
Siang, pukul 13:00
Zahwa dan Akhtar sedang berjalan sambil bergandengan tangan mengelilingi taman pesantren. Zahwa merasa jenuh dengan hanya duduk diam di rumah terus, ia merengek ingin keluar mencari angin.
Tidak ingin istrinya menangis, Akhtar menyanggupi permintaannya. Ia menggenggam tangan Zahwa dengan erat. Di saat tidak ada santri atau Uastadz Ustadzah yang lewat, Akhtar akan memeluk pinggang Zahwa dari samping untuk menjaganya. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada istri dan anaknya.
Bahkan sampai setiap tanah yang kan di injak Zahwa, Akhtar akan lihat terlebih dahulu apakah ada sesuatu yang akan membuat Istrinya terjatuh atau kendala lainnya.
Uh.. co cwitt.. banget siiihh
Di sinilah mereka sekarang, di taman belakang. Duduk berdua di sebuah bangku panjang, bangku yang dulu menjadi tempat favorit Zahwa bersama Linda dan Dini.
"Huuftt..." Zahwa menghembuskan nafasnya saat pantatnya baru saja mendarat aman di kursi tersebut.
Menikmati semilir angin sepoi-sepoi di bawah pohon yang rindang, membuat Zahwa teringat akan masa-masa saat ia masih menjadi santriwati disini.
Mulai dari malam pertamanya, hingga ia yang menangis rindu keluarga, curhat kepenatan, melakukan kegiatan seharian full, mengikuti kelas tambahan bersama, hadroh bersama, bercanda dan bercengkrama bersama, dan lain-lain.. ahh.. iya sangat rindu masa-masa itu.
Seulas senyum terbit di balik niqabnya, mengingat kenangan, suka duka selama ia menjadi santriwati. Tidak menyangka jika ia sekarang telah menjadi istri dari anak pemilik pesantren nya dulu. Hihihi... Skenario Allah sungguh tidak di duga.
"Bib..." Panggil Zahwa sedikit bergumam dengan tatapan tetap lurus ke depan.
"Hem? Iya Queen?"
" Boleh aku mengatakan sesuatu?"
"Boleh, katakan saja"
" Jujur, aku ingin kembali ke masa mondok dulu. Aku rindu suasana belajar di sini, rindu teman-teman yang selalu ada untukku selama aku berada disini, rindu semua tentang kenangan Pesantren ini"
"Lalu? Kamu ingin mengulang nya kembali?"
Zahwa terkekeh
"Sayang mana bisa, haha. Setidaknya aku bisa bertemu dengan mereka lagi disini"
"Baiklah, akan saya wujudkan"
"Hah? Bagaimana?"
"Tentu saja bisa, kamu tenang saja Queen. Tapi tidak sekarang ada saat nya"
Setelah 1 jam mengelilingi pondok pesantren itu, Zahwa merasa lapar dan ingin makan mie soup. Setelah itu mereka putuskan untuk pergi mencari nya.
***
Sedangkan di tempat lain
"Bunda.. Zahra tidak ingin kuliah. Kuliah itu capek, tidak asik. Yang ada nanti hari-hari Zahra di penuhi dengan tugas. Sudahlah Bunda, Zahra nyaman dengan apa yang Zahra jalani saat ini"
"Sayang.. kamu ingin selalu menjadi guru privat selamanya? Tidak ingin mengembangkan kemampuan dirimu untuk lebih tinggi lagi?"
" Zahra tidak kepikiran apapun Bunda. Intinya Zahra tidak ingin kuliah, titik. Kuliah itu menyebalkan, hanya buang-buang duit saja. Buktinya banyak sarjana yang pengangguran, his.. miriss sekali. Dan Zahra tidak ingin seperti itu"
Lihatlah betapa keras kepalanya dia
"Hufftt... Terserah Zahra saja. Jika tidak ingin kuliah tidak apa, tapi pikirkan masa depan mu ingin seperti apa setelah ini"
Memaksa tidak akan baik, serahkan saja padanya ia ingin bagaimana. Di paksa pun tidak ada gunanya.
"Iya..iya..Bunda...Zahra denger.."
"Bagus.. anak pintar.."
"Aamiin.."
"Bunda, Zahra mau keluar ketemu temen. Mau ngumpul di perpus kota seperti biasa"
__ADS_1
"Naik apa Ra? Supirkan tidak ada di sini, supirnya lagi di kantor Ayah"
"Kan ada taksi Bunda. Boleh kan Bunda?"
"Baiklah.. hati-hati. Jika ada apa-apa telfon Bunda secepatnya"
"Iya Bunda.. tentu. Sudahlah Zahra ingin berganti pakaian dulu"
10 menit kemudian, Zahra keluar dari kamar dengan pakaian yang baru, dengan penampilan rapi tentunya. Setelah berpamitan, ia pergi dengan taksi yang sudah ia pesan sebelumnya.
***
Di Perpus Kota
Zahra berdiri di depan perpus menunggu teman-temannya . Terlihat sesekali ia melirik, jam yang melekat di pergelangan tangannya. Sudah 15 menit ia menunggu tapi teman-temanya itu tidak muncul juga. Tidak biasanya, karena justru ialah yang lebih sering terlambat jika di ajak kumpul.
Menghentak-hentakkan kaki nya di tanah dengan bibir mengerucut, ia mencari tempat yang lebih adem lalu mengeluarkan ponselnya.
Membuka aplikasi telpon, ia menelpon kedua temannya sekaligus.
'nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan tinggalkan pesan..' tiit!!
Ia memutus sambungan telepon saat mendengar suara operator yang menjawab panggilanya.
"Ishh.. mereka kemana sih? Biasanya ngomel mulu, kalau aku telat. Lah ini, giliran mereka yang telat, lama lagi, mana ga bisa di hubungi. Argghh"
Kruukk...krukkk...
"Empttt" ia membekap perutnya saat berbunyi dengan sangat keras
" Duh.. perut ku.. laper ya?? Utuutu.. kacian.. yuk kita cari makan" Zahra kembali menyandang tote bag nya. Lalu keluar dari gerbang perpus untuk mencari tempat makan.
Kepalanya celingak-celinguk menatap pinggiran jalan.
"Ohh tidak, tidak ada restoran atau cafe di dekat sini. Aduh.. jalana ja deh mana tau ada temoat makan tersembunyi"
Kembali bibirnya mengerucut, begitu kesal dengan harinya yang selalu membawa aura kesal padanya.
Dengan langkah gontai, ia melanjutkan langkahnya.
Tiba-tiba suara klakson sepeda motor bersahut-sahut di belakangnya. Membuat ia refleks menutup kedua telinganya karena tidak tahan dengan mendengar keributan itu.
Saat ia kembali berbalik untuk terus berjalan, ia menatao seorang bocah sekitar 7 tahunan sedang berlari keluar dari taman terus hingga ke jalan raya. Ia menoleh melihat rombongan seperda motor itu semakin cepat dan semakin dekat ke arah bocah itu.
Bocah yang tidak tau apa-apa terus saja berlari tanpa melihat sekelilingnya.
"AWAAASSSS!!"
Teriakan Zahra tidak di idahkan para pelajar bersepeda motor tersebut.
"Adekk... Jangan larii ke sana...Tidakk...."
.
.
"Arrghhh..."
"Awwss.."
Deg..deg..deg...
"Bu-Bu...Bubu..."
Zahra membuka kedua matanya, yang langsung bersitatap dengan mata hazel bocah di pelukannya.
"Bubu..huwaaa..Bubu..hiks..hiks.." Zahra syok saat anak yang ia selamatkan memeluknya sambil terisak
__ADS_1
"Bu-bu???" Gumam Zahra terheran
Zahra bangkit lalu membalas pelukan bocah itu. Setelah tangisnya sudah reda. Zahra bertanya pelan-pelan
"Dik cantik.. namanya siapa sih?? Kasih tau Kakak dong.."
" No, Kakaq. Tapi, Bu-Bu"
"Hah? Bubu?? Nama kamu Bubu??"
Anak itu menggeleng
"Aku Qyla. Makasih ya.. Bubu memang baik, bener kata Abi, Bubu itu selalu ada saat kita sedang dalam bahaya. Qyla sayang Bubu.." ucap anak itu kembali memeluk Zahra yang semakin bingung.
Zahra mendudukkannya di sampingnya. Ya mereka sedang duduk di bangku taman.
"Nama kamu Qyla? Hm.. cantik kaya orang nya"
"Bubu juga cantik" jawab anak itu membuat Zahra jengkel
"Qyla.. nama kakak itu Kak Zahra bukan Bubu.. Bubu itu siapa??"
"No..bukan Kak Zahra.. tapi Bubu..Bubu..Bubunya Qyla"
Zahra tepuk jidat, dalam hati ia bergumam " Ya Allah.. cobaan apa lagi ini.."
" Dek.. Kakak itu punya nama. Bukan Bubu,Bubu. Emang Bubu itu apa sih?"
"Bubu? Masa Bubu tidak tau arti Bubu sih"
"Iya memang tidak tau, makanya kasih tau"
" Kata Abi nya Qyla, Bubu itu adalah..."
"Qyla!!"
Seruan dia belakang mereka membuat Anak yang mengaku bernama Qyla itu menghentikan ucapannya. Sontak mereka berdua berbalik menengok ke belakang.
"AAABIIII....." jerit anak itu bersorak riang.
"Ahh.. Qyla.. akhirnya kamu ketemu nak. Abi khawatir" ucap orang itu memeluk Qyla dengan erat tampak sekali jika ia samgat menyayangi dan sangat mencintai Qyla.
Sedangkan Zahra? Ia menutup mulutnya dengan satu tangannya. Badannya mundur kebelakang dua langkah dengan jantung yang rasa nya ingin copot.
Syok untuk kedua kalinya, hatinya hancur lebur seperti di tusuk dengan timah panas.. (aelah lebay Ra)
Deg..deg..deg..deg..
"Kak Fahri.."
Tes...
_
_
_
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.. hayy pembaca novel Salah Khitbah.. masih ada orang kan?? Masih dong ya InsyaaAllah.. hehe.
Makasih banyak buat yang udah nyariin Author.. aaaa terharu.. Alhmadulillah.. Author sehat ko.. Alhamdulillah.. kalian gimana? semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT ya. aamiin ❤️
Maaf yang sebesar-besarnya karena othor hilang tanpa kabar dan kepastian . Ekhem 🤣🤣
Dan maaf jugaa, Author belum bisa up seperti biasanya.
Alasan Author menghilang selama seminggu di karena Author sedang mengerjakan sebuah proposal. Untuk itu Author minta bantu doa ya... Semoga proposal Author masuk ke tahap selanjut nya. Aamiin❤️
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya.. author tunggu like nya tembus 600 khem.. serupa jumlah favorite nya juga kalo bisa 🙏🏻😚 janga lupa komen juga yaaaa