Suamiku Anak Mommy

Suamiku Anak Mommy
Ep 192_Maaf


__ADS_3

"Mom..Sean nggak ada maksud menyakiti Percy..Sean dan Percy hanya salah paham..Sean janji ini terakhir kali nya Sean bersikap bodoh..pelase maafin Sean mom,dad" ucap Sean membela diri dengan memohon agar ayah dan ibu nya mau memaafkan nya.


Hening..


Tak ada sahutan dari kedua orangtua nya..Sean semakin takut karena orangtua nya pasti akan memisahkan nya dari Percy..tidak..tidak akan dia biarkan siapa pun memisahkan nya dari sang istri.


Sean diam dengan berbagai pikiran yang melalang buana di otak nya..dia benar-benar tidak bisa jauh dari sang istri.. Sean memasuki ruangan dimana Percy berada..dia melihat istri nya di atas brankar pasien tengah terlelap.


Pucat,lemah,bahkan tak ada pergerakan dari sang istri.. Sean benar-benar batu menyadari akan sikap nya yang terkesan acuh dengan sekitar nya hingga membuat sang istri menjadi begini.


"Maaf sayang..maafkan aku..seharus nya aku lebih mengerti akan perasaan mu tadi.. seharusnya aku lebih peka dengan hari mu.. seharusnya__hiks maaf sayang..bangunlah jangan membuat ku gila sayang" ujar Sean menyesal karena tak paham dengan perasaan Percy.


Sena baru menyadari bahwa sikap nya terhadap wanita sialan itu kurang tegas bahkan terkesan acuh..dia tak memikirkan posisi Percy sebagai istri yang dia pikirkan hanya dia tak akan mungkin tergoda dengan wanita lain maka dari itu dia biasa saja dengan kedatangan wanita sialan itu.


Namun tak semua perkiraan nya tepat..karena ada hari yang tersakiti karena nya..dia kurang mengerti akan perasaan istri nya.. padahal selama ini Percy selalu bersikap tegas jika ada laki-laki yang mendekati nya..tapi dia malah acuh seakan tak perduli.


Sean sekarang hanya bisa merutuki dirinya sendiri yang benar-benar bodoh.. bagaimana nanti jika orangtuanya menjauhkan nya dari sang istri.. bagaimana jika dia tidak boleh bertemu dengan Percy..arkhh sialan..bodoh kau Sean.


Sena duduk di samping Percy..dia mengusap kepala Percy dengan sayang..tampak dari luar terlihat Erick dan Nila memperhatikan Sean..ada rasa tak tega dalam diri mereka tapi bagaimana pun juga anak mereka lah yang salah karena benar-benar tidak peka bahkan ini sudah kedua kali nya Sean tidak peka akan perasaan istri nya.


"Bagaimana sayang..apa kita harus melakukan ini?" tanya Erick menanyakan keputusan yang mereka ambil bersama tadi.

__ADS_1


"Huhhh..aku benar-benar kecewa terhadap anak mu itu tapi dia juga anak ku..ck sudah lah satu kesempatan lagi ku berikan untuk nya jika kali ini dia bertingkah lagi lihat saja apa yang akan aku lakukan pada nya nanti" ujar Nila bersungut-sungut mengatakan keputusan nya.


"Baiklah..aku akan lebih tegas lagi terhadap nya.. terimakasih kau telah mendampingi ku selama ini..aku menyayangi mu Nila" ujar Erick bangga akan sikap istri nya


"Ck..tidak usah memujiku tua bangka.. sebaiknya nasehati saja anak mu itu yang teramat pandai nya" ucap Nila menekankan kata-kata nya pada sang suami.


Erick hanya tertawa kecil melihat wajah imut snag Istri jika sedang mode kesal..Nila selalu bisa membuat Erick bahagia entah apa yang Nila lakukan hingga membuat Erick benar-benar jatuh dalam pesona nya.


Mereka memutuskan untuk pulang ke rumah karena twins N hanya bersama pengasuh nya saja..mereka masih membutuhkan pendamping entah siapa dari pihak keluarga..bukan tidak percaya dengan pengasuh nya tapi lebih ke menjaga saja.


#


#


"Baby sudah sayang jangan di tekuk terus muka nya..nanti kusut loh hm?" ujar Bryan mencoba menghibur sang Istri.


"Ck..kau juga sama saja dengan adik ku.. benar-benar apa memang seperti itu laki-laki tidak peka terhadap perasaan wanita..ck..menyebalkan" ujar Via ikut mengomeli sang suami yang terlihat kebingungan karena tiba-tiba saja mendapatkan omelan dari Via.


"Baby astaga..tidak sayang aku peka terhadap perasaan mu.. sungguh" ujar Bryan mengelak tak mau di samakan dengan adik ipar nya.


"Cih mulut mu memang minta ku tarik sandal ya..coba ingat lagi bagaimana kau dengar tega nya meninggalkan ku setelah kau mengutarakan perasaan mu hah..ck tidak ada bedanya" ujar Via mengingat lagi kesalahan Bryan yang dulu.

__ADS_1


Bryan hanya diam memang benar dia dulu meninggalkan Via di malam setelah dia mengutarakan perasaan nya..astaga tapi kenapa jadi dia yang di hakimi..jika dia melawan maka habislah jatah nya tapi jika tidak dia benar-benar akan tersiksa.


"Iya baby maafkan aku ya..aku salah waktu itu.. maaf ya hm?" bujuk Bryan pada sang istri.


"Sudah aku maafkan sejak dulu tapi aku masih kesal dengan sikap adik ku jadi aku teringat akan kesalahan mu dan aku jadi kesal lagi dengan mu.. hishhh menyebalkan sekali sih" ujar Via benar-benar mengomel


Bryan hanya diam mendengarkan saja tanpa mau mengelak atau membela Sean dia tak mau mengurusi masalah rumah tangga orang lain..biarkan saja toh mereka sudah dewasa seperti kata Arick mantan asisten Kaka ipar nya Gio.


*


*


"Sayang kenapa kau belum bangun juga..apa kau tak ingin memaafkan ku..apa kau tak ingin berdamai dengan ku..apa kau juga tak ingin berdebat dengan ku sayang..bangunlah..maki aku,pukul aku agar kau puas sayang" ujar Sean yang khawatir karena Percy bahkan belum membuka mata nya sudah lewat dari 4 jam setelah mendapat penanganan.


Perlahan mata Percy bergerak-gerak menandakan bahwa sebentar lagi mata itu akan terbuka.. Sean yang melihat itu senang bukan main karena istri nya akan segera sadar.


Benar saja tak lama kemudian Percy akhir nya membuka mata nya..dia mengerjap berkali kali memindai setiap sudut ruangan dimana dia tengah berada..rumah sakit..kenapa dia ada di rumah sakit..seingat nya dia tadi kan sedang berendam lalu kepala nya tiba-tiba pusing dan setelah nya gelap semua.


"Sayang..kaus usaha sadar..syukurlah" ujar Sean senang karena Percy akhirnya sadar juga.


"Kenapa di sini?" tanya Percy heran kenapa dia di rumah sakit.

__ADS_1


"Kau tadi demam sayang..maaf ya aku salah.. aku benar-benar tidak peka akan perasaan mu..maafkan aku kau bisa memukuli ku atau memaki ku..kau bebas melakukan nya sayang..maaf..maaf..maaf..aku benar-benar minta maaf sayang" ujar San meminta maaf kepada istri nya.


__ADS_2