Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 195_Last Episode


__ADS_3

Hidup akan terus berjalan meski tanpa orang yang kita cintai sekalipun..takdir tetap akan melekat pada diri meski sekuat apapun kita menolak nya.


Pertemuan dan perpisahan adalah hal biasa yang menjadi rantai kehidupan..memiliki tak selamanya menjadi milik kita karena setiap yang bernyawa pasti akan kembali pada sang pemilik seutuhnya yaitu sang pencipta.


Bolehkan kita mengingkari adanya takdir..takdir tak bisa kita ingkari hanya bisa kita jalani..garis yang sudah di tetapkan tak akan bisa lagi kita hapus karena itu sudah suratan.


Begitupun dengan perasaan..kita sudah nyaman dengan hati yang satu dan tak akan lagi bisa berpindah ke hati lain meski apapun cobaan nya,jika kita benar-benar merasa sudah sangat mencintai pasangan kita bahkan untuk sekedar jauh saja kita tidak akan sanggup.


Pagi itu di kediaman Rey setelah 3 tahun kepergian Vanya semua orang berkumpul untuk sekedar melepas rindu..kegiatan yang rutin setiap akhir pekan akan mereka lakukan sesibuk apapun itu.


"Baby apa kau lelah?" tanya Rey menatap wajah sang istri yang terlihat lelah.


"No by..hanya lemas" jawab Laura bersandar pada dada Rey.


"Jika kau sakit katakan baby..jangan di pendam sendiri hm?" ucap Rey mengingatkan istri nya.


"Iya by..maaf ya..aku hanya tak ingin merepotkan mu" ucap Laura jujur.


"Aku tak merasa di repotkan sama sekali baby..sudah ayo duduk saja biarkan para anak muda yang mengerjakan ini" ujar Rey menarik sang istri agar duduk di sofa dan membiarkan anak muda yang mengerjakan nya.


Rey tak mau jika Laura sampai sakit dan itu bisa membuat nya jantungan..dia masih trauma dengan kepergian Vanya dia tak mau mengalami menjadi Samuel yang hanya termenung tanpa mau berucap.


#


#


"Yank Usha biar mereka aja yang kerjain ini..kamu jangan capek-capek" ujar Erick yang melihat sang istri tengah membuat puding untuk para cucu.


"Tapi yank ini kan cuma bikin puding bukan bertempur di Medan perang" ujar Nila kesal karena di larang mengerjakan pekerjaan apapun oleh Erick.


"Udah nurut aja kenapa..aji duduk gabung sama ka Laura dan ka Rey" ujar Erick membawa Nila menuju ruang keluarga dimana Laura dan Rey tengah duduk bersama para cucu.


Nila hanya bisa pasrah dan menurut saja kemauan sang suami..dia tak bisa menentang atau menolak karena Erick juga trauma sama seperti Rey..dia trauma karena melihat secara live bagaimana Vanya menghembuskan nafas terakhir nya dan itu adalah suatu ketakutan terbesar bagi para suami.


Usia mereka juga tak lagi muda..mereka sering sakit-sakitan juga jadi sebisa mungkin para suami dan istri nya bekerjasama untuk meminimalisir terjadinya hal seperti Samuel dan Vanya..mereka tidak sanggup jika harus menjadi seperti Samuel.


#

__ADS_1


#


"Sayang bagaimana kalau kita membuat adik untuk Ervan dan Ervian..mereka juga sudah bisa di beri adik loh dan lagi pula aku sudah sangat ingin menimang bayi lagi" ujar Sean membujuk istri nya agar mau memberi anak lagi.


"Ck..sudah dua saja cukup kan sayang?" tanya Percy heran karena dulu suami nya itu bilang tidak akan membuat nya hamil lagi karena kasihan melihat nya melahirkan.


"Sayang tapi kan aku ingin seorang bayi lagi..ayolah sayang" ujar Sean masih berusaha membujuk Percy agar mau hamil lagi.


"Kau Inis sebenarnya kenapa sih ngotot sekali ingin anak..dulu kau sendiri yang bilang kalau kau tak mau aku hamil lagi karena kasihan melihat ku bertaruh nyawa untuk melahirkan anak kita tapi sekarang..ck terserah kau saja Sean jika kau memang menginginkan anak lagi maka lakukan lah" ujar Percy panjang lebar karena bingung melihat sikap Sean yang aneh.


"Sayang..maaf..aku hanya ingin memiliki anak lagi" ujar Sean menjelaskan.


"Ya sudah lakukan lah..aku siap" ujar Percy akhirnya kalah juga.


"Terimakasih sayang" Sean menatap Percy berbinar-binar.


"Sama-sama" ujar Percy tersenyum.


#


#


Suara muntahan terdengar di kamar mandi sejak pagi tadi..suara itu membangunkan sosok pria yang masih terlelap dalam selimut dan mengerjap berkali-kali.


Sosok itu mendengar suara orang yang sedang muntah-muntah dari dalam kamar mandi kamar nya.. kesadaran nya langsung sempurna..dia beranjak menuju kamar mandi dengan sedikit berlari untuk mengecek apakah dugaan nya salah atau benar.


"Sayang..are you ok?" tanya Sean sambil memijat tengkuk sang istri agar mempermudah dalam memuntahkan isi perut nya.


"No.. aku sangat hoekkk" ucapan Percy terjeda karena perut nya tiba-tiba bergejolak lagi.


"Tidak apa-apa sayang..apa sudah?" ujar Sean memaklumi.


"Sudah.. huhhh lemas sekali sih..perutku juga tidak enak" u so Percy bersandar dan menghirup aroma sang suami dalam-dalam dan dia bisa lega.


"Apa kau tidak merasakan sesuatu yang beda dalam dirimu sayang?" tanya Sean dengan pertanyaan aneh yang membuat Percy menatap nya dalam.


"Apa maksudmu?" tanya Percy pada Sean karena dia tidak tau apapun.

__ADS_1


"Sebentar aku ambil sesuatu dulu..duduklah di sini jangan kemana-mana" ucap Sean beranjak dan mengambil sesuatu setelah itu dia memberikan benda itu pada Percy.


Percy menerima benda itu dan menatap Sean dalam..dia terkejut tapi juga bingung..astaga jadi seperti nya Sean sudah tau mengenai dirinya yang bahkan dia sendiri tidak tau.


"Kau berpikir aku hamil sayang?" tanya Percy memastikan.


"Mungkin..maka periksa lah dengan benda itu agar tau hasil nya..cepat lah sayang" ujar Sean tak sabar.


"Ck..baiklah" Percy menurut dan mulai melakukan yang seharus nya dia lakukan.


10 Menit kemudian......


"Bagaimana sayang?" tanya Sean kala melihat Percy keluar dari kamar mandi.


"Ini" ucap Percy sambil menyerahkan benda tipis itu pada Sean.


Sean menerima nya dan segera dia lihat..matanya membulat kala melihat dua garis merah di benda tipis itu..senyum nya mekar sepertinya bunga yang baru mekar.


"Sayang..kau..kau hamil..ini..ini bukan mimpi kan?" ujar Sean memastikan.


"Ini nyata sayang..kau akan menjadi ayah lagi" ucap Percy.


"Arkhhhhhhh SAYANGGGGG.. terimakasih" teriak Sean dan memeluk Percy.


#


#


2 bulan kemudian keluarga Wilson dan Richard kembali berkumpul untuk mengadakan acara kumpul-kumpul juga merayakan kehamilan Percy lagi.


Erick dan Nila selaku tuan rumah sangat senang dan bahagia karena keluarga mereka akan bertambah lagi dan suara bayi akan mewarnai hari-hari mereka.


"Terimakasih sayang atas kado terindah ini.. aku sangat mencintaimu lebih dari yang kau tau..jangan pernah berubah dan jangan pernah melepaskan tangan ku" ucap Sean saat mereka tengah duduk berdua di teras rumahnya.


"Aku juga mencintaimu Sean..kau adalah pria terbaik dalam hidup ku..kau adalah yang terbaik dari yang terbaik sekalipun..we love you Daddy" ucap Percy memberikan kecupan manis di pipi dan bibir Sean.


Sean memeluk Percy dengan erat dan mengelus perut Percy yang sudah mulai terasa buncit..sungguh kebahagiaan sesungguhnya adalah saat bersama dengan orang yang kita cintai.

__ADS_1


...--------TAMAT-------...


__ADS_2