahwa lebih singkat membalas Akhtar


"Hmm...???" Ucap Akhtar menyipitkan matanya, menyadari dirinya sedang di balas sang istri


Tak di duga, ia menggelitik pinggang Zahwa membuat Zahwa kaget.


"Aaa...ahahahaha Bib...sudah Bib...ahaha..Bib..sudah.." ucap Zahwa kegelian.


Akhtar menghentikan kegiatannya dan menarik pinggang Zahwa.


"Ehehee maaf. Aku memilih mu karena Habib sendiri yang hadir" ujar Zahwa

__ADS_1


"Hm??" Akhtar mengerutkan alis nya.


"Setiap aku istikharah, Habib yang datang ke dalam mimpi ku" jelas Zahwa sambil tersenyum.


"Bib.."


"Hem?"


"Bib..Aku adalah wanita yang banyak kekurangannya, kelak saat aku lupa akan kewajibanku tolong ingatkan aku, dan ketika aku salah tegurlah aku dengan caramu dan ketika aku marah, tolong hadapi aku dengan sikap sabarmu. Lunakkan lah aku dengan rayu mu. Agar aku selalu bisa menjadi layaknya bidadari surga.


Semoga aku mampu taat pada apa yang kamu perintahkan dan semoga aku mampu menjadi istri yang baik dan Shalehah untu mu.


 Aku tidak akan menuntut apa-apa dari dirimu. Aku hanya ingin kau menjadi imamku dan membimbingku juga anak-anak kita menuju Jannah-Nya." Ucap Zahwa menatap manik hitam pekat itu. Tak terasa setetes air matanya meluncur dari mata indah nya.


Akhtar tersenyum, dan menghapus air mata itu.


Cup!


Ia mengecup ujung hidung mancung milik istinya itu. Dan mengusap lembut pipinya.


"Saya akan berusaha membahagiakan mu, membuat mu nyaman hidup bersama ku. Saya akan berusaha membimbing mu, menjadi imam yang baik bagi mu dan menjadi Ayah yang baik untuk anak-anak kita kelak.


Kita akan belajar bersama-sama mengharap Ridho-Nya dan bersama menuju jannah-Nya" ujar Akhtar


"Ana uhibbuka fillah. Sejak Habib mengikrarkan janji suci di hadapan Allah dan meminta tanggung jawab atas ku pada Ayah"


" Ana uhibbuki fillah, sejak pertama kali mendengar nama dan suara mu" balas Akhtar


Zahwa menyerngit, ia menatap Akhtar seolah meminta penjelasan.


"Sudah, tidak usah di pikirkan. Zaujati..kita tidur ya. Sini" ucap Akhtar menghiraukan tatapan Zahwa dan mengangkat kepala Zahwa lalu meletakkannya di lengannya.


"Biib..." Rengek Zahwa


"Baiklah..besok ya Queen.." Akhtqr menarik selimut


Cup! Keningnya menjadi sasaran.


"Sudah, ayo kita tidur" ucap Akhtar mendekap Zahwa


Keduanya membaca bacaan-bacaan dan doa sebelum tidur masing-masing dalam hati.


Tik! Lampu mati.


Walau agak kaku tapi keduanya mencoba menerima dan bersikap biasa saja. Walau dalam nya sangat deg deg an.


1 jam berlalu namun kedua nya masih terjaga, tidak ada yang bisa tidur. Mereka terbiasa tidur sendiri, namun kali ini agak berbeda dan membuat gelanyar aneh hingga mereka tidak bisa tertidur.


"Kenapa belum tidur Queen" gumam Akhtar saat merasakn Zahwa yang mencoba keluar dari dekapannya.


"Hmm? Bib juga belum tidur? Aku tidak bisa tidur, i-ini masih sa-sangt canggung" ucap Zahwa jujur


"Sama" batin Akhtar


"Baiklah sini, lebih dekat" Zahwa menurut.


Akhtar mengelus-elus rambut Zahwa dan membacakan shalawat pada nya.


"Ma syaa Allah.." Zahwa tersentuh akan suara sang suami yang sangat merdu menyentuh.


Beberapa belas menit kemudian ia terlelap setelah mendengar shalawat itu. Merasakan nafas teratur dari sang istri ia menyetop bacaan nya dan menyusul istrinya ke alam mimpi.


_


_


_


Habibie : Kesayangan ku


_


_


_


Jangan lupa perbanyak baca Al-Qur'an juga ya...kita targetin di Bulan Ramadhan ini khatam, baik hanya sekali atau dua atau lebih. 💙 Nih ana share sesuatu, semoga bermanfaat


__ADS_1


Yuk tinggalin jejak yuk💓


Tabarakallah💙


__ADS_2