
Tak terasa 6 bulan sudah Percy dan Sean tinggal di pulau Bled..selama itu juga Sean tak pernah lelah mencoba untuk mengajak Percy berkomunikasi dengan cara apapun..sedikit demi sedikit Percy mulai meresponnya.
Meski hanya sekedar lirikan dan gerakan kepala itu sudah sangat kemajuan bagi Sean..setiap Minggu Sean mengajak Percy untuk menemui terapis yang sudah Rey siapkan untuk membantu pemulihan Percy.
Layaknya Laura dulu yang juga membutuhkan terapis Percy juga butuh untuk sekedar merangsang sedikit memori atau reaksi dari Percy..bisa saja Sean melakukan hipnoterapi tapi resikonya dia tidak mau..lebih baik secara alami meski jangkanya tak tau sampai kapan akan pulih tapi setidaknya dia tidak kehilangan sesuatu memori apapun dari ingatannya.
Rey juga menyarankan lebih baik cara alami dari teknologi yang memiliki efek samping.. Sean banyak berkonsultasi dengan unclenya Rey..dia selalu meminta saran dari Rey apakah ini baik apakah itu baik dan masih banyak lainnya.
Karangan dan juga meminta saran dari orangtuanya..kadang juga dari kakaknya Via dana Bryan yang pernah mengalami hal serupa meski berbeda caranya.
Setidaknya Sena memiliki keluarga yang selalu siap membantu nya kapanpun..tak lupa pula unclenya yang juga seorang dokter yaitu Willy dan Vallery meski sudah jarang aktif di rumah sakit karena memang usianya sudah tidak memungkinkan untuk mereka..ada Nelsy yang menggantikan posisi mereka sebagai direktur di rumah sakit milik Willy.
"Sayang apa kau mau berjalan-jalan lagi?" tanya Sean memancing reaksi Percy.
Sean menunggu Percy bereaksi dengan sabar..tak berapa lama reaksi yang dia inginkan muncul.. Percy mengangguk kecil namun masih dengan wajah yang datar.
Tidak apa-apa itu sudah kemajuan kecil bagi Sean setelah berbulan-bulan lamanya tak ada reaksi apapun dari istrinya.
"Ayo..pakai jaketnya dulu ya udaranya sejuk nanti kau sakit lagi" sarana dan sambil memakaikan jaket pada Percy.
Percy tak menolak dia mengikuti gerakan tangan Sean yang tengah memakaikan jaket pada tubuhnya.. pandangannya hanya lurus ke depan sesekali dia juga memandang ke arah Sean namun hanya sepersekian detik kemudian memalingkan lagi pandangannya ke arah lain masih dengan wajah datar nya.
Selesai memakaikan jaket Sean menggandeng Percy untuk ke taman dekat rumah mereka..selama di perjalanan Sena mengajak Percy bercerita entah tentang apa hanya mereka yang tau.
Percy sudah tak lagi membawa bonekanya..dia sudah melupakan boneka itu sejak di bawa ke terapis.. Sean juga menyembunyikan boneka itu agar Percy tak lagi mencari keberadaan boneka itu.
Meski awalnya pergi hsiteris dana meraung-raung mencari keberadaan boneka itu tapi lambat lain Percy tak lagi mencarinya entah bagaimana cara Sean mengalihkan perhatian Percy.
Usahanya berhasil 2 bulan setelah nya Percy tak lagi mencari keberadaan boneka itu lagi..Sena senang setidaknya cara pertamanya berhasil yaitu menjauhkan boneka itu dari Percy.
__ADS_1
Langkah kedua Sean selalu mengajak Percy melakukan pekerjaan atau kegiatan yang bisa mengalihkan perhatian Percy dari yang semula kosong menjadi terisi oleh kegiatan apapun itu yang dia dan Sean lakukan.
Dan cara itupun berhasil setelah percobaan satu bulan lebih akhirnya Percy mulai mau berinteraksi dengan para bunga dan juga pekerjaan rumah entah itu melap kaca atau sekedar memindahkan vas atau apapun itu.
Sean tak mengenalkan pekerjaan berat pada Percy karena dia tak mau Percy kelelahan..hanya sekedar berkebun sudah jauh lebih baik dari sebelumnya dia Sean sangat bahagia setidak nya usahanya membuahkan hasil meski baru bisa di bilang 10 persennya.
Saat Sean tengah berkutat dengan dapur saat itu juga Percy tengah mengganti bunga-bunga yang ada di vas..kegiatan itu sudah menjadi kewajiban bagi Percy dan itu membuat Sean sangat gembira setidaknya pikiran Percy tak lagi kosong meski hanya satu atau dua kegiatan.
"Syukurlah..meski hanya 10 persen tapi aku tetap bahagia sayang.. terimakasih sudah mau berusaha pulih lagi..aku akan sabar menantinya dan aku minta maaf karena telah membuat kita kehilangan anak kita.. aku berjanji akan lebih baik lagi menjadi suami untukmu" batin Sean yang tengah melihat Percy mengganti bunga-bunga di dalam vas setiap ruangan.
*
*
"Griffin..besok kita ke pusat perbelanjaan bagaimana kebutuhan dapur sudah menipis" tanya Miley.
"Baiklah" jawab Griffin singkat dengan beberapa dokumen di atas meja
Griffin menatap Miley dan berfikir sejenak..setidaknya ada yang ingin membantunya.
"Apa kau bisa mengerjakan dokumen ini?" tanya Griffin
"Biar ku coba..tak jauh berbeda kan dengan tugas sekertaris?" tanya Miley.
"Hm..baiklah" Griffin membiarkan Miley membantunya untuk melakukan pekerjaan nya.
Miley terus mempelajari dokumen yang ada di tangannya..tak jauh berbeda dari tugasnya..Miley mengerjakan dana memeriksa juga memisahkan dokumen yang sekiranya butuh secepatnya tanda tangan Griffin dengan dokumen yang tidak terlalu mendesak juga dokumen kerjasama dengan perusahaan lain.
Sekitar 3 jam kemudian pekerjaan itu telah selesai dengan sempurna..Miley benar-benar membantu nya dan dia berterimakasih dengan itu.
__ADS_1
Biasanya jika Griffin sendirian dia akan membutuhkan waktu sekitarnya 5 jam di ruang kerjanya..karena dokumen-dokumen yang dia bawa pulang cukup banyak jadi dengan adanya Miley di apartemen dia bisa berguna dan membantunya juga mempersingkat waktu.
"Terimakasih Miley kau memang pandai seperti nona Percy" puji Griffin.
"Sama-sama Griffin..ya sudah aku mandi dulu hari sudah semakin sore" pamit Miley.
"Baiklah" Griffin.
Miley menuju kamar dan mandi..dia berendam sebentar untuk merilekskan tubuh nya yang terasa kaku..tanpa dia sadari ternyata air hangat membuatnya nyaman dan terlelap.
Griffin telah selesai dengan pekerjaannya..dia sudah membereskan semua dokumen yang tadi di kerjakan dengan Miley..setelah menunggu hampir 1 jam tapi Miley belum juga keluar dari kamar.
"Apa dia ketiduran..padahal aku ingin mengajaknya makan malam di luar..apa aku ketok saja ya pintunya?" Griffin.
Mau tak mau akhirnya Griffin mengetuk pintu kamar Miley..beberapa kali ketukan tapi Beluma dan jawaban dari dalam..akhirnya Griffin memutuskan untuk masuk SMA kebetulan pintunya tidak di kunci..gadis bodoh.
Griffin masuk dan tidak menemukan sesiapapun di kamar itu..dia jadi berfikir apa acara mandinya belum juga selesai..karena penasaran akhirnya Griffin memberanikan diri untuk sekedar mengecek apakah gadis itu masih hidup atau_eh otak jangan macam-macam.
Tok....
Tok....
Tok.....
"Miley... Miley apa kau sudah selesai?" panggil Griffin dari luar.
Nihil..hening..tak ada suara.
Griffin cemas takut terjadi sesuatu dengan gadis itu akhirnya memberanikan diri untuk membuka pintu kamar mandi dan tercengang melihat gadis itu memejamkan matanya di dalam bathtub.
__ADS_1
"MILEYYY"