
"Hey jangan buru-buru boy..Daddy belakangan aja kok setelah kamu" ucap Sean memperingati anaknya.
"Ishhh jatahmu masih lama sayang" ujar Percy.
"Maksud nya?" Sean tak paham dengan perkataan Percy.
"Puasa 40 hari sayang..tidak ada olahraga sampai 40 hari masa nifas ku" ucap Percy yang membuat Sean terkejut.
"APAAAAA..jangan bercanda sayang..ini tidak lucu" ucap Sean dengan nada sedikit panik namun masih berprasangka baik siapa tau istrinya hanya nge prnak saja kan.
"Kau tak percaya..baiklah tanyakan saja pada dokter atau mommy dan Daddy ah kalau tidak ka Via dan ka Bryan juga bisa kau tanyain" ucap Percy enteng memang begitu prosedur nya pemirsa.
"Sayang..masa aku harus menahannya.. bagaimana kalau aku pusing sayang?" ucap Sean mencoba membujuk dan mempengaruhi Percy siapa tau berhasil kan.
"Kau mau merayuku hingga bibir mu berbusa pun aku tidak bisa melayani mu sayang karena a itu memang prosedur dari alamnya sayang..kau mau aku mengalami pendarahan hm?" Tanya Percy mencoba menjelaskan.
"Pendarahan.. Benarkah..jangan bercanda sayang?" panik Sean tak bisa berfikir lagi.
"Tanya dokter saja jika kau tidak percaya sayang" Percy menyerah.
Sean akhirnya diam dan mengalah dia akan bertahan Tidka apa Sean 40 hari tidak lama kau saja bisa bertahan hampir 2 tahun masa 40 hari saja kau tidak bisa..huhhh semangat.
"Sudah sayang lebih baik kau memberitahu keluarga kita..mereka pasti sangat terkejut" ujar Percy membayangkan wajah terkejut seluruh keluarga.
"Ah ya benar sayang..aku hampir lupa saking bahagianya..baiklah sebentar aku kirim foto baby dulu ya" ucap Sean mengirimkan foto baby nya pada grup di keluarga Wilson.
Sean mengirimkan sebuah foto yang akan menggemparkan seisi rumah orangtuanya juga keluarga besar Wilson..sebuah foto di mana kedua anaknya tengah berpose lucu tentu saja dengan pengaturan Sean sang Daddy.
"WELCOME TO THE WORLD TWIN BOY'S"
__ADS_1
Begitulah hastag yang Sean berikan pada postingan nya di grup keluarga Wilson..sontak postingan Sean langsung mendapat respon dari keluarga besarnya tak terkecuali sang mommy yang sudah sangat ingin mencakar nya.
Panggilan masuk dari Nila pun tersambung dan terhubung.. Sean dengan santainya nyengir lebar menatap Nila yang tengah gelap ingin menerkam anaknya hidup-hidup.
"ANAK NAKALLLLL..KAU YA.. JELASKAN APA MAKSUD POSTINGAN MU HAH..KAU MAU MATI?" teriak Nila kala melihat anaknya selalu saja membuatnya terkejut bahkan hampir jantungan.
"Astaga mommy..ck pelan nanti Sean jantungan dan tuli bagaimana dengan kedua anak Sean?" ujar Sean.
"Ja..jadi..ka..kau..eh kalian sudah....." ucap Nila menggantung kalimat nya.
"Yes mom..I'm a daddy..look mom" ucap Sean berbinar-binar cerah dan tersenyum manis mengarahkan twins melihat ke arah Nila.
"Aaaaaaaaaaaaaaaaa.. Sean kau..hiks..kau..waaaaaa anak nakal..Erickkkkkkkk Erickkkkkkkk" jerit Nila kegirangan hampir pingsan mendengar kabar bahwa Sean telah memiliki anak dan dia melihat dengan mata kepalanya sendiri Sean mendekap dua bocah imut yang terpampang di foto.
Erick datang dan bergegas meneliti seluruh tubuh Nila mana tau ada yang lecet atau apa karena dia mendengar suara jeritan Nila serta tangisan sang istri jadi dia khawatir dan bergegas berlari ke kamar karena sebelumnya dia ada di ruang tamu.
"Sayang kau tak apa-apa..mana yang sakit..apa lukanya parah..kau kenapa?" tanya Erick beruntun.
Erick menerima ponsel itu dengan jantung yang berdegup kencang dia takut terjadi sesuatu pada putranya..oh God jangan sampai pikiran jelek merajalela dalam otaknya .
"Se.. Sean..bo..boy..kau tak apa-apa kan?" tanya Erick terbata dengan menatap Sean lekat takut anaknya kenapa-kenapa.
"I'm ok Daddy..dad..I'm a daddy now..look" ucap Sean tersenyum memperlihatkan dua bocah imut dalam dekapannya.
Erick meneliti dua bocah imut itu dan seolah sedang Dejavu kala melihat wajah menggemaskan dua bocah itu.
"I..itu..itu..itu kau semasa bayi Sean..ba.. bagaimana bisa..kau..dia.. mereka" Erick tampak linglung melihat wajah Sean dan dua bocah itu kenapa mirip sekali apa dia. salah lihat..anak siapa itu.
"Dad..look..apa kau merasa dia mirip seseorang?" tanya Sean menahan tawanya melihat Erick linglung.
"Y..ya..I..itu kau" ucap Erick masih menatap sosok mungil itu.
__ADS_1
"Mereka adalah cucumu dad..mereka anak-anak ku" ucap Sean.
"Cucuku..oh cucuku..1..2..3 APAAAAA..cucuku..kau jangan ngawur Sean..apa kau menghamili wanita lain selain Percy hah?" ucap Erick kaget mendengar kata cucunya.
"Astaga dad..mana ada Sean main gila dengan wanita lain selain Percy..ya tuhan itu anak Sean dan Percy dad..astaga" jelas Sean sebelum makin merepet.
"Kapan Percy hamil..bukannya dia masih belum pulih..kau jangan aneh-aneh Sean atau Daddy sendiri yang akan memotongnya" ucap Erick dengan tatapan membunuh.
"Astaga..baiklah sekarang Daddy lihat baik-baik siapa Yanga dan di atas brankar pasien" Sean mengarahkan kameranya pada Percy dan Percy tersenyum manis menyapa Erick.
"Hay dad.. maaf kami baru memberitahu kalian" ucap Percy menyapa dan menjelaskan pada Erick.
"Percy..kau..kau sudah pulih nak..astaga.. syukurlah Daddy ikut bahagia..berarti mereka benar cucu Daddy?" tanya Erick kali ini dengan antusias.
"Ck..Daddy menyebalkan giliran dengan menantunya saja lembut dengan anaknya ck sudahlah" sela Sean mencebik kesal dengan sikap Daddy nya.
"HEY ANAK NAKAL.. BERANINYA KAU MENYEMBUNYIKAN KABAT BAHAGIA INI DARI KAMI HAH..LIHAT SETELAH KAMI KESANA HABIS KAU SEAN" teriak Erick menatap tajam anaknya dengan sungut dan asap yanh sudah mengepul di kepalanya.
"Hahaha astaga dad kami hanya memberikan kejutan untuk kalian..sorry dad..datanglah kami masih di rumah sakit..kau tak ingin bermain dengan kedua anakku..mereka begitu menggemaskan loh" goda Sean sambil meminta maaf pada snag Daddy.
"Huhhh sudahlah..lihat nanti akan Daddy bikin rempeyek kau anak nakal" ucap Erick mengakhiri panggilan itu.
bergegas menuju kamar mandi dan mengganti pakaiannya..setelah keluar kamar mandi terlibat istri nya tengah mematut diri di depan cermin dengan pakaian yang rapih juga..hmm sudah kuduga.
"Apa kau sudah siap yank?" Tanya Erick.
"Sudah ayo cepatlah..aku sudah menghubungi kami Laura dan Vallery juga Arny.. anak-anak akan menyusul nanti selain Via dan Genie karena mereka tidak memungkinkan untuk melakukan penerbangan" jelas Nila dengan antusias.
"Baiklah ayo bernagkat.. helikopternya sudah menunggu di belakang" ucap Erick menggandeng tangan Nila.
Dan akhirnya mereka bertandang menuju pulau Bled until mengahajar anaknya juga melihat kedua cucu tampan mereka.
__ADS_1