
"Totalnya sepuluh juta lima ratus ribu rupiah ya, pak." ucap kasir, menyebutkan nominal angka yang harus di bayar Mahes.
Pria itu menyodorkan kartu ATM nya, untuk membayar total belanjaannya. Setelah selesai, pramuniaga membantu Mahes membawakan barang-barang belanjaan nya yang sangat banyak.
Bahkan jika ada orang yang melihat, disangkanya barang-barang itu akan dijual kembali. Padahal kenyataannya bukan.
Mahes dan Mala sangat bahagia menyambut kehadiran buah hati mereka. Mala tidak akan merasa kesepian lagi, jika ditinggal Mahes bekerja.
Setelah membeli perlengkapan bayi, dan memasukkannya di dalam mobil. Pasangan suami-istri itu kembali masuk ke dalam super market.
Dan kali ini keduanya menuju store kebutuhan rumah tangga, seperti bumbu-bumbu kering, sayur-mayur, susu dan masih banyak lagi yang lainnya.
Meskipun perut Mala sudah cukup besar, tapi ia masih terlihat nyaman berjalan. Dan bahkan tampak bersemangat.
Berbeda dengan Mahes. Laki-laki itu tampak loyo saat berjalan mengekor Mala.
Ternyata pekerjaannya mengurus perusahaan, jauh lebih mudah ketimbang mengikuti langkah wanita dalam berbelanja. Selain menghabiskan uang, juga menghabiskan banyak tenaga.
Untung Mahes sudah cinta mati dengan Mala. Apapun akan dilakukannya untuk membahayakan wanita yang tengah mengandung benihnya.
"Mas, kamu mau dibelikan puding rasa coklat atau blueberry?" Mala tengah berdiri sambil memegang serbuk puding dengan dua varian rasa.
"Mas, kok kamu diam saja sih? Di ajak bicara dari tadi juga."
Mala memutar badannya, dan ia melongo melihat suaminya tidak ada di dekatnya.
Ia semakin membulatkan matanya, ketika melihat suaminya cukup jauh dengan tempatnya berdiri. Dan laki-laki itu tengah duduk di kursi, yang biasa di pakai oleh pramuniaga untuk meletakkan barang yang posisinya lebih tinggi.
"Kenapa mas Mahes duduk di sana?" gumam Mala sambil mengernyitkan dahi.
__ADS_1
Sementara Mahes yang merasa diperhatikan istrinya, tersenyum simpul. Lalu dengan setengah hati beranjak dari tempat duduknya, dan berjalan menghampiri istrinya.
"Kenapa tadi duduk di sana mas? Apa kamu sakit?"
"Tidak. Apa belanjanya sudah selesai?"
"Belum lah. Masih banyak yang harus kita beli. Di rumah kan tidak hanya kita berdua saja, mas. Ada bibi, tukang kebun, sopir dan juga security." terang Mala yang membuat Mahes menelan saliva.
"Oh iya mas, kamu mau dibuatkan puding rasa coklat atau blueberry?" ulang Mala, karena pertanyaannya belum di jawab.
"Dua-duanya saja. Aku suka semuanya."
"Okay. Ayo kita jalan lagi."
Mala memasukkan beberapa bungkus serbuk puding dengan varian rasa coklat dan blueberry, ke dalam kereta dorongnya. Lalu kakinya melangkah ke depan.
Dalam hati Mahes mengucapkan syukur Alhamdulillah, karena istrinya telah selesai berbelanja.
Setelah kasir menyebutkan nominal uang yang digunakan untuk membayar total belanjaannya, Mahes kembali menyodorkan ATM nya. Karena uang cash nya tidak cukup jika digunakan untuk membayar total belanjaannya, senilai tiga juta tujuh ratus ribu rupiah.
"Sayang, kita ke food court dulu yuk." ajak Mahes. Mala menganggukkan kepalanya, tanda setuju.
Pasangan suami-istri itu, berjalan menuju food court yang terletak di lobby super market.
"Aku mau udang goreng asam manis, sama minumnya es kuwut." ucap Mala antusias.
"Aku juga sama seperti istriku ya mbak, tapi nasinya dua porsi." ucap Mahes pada pelayan. Mala membulatkan matanya, karena mendengar permintaan Mahes.
"Baik, di tunggu ya."
__ADS_1
"Mas, kamu pesan dua porsi makanan untuk siapa?"
"Untuk ku semua. Kalau kamu mau juga, nanti bisa aku pesan kan."
"Tidak-tidak, nanti aku semakin gendut." Mala menggelengkan kepalanya cepat.
"Jangan insecure seperti itu. Kamu gendut aku juga tetap cinta. Karena kamu berjuang untuk anak kita."
Mahes menggenggam tangan Mala dengan erat. Seolah-olah meyakinkan bahwa, hanya dia satu-satunya yang paling ia cintai di dunia ini.
Mala menyunggingkan senyum merasa sangat diperhatikan oleh suaminya.
Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Mahes pun segera menarik tangannya. Agar pelayan bisa meletakkan makanan dihadapannya.
Setelah pelayan pergi, mereka mulai mencicipi makanan yang di pesan tadi. Saat Mahes hendak melahap porsinya yang kedua, ia melihat Mala yang telah menghabiskan makanannya.
"Buka mulutnya." ucap Mahes sambil mendekatkan sesuap nasi beserta lauknya ke mulut Mala.
"Aku sudah kenyang." ucap Mala sambil mendorong makanan itu.
"Kamu sudah kenyang, tapi anak kita belum kenyang. Ayo, kita habiskan makanan ini berdua. Pokoknya harus." tegas Mahes.
Sekali lagi, ia mendekatkan suapan tadi ke mulut Mala. Mala melihat suaminya sekilas, lalu melahap makanan itu.
Sebenarnya ia juga masih merasa sedikit lapar, tapi ia sangat takut gendut. Walaupun berulang kali Mahes mengatakan tidak akan meninggalkan dirinya saat gendut, tapi Mala ingin tetap terlihat cantik di mata suaminya.
❤️❤️
__ADS_1