
Di sebuah rumah yang cukup besar tampak sepasang suami istri yang saat ini tengah berada di sebuah kamar yang menjadi tempat peraduan kedua nya dari semasa muda nya terlihat sang istri tengah terbaring tak berdaya di ranjang itu.
Bukan karena habis di gempur suami nya namun karena sakit yang dia derita lah yang membuat nya tumbang..penyakit lama bagi orang-orang berumur seperti mereka jantung, kolesterol,darah tinggi,dan masih banyak yang lain nya.
"Sayang kita ke rumah sakit ya.. bagaimana kalau Alana khawatir?" ujar sang suami yang tak lain adalah Samuel suami dari Vanya mertua Gio.
"Tidak sayang..aku tak mau kemana-mana lagi" ujar sang istri dengan suara yang begitu lirih.
Samuel hanya bisa diam sambil menemani sang istri..jika saja dia tak meninggalkan sang istri saya sendiri kemarin mungkin sang Istri masih baik-baik saja..sungguh Samuel sangat menyesali tindakan nya yang telah ceroboh.
Istri nya memang memiliki riwayat sakit jantung dan kemarin istri nya itu sempat terpeleset di kamar mandi dan menyebabkan nya sempat tak sadarkan diri selama hampir 5 jam.
Hal itu juga membuat sang istri menjadi lemah..entah lah dia sudah menyuruh sang dokter memeriksa keadaan istri nya tapi dokter itu hanya menggeleng kan kepalanya.
Fakta baru yang Samuel temukan juga mengejutkan nya yaitu ternyata sang istri menderita kanker lambung stadium akhir dan harapan nya untuk sembuh sangat tipis.
Alana sempat berkunjung ketika tau bahwa sang ibu jatuh sakit..dia menemani ibu nya seharian dan merawat nya penuh sayang..Alana tak ingin meninggalkan ibu nya tapi dia juga menyadari posisi nya yang seorang istri dan ibu.
Alana tak mau menjadi istri dan ibu yang buruk di mata suami dan anak-anak nya maka dari itu dia memilih pulang dulu dan nanti dia akan kembali lagi untuk menjenguk ibu nya.
Benar saja tak berapa lama kemudian seluruh keluarga besar telah berkumpul di rumah Samuel..hanya Genie yang tak hadir karena kondisi kehamilan nya masih lemah akibat suatu kejadian kemarin dia membuat Ray murka terhadap seseorang.
__ADS_1
Genie adalah salah satu adik Gio yang juga sangat dekat dengan Vanya mertua kakak nya Gio..bisa di katakan Vanya adalah ibu kedua bagi nya..dia bahkan sering menginap di rumah Samuel hanya untuk bermanja dengan Vanya dan membuat Laura mendengus kesal terhadap kelakuan nya.
Semua anggota keluarga tampak mengunjungi kamar Samuel satu persatu..mereka sadar diri karena Vanya tak bisa di ganggu maka dari itu mereka memilih bergantian saja.
Yang pertama masuk adalah besan nya yaitu Rey dan Laura.
"Vanya..hiks..kau benar-benar menyebalkan..hiks..kenapa tidak mau ke rumah sakit hah..kau itu tidak mau sembuh dan bermain dengan Edward,Giana dan si kecil lagi hah..kau harus sembuh aku tidak mau bermain dengan cucu kita sendirian" ujar Laura seolah-olah memarahi Vanya besan nya namun sesekali menghapus air mata nya.
"Maaf" balas Vanya lirih dengan nafas yang tersengal-sengal karena dia merasa waktu nya semakin dekat.
Laura tak dapat menahan tangis nya lagi..dia terisak dalam pelukan suami nya Rey..Rey hanya mengusap kepala Laura mencoba menenangkan istri nya yang tengah di landa sedih.
Selang beberapa tahun berlalu setelah meninggalnya sang ibu ternyata takdir begitu kejam hingga merenggut sang ayah juga ibu mertuanya..dua kabar duka yang dia terima benar-benar hampir membuatnya depresi.
Namun hanya selang beberapa bulan saja setelah kepergian mertua dan ayah nya ternyata ayah mertuanya juga ikut menyusul dan meninggalkan sesak yang menghimpit keluarga besar Wilson terutama Laura yang baru bertemu sebentar lalu di tinggal untuk selamanya.
Rey berjalan keluar sebentar lalu memanggil semua orang untuk masuk kedalam karena dia merasa Vanya tak akan bertahan lama..semua orang masuk kedalam kamar terutama Alana sang putri satu-satunya.
"Mommy hiks..mommy harus sembuh..huhuhu Nana mau mommy sembuh hiks" ujar Alana sudah tergugu memeluk ibu nya yang semakin sesak untuk bernafas.
"Na..na..G..Gi..o..ja..ga..p..pu..teriku" ujar Vanya dengan terbata menatap sang putri dan menantu nya juga sang suaminya.
__ADS_1
"Gio akan menjaga Nana mom..mommy harus janji mommy harus berjuang dan sembuh cucu-cucu mu akan sedih kalau mommy seperti ini" ujar Gio berjanji akan menjaga Alana dan membujuk sang ibu mertua nya agar tetap bertahan.
Vanya menatap dalam semua orang di dalam kamar nya..dia tersenyum namun juga menangis.. tersenyum akan bertemu anak nya di alam sana yang tak sempat dia lihat namun menangis jika harus meninggalkan putri nya di sini..takdir tak ada yang tau.
"Se..sela..mat..ting..gal..se..mua..nya..sa..sa.. yang..a..ku..men.. cin..ta..imu" ucap Vanya semakin sulit berucap seakan berpamitan dengan semua nya termasuk anak dan suami nya.
Seketika suasana penuh dengan tangis pilu kala melihat Vanya sudah tak lagi bernafas.. Samuel memeriksa keadaan istri nya..dia menyentuh bawah hidung nya dan tak menemukan helaan nafas juga nadi nya yang sudah tak berdenyut lagi serta dada nya yang sudah tak naik turun.
"Vanya..sayang..hey bangun sayang..hiks..jangan.. Vanya.. jangan tinggalkan aku sayang hiks..bangun..Vanyaaaaaa" ucap Samuel masih belum percaya bahwa sang istri tercinta telah meninggalkan nya lebih dulu.
"Mommy..tidakkkkkk..mommyyy...bangun mommmm hiks..mommy huhuhuhu..jangan tinggalin Nana mom huhuhu" jerit Alana yang mengguncang tubuh sang Ibu dengan tangis nya dan di tahan Gio.
Semua yang ada di dalam kamar itu menangis tak terkecuali Rey..dia jadi berpikir apakah dia juga akan seperti Samuel jika istri nya mendahului nya..dia tak akan sanggup jika itu terjadi.
"Sudah baby.. ikhlas kan Vanya..dia sudah tak kesakitan lagi dia sudah tenang" ucap Rey memeluk sang istri yang masih histeris.
"By..hiks..Vanya by.. huhuhuhu" ujar Laura memeluk dan menenggelamkan wajahnya di dada Rey dan menumpahkan tangis nya di dada bidang itu.
Nila,Erick, Arny, Bastian, Vallery, Willy,dan para anak muda ikut menangis keluarga Wilson tengah di rundung duka yang mendalam.. Alana sampai tak sadarkan diri dan Samuel dia hanya menatap kosong tubuh tak bernyawa istri nya.
Semua yang bernyawa akan mati..begitu seterusnya..ada pertemuan pasti ada perpisahan.
__ADS_1