Suami Tak Tahu Diri

Suami Tak Tahu Diri
113. Saling memberi perhatian


__ADS_3

Beberapa hari ini, Mala ikut ke kantor suaminya. Karena ia merasa bosan di rumah.


Setidaknya, jika ikut ke kantor, ia bisa membantu suaminya mengerjakan pekerjaannya. Paling tidak, pekerjaannya juga lebih variatif. Tidak hanya mengerjakan pekerjaan rumah saja.


Di usia kandungannya yang sudah mendekati hpl, memang ia dianjurkan untuk banyak bergerak. Jadi, Mala membuat dirinya sibuk dengan kegiatan yang bermanfaat.


Saat keduanya tengah sibuk mengerjakan laporan, terdengar suara pintu yang di ketuk.


"Masuk." titah Mahes.


Terlihat seorang wanita yang memakai stelan jas berwarna hitam, yang senada dengan warna rok di bawah lututnya. Tersenyum ke arah Mahes dan Mala, sambil membawa nampan berisi dua box makanan.


"Permisi, pak, Bu. Maaf saya mengganggu. Ini ada sedikit makanan dari saya. Mohon diterima." wanita itu berjalan mendekat, lalu meletakkan makanan itu di meja.


"Makanan? Memangnya kamu sedang ulang tahun?" terka Mala sambil menyunggingkan senyum.


"Hehe. Ya begitulah, Bu. Tidak saya rayakan. Karena tidak ada tempat yang cocok untuk menggelar pesta. Jadi, saya bagi-bagi makanan saja untuk teman-teman satu kantor." balas wanita itu sungkan.


"Maa syaa Allah. Hal yang kamu lakukan ini justru sangat bagus, Ima. Jadi, uang mu malah lebih bermanfaat. Dari pada untuk membuat suatu pesta."


Mala tak ragu untuk memuji karyawannya secara langsung. Yang membuat wanita, yang akrab di panggil Ima, tampak malu.


"Terima kasih pujiannya, Bu." balas mbak Ima sopan.


"Hem, sama-sama."

__ADS_1


"Kalau begitu, saya permisi keluar dulu ya, Bu."


"Iya. Sekali lagi, kami mengucapkan terima kasih. Karena telah memberi makanan pada kami."


"Iya, Bu. Sama-sama."


Setelah mengantarkan makan, mbak Ima keluar dari ruangan bosnya, dengan perasaan yang lega. Akhirnya ia bisa bersedekah pada teman-teman kerjanya. Bahkan pada bos-nya sendiri.


Sedangkan di dalam ruangan, Mahes dan Mala menatap sejenak makanan yang ada di atas meja kerja mereka. Lalu membukanya. Karena tidak tahan dengan baunya yang begitu menguar, dan membuat perut keroncongan.


"Hem, baunya sungguh enak." celoteh Mahes saat membuka box stero foam miliknya.


Mala sejenak melirik makanan yang sudah di buka oleh suaminya. Karena ia tidak tahan dengan baunya yang begitu menyeruak, dan tampilannya juga begitu menggoda. Akhirnya ia pun juga membuka box, yang ada di hadapannya.


"Kita coba yuk. Mari makan." celoteh Mala, sambil menyendok makanan itu, dan menyuapkan ke mulutnya.


"Jangan lupa doa, sayang." ucap Mahes mengingatkan.


"Kalau soal itu, aku tidak akan pernah lupa, mas. Karena makanan yang masuk ke perut ku, anak ku juga akan ikut memakannya. Jadi aku benar-benar memastikan halal dan haramnya, serta membaca doa. Agar anak kita tumbuh sehat."


"Bagus itu, sayang. Aku jadi tambah sayang padamu. Kamu begitu menjaga calon anak kita dengan sangat baik. Bahkan soal asupan makanan pun, kamu turut menjaganya."


Mahes tak ragu untuk memuji istrinya. Karena, begitulah resep keduanya dalam menjaga keharmonisan hubungan rumah tangga. Agar pasangan kita senantiasa merasa nyaman berada di samping kita.


Banyaknya kasus perselingkuhan atau bahkan sampai kasus perceraian, karena masing-masing pasangan kurang memerhatikan kenyamanan pasangan halalnya.

__ADS_1


Sehingga mereka justru mencari kesenangan dan kenyamanan dengan mencari pengganti di luar sana.


Ujung-ujungnya, tentu saja mereka akan membandingkan pasangan halalnya dengan pasangan yang tidak halal.


Mereka akan menuntut ini itu pada pasangan halalnya, agar bisa bersikap sama seperti pasangan yang tidak halalnya.


Jika tuntutannya tidak bisa dipenuhi, maka hatinya akan terdorong untuk berpisah. Jika sudah berpisah, maka anak lah, biasanya yang akan menjadi korbannya.


Mala dan Mahes, tidak mau hal itu terjadi dalam rumah tangganya. Jadi, sebisa mungkin keduanya akan terus menunjukkan rasa kasih sayangnya, pada pasangannya.


Seperti yang dilakukan Mahes saat itu. Ia sampai menarik kursinya, agar bisa duduk berdekatan dengan istrinya, dan berniat menyuapinya.


"Buka mulut mu. Aku ingin menyuapi istri dan calon anakku." titah Mahes, sambil mendekatkan sesuap nasi yang lengkap dengan lauknya ke bibir Mala.


Sesaat Mala tersenyum, karena mendapat perlakuan yang begitu romantis dari suami tercintanya. Ia pun membuka mulutnya, dan menerima suapan itu.


"Hem. Rasanya, benar-benar enak. Aku suka sekali. Ayamnya benar-benar crispy, tapi dalamnya tetap lembut. Di cocol sama sambelnya, bikin nagih banget."


"Giliran aku yang menyuapi mu, mas." Mala mendekatkan sesuap nasi, beserta lauknya ke mulut suaminya.


"Ayo buka, mulutnya." titah Mala.


Dengan senyum sumringah, Mahes membuka mulutnya, dan membiarkan makanan itu masuk ke indera perasa nya.


Keduanya benar-benar menunjukkan perhatian yang besar pada pasangannya. Sehingga membuat mereka merasa nyaman, dan tak ingin berjauhan.

__ADS_1


__ADS_2