Suami Tak Tahu Diri

Suami Tak Tahu Diri
23. Video


__ADS_3

"Bu, kok ngga ada apa-apa sih?" tanya Doni dengan kening yang berkerut. Setelah membuka kulkas dan laci lemari, tapi tidak menemukan apa-apa. Bu Mirna terkekeh kecil mendengar hal itu.


"Kalau ngga ada beli dong. Tuh di warung sebelah juga ada." balas Bu Mirna dengan mulut yang penuh dengan makanan.


Siska dan Doni pun mendengus kesal. Perut sudah sangat terasa lapar, tapi tidak ada yang bisa digunakan untuk mengganjal.


Akhirnya, Doni bersungut-sungut masuk ke kamarnya dan mengambil uang di dalam dompetnya.


Sedangkan Siska lebih memilih mandi, untuk menyegarkan tubuhnya yang sudah sangat terasa lengket, karena pertandingan semalam.


Doni berjalan menuju warung yang terletak tak jauh dari rumahnya.


Setelah sampai di warung, ia menyatakan maksud kedatangannya. Ingin membeli dua bungkus mie instan rasa ayam goreng pada penjual. Tapi penjual itu justru mengernyitkan dahi melihat kedatangan Doni.


"Lhoh mas, masa pengantin baru pagi-pagi sarapannya cuma mie instan." tanya penjual itu dengan nada mencibir.


"Memang kenapa? Ngga boleh? Mau makan sisa catering kemarin saja, malah sudah ke duluan tetangga. Sudah di bawa pulang semua, sampai yang punya hajat ngga di sisain sedikit pun." ucap Doni meluapkan emosinya.


"Lhoh, itu kan makanan memang sudah diserahkan pada tamu undangan untuk di makan mas, kenapa di ungkit lagi?"


"Masalahnya kalian itu cuma menyumbang sedikit. Isi amplop tak ada yang sesuai dengan sampulnya. Dasar tetangga miskin." umpat Doni.


"Dahlah, mana mie gorengnya. Aku keburu laper nih." imbuhnya dengan muka jutek.


"Kalau ngga ikhlas, ngga usah ngasih mas. Gitu saja kok repot." balas penjual itu sambil memberikan pesanan Doni. Tapi tiba-tiba hidungnya kembang kempis saat berada di dekat Doni.

__ADS_1


Ia menelisik penampilan Doni yang serba semrawut itu. Terang saja, laki-laki itu belum cuci muka atau gosok gigi sama sekali setelah bangun tidur.


"Mas, kalau habis main kuda lumping, mandi dulu dong. Ini keringatnya bau banget."


"Ah, punya tetangga dekat saja cerewet nya minta ampun." ucap Doni sambil menyerahkan uangnya.


"Kembaliannya ambil saja." imbuhnya sambil berlalu pergi.


Penjual itu pun melihat uang yang diberikan oleh Doni.


"Mas, apanya yang disuruh ngambil? Ini saja uangnya masih kurang." teriak penjual itu sambil geleng-geleng kepala. Karena uang yang di bayarkan hanya selembar warna cream, lima ribuan.


Ibu-ibu yang kebetulan juga ada di warung itu tanpa di komando, langsung membicarakan sikap Doni dan hajatan yang baru di gelar kemarin.


"Siska mana bu?" tanya Doni yang baru saja masuk ke dapur dan meletakkan plastik mie di meja.


Bu Mirna dan Doni refleks melihat Siska yang baru saja keluar dari kamar mandi itu.


Bu Mirna membulatkan matanya, ketika melihat tanda merah memenuhi tubuh Siska yang hanya di balut handuk itu.


Aroma wangi yang menguar dari tubuh Siska yang kebetulan menghampiri Doni, membangkitkan jiwa kelaki-lakian nya.


"Mas, bikinin aku mie goreng juga ya." ucap Siska dengan nada genit.


"Siap sayang ku." balas Doni dengan senyum sumringah. Ia pun menatap Siska sampai bayangannya tak lagi terlihat.

__ADS_1


"Heh, Doni." sentak Bu Mirna yang mengejutkan Doni.


"Kamar kalian sepertinya harus di pasang peredam suara, agar ibu tidak kebrisikan setiap malam karena terus mendengar kalian berdua adu kekuatan."


Doni hanya meringis sambil garuk-garuk kepala, karena ibunya mendengar pertandingannya dengan Siska semalam.


Ia pun berlalu menuju kompor dan menyalakannya.


Tak lama kemudian, dua porsi mie goreng terhidang di meja. Yang bersamaan dengan Siska datang.


"Lhoh, kok ngga ada telurnya mas?"


"Tadi lupa beli sayang. Ini saja juga sudah enak kok." Doni mendaratkan tubuhnya di atas kursi dan mulai menyuap mie goreng itu."


Siska sambil mengerucutkan bibirnya, ikut mendaratkan tubuhnya di atas kursi dan mulai menyuap juga.


"Mas, kita ini kan pengantin baru, harusnya sarapannya ngga mie goreng saja. Tapi makan, makanan yang enak seperti di restoran."


"Restoran nya jam segini baru persiapan buka sayang. Lebih baik makan mie dulu tidak apa-apa. Lumayan buat ganjal perut. Nanti malam kita baru dinner." Doni sengaja membesarkan hati Siska.


Setelah selesai makan dan mandi, Doni kembali berduaan di kamar dengan Siska. Tentu saja, mereka akan melakukan atraksi lagi. Dan hal itu kembali Bu Mirna dengar saat ia sedang menonton TV.


"Ada-ada saja mereka berdua itu. Ngga siang, ngga malam, kerjaannya...." gerutu Bu Mirna sambil geleng-geleng kepala.


Sementara itu, setelah selesai melayani suaminya, Siska kembali tertidur pulas. Sedangkan Doni yang belum tertidur, membuka handphonenya.

__ADS_1


Ia harus memanfaatkan waktu senggangnya untuk segera menghubungi Mala. Ia sangat berharap Mala masih mau memberikan uang dua ratus juta padanya.


Ia menelpon berulang kali, tapi tidak ada jawaban. Doni pun iseng membuka story istri pertamanya itu. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat video yang berdurasi 30 detik itu.


__ADS_2