Sang Pemuda

Sang Pemuda
22


__ADS_3

Sesampainya kami di balkon.


"Kau jadikan rumah abang tempat zina kau?" tanyaku duduk di kursi besi yang ada disini.


"Mana ada! Bena stay di kota J. Aku sebulan sekali balik ke sini bang!" sahut Edi membela diri.


"Betina kau namanya Bena? Jadi sebulan sekali kau setor?" tukas ku sedikit merasa aneh dan terkekeh kecil.


"Benazir Aleema namanya! Bapaknya Turki, ibunya Indonesia. Jadi kau kira-kira saja gimana cantiknya dia." ujar Edi dengan memuji wanitanya.


"Kalau memang dia cantik. Kenapa sampai kau tak mau nikahin dia." jawabku mendelik ke arahnya.


"Bukan begitu. Bukan aku tak mau tanggung jawab apa yang sudah aku lakukan. Cuma aku malu bang menikah gara-gara Bena hamil." balas Edi yang terdengar jujur.


"Kalau kau tak mau betina kau hamil duluan. Ya kau mainya yang aman Ed!". sahutku kemudian dengan membakar rokok ku.


"Malam itu aku mabuk bang, kau kan tau aku kek mana! Aku juga tak paham. Kenapa bisa langsung Bena telat datang bulan di bulan selanjutnya. Menurut ku sedikit aneh, sekalinya aku telat cabut. Dia langsung hamil. Aku hanya telat mencabutnya, bukan sengaja buang di dalamnya." selanya terdengar jujur dan menyesali semuanya.


"Jadi?" ucapku dengan membuka pesan masuk dari Devi.


"Jadi aku berasumsi Bena bukan hanya bermain dengan ku!" jawabnya membuat ku terkejut sampai handphone di tangan ku hampir terjatuh.


Aku langsung menoleh dan mendelik tajam ke arahnya. Kenapa pernyataannya terdengar kejam sekali. Edi tadi mengakui telah memakai Bena, tapi dia malah menuduh Bena bukan hanya tidur dengannya. Aku malah memikirkan gimana keadaan Bena sekarang. Bukannya wanita hamil tidak boleh setres, kalau Edi berasumsi begini. Bena pasti tengah setres bukan main.


"Ed, sepaham abang. Wanita ada masa suburnya jarak berapa hari dari tanggal menstruasi. Dengan kau telat mencabutnya, pasti ada beberapa tetes air kau yang masuk ke rahimnya." ungkap ku jelas. Agar ke depannya dia tidak berpikiran demikian terus. Kasihan Bena.

__ADS_1


"Terus langsung hamil begitu?" cetus Edi masih tidak menerima penjelasan ku.


"Bukan langsung hamil. Tapi peluang hamil jadi lebih besar saat berhubungan badan di masa subur." ucapku menurut informasi yang aku tau.


"Entahlah bang. Aku masih belum menerimanya. Lagian aku masih terlalu muda untuk jadi seorang ayah. Dan lagi Bena masih berumur 22. Aku tak yakin Bena paham akan tugasnya sebagai seorang ibu dan seorang istri!" balas Edi terdengar menolak semua yang sudah terjadi.


Yang terlintas di pikiran ku adalah Dinda yang sedang menimang Kinasha malam itu di rumah Haris. Dinda yang sedang memarahi ku waktu aku tidak sengaja menabrak Givan di acara penjualan bukunya. Dan Dinda yang sedang menyiapkan sarapan untuk ku. Dua kali Dinda melakukannya, pertama saat aku terkena bola Givan dan kedua pagi di hari Dinda akan berangkat ke provinsi A.


"Seburuk-buruknya wanita, dia tetap berusaha untuk menjadi ibu yang baik untuk anaknya. Dan meskipun dia tidak paham akan tugasnya, dia akan tetap melakukan apapun yang sudah menjadi kodratnya." ucapku spontan. Hanya itu yang aku petik dari potongan ingatanku tentang Dinda. Tentang penggambaran wanita muda dengan pergaulannya diluar sana dan pembawaannya didepan anaknya. Mungkin pergaulan Bena tidak jauh berbeda dengan Dinda, apalagi Edi tadi mengatakan kejadian itu terjadi pada saat dirinya mabuk. Sudah pasti mereka dalam satu tempat hiburan yang sama.


Edi menubruk ku dengan peluknya, dan aku hanya membalasnya dengan menepuk bahunya.


"Makasih bang." ucap Edi dan aku hanya menganggukan kepala saja. Dan Edi pergi berlalu.


Adinda lagi, Adinda lagi. Kenapa malah Adinda yang menjadi inspirasi ku untuk mencetuskan kata-kata mutiara untuk Edi tadi.


"Bang, keluar yuk. Beli makanan." ajak Edo padaku. Sebenarnya aku cukup lelah dan kepala ku juga masih berdenyut. Ah lupa, aku belum meminum obat yang aku minta tadi.


"Bentar Do, abang mau minum obat dulu." ucap ku padanya.


"Hah, abang masih begitu?" tanya Edo heran.


"Begitu bagaimana? Ini loh obat sakit kepala!" sahutku dengan menunjukkan obat yang aku bawa.


~

__ADS_1


Aku dan Edo sudah berada di tempat angkringan pinggir jalan. Aku melihat perempuan yang melambai pada ku. Sepertinya kenal, tapi siapa ya aku lupa namanya.


"Adi Riyana kan? Tambah gagah sekarang Di!" ucap perempuan itu dengan langsung memegang lengan ku. Aku merasa murahan di sentuh sana-sini.


"Iya. Maaf, siapa ya?" balas ku dengan melepaskan tangannya dari lengan ku.


"Aku Seila. Lupa ya?" jawabnya dengan tersenyum ramah. Oh aku ingat sekarang, dia salah satu gadis yang pernah menjadi partner balap ku dulu.


"Kok bisa ada di sini?" tanyaku menunjuk dirinya.


"Nikah sama orang sini. Lama tak ada kabar, apa kau kejaring waktu itu?" balas Seila memperhatikan ku. Aku mengangguk mengiyakan pertanyaannya.


"Jadi udah pada tobat ya sekarang?" ungkapnya dengan sedikit kekehan. Lalu kami mengobrol ringan dan bertukar nomor handphone. Aku pamit padanya, karena Edo sudah menghampiri ku untuk kembali ke rumah.


~


Aku sudah kembali lagi ke kota C, dengan membawa salah satu mobil milik ayah. Saat aku baru sampai rumah. Terlihat Jefri sedang mengobrol dengan Zulfa di kursi kayu depan rumah. Jefri langsung berdiri begitu melihat mobil ku masuk ke pekarangan rumah.


"Sampai juga kau." ucap Jefri menghampiri ku.


"Ada apa?" sahutku dengan mengambil beberapa barang dari umi untuk Zulfa.


"Nih, mantan pacar kau. Nikah sama orang kota ini." ungkap Jefri memberikan undangan pernikahan Revi Kartika, kekasih ku dulu di masa SMA. Kenapa saat aku sudah memiliki Devi, aku memiliki kesempatan untuk bertemu perempuan di masa lalu ku. Memang Seila hanya teman ku dan lagi dia sudah memiliki suami, tetapi sejauh aku bertukar pesan dengannya dan ia tau aku belum menikah. Aku di beri beberapa nomor kontak wanita taubatan nasuha katanya. Dan sekarang aku di undang ke pernikahan Revi, pasti di acara nanti banyak teman lama ku juga yang datang. Mungkin kesetiaan ku akan di uji kali ini.


TBC.

__ADS_1


*Hai kak, ikutin ceritanya terus yuk. Jangan lupa untuk support author dengan cara LIKE, RATE, VOTE, dan COMENT. Terimakasih 🥰


__ADS_2