
"Cih..dasar murahan..kau sepertinya kurang belaian bitchh..jangan harap aku akan memilih mu yang sudah tercemar banyak tubuh lelaki lain..cih..jangan sampai" Bryan palsu.
"Baiklah jika kau lebih memilih Via mati maka aku akan penuhi keinginanmu itu"
"Kau..jangan berani-berani nya menyentuh Via atau kau akan menyesal" Bryan palsu.
"Hahahaha Bryan aku hanya ingin kau memilih satu di antara dua pilihan yang aku berikan jangan banyak bicara"
"Cih..dasar jallang biadab" Bryan palsu.
Terry semakin ingin menguasai Bryan yang menurutnya hanya jual mahal..dia mulai mendekati Via palsu dengan sebuah pisau di perut Via palsu yang terlihat membuncit namun bukan perut asli melainkan sebuah bantal.
"Baiklah jika kau tak bisa memilih maka akan aku pilihkan..lebih baik istri dan anakmu mati begitu kan yang seharusnya?"
"Jangan berani-berani nya kau menyentuh mereka biadab..akan ku bunuh kau jika bernai menyakiti mereka" Bryan palsu.
"Hahahaha Bryan.. Bryan..kau terlambat..memang apa yang bisa kau lakukan untuk perempuan sialan ini hah"
"Diam kau jallang" Bryan palsu.
Sementara itu Bryan asli, Erick dan Rey sudah bersiap keluar dari tempat persembunyiannya..merasa suasana sudah tidak kondusif.
Di saat Terry hendak menusukkan pisau itu pada Via palsu tiba-tiba sebuah lengan mencekiknya dari belakang membuat Terry kesulitan bernafas.
Terry meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari cekikan lengan itu tapi sayang tenaganya tidak sepadan.
"Arghhhhhh unik..le..pas..kan uhukk"
"Kau mau di lepaskan bitchh?" tanya Bryan asli.
"B.. Bryan..tidak..tidak mungkin..uhukk"
Anak buah Bryan membalikkan badan Terry agar bisa melihat Bryan, Erick dan Rey di belakangnya.
Terry terbelalak melihat Bryan,Rey dan Erick di belakang nya..apa.. bagaimana bisa Bryan di hadapannya lalu siapa yang tengah di ikat di kursi itu.
Seakan tau kebingungan di wajah Terry Bryan menjelaskan pada Terry yang sebenarnya.
"Jadi nona Terry.. sebenarnya kau yang masuk jebakan kami bukan kami yang kau jebak..kau bisa lihat sendiri kan aku ada di hadapanmu asal kau tau kedua orang yang kau minta pelayan itu ikat adalah orang lain..buka penutup kain nya juga ikatannya..."
Setelah terbuka Terry begitu terkejut karena ternyata yang dia siksa bukanlah via dan Bryan melainkan orang lain yang Bryan bayar untuk mengelabuhi nya..sialan dia salah perhitungan.
"Kau..kau brengsek..lepaskan aku arghhhhhh"
"Diammmm" bentak Erick.
__ADS_1
Seketika Terry terdiam mendengar bentakan dari Erick orang kepercayaan Rey..dia bukan tidak tau siapa Erick dan Rey.
"Sekali lagi kau berteriak akan ku robek mulut busukmu itu" ucap Erick dengan dingin dan sorot mata membunuh.
"Lanjutkan Bryan" titah Rey santai.
"Baiklah..jadi aku sudah mengetahui rencana busukmu dengan pelayan itu nona Terry..kau selalu iri dengan apa yang orang lain miliki sementara kau ckckck..kau bahkan tak mau berusaha keras untuk meraih apa yang ingin kau raih dengan cara yang benar..kau seenaknya pada orang lain serta kau selalu iri jika rivalnya lebih unggul darimu...
Kau menggunakan cara licikmu untuk menjatuhkan rival yang kau anggap membahayakan karirmu..kau pikir aku Tidka tau apa yang telah kau lakukan pada para pesaingmu hah..jangan merasa kau aman karena selama ini tak ada yang tau sifat aslimu tapi kau pilih lawan yang salah..kau ingin melawan kelurga Wilson kau salah Terry ..apa kau tak pernah mendengar bagaimana orang yang ingin mengusik keluarga Wilson berakhir tanpa jejak?"
Terry menelan ludahnya kasar..demi karirnya dia rela melakukan apapun untuk menyingkirkan semua para pesaing yang menurutnya membahayakan karirnya bahkan membunuh mereka dia rela asalkan karirnya tetap aman..tapi kali ini dia salah mencari lawan..hanya demi sebuah pengakuan dia bahkan tak pikirkan siapa lawannya.
"Sudah cukup..kalian bawa perempuan biadab ini ke markas kematian..lakukan apapun yang ingin kalian lakukan ingat jangan sampai mati karena aku sendiri yang akan menghabisinya..menantuku tak boleh berbuat lebih karena istrinya sedang hamil sementara kakakmu Rey dia malas menyentuh perempuan menjijikkan seperti dia huhh mau tidak mau aku yang harus bertindak"
"Baik taun besar"
"Tidakkkkkk..tidakkkkkk lepaskan akuuuuu arghhhhhh lepas aaaa"
"Sumpah mulutnya,berisik sekali sih"
"Baik tuan besar"
Anak buah Bryan menyumpal mulut Terry dengan kain lap yang pelayan berikan..Terry di bawa ke markas kematian untuk di gilir para anak buah Bryan..lumayan dapat bonus.
*
*
"Puh mereka keluar sebentar katanya ada urusan"
"Hmm..padahal twins mau di masakin Daddy juga Bryan"
"Eh gitu ya..oke mommy telfon Daddy dulu ya"
Nila menelfon Erick suaminya karena sang putri tengah ngidam..jika tidak di turuti maka akan ada drama series 2 yang berjudul bumil ngidam tak di turuti.
"Hallo yang..dimana?"
"........"
"Pulang sekarang anak kita ngidam masakan kamu dan Bryan"
"........"
"Nggak nerima penolakan"
__ADS_1
Belum sempat Erick menjawab Nila sudah memutuskan panggilan lebih dulu dan mau Tidka mau dia dan Bryan harus pulang jika tidak maka bumil akan membuat drama.
Sementara itu Via dan Nila tengah duduk membahas mengenai persalinan juga rencana berbelanja bersama menghabiskan uang suami masing-masing.
Via senang karena bisa bertukar informasi dengan sang ibu mengenai masalah kehamilan atau keluhan-keluhan yang di alami selama hamil.
Nila menjelaskan bahwa keluhan yang Via alami tidaklah berbahaya karena itu wajar selama masa kehamilan..tentu saja bukan hanya membahas tentang kehamilan tapi juga urusan ranjang pastinya.
Nila mengajarkan cara memuaskan suami di saat hamil.. Via tentu saja senang karena selama hamil dia seperti senang sekali untuk melakukan olahraga.
*
*
"Yank..sayang"
"Dad jangan teriak-teriak nanti Via marah"
"Opssss..Daddy lupa"
Bryan dan Erick bergegas membersihkan diri dulu kemudian bersiap memasak.. sesuai pesanan bumil..tak berapa lama kemudian datanglah si bumil dan Nila dengan tawa yang masih terdengar keras.
"Seperti nya mereka sedang bahagia" ujar Bryan.
"Ya kau benar" jawab Erick setuju.
"Hubbyyyyy" panggil Via manja.
"Iya baby..mau makan apa hm?"
"Twins mau makan masakan Asia by"
"Masakan Asia..apa?"
"Emmm..dimsum"
"Dimsum..baiklah tapi jangan marah jika rasanya tidak sesuai dengan ekspektasi mu"
"Tidak apa-apa by"
"Baiklah..duduk dulu ya..jangan capek-capek mommy nya"
Via menurut saja..dia duduk dengan Nila sementara Erick dan Bryan mereka mulai mempersiapkan bahan-bahan yang di butuhkan.. Erick membuat isiannya sementara Bryan bagian kulitnya.
Mereka bekerjasama untuk membuat pesanan bumil tercintanya..jika tidak woahhh ajngan harap ada end untuk drama nya.
__ADS_1