Suami Tak Tahu Diri

Suami Tak Tahu Diri
75. Teringat dengan kedua orang tua


__ADS_3

Sesampainya di toilet, Doni hendak buang air kecil. Tapi senjatanya semakin sakit. Hingga membuatnya meringis kesakitan saat air seni melewati jalannya.


"Kenapa dengan senjata ku. Akhir-akhir ini sering sekali sakit."


Hampir satu jam Doni berada di toilet. Bu Mirna yang tadinya duduk santai kini berubah menjadi gusar. Bergegas ia menyusul putranya ke toilet.


"Don. Apa kamu tidur di dalam?" tanya Bu Mirna sembari menggedor pintu toilet.


Di dalam toilet wajah Doni sudah pucat pasi. Ia mencoba menghirup nafas dalam-dalam untuk menetralkan perasaannya.


"Nanti juga sembuh sendiri." gumamnya yakin.


Lalu ia pun membuka pintunya, dan melihat ibunya berdiri dihadapannya dengan wajah cemas.


"Kamu kok pucat sekali, Don? Sakit ya?"


"Enggak kok, Bu." Doni menggeleng lemah, dan berlalu keluar kamar mandi.


"Ini total biayanya ya mas. Bisa di hitung dulu." ucap Doni saat sampai di kasir.


"Baik, mas. Saya hitung dulu." petugas kasir menghitung lembaran merah itu.

__ADS_1


"Terima kasih." ucap kasir lagi sambil menyerahkan nota.


Setelah itu Doni kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah Mala. Hatinya semakin berdegup kencang, ketika memasuki kawasan perumahan elite.


**


Sementara itu di kediaman Mala, ia tengah bersolek. Hanya menggunakan make up sederhana, lalu mengenakan gamis tile berwarna marun dan jilbab warna mocca. Ia sudah terlihat sangat cantik.


Ia menatap bayangan dirinya lewat pantulan cermin. Begitu sempurna. Tapi tidak dengan hatinya. Karena kepingan hatinya telah remuk saat kehilangan kedua orang tuanya.


Ada rasa sedih dan haru menggelayuti hatinya. Karena sudah tidak memiliki kedua orang tua yang sangat dicintainya.


Apalagi ia juga sudah tidak memiliki kerabat jauh sama sekali. Sehingga di saat-saat seperti itu ia semakin merindukan kedua orang tuanya.


Ia duduk di tepi ranjang sambil mengusap pelan foto yang memperlihatkan kebahagiaannya saat wisuda.


"Papa, mama. Semoga kalian berdua tenang ya disana. Asal papa dan mama tahu, Mala pernah gagal berumah tangga. Hingga terbesit di hati ini untuk tidak mau menikah lagi. Tapi rupanya takdir berkata lain, Allah mengirimkan seorang lelaki yang mampu perlahan mengobati luka dihati ini. Semoga Mahes adalah orang yang tepat untuk menjadi pendamping hidup Mala ya pa, ma. In shaa Allah Mala akan pertemukan dengan kalian berdua jika ada waktu luang. Salam hangat untuk kalian berdua ya. Assalamu'alaikum." ucap Mala, dengan penuh kelembutan ia mengecup foto itu. Tanpa ia sadari buliran kristal menetes melewati sudut netra nya yang indah.


Keadaan di lantai bawah, terlihat sangat sibuk. Para asisten rumah tangganya tengah menyiapkan berbagai olahan makanan untuk para tamu.


Bu Ningrum adalah orang kepercayaan di keluarga Mala. Juga ikut membantu segala persiapan itu. Ia selalu mengingat kebaikan kedua orang tua Mala yang telah mengantarkannya pada sebuah kesuksesan.

__ADS_1


Ia dan Bu Dewi memang berteman akrab. Jadi dulu Bu Dewi merekomendasikan Mahes lewat perantara Bu Ningrum.


Keduanya tidak menyangka, hubungan yang dulunya didasari atas rasa kasian semata, karena sama-sama menjadi korban kecelakaan. Kini justru disatukan dalam ikatan suci.


Keduanya dan kaum kerabat yang lain sangat bersyukur, atas persatuan dua insan tersebut. Karena keduanya sama-sama memiliki sifat, sikap dan perilaku yang baik.


Benarlah pepatah mengatakan, 'wanita sholihah untuk laki-laki sholih. Begitu pula sebaliknya'.


Dan juga, 'Jodoh itu cerminan diri.'


Mungkin wajahnya sama tapi ada sedikit perbedaan sikap. Atau bisa jadi wajahnya tidak mirip tapi memiliki karakteristik yang sama. Dan bisa juga memiliki wajah yang mirip dan sifatnya pun juga mirip.


Semua hidangan kini sudah tertata rapi di meja prasmanan dan juga di meja ruang tamu. Hanya tinggal menunggu tamunya datang saja.


**


Sementara itu di kediaman Mahes. Pemuda itu tengah bercermin. Mematut diri karena sebentar lagi akan bertemu dan melamar sang pujaan hati.


Seperti yang dilakukan Mala, ia juga teringat akan kedua orang tuanya yang telah tiada. Sebagai seorang laki-laki rasanya baru kali ini ia menangis.


Di hari bahagianya, karena akan melamar sang pujaan hati, kedua orang tuanya tidak bisa menyaksikannya secara langsung.

__ADS_1


"Papa, mama. Mahes cuma mau mengabarkan, hari ini anak laki-laki kalian ini akan melamar seorang wanita yang nasibnya sama seperti Mahes, menjadi korban kecelakaan. Meskipun status nya janda, tapi Mahes sangat mencintainya. Aku ingin melindunginya semampuku. Aku ingin membina rumah tangga yang bisa mengantarkan ku pada Jannah nya Allah. Bisa berkumpul dan bercanda dengan kalian. Semoga kalian berdua ridho dengan apa yang Mahes lakukan ini ya pa, ma. Cepat atau lambat, in shaa Allah Mahes akan mempertemukan kalian dengan Mala." gumamnya.


__ADS_2