
"Hey apa maksudmu?" tanya Bryan sedikit kesal dengan pertanyaan Via.
"Ishhh dengerin dulu kenapa sih"
"Iya baiklah.. katakan"
"Kalau hubby sayang pasti hubby mau menuruti keinginan kami kan?"
"Tentu saja..apapun itu aku akan menurutinya"
"Ok aku pegang kata-kata mu..sekarang kami ingin melihat Daddy memakai kostum Koboy milik Woody"
"Woody..Koboy..kostum.. maksudnya?"
"Lihat itu"
Bryan melihat televisi benar saja terlihat seorang pemuda yang memakai kostum Koboy dan sangat nyentrik sekali tengah duduk diatas kuda mainannya.
Ternyata Via tengah menonton Toy Story..astaga saluran tv mana yang menayangkan kartun sialan itu pagi-pagi sekali sih..astaga dia sudah berjanji lagi.
"Kau yakin baby..ganti yang lain saja bagaimana?"
"Baiklah kalau begitu pakai kostum Superman"
"What..no..ok aku akan memakai kostum sialan itu"
Bryan memakai kostum Koboy milik Woody.. Via sudah memesannya melalui online selama Bryan pergi..dia sudah sangat ingin melihat Bryan mengenakan kostum itu..pasti sangat tampan dan gagah.
Via naik ke kamarnya karena penasaran dengan Bryan yang begitu lamanya hanya mengganti kostum saja.
Sampailah Via di kamar dia masuk dan menuju kamar mandi..dia ketuk kamar mandi itu hingga terbukalah dan terlihatlah suami tampannya yang semakin tampan dalam balutan kostum Koboy itu.
(Anggap aja itu Bryan ya gaes).
"Hubby kau sangat tampan" ucap Via masih memandangi suaminya.
"Hmm.. sudah ya aku lepas lagi?"
"No..no..no by..pakai saja kami ingin seperti ini terus sampai siang nanti..mau kan?"
"What...astaga baby aku malu jika seperti ini terus"
"Tapi kami ingin melihatnya Daddy..janji nggak keluar-keluar kok..kami nggak rela ketampanan Daddy di lihat orang lain"
"Huhhh.. baiklah demi kalian"
"Terimakasih Daddy"
Via Dan Bryan duduk di tempat tidur.. Via terus memeluk dan menciumi Bryan serta mengendus aroma Bryan..sejak pagi dia sangat merindukan Bryan entahlah padahal dia sudah mengompori anak-anak nya untuk memusuhi Bryan tapi setelah melihatnya malahan sebaliknya.
"By..aku ingin"
__ADS_1
""Ingin apa sayang?"
"Ingin itu"
"Itu apa hm?"
"Ishhh jangan sok polos deh cepatlah"
"Hahahaha..baiklah.. baiklah"
Dan pagi yang panas itu mulai terasa di kamar Bryan dan Via..kali ini Via lebih agresif dari sebelumnya..mungkin hormon kehamilan nya yang membuatnya lebih mudah on.
"Ouh by lebih cepat"
"Sure baby"
"Ouh..by ya..emmm more by more"
Via tak mau kalah tangannya berkelana mencari sesuatu yang bisa dia mainkan..tangan Via sudah berada di perut Bryan dan mulai mengusap-usap nya perlahan..tentu itu semakin membuat Bryan panas dingin di sela-sela pompaan nya.
"Ouh baby..kau nakal sshh"
"Baby aku hampir sampai sayang"
"Ouh by..aku..Sam..Pai"
"Bersama sayang"
Tak lama kemudian terdengar pekikan nikmat dari keduanya dan keduanya ambruk di ranjang dengan masih saling berpelukan.
"By bangun jangan di atasnya terus..kasihan anak-anak"
Bryan baru sadar akan hal itu dia langsung bangun dan mengelus perut Via penuh cinta.
"Maafkan Daddy sayang..maaf ya..Daddy khilaf tadi"
"By kami lapar"
"Oke..mau makan apa hm?"
"Masakan buatan mu by"
"Baiklah..kesayangan Daddy tunggu sebentar ya Daddy akan memasak untuk kalian"
"Iya Daddy"
Bryan gemas dengan Via dia bangkit dan memakai pakaiannya kembali..setelah selesai dia berjalan ke luar kamar dan menuju dapur..Bryan ingin membuat makanan untuk para kesayangannya sendiri.
Di saat Bryan tengah asik memasak ponselnya berbunyi dan terlihatlah nama uncle Rey di layar ponsel nya..Bryan menghentikan kegiatannya sejenak dan mengangkat panggilan dari Rey.
"Ya uncle?"
"Apa kau punya musuh di masa lalu Bry?"
__ADS_1
"Musuh..Bryan bahkan baru menyentuh bisnis hampir 2 tahunan uncle..uncle juga tau kan sebelumnya Bryan anak mommy"
"Iya juga sih sepertinya musuh-musuh kali ini dari jaman Daddy mu Bry..baiklah uncle akan memastikannya dulu"
"Baiklah uncle.. terimakasih"
Sambungan telepon terputus Bryan kembali melanjutkan kegiatannya..sesekali dia berfikir apakah ayahnya mempunyai musuh..tapi setahunya dalam dunia bisnis memang banyak saingan.
"Nanti saja lah aku tanyakan pada Daddy"
Selesai dengan masakannya kini Bryan menuju kamar nya diamnya Via tengah menunggu nya sedari tadi.
"Baby..makan dulu"
"By..sudah matang?"
"Sudah sayang..ayo makan dulu"
"Hmmm lidahku tidak sabar ingin mencicipinya"
"Hahaha baiklah kau bisa mencicipinya sesuka hati mu baby"
Terimakasih Daddy"
Bryan tersenyum dan mengusap kepala Via penuh cinta..dia juga memakan makanan yang dia buta sendiri kebetulan dia lapar..pergi pagi-pagi sekali ternyata membuat perutnya meronta.
*
*
"Hahahaha aku yakin sekarang kalian pasti tengah kalang kabut..hahhaa ternyata aku sangat pintar..besok aku akan memastikan kalian kehilangan semuanya seperti keluargaku yang kalian buat menderita..aku berjanji akan membuat kalian menderita lebih dari kami"
Letter adalah anak dari rekan bisnis keluarga Bryan..ayah Petter adalah rekan setia di perusahaan milik keluarga Bryan tapi karena gelap mata ayah Petter memilih jalan yang salah dan menghianati kepercayaan ayah Bryan hingga ayah Petter do penjarakan.
Karena mental ayah Petter lemah akhirnya dia memilih jalan pintas yaitu bunuh diri dengan cara meminum cairan pencuci piring di saat para petugas lengah.
Kabar itu membuat keluarga Petter syok terutama ibu Petter dia kehilangan kewarasan nya dan berakhir di rumah sakit jiwa hampir 5 tahun terakhir..sedangkan Kaka Petter dia bekerja di tempat pros ti tu si dan menjadi primadona di sana..Namun naas dari banyaknya pria hidung belang yang dia layani ternyata mengidap HIV dan menyebabkan dia tertular dan di asing kan hingga akhirnya nyawanya tak selamat.
Petter yang baru kembali dari negara lain sangat terpukul mendengar keadaan keluarganya..dia berjalan akan membalaskan setiap penderitaan keluarga nya..bumbu dari paman Petter mampu membuat masakan itu semakin nikmat di lidah.
Petter termakan hasutan dari pamannya dan berakhir menyimpan dendam pada keluarga Bryan yang tak tau menahu soal kejadian itu.
*
*
"Daddy Bryan mau tanya..apa sebelum nya Daddy memiliki musuh yang belum di tuntaskan?" tanya Bryan Dalma panggilan bersama sang Daddy.
"Daddy tidak punya musuh Bryan..memang ada apa nak?"
"Tidak ada..hanya saja Bryan takut suatu saat ada seseorang yang mengaku ingin membalas dendam maka nya Bryan tanya sama Daddy"
"Hahaha dalam dunia bisnis memang seperti itu nak..kau harus kuat mental jika tidak kau yang akan terjatuh dan di injak-injak apa kau paham maksud Daddy nak?"
__ADS_1
"Iya Daddy Bryan paham"