
...Warning!!!...
...Jangan Bully jangan julid jangan hujat okee🙈😂...
...Nexxtt...baca pelan pelan...santai..okeeh...
...S E L A M A T M E M B A C A...
...***...
📞
"Assalamu'alaikum Ka Wawa..." Ucap suara cempreng di sebrang sana.
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh, Ra"
"Apa kabar ka? Baik kan? Alhamdulillah..." Belum sempat Zahwa menjawabnya sudah di potong di penanya.
"Haloo Ka Wa...Kakak masih disitu 'kan?"
"Iya..iya..Zahra..kakak masih disini"
"Huuhh...syukur deh. Kak kok ga jawab Zahra sih tadi"
Mendengar itu Zahwa menggelengkan kepalanya seraya tersenyum lucu
"Gimana mau jawab, kamu nya nyerocos mulu dek"
"Oh..iya ya. Eheheh..."
"Hem
Kamu apa kabar Ra? Baik juga kan, sehat? Bunda sama Ayah juga sehat kan?"
"Hem..hem..hem..ngatain aja iya. Dirinya juga begitu hihihih"
"Ah..Ra jangan begitu"
" Iya..ya Alhamdulilah..baik semua Kak. Bunda sama Ayah juga sehat Alhamdulillah... Malah sedang sangat berbahagia"
"Oh ya? Ada apa emang nya?"
"Mau tau??"
"Ishh...Ayolah Ra. Ada sesuatu"
Jleb!
Entah mengapa hatinya seakan sesak tak menentu. Ia bahkan belum mendengar jawaban dari Zahra mengapa hatinya tak tenang.
"Ka Wa.., aaaaa" jerit histeris di sebrang sana
__ADS_1
"A-ada apa, Ra?" Ucap Zahwa semakin dag dig dug.
Ia menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya pelan. Untuk menghilangkan rasa gugupnya.
"Kakk...aku mau Zuad. Kyaaa....!!!!"
DEG!
Senyumnya pudar. Air mukanya berubah.
"A-apa, Ra? Zuad? Siapa yang Zuad?" Tanya Zahwa memastikan
"Aku Ka..Zahra...adikmu yang tercantik sejagad lubang semut ini, ups..ehh sejagad raya. Ahh.."
"Ka..Kakak gapapa 'kan?
Kakak tau ga? Aku tuh seneng...banget
Oh iya khitbah nya 2 hari lalu. Seneng banget Zahra Kak..aaaa"
"Aku duluan nikah dari Kakak. Kakak ga ada calon? Zahra mau kita nikahnya barengan. Biar Kakak ga sendiri" cerocos Zahra tak ada hentinya.
"Dan Kakak tau ga....calon suami aku itu..ahh Kakak pasti ga nyangka. Itu loh...Kakak dingin yang aku ceritain ke Kakak itu, yang aku bilang ketemu di Cafe sebrang Kantor Ayah Kak..."
"Kakak ingat 'kan"
Zahra terus berbicara tak memikirkan perasaan wanita yang di hubunginya kini telah bungkam dan menangis.
Seolah ada benda yang menusuk menembus jantungnya. Perih....
Zahra kembali berbicara. Sedang ia hanya diam mematung membeku seketika.
"Kakak pasti belum tau nama nya kan. Ya iyalah wong cuma Kakak yang belum tau akan hal ini. Kakak tau namanya sungguh indah Kak"
"Aku adalah orang yang paling beruntung bisa menikah dengannya. Apalagi orang tuanya langsung yang memintaku pada Ayah dan Bunda untuk menjadi menantu dan istri putra mereka" dari siaranya Zahwa merasakan Adiknya sedang berbunga-bunga bahagia. No debat.
"Kak..ah...rasanya dunia sangat menyayangi dan mencintaiku seperti aku mencintainya.....haaa Kakak...Aku akan menikah dengan Muchammad Fatih Aliyyu Humam. Aku sangat mencintainya"
Brukk!!!
Zahwa ambruk seketika.
"Wawa!!" Pekik Azzam yang baru sampai saat membuka pintu kamar. Melihat Zahwa terkapar mata sembab, hidung memerah, mukena berantakan dan hp jatuh di sebelahnya.
"Astaghfirullah..." Ucap Helwa yang baru saja masuk ingin melihat Humaira
"Sayang..Humaira pindahin ke atas ya" ucap Azzam yang langsung di laksankan Helwa
"Dek...Wawa..bangun..hei.." Azzam menepuk-nepuk pipi Zahwa pelan. Tak habis akal ia mengambil minyak kayu putih di meja rias. Ia membuka tutupnya dan mengulurkannya ke bawah hidung Zahwa.
Namun tak ada reaksi apapun. Tak lama Helwa datang dan membantu Azzam. Ia membuka mukena Zahwa beserta roknya. Gini rambut hitam Zahwa tergerai karena Helwa melepaskan ikatan rambutnya.
__ADS_1
Ia menggosok-gosok telapak kaki Zahwa dan Azzam telapak tangannya dengan menggunakan minyak kayu putih.
****
.
.
.
.
"Nggggg....." Seperti desingan lebah dan kepala yang seakan di jambak. Zahwa membuka matanya pelan.
Tangan lemah nya mencoba mengurut pelan pangkal hidungnya. Ia mencoba mengingat apa yang terjadi padanya, tapi semakin ia mencoba pusing selalu menghampirinya.
Matanya panas, hidungnya juga tersumbat. Sungguh keadaannya sangat menyedihkan.
Ia memejamkan matanya kembali untuk mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul seluruhnya.
"Sssh...." Desis nya kala ia mencoba untuk menggerakkan badannya.
Ceklek~
Pintu terbuka
Ia melirik ke arah pintu nampak lah Azzam dengan membawa nampan yang berisi air hangat, obat, dan sedikit nasi juga sup nya.
Melihat Azzam mendekat padanya, ia kembali teringat akan ucapan Zahra yang kembali menyayat hatinya.
"Kakak pasti belum tau nama nya kan. Ya iyalah wong cuma Kakak yang belum tau akan hal ini. Kakak tau namanya sungguh indah Kak"
Ia merasa sangat kesal pada Azzam. Tak ada niat sedikit pun untuk meliriknya. Ia seakan di kucil kan, mereka semua seperti tidak menganggapnya ada.
Saat Azzam meletakkan nampannya di atas nakas. Zahwa dengan susah payah membalik badannya menjadi memunggungi Azzam.
"Dek.." lirih Azzam. Tangan mencoba meraih lengan adiknya itu. Namun dengan gerakan lemas Zahwa segera menepisnya.
Ia mencoba mendekat. Hatinya bagai di tusuk seribu belati.
Isak tangis Zahwa terdengar jelas di telinganya.
.
.
.
jejak jangan lupa ya ...
harus nya semalem up tapi apk nya eror_-
__ADS_1