
***
Berniat ingin menghindar, ia memutar badannya dan melangkah meninggalkan Azzam. Ya Azzam lah yang datang menghampiri Zahwa. Tak ingin itu terjadi Azzam langsung mencekal tangan Zahwa. Ia menahannya agar Zahwa tak bisa lari darinya.
Zahwa mencoba memberontak, Azzam sampai kewalahan dengan sekali gerakan Zahwa sudah masuk ke dalam pelukannya. Ia mendekapnya erat, mencium pucuk kepala berkali-kali.
Zahwa hanya diam tidak membalas tidak juga menolak. Tanpa di minta air matanya jatuh, isak tangis akhirnya keluar dari bibirnya.
"Hiks..hikss..."
Azzam semakin mengeratkan pelukannya. Matanya terpejam kuat, ia tak ingin membuat adik kesayangannya ini kecewa.
Setelah ia merasa tenang ia mencoba melepas pelukannya pada Zahwa yang masih sesenggukan. Ia memegang kedua bahu Zahwa, menatap wajah ayu adiknya.
Ibu jarinya bergerak menyingkirkan buliran air mata Zahwa di pipinya. Sungguh ia tak ingin melihat adiknya itu menangis, apa lagi karena dirinya. Ia tidak akan memaafkan dirinya sendiri.
Azzam membawa Zahwa duduk di ayunan rotan kembali. Dan menangkup kedua pipinya.
"Wawa dengerin abang dulu ya" ucap Azzam lembut
Zahwa memalingkan wajahnya.
"Ayolah Wa..jangan begini. Dengerin Abang ya" bujuk Azzam
Ia menatap mata Azzam, kemudian ia mengangguk. Azzam tersenyum kecil, lalu membawa Zahwa bersender di dada bidangnya.
"Wa..mungkin Wawa terkejut dengan kabar ini. Abang juga tidak menyangka ini semua akan terjadi. Mengapa semua ini dadakan karena prosesnya juga sangat cepat. Abang tidak di beri waktu untuk bicara"
Zahwa mendongakkan kepalanya menatap Azzam. Seolah bertanya " apa yang terjadi?"
"Baiklah jika Wawa tidak ingin bicara dulu dengan Abang tidak apa-apa, Abang mengerti jadi Abang akan jelaskan, Wawa cukup mendengarkan saja" ucap Azzam mengerti arti tatapan Zahwa. Ia kembali kepada posisinya semula.
Azzam nampak menghela nafas sebelum bercerita.
***
FLASHBACK
Siang itu, Pondok Pesantren Al-Hikmah sedang mengadakan acara pelepasan Santri yang telah lulus (perpisahan). Ia menjadi salah satu yang bertanggung jawab dalam acara tersebut.
Semua sudah selesai dan acara pun di mulai.
Seorang gadis manis sedang duduk bersama teman-temannya yang juga bertugas sebagai pengurus acara. Tiba-tiba ada seorang Santriwati yang menghampiri mereka.
"Mbak...Tikar nya kurang, ana tidak tau mau mengambil nya dimana "ucap Santriwati tersebut.
"Di gudang kayanya ada deh" ucap salah satu dari mereka.
"Memangnya butuh berapa lagi?" Tanya gadis itu
" Satu sih tapi yang ukurannya lebih lebar" jawabnya
__ADS_1
"Yasudah ayo ana bantu" ucap gadis itu
Kini mereka berjalan menuju gudang, tiba di tengah jalan
"Ana duluan saja yah, perut ana mules ana mau ke hammam dulu" ucap Santriwati tersebut sambil memegangi perut nya
"Ini kunci nya, ana akan menyusul nanti. Tidak mengapa kan?"
"Na'am, la ba'sa" jawab gadis itu
Kini ia berjalan sendiri ke gudang yang terpisah dengan bangunan lainnya. Sepi, hampir tak ada siapa-siapa di sana karena semua orang kini sedang berada di acara.
Ia membuka gembok pintu gudang itu lalu membuka pintu nya lebar-lebar agar cahaya masuk menerangi gudang itu, ia menggantungkan kunci tetap berada di pintu.
Ia masuk ke dalam mencari tikar yang berukuran besar. Ia melihat tikar itu berada di bawah tumpukan bangku-bangku rusak. Melihat itu ia mencoba mengangkat bangku-bangku itu dari sana untuk memudahkannya mengambil tikar itu. Sangking sibuknya berjibaku dengan kursi-kursi rusak itu ia sampai tak sadar kalau pintu sudah tertutup karena hembusan angin. Klek.
Sedangkan di tempat lain
"Ustadz..." Bisik seorang Santri pada Azzam.
Ia menoleh.
"Ustadz Rafa bilang, tikarnya kurang dan tidak ada yang bisa mengambilnya ke gudang semua sedang pada pekerjaannya masing-masing"
"Beik, akan ana ambilkan" Santri itu mengangguk. Azzam segera pergi ke gudang untuk mengambil tikar yang kurang.
Sesampainya di gudang, ia melihat kunci yang bergantung di pintu
Ia mendorong pintu gudang itu dengan pelan. Ia berjalan masuk lebih dalam.
Ia terkejut ketika melihat seorang wanita berada di sana sedang kesusahan mengambil bangku yang letaknya di atas.
Jantung nya berdebar-debar
"Khemm..." Azzam berdehem menghilangkan gugupnya
Gadis manis yang mendengar deheman itu pun terlonjak kaget. Ia segera berbalik untuk melihat pemilik suara itu. Tanpa sengaja ada paku yang tertancap pada bangku yang persis berada di sampingnya. Yang menyebabkan lengannya tergores hingga mengeluarkan darah dan lengan bajunya robek oleh paku tersebut saat berbalik. Dan gamis bagian bawahnya terinjak hingga ia terjatuh dan bajunya kotor.
"Aawsshh..." Ia meringis sakit sambil menekan lengannya yang luka itu. Melihat ada lelaki di dalam gudang itu ia menjadi panik. Takut terjadi fitnah ia menjauh dari Azzam.
Sedangkan Azzam menatap iba pada gadis itu. Ia mencoba mendekat sedikit namun dilarang oleh gadis itu.
"Tidak..akh..jangan mendekat..awwss.." jeritnya sambil meringis pedih merasakan lukanya terasa berdenyut perih dengan darah terus mengalir.
"Husst...tenang lah..ana tidak akan berbuat macam-macam" bujuk Azzam. Jujur ia juga panik saat ini ia tidak ada siapa pun disini gelap.
Ia berjalan ke pintu berniat keluar mencari bantuan. Tapi entah kenapa pintunya bisa terkunci dari luar. Azzam mencoba membukanya paksa namun nihil tidak berhasil.
Ia mendekati gadis itu dan mencoba menenangkannya.
"Anti tenang lah ana akan mencari bantuan"
__ADS_1
Ia kembali ke pintu dan berteriak minta tolong. Sia-sia saja tidak ada yang mendengarnya.
"Akh...asshh.." perih lukanya semakin menjadi pakaiannya sudah berlumuran darah. Gadis itu kini sudah lemas. Tak menunggu waktu lagi. Azzam melilitkan sorbannya ke lengan gadis itu untuk menghentikan darahnya yang mendesak keluar.
"Jangan mendekat" ucap gadis itu dengan suara parau
"Ana tidak akan berbuat kasar, anti tenang lah, ini akan sakit tapi tahan lah, setelah itu akan baik-baik saja"
Benar saja setelah itu ia merasa lebih baik. Azzam membantunya berdiri namun gadis lemah itu limbung dan jatuh tak sengaja menarik Azzam hingga mereka jatuh bersama.
Tiba-tiba...
.
.
.
.
BRAKKK....
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
PANTENGIN TERUS YAA, TERIMAKASIH SUDAH MENUNGGU💓..... LANJUT BESOK YAA💓
...LIKE...
...KOMEN...
...KEMBANG...
...KOPI...
...BAGI-BAGI DUNGS.......
...JANGAN LUPA TINGGALIN JEJAK YAA...
__ADS_1
...JANGAN LOMPAT YA LIKE NYA 🌷...