Suami Tak Tahu Diri

Suami Tak Tahu Diri
92. Kelakuan aneh Mahes


__ADS_3

Mahes tahu jika yang dilakukan oleh Amel tadi adalah sebuah kesengajaan belaka. Demi mencuri perhatiannya. Ia tidak ingin dekat dengan wanita manapun juga, selain istri, asisten rumah tangga ataupun saudaranya sendiri, seperti Bu Ningrum dan Bu Dewi.


"Tan, habis dari sini aku mau pulang." ucap Mahes, saat keduanya keluar ruangan.


"Bukankah di kantor masih ada pekerjaan?"


"Nanti pulang kerja tolong antarkan ke rumah. Atau Tante bisa minta tolong driver kantor. Untuk mengantarkan berkasnya ke rumah.


"Apa kamu sedang tidak enak badan?" tanya Bu Dewi terlihat serius, menatapnya.


"Iya." balasnya singkat.


Tanpa mereka ketahui, Amel mencuri dengar percakapan keduanya.


'Ah, dia sakit setelah meeting denganku. Apa dia mulai menaruh rasa suka padaku?' batin Amel sambil senyum-senyum sendiri.


'Okay. Aku akan membuntutinya, agar tahu letak rumahnya.'


Gadis itu segera berlari ke ruangan untuk mengambil kunci mobilnya. Secepat kilat, ia sudah tiba di lantai bestmen, dimana mobilnya terparkir. Dan berjejer dengan mobil lainnya.


Ia melihat Mahes, memasuki mobil dengan Bu Dewi. Senyum smirk tersungging di wajah Amel. Lalu segera melajukan mobilnya, mengikuti mobil Mahes yang sudah lebih dulu lewat di depannya.


"Oh, ternyata ini toh rumahnya. Bagus juga. Sesuai dengan prediksi ku. Seorang pemuda tampan dan kaya raya. Sangat cocok jika bersanding dengan ku." gumam Amel penuh keyakinan, saat mobilnya sudah berhenti di dekat rumah Mahes.


"Kapan-kapan sepertinya aku harus main kesini. Agar bisa lebih dekat dengan kedua orang tuanya."


Setelah itu Amel melajukan mobilnya untuk kembali ke perusahaan.

__ADS_1


Sedangkan Mahes berjalan sambil menundukkan kepalanya. Ia merasa kesal dan tidak suka dengan Amel.


Ia tahu jika Amel juga cantik, tapi baginya Mala jauh lebih cantik. Tidak hanya cantik fisik, tapi juga cantik hatinya.


Dari pada di perusahaan ia tidak bisa berkonsentrasi untuk bekerja, lebih baik ia pulang untuk melampiaskan sesuatu yang menggelora di dadanya.


Ya. Dia ingin membuat adonan bersama istrinya, daripada terpancing dengan kelakuan Amel tadi. Karena gadis itu bertingkah absturd didekat nya.


"Sayang. Kamu sudah pulang?" Mala yang baru saja akan mengunci pintu kamarnya tersentak kaget dengan kedatangan suaminya.


Bukannya menjawab, Mahes justru menatap Mala dengan intens. Dari ujung rambut ke ujung kaki.


Dengan susah payah ia menelan saliva, melihat penampilan istrinya. Karena saat itu Mala tengah memakai tangtop dan hotpants. Lekuk tubuhnya tercetak sempurna.


"Kenapa kamu diam saja, mas? Apa kamu sakit?" Mala mengernyitkan dahi sambil menatap suaminya. Bukannya menjawab, Mahes justru mengunci pintu dan langsung mengangkat tubuh istrinya.


"Mas, kamu suami ku yang namanya Mahes kan? Kamu ngga sedang kesurupan kan? Jangan seperti ini, aku takut."


Mata Mala mulai berkaca-kaca. Karena tidak pernah melihat suaminya bersikap seperti ini sebelumnya.


"A-aku, hanya ingin meminta jatah ku sekarang, sayang." ucap Mahes dengan suara berat.


Karena sudah benar-benar tak tahan, ia pun menelungkupkan wajahnya di dada dan leher istrinya. Sehingga membuat wanita itu menggelinjang geli.


Ia berusaha sekuat tenaga menjauhkan wajah suaminya dengan kedua tangannya. Tapi tenaganya kalah dengan tenaga sang suami yang diliputi berbagai macam rasa. Sehingga sangat kuat.


"Kamu apa-apaan sih, mas. Aku takut dengan mu." cicit Mala.

__ADS_1


"Aku ingin kamu melayani ku sekarang, sayang. Dan nanti aku akan cerita sesuatu dengan mu." bisik Mahes dengan suara yang semakin parau di telinga istrinya.


Hanya Mahes yang Mala miliki di dunia ini. Walaupun ia belum tahu apa yang tengah di alami suaminya, tapi ia yakin jika suaminya itu tidak akan membohonginya dalam hal sekecil apapun. Akhirnya Mala mau melayani suaminya.


Mala merasakan tenaga Mahes kali ini jauh lebih besar. Bahkan siang itu, keduanya sampai melakukannya hingga beberapa kali.


Peluh menetes membanjiri tubuh keduanya. Mahes mengusap lembut wajah cantik istrinya sembari mengucapkan kata terima kasih.


Walaupun Mala benar-benar kelelahan, ia berusaha membalas perkataan suaminya dengan senyuman dan anggukkan kepala.


Tubuh Mahes ambruk di samping tubuh istrinya, setelah pergulatan sengit itu terjadi. Dan, tak lama kemudian keduanya terlelap tidur bersama.


**


Hari merangkak sore, hawa dingin nan semriwing menyapu tubuh keduanya. Yang membuat mereka menggeliat, dan terbangun. Mahes menyamping badannya, dan tersenyum melihat istrinya yang masih mengucek matanya.


"Terima kasih, sayang." Mahes mengecup kening istrinya. Ia mengangguk dan tersenyum pula.


"Mas, apa yang terjadi dengan mu tadi? Aku sangat ketakutan."


"Maafkan aku sudah membuat mu ketakutan. Tapi tadi saat aku meeting, aku bertemu dengan seorang gadis. Dari caranya memandang dan berinteraksi denganku, ia terlihat ingin main-main dengan ku. Karena aku adalah pria normal, lebih baik aku pulang dan menuntaskan keinginan ku pada wanita yang sudah sah menjadi istriku."


Mala menatap lama wajah suaminya, lalu kembali menyunggingkan senyum. Ia tidak menyangka, jika suaminya melakukan hal itu demi menjaga perasaannya dan keutuhan rumah tangganya. Di saat banyak pria yang justru ingin memanfaatkan jalan pintas, dengan berselingkuh.


❤️❤️


__ADS_1


__ADS_2