
Kondisi mulai tenang lagi setelah Marcus pergi dari gedung itu dengan rasa malu bahkan marah..dia tidak tau bahwa besok akan ada berita mengenai dirinya yang akan terpampang jelas di layar televisi.
"Sial..sial..sial..lihat saja Bryan aku akan merebutnya darimu..seharusnya dari dulu aku sudah mengungkapkan perasaanku pada Via tapi aku terlalu pengecut..arghhhh brengsek..aku tidak terima" umpat Marcus pada Bryan saat sudah sampai di apartemennya.
*
*
Berbeda dengan Marcus yang tengah marah Bryan malah menempel pada Via bak perangko..dia benar-benar kesal dengan situasi tadi..untung saja otak pintarnya bisa langsung konek tadi jika tidak sudah habis dia babat si Marcus.
"By aku ingin pulang"
"Sebentar lagi baby..sabar ya?"
"Huhhh..aku lelah by..astaga kenapa acara membosankan ini lama sekali sih huhh"
"Iya baby aku tau tapi sebentar lagi juga selesai acaranya"
"Whatever"
__ADS_1
Via hanya mendengus kesal dia benar-benar sudah bosan sekali dengan ruangan yang isinya para penjilat berdasi..oh god ingin sekali Via membombardil seisi gedung ini.
Di saat suasana sedang kondusif tiba-tiba dari arah pintu masuk terlihat segerombolan pria berpakaian serba hitam juga memakai masker terlihat memasuki gedung itu dan mulai menodongkan senjata api pada para tamu undangan..ada sekitar 10 pria berpakaian serba hitam dan salah satu di antara mereka sepertinya adalah pemimpinnya terlihat dari caranya memerintah.
Para tamu berteriak dan mondar mandir kesana kemari sedangkan Bryan dan Via mereka hanya duduk santai sambil menyesap minuman yang ada di tangan mereka berdua tentunya bukan minuman beralcohol ya.
"Aku sudah bilang by pulang ya pulang begini kan jadinya..aku ingin tidur di rumah tapi kau selalu bilang sebentar lagi sampai aku hampir mati bosa di kumpulan para penjilat berdasi itu huhhhh damn..!!"
"Ya baby im sorry..so apa kau mau bersenang-senang baby?"
"Kau membawanya?"
"Sure baby..aku selalu waspada"
"Sure baby mari bereskan kekacauan ini sayang"
Bryan memberikan satu pistol pada Via..pistol itu sudah terisi penuh timah panas yang siap bersarang di tubuh para cecunguk sialan itu..ck mereka tak sabar untuk melakukan aksi mereka.
"Tunjukkan aksimu Mrs Bryan"
__ADS_1
"Sure Mr Bryan..kau akan kagum dengan aksiku yang akan mlubangi kepala mereka"
"Let's start the game baby"
Via dan Bryan mulai merunduk dqn bersembunyi di tempat yang sekiranya aman untuk melubangi kepala si cecunguk itu.
Via mulai menembakkan aatu timah panasnya pada kepala orang itu hingga tewas seketika dan itu sukses memancing rekan yang lainnya.
Suara balasan tembakan pun mulai terdengar di telinga dan memekik begitu keras..jika saja Via tidak memakai gaun sialan ini sudah bisa di pastikan Via akan menerjang sekawanan pria itu dan menghajar habis mereka semua.
"Ck..aku benci gaun sialan ini huhhh awas saja kalu sudah selesai akan ku bakar gaun sialan ini huhh mengganggu ruang gerakku saja" umpat Via kesal pada gaun yang dia kenakan.
Memanglah keturunan keluarga Wilson tidak bisa di pandang rendah dalam hal apapun..terlahir dari keluarga ternama menjadikan para keturunan keluarga Wilson harus bisa mengatasi segala situasi yang ada.
Bryan juga terlihat menikmati permainannya dalam melubangi setiap bagian tubuh dari para cecunguk sialan itu..dia tersenyum miring berkali-kali bahkan dengan sengaja mengacungkan jari tengahnya pada para cecunguk yang tersisa.
"Baby it's so fun..i like it baby"
"So..habiskan tuan suamiku yang tampan"
__ADS_1
Bryan gemas dengan Via dia mellumat bibir sensual Via hingga lipstik yang Via gunakan sudah tak berbentuk lagi.
"Oh baby aku sangat menyukai kegiatan ini"