
Pagi itu di kantor Ivanders Group tengah kacau..para karyawan juga anggota divisi satu persatu kalang kabut.
Semalam kantor di bobol oleh seseorang dan kabar buruknya lagi kamera pengawas di sekitar telah di matikan hingga tak ada bukti apapun untuk mengungkap kasus itu.
Bryan sudah berada di kantor sejak subuh tadi..dia terpaksa meninggalkan Via pagi-pagi sekali karena ingin segera menyelesaikan masalah kantornya.
Ketika Bryan sampai di kantor banyak polisi yang tengah melakukan olah TKP juga menyelidiki kasus nya.. Bryan tampak tenang tapi jujur dalam hatinya dia benar-benar terpuruk.
Bryan berusaha untuk tegar dan terlihat tenang agar para karyawan juga tak terlalu khawatir..dia akan membicarakan masalah ini dengan Rey..ya hanya Rey yang bisa membantunya untuk mengatasi masalah seperti ini.
"Selamat pagi tuan Bryan" sapa salah satu anggota divisi utama.
"Hmm.. bagaimana apa sudah ada hasilnya?"
"Maaf tuan kami sudah berusaha keras tapi belum ada hasil yang terlihat..banyak dokumen penting yang di ambil juga saham perusahaan anjlok sebesar 20 persen tuan" jelas kepala divisi utama.
"Huhh..sudah tidak usah terlalu khawatir..semua pasti ada jalannya"
"Apa tuan tidak apa-apa..tuan sudah bekerja keras untuk memajukan perusahaan ini tapi sekarang__"
"Tidak apa-apa..anggap saja cobaan sebelum meraih kesuksesan..tetap cari bukti dan istirahat jika lelah pikirkan keluarga di rumah juga mengerti?"
"Baik tuan..anda sungguh mulia tuan..semoga segera selesai masalahnya"
"Amin"
Bryan menuju ruangannya..dia ingin melihat sendiri seberapa hebatnya pencuri itu membobol perusahaan nya..banyak yang hilang tapi Bryan tetap tenang..dia tak boleh panik apalagi harus membawa masalah kantornya sampai di rumah tidak..tidak akan terjadi.
"Hufttt..ternyata pencuri itu pintar juga..dia tau mana yang merugikan perusahaan..hahaha tidak apa jika memang itu rejeki anak-anakku pasti akan kembali lagi tapi jika bukan sudahlah aku iklas..uang bisa di cari lagi usaha bisa di bangun lagi tapi waktu dengan keluarga tak bisa di ulang kembali".
Bryan mulai merapikan ruangannya..tanpa sengaja dia melihat sebuah kalung yang mungkin milik pencuri itu..kalung itu terjatuh di bawah tumpukan-tumpukan berkas yang berserakan di lantai mungkin pencuri itu gugup jadi dia buru-buru hingga tanpa sadar meninggalkan sebuah petunjuk.
"Hmmm menarik.. sepertinya aku pernah melihat kalung ini sebelumnya tapi dimana..huhh sudahlah biar aku rundingkan dengan uncle Rey dan Daddy Erick saja".
__ADS_1
Bryan melanjutkan bersih-bersih nya..dia tak mau ada yang masuk kedalam ruangannya..dia bukan tidak percaya tapi hanya sebagai bentuk kewaspadaan saja.
Selesai dengan beberes Bryan meminta sekuriti untuk menjaga ruangannya agar tak ada yang boleh masuk tanpa seijinnya.
*
*
"Ishhh hubby kemana aih tumben sekali pagi-pagi udah nggak ada" kesal Via yang tak melihat suaminya.
Via bangun dan berjalan menuju kamar mandi..dia mengeluarkan isi perutnya karena tak mencium bau Bryan..sungguh dia kesal sekarang.
Bryan juga sama tapi dia sebisa mungkin menahannya karena tak mau terlihat lemah di depan para karyawan nya..tidak etnis kan jika CEO mereka mengalami morning sickness.
"Huhhh..hey kalian pasti kalian kesal kan dengan daddy..sama mommy juga kesal dengan Daddy kalian..baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita marahan saja dengan Daddy bagaimana kalian setuju?"
Via berbicara dengan anak-anak nya yang masih dalam kandungan..dia mengajak anak-anak untuk memusuhi Bryan sebagai bentuk balasan karena telah meninggalkan nya tanpa pamit.
Via menyalakan televisi dan melihat acara kartun dia melihat di televisi itu seorang anak kecil dengan ransel di punggungnya juga rambut berponinya dengan seekor monyet yang selalu menemaninya tengah mencari dimana letak peta.
Via yang melihat peta itu langsung berkata.
"Hey bocah itu petanya di balik batu..astaga apa kau tak bisa melihatnya hah?"
"Hey sudah ku bilang di balik batu kenapa kau tak mendengarkan ku astaga anak siapa sih dia"
"Arghhhhhh siapa sih yang membuat acara kartun seperti ini.. hishhh membuat emosi saja..sayang-sayangku kalian jangan seperti anak kecil itu ya"
Kemudian Via mengganti channel TV itu..kini terlihatlah seorang Koboy tengah menunggangi kudanya dengan berbagai macam jenis mainan yang tak lain adalah temannya sendiri.
Koboy itu bernama Woody..melihat Woody Via jadi terpesona lalu terbesit ide di kepala Via.. seperti nya seru jika melihat suaminya berpakaian seperti itu..pasti tampan sekali dia.
"Wah kalian ingin melihat Daddy berpakaian seperti itu ya..baiklah baiklah nanti kita minta Daddy memakai pakaian seperti itu ya..kalian memang paling tau selera fashion untuk Daddy"
__ADS_1
*
*
"Jadi begitu uncle.. Bry harap uncle bisa membantu Bry..Dan ini sebuah kalung yang tak sengaja Bry temukan di bawah tumpukan-tumpukan berkas yang berserakan di lantai" ucap Bryan sambil menyerahkan kalung itu pada Rey.
"Baiklah..serahkan semua pada uncle..kau fokuslah pada Via biar masalah perusahaan mu uncle handle..uncle akan minta bantuan uncle Deril agar masalah ini segera selesai" ucap Rey memberi saran.
"Baiklah uncle terimakasih sudah mau membantu Bryan"
"Hey kau keluargaku jadi sudah sewajarnya kita saling bantu..sudah tidak perlu di pikirkan pulanglah sebelum kau tak mendapatkan jatah"
"Oh my God..astaga uncle benar..astaga"
Bryan bangun dan berjalan cepat setelah berpamitan pada Rey..dia pasti akan mendapati wajah kesal Via ketika sampai di rumah nanti..astaga kenapa dia bisa sampai kelupaan begini..sial nasibmu Bryan.
Karena masalah kantornya dia jadi melupakan prioritas utama nya..sial harus sabar lagi Bryan dia tak boleh terpancing emosi karena bagaimanapun juga kau yang salah.
Bryan sampai di rumah dan mendapati istrinya tengah duduk di depan tv ruang keluarga..di lihatnya setoples cemilan, sepiring cake,juga sepiring buah dan tak lupa satu gelas kosong yang pasti isinya susu.
"Astaga Bryan kenapa kau bisa melupakan tugas rutin mu..lihatlah dia sudah meminum susu buatan pelayan astaga kau benar-benar kelewatan" batin Bryan merutumi kebodohannya sendiri.
"Baby..kau sedang apa?"
Via melihat Bryan datang dan mendekatinya langsung berbinar-binar..kebetulan dia ingin melihat Bryan mengenakan kostum Koboy milik Woody.
"Daddy kau sudah pulang..sini"
"Ada apa baby..maaf tadi aku ke kantor tanpa memberitahu mu maafkan aku hm?"
"Iya jangan di ulangi lagi..by apa kau sayang pada kami?"
"Hey apa maksudmu?"
__ADS_1