Suami Tak Tahu Diri

Suami Tak Tahu Diri
59. Pasien rumah sakit jiwa


__ADS_3

Saat Doni rebahan sambil memegang handphone, terlihat Mala yang baru saja memposting foto baru. Karena penasaran dengan kegiatan istrinya, segera ia menekan gambar tersebut.


Doni membulatkan matanya ketika melihat kelakuan Siska. Lalu membaca caption yang Mala tuliskan.


"Dasar Siska. Malu-maluin aku saja. Pasti Mala merasa bahagia karena sakit hatinya terbalaskan dengan fakta ini.


Aku juga tidak boleh tinggal diam, Siska itu kan masih menjadi istriku. Enak saja, nikahnya sama aku, tapi mesra-mesraan dengan laki-laki lain.


Apalagi beberapa hari dia tidak pulang. Pasti dia tengah sibuk melayani pelanggannya. Dan malah tidak melayani ku sama sekali.


Aku harus minta penjelasan padanya tentang hubungan ini. Atau paling tidak aku bisa mendapatkan sedikit bagian uangnya. Itu lebih baik karena aku tidak perlu repot-repot bekerja. Uang pun mengalir.


Masa bodoh, orang berkata apa. Sepertinya tetangga juga sudah pada tahu tentang masalah ini. Jadi sekalian saja nama ku hancur."


Setelah bermonolog seorang diri, Doni langsung bangkit dari tidurnya dan mencari ojek. Agar lebih cepat sampai di restoran yang dituju.


"Bang, ojek." ucap Doni sambil membonceng di bagian belakang laki-laki yang tengah duduk santai di atas motor.


Laki-laki itu seketika ingin muntah, karena bau yang menguar dari tubuh Doni.


"Aku bukan ojek. Turun-turun." ucap laki-laki itu, tapi Doni tetep kukuh tidak mau turun.


"Aku akan bayar kamu dua kali lipat. Asal kamu antarkan aku. Cepat, ini penting."


"Pasti kamu pasien gangguan jiwa. Kalau begitu, akan aku antar kamu ke rumah sakit." ucap bang ojek, dan segera mengegas motornya dengan kecepatan tinggi. Membuat Doni hampir terjungkal ke belakang.


"Woi, hati-hati dong bawa motornya." Doni menepuk keras bahu bang ojek. Sehingga laju motor kini sedikit lebih pelan.

__ADS_1


"Antar aku ke Maos restoran, sekarang!" tegas Doni.


Walau awalnya bang ojek selalu menolak, akhirnya mau tak mau ia menuruti permintaan pelanggan anehnya.


"Mas, bayar dulu." ucap bang ojek pada Doni, ketika telah sampai restoran, dan Doni langsung nyelonong masuk restauran.


"Nanti dulu. Setelah urusan ku selesai." teriak Doni.


"Halah, urusan apaan memangnya. Pasien rumah sakit jiwa tapi gayanya selangit banget." bang ojek mencibir Doni. Tapi tak urung ia menunggunya juga.


**


Sementara itu, di dalam restoran. Doni mengedarkan pandangannya dan mencari keberadaan istri keduanya.


Setelah berhasil mengunci sosok yang dimaksud, ia berjalan dengan langkah panjang menghampirinya.


Keduanya dengan refleks menutup indera penciuman mereka. Karena tak tahan dengan bau yang menguar dari tubuh Doni.


"Tega kamu ya, selingkuh di belakang ku." ucap Doni dengan lantang. Sambil menunjuk ke wajah Siska.


"Kamu kenal dia sayang?" ucap laki-laki tua yang berkumis tebal itu. Siska pun menggeleng kuat.


"Kamu... Tega sekali kamu tidak mengakui aku sebagai suami. Dasar istri tidak tahu diri. Sudah aku buatkan pesta yang mewah. Bahkan sampai berhutang. Harusnya kamu menambah sumber pendapatan ku. Eh, endingnya kamu malah jalan dengan laki-laki lain. Awas kalau kamu sampai pulang ke rumah ku." Doni berkata dengan geram.


"Itu urusan mu." balas Siska enteng menatap Doni.


"Sayang, aku ingin pergi dari sini. Kenyamanan kita terganggu dengan kedatangan orang tidak waras ini." rengek Siska sambil menggoyangkan lengan laki-laki disampingnya.

__ADS_1


"Baiklah sayang. Kita ke hotel ya." ucap laki-laki itu sambil terkekeh. Dan Siska mengangguk.


Ia dan laki-laki itu bangkit berdiri. Tapi Doni dengan cepat mencengkeram erat pergelangan tangan Siska.


"Au, kamu menyakiti ku, orang tidak waras." ucap Siska terlihat manja, agar pelanggannya respect dengannya.


"Lepaskan kekasihku. Atau bodyguard ku akan menghajar mu." ucap laki-laki itu, dan sukses membuat nyali Doni menciut.


Ia teringat dulu pernah dipukuli oleh preman, yang membuat seluruh tubuhnya babak belur, ketika habis pulang dari rumah Mala.


Sementara itu, Rombongan Mala melihat dengan jelas apa yang terjadi antara mantan suaminya dengan istri mudanya.


"Mas Doni?" gumam Mala sambil menatap lekat wajah mantan suaminya. Ia sampai mengucek matanya untuk memastikan jika dirinya tidak salah lihat.


Awalnya ia tidak menyangka, jika itu adalah Doni, mantan suaminya. Karena penampilannya sangat jauh berbeda.


"Ya Allah, itu mas Doni? Kenapa penampilannya seperti..." ucap bibi Minah sengaja tidak melanjutkan ucapannya, dan justru bergidik ngeri.


"Mungkin dia jadi seperti itu karena hukum karma. Dulu pernah menyakiti non Mala." timpal bi Surti.


Doni menatap dengan nanar kepergian Siska dengan laki-laki lain tanpa bisa berkutik.


Di saat Doni masih diam mematung, rombongan Mala melewatinya. Ia terkejut melihat mantan istrinya sudah bisa berdiri dan bahkan berjalan. Wajahnya juga sudah kembali seperti sedia kala.


Penampilan Mala sungguh rapi dan anggun. Terlihat wanita berkelas, tanpa harus menunjukkan identitas dirinya sebagai orang kaya.


Ada rasa canggung dan malu menyergap hati Doni, karena penampilannya dan mantan istrinya sangat jauh berbeda.

__ADS_1


Ia hanya bisa diam tak berkutik.


__ADS_2