Suami Tak Tahu Diri

Suami Tak Tahu Diri
93. Benar-benar sembuh


__ADS_3

Sebulan kemudian, Siska kembali memeriksakan diri ke rumah sakit. Ia hanya ingin memastikan bahwa dirinya memang benar-benar sudah sembuh.


Karena semenjak pemeriksaan terakhir, sampai sekarang, ia sudah tidak merasakan sakit sama sekali diarea bawahnya.


Ia memantas diri di depan cermin. Kemeja panjang dan rok panjang kembali ia kenakan. Entah karena kebiasaan, entah karena nyaman. Kini Siska setiap hari selalu berpakaian seperti itu.


Baru saja ia keluar kamar, sudah terlihat mobil taksi yang selalu dipesannya, memasuki pelataran rumah kost. Bergegas ia mempercepat langkahnya, dan masuk ke dalam mobil.


Sesampainya di rumah sakit, dan telah melewati beberapa prosedur check up, akhirnya kini Siska sudah berada di ruangan dokter.


Wanita berseragam jas putih itu, mulai memeriksa keadaan Siska. Terlihat ia menganggukkan kepalanya sambil mengukir senyum di wajahnya yang tertutup masker.


"Bekas luka atau pun nanah sudah benar-benar hilang. Bahkan sekarang anda terlihat biasa saja saat berjalan. Tidak seperti dulu yang nampak kesulitan berjalan, dan terlihat sedang menahan rasa sakit yang amat sangat.


Saya nyatakan, anda sudah seratus persen sembuh. Anda sudah bisa hidup normal lagi. Dan perlu diingat, sebaiknya anda meninggalkan dunia malam. Dan mencari pekerjaan lain yang lebih halal.


Agar tidak terkena penyakit Gonore ini, atau bahkan penyakit lainnya yang jauh lebih berbahaya. Mungkin Tuhan ingin anda berubah. Terbukti dengan kesempatan kedua yang diberikan pada anda."


Senyum merekah di bibir Siska. Ia sangat bersyukur sekali, akhirnya ia bisa sembuh dari penyakitnya yang berbahaya. Dan bahkan bisa menghilangkan nyawanya, jika tidak rutin berobat.

__ADS_1


"Te-terima kasih, Dok. Terima kasih karena, selama ini sudah membantu saya, melewati hari-hari yang dipenuhi dengan rasa sakit yang mendera tubuh ini."


"Sama-sama." balas sang Dokter, sambil mengulas senyum.


Siska keluar ruangan dengan wajah yang berseri-seri. Seperti seseorang yang telah kehilangan beban berat dalam tubuhnya.


Sambil menunggu pesanan taksinya datang, ia memainkan handphonenya. Kini ia harus mulai menata hidup yang baru. Tidak ingin lagi jatuh ke dalam lembah dosa. Yang selama ini digelutinya, dan menjadi mata pencahariannya.


Tapi ia juga bingung, mau kerja apa setelah ini. Rasanya ia juga tidak memiliki ketrampilan apa-apa. Selain hanya membuat para laki-laki puas. Dan ia bisa mendapatkan uang dengan mudah.


Di saat ia tengah memutar otak mencari pekerjaan, ia mendapat notif jika taksi yang ia pesan sudah datang. Ia pun bangkit dari duduknya, dan celingukan mencari keberadaan taksi pesanannya.


Ia berjalan dengan cepat, saat mengetahui letak mobil taksinya. Setelah ia masuk, mobil pun mulai melaju dengan kecepatan sedang.


"Iya, mas. Pokoknya aku lagi bahagia banget. Eh, mas. Nanti berhenti di kedai ayam goreng crispy yang ada di perempatan jalan itu sebentar ya."


"Baik, mbak." sang sopir sambil menganggukkan kepalanya.


Hanya selang sepuluh menit, mobil taksi sudah berhenti tepat di kedai yang dimaksud Siska tadi.

__ADS_1


"Tunggu sebentar ya, mas." ucap Siska, sambil membuka handle pintu, lalu keluar.


Setelah menunggu sekitar lima belas menit, akhirnya pesanan Siska sudah siap. Ia pun membayar total bayarnya. Ia pun melenggang keluar kedai dengan perasaan senang, dan terlihat riang gembira. Lalu memasuki mobil.


"Jalan, mas." ucap Siska setelah menghempaskan tubuhnya di atas kemudi belakang.


Mobil taksi melaju menuju kost-kostan Siska. Setelah sampai di pelataran kost-kostan nya, Siska bersiap turun.


"Ini ya, mas uangnya. Dan ini ada sedikit rezeki untukmu juga. Karena selalu mengantar ku ke rumah sakit." ucap Siska sambil menyerahkan kantong plastik yang berisi makanan, yang ia beli saat berhenti di kedai ayam crispy tadi.


Sopir pun melongo, karena tak biasanya pelanggan nya itu memberinya makanan. Biasanya pelanggannya itu juga tampak murung setiap berangkat dan pulang dari rumah sakit. Tapi kali ini sungguh berbeda, ia tampak selalu ceria.


'Mungkin ia pernah menderita sakit parah, dan kini sudah dinyatakan sembuh oleh dokter. Makanya wajahnya terlihat bahagia. Hingga aku juga di kasih makanan.' batin sang sopir.


"Terima kasih ya, mbak. Semoga sehat selalu, dan semakin lancar rezekinya."


"Aamiin. Terima kasih juga, mas untuk do'anya." Siska mengulas senyum. Lalu turun dari mobil taksi.


Siska segera makan paket ayam crispy yang dibelinya tadi, sambil memainkan handphonenya. Ia masih berusaha mencari pekerjaan yang halal, dan bisa ia kerjakan. Karena keuangannya sudah semakin menipis.

__ADS_1


❤️❤️



__ADS_2